Tejo Suseno, seorang pengusaha sukses telah memiliki kehidupan yang sempurna bersama Rania, istrinya yang cantik dan ketiga buah hatinya.
Tapi kemudian Tejo bertemu dengan Karin, gadis muda yang cantik dan membuatnya jatuh cinta lagi
Di belakang Rania, Tejo bertekad menikahi Karin, meski tidak direstui Ibunya.
Nb: 21+(mengandung konten dewasa di beberapa part)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izzati Zah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Sudah satu minggu lebih Mas Tejo selalu pulang kerumah. Hal itu seharusnya membuat Rania senang. Namun ternyata tidak demikian. Rania merasa ada yang berbeda. Sepuluh tahun lebih mereka hidup sebagai suami istri, tentu Rania sangat mengenal suaminya. Rania melihat wajah suaminya seperti digelanyuti mendung. Dan Rania jatuh iba.
"Ada apa Mas? Apa ada masalah?"
"Nggak papa, aku cuma kurang enak badan, tolong buatkan aku teh panas.."
"Ya Mas..."
Meskipun marah dan kecewa, tapi saat melihat keadaan suaminya, Rania tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Rania memilih mengesampingkan egonya dan melupakan sakit hatinya. Seharusnya saat ini Mas Tejo sedang bersenang-senang dengan istri keduanya. Tapi Mas Tejo justru ada disini bersamanya. Rania tahu, mungkin suaminya sedang ada masalah dengan wanita itu. Rania patah hati. Tapi ternyata melihat suaminya terpuruk seperti ini, membuatnya lebih patah hati.
Rania tiba-tiba mengingat nasehat Ibu mertuanya sewaktu di rumah sakit. Sepertinya sudah saatnya Rania memikirkan langkah selanjutnya dan membuat keputusan. Apa yang harus aku lakukan? tanya Rania di dalam hati.
Haruskah Rania melepaskan suaminya agar bisa lebih bahagia dengan wanita itu? Atau haruskah dia menerima suaminya mendua? Bisakah dia ikhlas menjalani ini semua?
"Mas, boleh aku tanya sesuatu?"
Tanya Rania saat mereka tengah bersiap untuk tidur.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan kita?"
"Tentu saja, kamu sudah memberiku tiga buah hati"
"Lalu kenapa Mas menikah lagi?"
"Aku jatuh cinta Rania, maafkan aku..."
"Kalau begitu lepaskan saja aku.."
"Aku tidak bisa Rania, aku juga masih mencintaimu..."
"Kamu egois Mas.."
"Ya, aku memang egois, karena itulah laki-laki boleh menikah lebih dari satu, maafkan aku Rania..."
Rania meneteskan air mata mendengar jawaban suaminya. Tejo mengusap wajah Rania dan memeluknya erat-erat.
"Maafkan aku, aku akan berusaha melakukan yang terbaik..."
Tejo memeluk Rania lebih erat dan mulai menciumi wajah istrinya. Malam itu, Tejo kembali meminta haknya sebagai suami. Rania berusaha keras menyingkirkan rasa jijiknya demi menghibur dan melayani suaminya. Mulai sekarang Rania telah memutuskan akan belajar mengikhlaskan. Mungkin sudah jalannya seperti ini. Untuk berpisah Rania merasa berat, sebab anak-anak masih membutuhkan sosok ayah. Biarlah hanya dirinya yang terluka.
Akhir pekan itu Tejo memilih menghabiskan waktu di rumah saja bersama Rania dan anak-anak. Masalah tentang Karin sesekali masih menghantui benaknya. Tejo tidak rela jika pernikahan keduanya yang masih seumur jagung harus kandas begitu saja. Tejo mencintai Karin, meski gadis itu sekarang lebih sering bertingkah menyebalkan. Tejo berusaha memaklumi, Karin yang masih muda dan seringkali tersulut emosi. Dan memang itu adalah kesalahannya. Dan tentang permintaan Karin untuk bercerai, Tejo tidak mau menanggapinya dengan serius. Karena itu sementara waktu Tejo memilih mengambil jarak agar emosi Karin mereda. Tejo tahu Karin juga mencintainya dan mungkin akan merindukannya.
"Mau makan apa Mas?"
Pertanyaan Rania menyadarkan Tejo dari lamunannya.
"Apa saja yang kamu dan anak-anak suka.."
Lagi-lagi Rania memilih masak nasi goreng, lengkap dengan sosis, telur, dan bakso kesukaan anak-anak. Membuatnya pun praktis dan tak memakan waktu lama. Anak-anak makan dengan lahap dan Alya sudah dimandikan oleh baby sitter barunya. Rania merasa sangat terbantu dengan kehadiran baby sitternya itu. Dan sekarang sedikit demi sedikit Rania mulai memikirkan untuk membuka salon lagi.
Selesai sarapan Mas Tejo menemani Rendra dan Lala bermain bola di halaman. Anak-anak terlihat ceria bermain bersama ayahnya meski hanya menghabiskan waktu liburan di rumah.
Namun tiba-tiba ponsel Mas Tejo berdering. Mas Tejo mengangkat teleponnya dan terlihat bercakap-cakap sebentar.
"Rania, maaf aku harus pergi.."
"Kemana Mas?"
"Kamu temani anak-anak, aku pergi sekarang..."
"Istrimu yang menelpon Mas?"
"Bukan, aku berangkat sekarang..."
Mas Tejo ganti baju dan pergi dengan terburu-buru. Pasti ada sesuatu yang gawat. Dan insting Rania mengatakan itu pasti berhubungan dengan istri keduanya.