NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Over Protektif

Sepulang dari rumah sakit, kami semua segera pulang ke rumah bibiku, lekas bersiap-siap ke panti. Acara tahlilan itu diselenggarakan pada malam jumat, satu minggu setelah lebaran idulfitri, tepatnya malam ketujuh kematian Salsya. Sesuai rencana, acara tahlilan itu diadakan di panti asuhan. Semua keluargaku turut hadir, menyempatkan datang ke acara yang kami khususkan untuk Salsya, satu-satunya yang bisa kami berikan: doa.

Sebenarnya aku tak benar-benar fokus pada acara itu. Entah kenapa, rasanya merinding. Seolah ada yang tengah mengawasiku. Entah kebetulan atau apa, malam itu Zia membawa bayinya yang tiba-tiba menangis di tengah-tengah acara.

"Mungkin masih lapar, Dek. Susuin, gih."

"Em, mungkin. Temani aku," katanya.

"Yo, wis. Ayo," kataku. Kuajak dia ke ruang bayi.

Sesampainya di sana...

Langkah kakiku langsung terhenti ketika aku menyadari keberadaan seseorang berdiri di samping tempat tidur Aulian.

"Kay?"

Aku gemetar dan mulai khawatir. Masalahnya, setiap kali aku bertemu gadis itu, suasana di antara kami selalu tidak enak, selalu dalam keadaan tegang. Dan andai saja aku tidak dalam keadaan hamil besar, aku tidak akan mengkhawatirkan keberadaan Kayla di dekatku. Untuk saat ini -- mau tidak mau, aku harus mengamankan diriku sendiri. Waspada dan berjaga-jaga.

Tetapi...

"Hai," sapa Kayla.

What? Tidak salah? Dia menyapaku?

"Apa kabar?"

"Aku... baik. Ka... bagaimana denganmu?"

"Aku juga baik." Dia tersenyum.

Aneh. Ada angin apa dia bisa bersikap baik seperti itu?

"Mbak, aku duduk, ya. Aku mau menyusui anakku."

Aku mengangguk pada Zia.

"Aku ke sini mau menemui Aulian," tutur Kayla. "Apa dia akan seterusnya tinggal di sini?"

Walau ragu, aku menggeleng. "Mas Reza berencana mengadopsinya," kataku. Aku masih tetap berdiri di depan pintu. Andai yang kutemui itu bukan Kayla, aku pasti sudah menghampirinya.

"Baguslah," sahutnya. "Bagaimana dengan kandunganmu?"

Aku berdeham. "Puji syukur, kandunganku baik. Anak-anakku sehat."

"Syukurlah."

Lalu hening. Kami sama-sama tidak tahu mesti membicarakan apa, kami bukan teman, bahkan bisa dibilang kami musuh. Tapi... kok bisa mendadak baik? Ada apa? Dia kesambet? Atau amnesia? pertanyaan itu memberondong otakku.

"Sayang," Reza dengan napas ngos-ngosan menghampiriku.

Aku menoleh. "Kenapa?"

Sesaat kemudian Reza baru menyadari keberadaan Kayla, juga Zia yang sedang menyusui. Dia langsung berpaling dan keluar dari ruang bayi, dan aku menyusulnya, tapi aku hanya berdiri di ambang pintu agar tak meninggalkan Zia dan bayinya bersama dengan Kayla. Entah kenapa, aku merasakan atmosfer yang menyeramkan. Aura Kayla -- dari dulu hingga sekarang, membuatku tak pernah nyaman berada di dekatnya.

"Ada apa?" tanyaku pada Reza.

"Kamu tu... kebiasaan ngilang," suaranya kembali datar.

"Aku menemani Zia, Mas. Anaknya nangis-nangis tadi mau menyusu."

"Apa pun itu, ya. Jangan jauh-jauh dariku," singitnya. "Kamu tu--"

Kayla menghampiri kami. "Aku mau pulang. Maaf, tidak bisa ikut pengajiannya sampai selesai."

Aku dan Reza hanya mengangguk, membiarkan gadis itu melangkah pergi. "Kamu tidak apa-apa, kan? Dia...."

"Tidak apa-apa, Mas. Aku dan Kayla tidak bertengkar. Tidak tahu tu, kok tiba-tiba dia bisa ramah, ya? Aneh."

Reza menarik napas lega. "Mungkin dia sudah dapat hidayah," sahutnya santai. "Apa pun itu, syukur dia tidak kasar padamu tadi."

Aku mengangguk, dan nyaris bengong -- maksudku aku masih berkutat dengan pikiranku sendiri.

"Acara sudah hampir selesai tadi, kita langsung pulang, ya. Biar nanti karyawan-karyawan resto yang beberes."

Aku mengangguk lagi. "Kamu tunggu di sini, aku mau melihat Aulian dulu sambil menunggu Zia juga."

"Pelan-pelan, jangan menggendong bayi. Dengarkan aku, ya."

Hmm... oper protektif sekali.

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!