NovelToon NovelToon
Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:583.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: RahmaYesi.614

Kisah perjalanan seorang wanita yang pindah keyakinan demi pria yang dicintainya. Namun, setelah menikah, bukan kebahagiaan yang didapatnya. Dia kehilangan bayi yang bahkan belum sempat dilahirkannya, lalu pada hari itu juga dia di ceraikan oleh pria yang dianggapnya akan mencintai dan melindunginya.

Akankah dia tetap teguh dengan keyakinan barunya? Lalu bagaimana kelanjutan kehidupannya. Yuk, saksikan kisahnya dalam novel "Auristela (Mu'alaf cantik)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa sedih

"Maafkan saya, buk. Saya sangat merindukan mama. Bertemu dengan ibu membuat saya merasa seakan mama ada didekat saya." Ungkap Auri saat usai menangis.

"Hari ini saya banyak menangis. Entah mengapa suasana hati saya begitu terasa sedih." Tersenyum malu.

"Sabar adalah kunci hidup bahagia. Percayalah nak, Allah menguji seorang hamba sesuai dengan kemampuan hambanya. Dan semakin banyak ujian yang datang menunjukkan bahwa iman orang tersebut sudah berlevel tinggi. Jika mampu menghadapi semua ujian tersebut dengan sabar, tawakal dan berserah pada Allah, maka hadiahnya adalah syurga." Nasihat ibu menyejukkan hati Auri.

"Ibu maafkan saya, tapi saya harus mengantar ibu ke kamar sekarang juga. Ini perintah dari mas Al." Rudi menyela perbincangan mereka.

"Baiklah, semoga Allah mempertemukan kita kembali, nak Auri." Ucap Maryam.

"Semoga ibu sehat selalu." Mencium punggung tangan Maryam.

Setelah itu, Rudi langsung mengantar Ibu kekamarnya. Kemudian Rudi kembali ke kamar mereka.

"Kenapa kalian tidak membangunkan kami?" Rutuk Endah yang saat bangun, Rizki sudah tidak ada disampingnya.

Sedangkan empat lainnya hanya bersungut kesal menatap pada Auri dan Rudi. Mereka kembali tidur dengan perasaan kecewa dan ingin marah karena tidak diikutsertakan dalam tugas rahasia ini.

Berbeda dengan mereka. Saat ini Al sudah tiba di kamar Haris. Dia membaringkan Rizki dan mencium keningnya untuk sebentar. Kemudian, Al kembali ke hotel tempat ibunya menunggu.

"Rizki sudah aman, nak?" Tanya ibu saat Al tiba.

"Sudah, buk. Besok pagi pagi kita langsung kembali ke Jakarta. Haris akan langsung membawa Rizki ke Jakarta malam ini juga." Jelasnya.

"Kenapa harus malam ini, nak. Bagaimana kalau tiba tiba Haris mengantuk saat nyetir, kan bisa bahaya."

"Ibu yang tenang ya. Tugas kita berdoa semoga Haris bisa membawa Rizki ke Jakarta dengan selamat." Merangkul ibunya untuk memberi rasa tenang.

"Ah iya, bentar ya buk. Al mau menelpon Rudi dulu." Mengambil hp dan langsung menghubungi Rudi.

"Rud, apa Auri sudah tidur?"

"Belum, mas Al. Ada apa?"

"Bisa izinkan saya bicara dengannya sebentar?"

Dengan perasaan agak berat, Rudi terpaksa memberikan hp pada Auri dan menintanya bicara dengan Al.

"Ada apa, ya?" Tanya Auri agak jutek.

"Pukul berapa kalian ke Jakarta, besok?"

"Ba'da zuhur, inshaa Allah. Kenapa ya?" Masih jutek.

"Tidak apa. Aku hanya ingin memberitahu, resepsionis di lobi adalah fansku..."

"Lalu apa ada kaitannya dengan saya?" Merasa kesal tampa alasan.

"Harusnya kamu dengarkan aku bicara sampai selesai." Ujar Al yang ikut tersulut emosi. "Maksudku, kamu harus hati hati melewati mereka. Aku hanya tidak ingin besok photo kita mengisi semua siaran tv karena berada di hotel yang sama. Mengerti?" Jelas Al dengan nada kesalnya.

"O gitu, Ok. Aku tidak akan mencemarkan nama baik seorang bintang papan atas seperti anda." Auri mengatakan itu agak berteriak dan langsung menutup panggilan tersebut.

Rudi melihat Auri kesal seperti malah tersenyum. Karena Auri saat marah terlihat menggemaskan.

"Kenapa, Rud?" Tanya Auri menatap tidak nyaman pada Rudi

"Kamu menggemaskan kalau lagi kesal seperti itu." Tutur Rudi.

"Astaghfirullah, Rudi. Jangan ulangi lagi mengatakan hal itu padaku. Dan jangan menatapku seperti itu. Aku tidak suka Rudi. Kamu tahu, meski kita sudah seperti saudara, tetap sajakan, setan akan menggoda kita disetiap kesempatan." Rutuknya berterus terang.

"Maafkan aku Auri. Aku memahami itu. Terimakasih telah mengingatkan." Rudi langsung berbaring disampir Digo dan menutup wajahnya dengan kain sarung.

Auripun akhirnya kembali berbaring disebelah Endah. Dia memejamkan mata setelah berdoa dan membaca tiga surah serta surah Alfatihah. Tidak lupa Auri juga membaca sholawat dan berdoa untuk semua saudara seiman. Setelah melafalkan semua itu, Auri mengusapkan kedua tangannya kewajah dan seluruh tubuhnya. Barulah benar benar tertidur dengan nyaman tampa rasa khawatir.

1
Haida Royana
lho kog ngono ,bpkne Auri
Endang Sulistia
y udah rud...latihan dari sekarang ya 🤭😄😄😄
Endang Sulistia
jodohnya aurel
Endang Sulistia
kampret kau vin
Mama Gezkara
Luar biasa
Mama Gezkara
kak othor.... aku suka sekali dengan ceritanya... semangat yaaa
❣@Sha_Putrie❣
kurang pas sih Thor menurutku nama Calvin untuk putra pemilik pondok pesantren he..he..
Lilik Setyorini
Luar biasa, mangkin seru ceritanya, penuh inspiratif
Susanti Liau
Biasa
Susanti Liau
Buruk
Ika
bagus banget ceritanya
Neulis Saja
kayanya pas Al sama auri utk merajut mahligai rumah tangga karena keduanya sama2 tersakiti oleh org yg dicintainya. okay lah i agree 👌
Neulis Saja
kalau mau bunuh diri udah lanjutkan saja kenapa malah berharap ada yg nolong hah?
Neulis Saja
it's better to get a divorce
Neulis Saja
ehm kalau lakinya yg setia,istrinya yg selingkuh atau sebaiknya suami yg selingkuh istrinya yg setia ah dunia hanya memperdaya manusia saja bagi yg tipis iman mungkin setipis tisu
Neulis Saja
menyimak dari pembicaraan Al Fatih dan gio kayanya yg selingkuh adalah marsya masa iya anak masih kecil ikut dgn bapaknya yg hrs ninggalin karena kerja, hrsnya dan lebih deket dgn ibunya ini malah lebih deket dgn bapaknya, dari sini jadi curiga ?
Neulis Saja
ehm suri, you have to be patient because Allah is with those who are patient
Neulis Saja
auri, don't cry show that you are strong and you are not a weak woman 💪
Neulis Saja
tdk mengerti dgn Kelvin ko menyalahkan auri dia terjatuh di kamar mandi kenapa bawa2 tdk patuh sama suami keluar rumah, hai kau Kelvin Jaka sembung lho! suami macam apa kau menyalahkan yg kecelakaan yg tdk disengaja yg nama terpeleset bisa siapa saja dan bisa kapan aja tahu agama tapi gemblung lho 😲
Neulis Saja
auri, if you are in doubt leave, and if you are sure you must Istiqomah to your religion ☝️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!