Warning 21+
Sekuel Virgin
Harap bijak dalam membaca..
Valerie Angelina Putri merupakan seorang gadis yang terlahir dari kalangan keluarga berada, dengan semua fasilitas yang ia miliki ia bebas melakukan apa saja sesuka hatinya. Dulu Valerie adalah gadis yang begitu lugu dan polos namun setelah mendapatkan kekecewaan yang begitu mendalam kini ia berubah menjadi sosok yang bertolak belakang dengan sebelumnya.
Sampai suatu hari ia di pertemukan kembali dengan sosok pria yang selama ini ia rindukan, namun situasi dan kondisi yang telah berubah membuat gadis itu membenci sosok yang ia rindukan itu.
Bagaimana kisah selanjutnya? akankah semua nya berubah?
Sambungan dari novel Virgin (true love)
#Slow update
#banyak typo
#alur sesuai isi otak othor
salam othor kecil 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Drrttt... drrttt... Sebuah ponsel milik El berdering, di tengah sarapannya bersama dengan Valeri ia menerima panggilan tersebut yang tak lain adalah dari Joe yang selaku papa nya. El berbincang selama beberapa detik sebelum akhirnya ia menutup panggilan tersebut.
"Apa itu om Joe? apa yang dia katakan?" Tanya Valeri di tengah-tengah suapannya.
"Hanya memberitahu kalau papa sudah sampai di bandara dan menyuruh aku untuk segera menemuinya di rumah, kau mau ikut?"
"Ah gitu, lain kali deh aku ketemu om dan Tante, hari ini ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan."
"Baiklah, maaf sepertinya hari ini aku tidak bisa menemani mu."
"Tak apa, aku bisa minta Alan untuk menemani ku."
Setelah menyelesaikan sarapannya, Vale dan El berpisah di sebuah lobby hotel, El pergi dengan mobilnya sementara Vale menunggu Alan yang akan menjemput nya.
Tak butuh waktu lama untuk El sampai di sebuah rumah mewah milik Joe, kedatangannya di sambut oleh beberapa pelayan rumah yang bertugas menjaga rumah itu dari dulu sampai saat ini. El melangkah menuju sebuah ruang keluarga yang telah di tunggu oleh Joe dan Michelle.
"Apa kabar pa, ma?" Sapa El yang kemudian duduk di antara mereka.
"Kita baik-baik saja, tapi tidak dengan perusahaan saat ini, kamu sendiri tau apa masalah papa, jadi gimana? udah mengambil keputusan?"
"Aku akan mencari jalan keluarnya secepat mungkin beri aku waktu beberapa hari."
"Kenapa kamu tidak menerima permintaan om Marvel? bukannya kamu dan Jane sudah bersama sejak lama? mama rasa gak ada salah nya jika kalian tunangan."
"Bukan masalah lama atau tidak, tapi aku hanya menganggap Jane sebagai teman, dari dulu aku hanya mencintai satu wanita dan saat ini aku sedang menjalani hubungan dengannya."
"Wanita lain? siapa maksud kamu? apa kita mengenalnya?"
"Tentu, kalian mengenalnya dengan baik, dia adalah Valeri."
Deg... sebuah kebenaran yang di katakan El membuat Joe dan Michelle kaget, bagiamana tidak? putra satu-satunya ternyata mencintai adik sepupunya sendiri.
"Apa kau yakin El? dia bahkan..." Ucapan Joe terputus.
"Aku yakin pa, dia wanita pilihan ku dari aku kecil dan perasaan aku terhadapnya masih sama, mungkin aku akan menikahinya dalam waktu dekat ini."
"Kamu gak bisa egois, apa kamu akan menghancurkan perusahaan yang telah papa rintis sejak dulu hanya karena adik sepupu kamu? itu gak masuk akal El."
"Sudah ku bilang aku akan mencari jalan keluarnya, masalah ini biar aku yang atasi."
"Dengan cara apa kamu mencari jalan keluarnya hah? semua rekan papa sudah memutuskan kerjasama nya gak ada yang bisa membantu kita lagi kecuali om Marvel."
"Papa kamu benar El, lagian ini hanya pernikahan bisnis kamu dengan Jane bisa bertunangan dulu dan setelah JM group kembali normal kamu bisa memutuskan pertunangan itu dan membatalkan pernikahan nya." Jelas Michelle.
"Akan ku pikirkan, hari ini aku ada meeting dengan beberapa divisi, permisi."
El beranjak dari duduknya dan bergegas keluar rumah, ia masuk kedalam mobilnya dan melaju menuju perusahaan yang telah di tunggu olah beberapa kepala divisi.
Sementara di tempat lain, Valeri bersama dengan Alan pergi menemui seseorang yang menjadi sanderaan nya dari semalam. Sebuah pintu dalam bangunan terbuka, Vale melangkah masuk dan menhampiri seorang gadis yang telah terikat di sebuah kursi dengan mulut yang tertutup lakban.
Gadis itu membuka lakban yang menutupi mulut Jane dan mengajaknya berbicara.
"Ku pikir kamu adalah wanita berkelas ternyata aku salah, kau tak lebih dari sekedar sampah!" Ucap Vale.
"Cih, kamu pikir kamu siapa bisa memperlakukan aku seperti ini hah?! kau hanya gadis kecil yang tak bisa berbuat apa-apa!" Ucap Jane.
"Ahh, kau benar aku hanya seorang gadis kecil yang sangat berbisa dan bisa menggigit mu kapanpun aku mau, kau mau mencobanya?"
Vale mendekatkan wajah nya ke wajah gadis tak berdaya itu dan menjepit pipi nya dengan cukup kencang.
"Sialan! Valeri brengsek! lepaskan aku!"
"Aku akan melepaskan mu jika kamu mau melakukan satu hal."
"Apa yang kau inginkan?"
"Kembalikan JM group dan jangan pernah mengganggu Elang kembali!"
"Heh, kamu pikir kamu siapa bisa mengatur ku?"
"Putri tunggal sekaligus pewaris Addison group, kau tau itu? bahkan Xin group bisa aku hancurkan dalam hitungan detik!"
"Buktikanlah, aku gak percaya seorang gadis kecil seperti mu yang gak bisa apa-apa bisa menghancurkan Xin group."
"Baiklah, Alan tunjukkan padanya."
"Siap nona."
Alan membuka laptopnya dan menunjukkan beberapa bukti kecurangan Xin group dalam berbisnis.
"Darimana kalian mendapatkan semua itu?"
"Bukan hal yang sulit, cepat hubungi papa mu dan suruh dia untuk mengembalikan apa yang menjadi milik om Joe!"
Alan mengambil ponsel milik Jane dan menghubungkan sebuah panggilan telfon dengan tuan Marvel. Disisi lain Beichen baru selesai mendapatkan sedikit bukti tentang kecurangan Marvel dan melaporkan nya pada Elang.
***
Bersambung. . .
sukses
semangat
mksh