Seorang pemuda lumpuh di rainkarnasi ke dunia tales of demon's and god's dengan sebuah system. Menjadi seorang kultivator terkuat, melawan berbagai musuh layaknya menginjak semut. Nantikan kisah dari MC kita untuk mengakhiri kekacauan di dunia Tales Of Demon's And God's.
Note: Karya iseng-iseng cuma buat belajar nulis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gamaken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Rainkarnasi Baru
Di sudut lain Kota Glory.
Angin bertiup pelan, membawa debu dan aroma tanah yang kering. Di bawah pengaruh cahaya matahari senja, seorang pemuda bertelanjang dada perlahan menggeliat di atas tanah. Debu menempel di kulitnya yang kecokelatan, napasnya terengah-engah, dan matanya perlahan terbuka, menatap langit yang asing.
Sakit di kepala membuatnya meringis, tangannya langsung meraba pelipis, mencoba memahami apa yang terjadi. Rasa nyeri itu samar, tapi tak setara dengan keterkejutan yang menguasai pikirannya saat ia duduk perlahan dan melihat sekeliling.
Pemuda itu berperawakan tegap, otot-otot tubuhnya membentuk garis-garis tegas di balik kulitnya. Rambut pirang yang tergerai acak-acakan tertiup angin, menambahkan kesan misterius pada wajahnya yang tampak sendu.
"Apakah… ini kehidupan baru yang dimaksudkan sosok itu?" gumamnya lirih, suaranya serak tapi sarat rasa tak percaya.
Ia memandangi tangannya sendiri. Kepalan itu dibuka dan ditutup berulang kali. "Tubuhku... terasa lebih ringan dan lebih kuat dibandingkan dengan yang sebelumnya."
Pemuda itu adalah Xuan Yu, sosok rainkarnasi yang berasal dari Bumi. Hidupnya disana berakhir cukup tragis ketika ia jatuh dari puncak sebuah gedung tinggi, didorong oleh seseorang yang ia anggap sahabat dekatnya.
Namun, di ambang batas kematian, justru awal baru menantinya. Di antara kehampaan, dia bertemu dengan makhluk aneh—sosok gumpalan cahaya berbentuk humanoid. Sosok itu memberi Xuan Yu kesempatan kedua untuk hidup… di dunia yang berbeda, dunia yang dikuasai oleh berbagai jenis hukum dan kekuatan spiritual.
"Aku akan memberimu satu misi."
Suara sosok cahaya humanoid itu menggema dalam benaknya, masih terngiang jelas.
"Lenyapkan para pengacau yang mencoba menghancurkan tatanan dunia itu. Sebagai gantinya, kau akan mewarisi ingatan primordial dari leluhur dari zaman kuno, serta intensitas jiwa yang tak terkalahkan."
Xuan Yu kembali mengamati sekeliling. Hamparan padang rumput gersang membentang luas, serta bayangan gunung-gunung menjulang tinggi di kejauhan.
"Tempat ini disebut kota Glory?" gumam Xuan Yu mengingat-ingat segala informasi yang tertanam dalam benaknya.
“Di kehidupan sebelumnya, aku mati karena kebodohanku sendiri. Karena terlalu percaya pada orang yang salah. Tapi kali ini… kesalahan seperti itu tak akan terulang kembali. Dunia ini dipenuhi kekejaman—hanya yang kuat yang akan bertahan.”
Ia bangkit perlahan, pundaknya terangkat, dan tubuhnya yang tegap menatap ke arah jalan setapak. Setiap langkah kaki yang ia ambil terasa penuh arti, seolah bumi pun menyambut kelahiran kembali sosoknya.
Setibanya di gubuk kecil di pinggir ladang herbal milik Keluarga Xuan, Xuan Yu membuka pintu rumah sederhananya. Rumah itu terbuat dari kayu lapuk, dengan lantai tanah dan lampu minyak sebagai penerangan. Ia tahu, di dunia ini, statusnya hanyalah seorang anak petani. Anak biasa dari keluarga kelas bawah yang bahkan tak termasuk dalam silsilah keturunan utama.
Namun, dia tak peduli. Status seperti itu tidaklah penting baginya.
Malam pun tiba. Di dalam gubuk, Xuan Yu duduk bersila di tengah ruangan, tubuhnya tenang, matanya terpejam rapat. Napasnya teratur, dan di antara senyap malam, hanya terdengar suara desiran angin dari sela celah dinding kayu.
“Kultivasi Jiwa Pelahap Langit…” gumamnya pelan.
Kultivasi Jiwa Pelahap Langit adalah sebuah teknik kultivasi kuno yang telah lama hilang dari dunia ini. Salah satu teknik terlarang yang diciptakan oleh leluhur kuno jauh sebelum zaman kegelapan. Teknik yang konon dapat melahap jiwa semua mahluk apapun untuk dijadikan sebagai bahan bakar dalam kultivasi.
Xuan Yu menarik napas panjang. Namun, alih-alih menghirup udara segar, melainkan seluruh energi roh di sekitarnya—terhisap ke dalam dirinya seperti pusaran tanpa batas. Aura di sekitar tubuhnya berubah liar, seperti badai angin yang tak terlihat. Lampu minyak berkedip-kedip seakan ikut menggigil menyaksikan fenomena tersebut.
Energi itu mengalir masuk, melewati setiap sel-sel, memperkuat jaringan tubuhnya, dan akhirnya berkumpul di ranah jiwanya—sebuah bola biru mengambang dallam lautan kesadaran yang hanya bisa dirasakan oleh para kultivator.
Dalam beberapa detik, terjadi gejolak hebat di dalamnya. Ranah jiwa Xuan Yu membengkak, mengeras, dan melapisi dirinya dengan kekuatan baru. Perubahan itu terjadi bertahap, namun penuh intensitas energi roh yang padat. Tubuhnya bergetar, giginya gemeretak menahan tekanan dari proses peningkatan kekuatan yang luar biasa cepat itu.
Tak lama kemudian, napasnya kembali tenang. Asap tipis keluar dari sela-sela mulutnya saat ia menghembuskan napas terakhir dari sesi meditasi.
“Energi di tempat ini terlalu tipis,” gumamnya. “Dari ranah Perunggu bintang satu, aku hanya bisa menembus hingga ranah Perak bintang dua. Ini jauh kata dari cukup.”
Matanya terbuka perlahan dan menghela nafas ringan. Dalam sorot matanya, tampak jelas—ambisi yang begitu besar berkobar.