Kisah ini dibawakan dari seseorang bernama "Jason" yang bertahan hidup di tengah bencana besar yang melanda seluruh umat manusia. Dia dipertemukan dengan orang-orang luar biasa yang membuatnya berubah menjadi sosok paling kuat diantara yang lainnya. Kekacauan dan pertikaian terjadi dimana-mana. Dunia sakit dengan selimut gelap gulita tanpa rasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
"Sekarang aku tahu kalau banyak tentara kita yang melakukan kecurangan. Tapi apa mau dikata, situasi ini memang membuat semua orang menjadi liar. Orang-orang takut kelaparan dan mereka juga takut jika sampai kesulitan mendapatkan air bersih." ucap Presiden Bhanu kepada Komandan Jigan.
"Benar Pak Presiden. Maka dari itu kita harus bergabung dan bersama-sama. Kita semua harus bersatu Pak Presiden. Hanya Pak Presiden sendiri yang bisa menyatukan mereka." jawab Komandan Jigan.
"Kenapa harus aku? aku sudah kehilangan harga diriku sekarang. Aku tidak becus mengurus negaraku sendiri. Aku tidak yakin kalau semuanya akan membaik."
"Pak Presiden harus tetap yakin. Kami akan mendukung Pak Presiden. Belum ada pengganti yang lainnya sampai sekarang. Jika bukan kita, siapa lagi Pak yang akan melakukan semua ini?"
"Kau benar juga Komandan Jigan. Tapi, entahlah. Aku mulai meragukan kemampuanku sendiri. Aku bahkan tidak tahu bagaimana nasib para pasukan kita di Negara Sanda. Pasti mereka menunggu kabar kita disana."
"Pasukan kita pasti baik-baik saja Pak Presiden."
"Aku khawatir mereka kekurangan sumber daya. Bagaimana pun juga aku harus memberitahu mereka semua tentang masalah yang sedang kita hadapi."
"Begini saja Pak Presiden, biarkan aku dan timku yang memimpin disana. Pak Presiden urus semua keperluan di negara ini. Tapi kita harus menunggu sampai Bapak bertemu dengan Pasukan Serigala."
"Ya. Kita akan fikirkan nanti. Sekarang kita bersihkan setiap Zombie yang ada. Jika semuanya sudah kembali pulih, tinggal para tentara korup yang akan kita bereskan. Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengacak-acak negaraku."
Pada saat ini, untuk sementara waktu Presiden Bhanu dan juga Komandan Jigan beserta para warga sipil berkumpul di sebuah rumah mewah yang sebelumnya menjadi milik seorang pejabat. Tapi rumah itu sekarang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, karena pemiliknya sudah berubah menjadi zombie dan telah ditembak mati oleh para warga sipil.
Ternyata para agen rahasia dari Negara Sanda bukan hanya menyebarkan senjata mereka di satu tempat saja, tapi juga di banyak tempat. Hal inilah yang membuat situasi menjadi semakin rumit dan korban berjatuhan jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Untung saja para dokter mau bersatu dan membuat kembali vaksin yang sebelumnya sudah pernah diproduksi.
Sehingga para warga sipil juga memfokuskan rumah sakit yang menjadi tempat produksi vaksin tersebut karena bukan hanya para bandit yang datang ke tempat itu, tapi para tentara korup juga banyak yang datang untuk merampas vaksin mereka secara paksa. Padahal para dokter sudah menjatah setiap vaksin yang akan mereka bagikan.
Karena keterbatasan itu dianggap sangat tidak adil oleh beberapa orang, maka mereka pun bersatu membentuk sebuah kelompok agar bisa mengambil vaksin yang telah dibuat oleh para dokter. Padahal para dokter membagikan vaksin itu secara gratis dan tidak meminta imbalan apapun. Mereka begitu sungguh-sungguh dalam mengerjakan produksi vaksin tersebut.
Dokter yang terlibat dalam pembuatan vaksin itu adalah orang-orang yang dulunya bekerja di Rumah Sakit. Dan mereka memutuskan untuk tetap bertahan dalam keadaan apapun. Karena bagi mereka semua, manusia layak untuk di manusiakan. Sumber daya yang lebih dari cukup membuat produksi vaksin semakin meningkat.
Banyak orang yang bisa sembuh Dan terselamatkan oleh vaksin yang para dokter itu buat. Dan dengan bantuan para warga sipil yang masih memiliki belas kasih, sekarang para dokter itu merasa tenang. Karena dengan jumlah yang banyak para bandit dan juga para tentara korup akan berfikir dua kali untuk kembali menyerang rumah sakit.
Para tentara yang tidak mau kalah juga merencanakan sesuatu yang curang. Yaitu dengan menyerang satu-persatu warga sipil dan merebut senjata mereka, agar para tentara itu bisa kembali menyerang Rumah Sakit dengan leluasa. Komandan Jigan dan Presiden Bhanu kemudian memutuskan untuk tetap tinggal di sana. Agar mereka juga bisa ikut melindungi para dokter yang ada di rumah sakit.
Letak rumah sakit itu pun tidak terlalu jauh dari rumah yang mereka tempati sekarang. Akhirnya dibentuklah dua tim khusus untuk menghadapi para tentara dan juga para bandit. Presiden Bhanu membawa dua puluh orang warga sipil untuk berjaga di rumah sakit. Sedangkan Komandan Jigan akan berjaga di rumah mewah itu, karena para tentara dan para Bandit pasti akan melewati tempat itu jika ingin menuju ke rumah sakit.
Dan untuk menyuplai semua sumber daya, mereka akan mengandalkan para pemuda yang belum bisa menggunakan senjata. Baik itu suplai makanan, persenjataan ataupun obat-obatan. Sedikit demi sedikit mereka juga mulai mengumpulkan material untuk pembangunan. Karena Presiden Bhanu menginginkan tempat itu dijadikan sebuah markas yang baru untuk mereka.
Presiden Bhanu juga menyiarkan kabar tentang markas baru itu, terutama dirinya sendiri yang sekarang masih hidup. Dia ingin merekrut semua orang yang sedang berada di luar sana tapi tidak memiliki kekuatan apapun untuk bertahan. Jika bersama Presiden Bhanu dan Komandan Jigan, maka mereka yang masih terpecah bisa memiliki tempat untuk bernaung dan bertahan hidup.
Para Bandit yang mendengar kabar itu pun mulai kerepotan, karena sekarang mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan sumber daya makanan dan juga persenjataan untuk kelompok mereka. Apalagi saat mereka mendengar nama 'Komandan Jigan', sudah pasti nyali mereka mulai menciut. Karena mereka sudah tahu betul Komandan Jigan bukanlah orang yang sembarangan.
...****************...
"Jadi sebenarnya siapa Komandan Jigan itu? kenapa kita tidak melawannya saja?" Tanya salah seorang anggota bandit kepada ketuanya.
"Kau boleh saja melawannya jika kau memang ingin mati. Kau pikir kau siapa? Hah?" laki-laki bertubuh kurus itu pun langsung diam mendengar ucapan bosnya.
"Untuk sementara waktu kita harus mencari suplai di tempat lain. Kita tidak mungkin mengambil resiko dengan jumlah orang dan juga persenjataan yang minim. Apalagi kemampuan Komandan Jigan tidak bisa kita remehkan begitu saja. Dia sudah tahan di segala tempat. Bagi dirinya, orang seperti kita hanyalah sekelompok nyamuk. Sekali tepuk! kita semua akan mati."
Ketua dari kelompok itu juga bercerita bahwa dia pernah masuk ke dalam militer namun harus gagal karena dia melakukan sebuah kesalahan. Dan saat dia masuk dalam militer, Komandan Jiganlah yang menjadi pelatihnya. Sehingga dia tahu semua tentang Komandan Jigan, dan juga bagaimana kemampuannya dalam bertarung.
Ketua bandit itu pun semakin dibuat terkejut saat dia melihat bagaimana Komandan Jigan membantai puluhan Zombie dengan tangannya sendiri. Sedangkan pada waktu itu komandan jika hanyalah menggunakan sebuah pisau militer yang berukuran cukup panjang dan hampir mirip dengan sebuah pedang.
Bahkan pada waktu itu semua anggota tim Komandan Jigan terpaksa meninggalkannya, dikarenakan mereka sudah kehabisan amunisi. Hal itulah yang kemudian membuat nama Komandan Jigan semakin terkenal di kalangan militer dan juga kalangan umum.
udh gnti posisi gmna bae