NovelToon NovelToon
Rodriguez Affair

Rodriguez Affair

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Badboy / Beda Usia / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Follow IG @Trisrahmawati

Malam itu Morean ingin menjebak Sarla sang wanita bayaran yang dianggap memanfaatkan kekayaan keluarga Rodriguez dengan mendekati Juless sang keponakan akan tapi dia malah jatuh dalam sebuah masalah lain, terlibat dalam sebuah hal yang merugikan Sarla kekasih kekasih keponakannya itu.

Siapa yang menyangka Morean akan terjebak scandal dengan Sarla-- kekasih dari Juless keponakan yang sudah dia besarkan setelah kepergian kedua orang tuanya yang tidak lain adalah kakak dari Morean tersebut.

Akan bagaimana hubungan Morean, Sarla juga Juless selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Akhirnya Morean mengalah ia membiarkan Sarla tidur sebab ia lihat wajah Sarla tidak tampak dia sedang benar sakit.

Beberapa saat berlalu lelaki itu juga sudsh mengompresi dahi Sarla dengan sebuah baju kaus tipis yang ia lipat-lipat dan ambil acak di lemari Sarla, mungkin ini bisa jadi alternative sebelum mengkonsumsi obat.

Hingga akhirnya Morean pun keluar pergi ke toko obat mencari obat penurun panas untuk Sarla juga beberapa vitamin untuknya.

Kini kompresan hangat sudah berubah menjadi dingin, Sarla terjaga merasakan sesuatu benda lembab di dahinya, tangannya pun meraih itu.

“Kompresan?” Sarla melepaskan kain itu, secepatnya Sarla ingat dan menerka apakah lelaki itu yang melakukannya.“Tumben sekali punya hati...” Sarla mengulas senyuman mengurai kain kompresan itu, “Hemm...” Ia sedikit memuji perlakukan Morean.

Sarla bangkit dari tidurnya untuk duduk, melirik pada jam dia atas dinding sudah pukul 10 pagi artinya dia sudah tidur selama 3 jam lebih dan benar apa yang dia katakan rasa tidak enak badannya akan hilang sesaat kemudian dan saat ini benar adanya Sarla sudah merasa lebih enakan menyisahkan sedikit saja sakit dikepalanya namun bisa dia tahan.

“Kemana dia, sudah pulang?” Sarla tidak terlalu peduli itu, sudah biasa itu terjadi Sarla tidak lagi heran akan itu, segera dia pun bangkit, sudah cukup bermalas-malasannya perut butuh asupan ia harus segera keluar mencari sesuatu yang bisa dimasak lalu dimakan.

Sarla pergi ke kamar mencari tasnya, meraih sebuah ikat rambut untuk bergegas pergi, sebelum pergi ia lebih dulu memeriksa dompet kecil dalam tasnya melihat sisa-sisa uang yang ia punya, “Hemmm...”Sarla menarik nafasnya berat hanya ada sisa koin dan selembar uang yang nominalnya sedikit besar buat jaga-jaga jika dia harus kerumah sakit atau mengalami sebuah yang urgent, Sarla pun menghitung koin-koin itu sepertinya cukup untuk ia belikan roti dan sedikit sayuran.

Sarla mengusap perutnya penuh kelembutan meresapi kedalam dirinya, “Jika benar kau ada disini nak, kuat dan bertahanlah, aku percaya kau pasti mengerti keadaan sulit ibumu,” Sarla memeluk dirinya merasakan sedih hidup dikeadaan seperti ini.

Sarlan menarik nafas dalam-dalam ia yakin bisa kuat melewati ini, Sarla pun bergegas keluar tidak ingin terlalu lama meratapi diri.

Suara derap langkah terdengar didepan pintu, saat ia aja keluar, Sarla yang hendak membuka pintu pun seketika berhenti melihat pada jendelanya, dia terkesiap lelaki itu kembali lagi.

Cklak.

Keduanya sama-sama terkesiap, Sarla mematung melihat lelaki itu yang datang membawa banyak bungkusan.

“Mau kemana?” Morean bersuara tegas menatap Sarla yang sudah bersiap pergi lengkap dengan tasnya.

Sarla menggaruk kepalanya salah tingkah, “Ma-mau keluar beli seseatu yang bisa dimakan, ku fikir kau pulang...”

Lelaki itu berlalu masuk begitu saja membawa bungkusannnya terus menuju ke sebuah dapur dibelakang sana, membuat Sarla menoleh karah Morean dari jauh apa yang dia lakukannya.

“Dia berbelanja untukku?” Dan ia pun ikut pergi ke belakang juga.

Morean menarik sebuah kursi dimeja makan, menarik tangan Sarla memerintahnya duduk tidak lupa menempelkan punggung tangannya pada dahi Sarla, “Panas mu turun, makanlah sekarang...”

Morean lalu duduk disebelahnya menarik sebuah kursi satunya lagi, Morean begitu lapar semalaman tidak makan hingga makannya yang ia bawa begitu banyaj basi dan harus dibuang.

Sarla tidak bisa berucap apapun yang mana perlakuan lelaki ini berbalik 180derajat dari sebelumnya, ia masih terus menatap ke meja makan begitu banyak barang-barang yang lelaki itu beli. “Ka-u tidak pulang?”

“Apa kau sering sakit seperti itu? Itu obatmu dan vitamin minumlah setiap hari aku tidak suka orang sakit.” Potong Morean pertanyaan Sarla.

Sarla yang tadinya luluh seketika menelan ludahnya atas ucapan lelaki itu, Ya dia tidak suka aku sakit sebab tidak bisa melayaninya. “Jangan lakukan lagi, jangan berikan apapun, aku bisa mengurusi sendiri diriku.”

Morean yang membuka makan untuk Sarla pun mengulas senyuman mencibirnya tahu wanita ini begitu angkuh dan keras sekali kepalanya. “Aku tidak melakukan untuk mu tapi untuk diriku sendiri, jika kau sakit siapa yang akan menjadi penghangat ranjangku.”

Sarla pun meletakkan sendoknya seketika mendapati ucapan itu, sebuah tarikan nafas terdengar mengudara lepas, Sarla pun bangkit, “Aku akan pergi, nikmati makanan mu, kunci pintu setelah selesai!”

Morean segera menarik tangan Sarla, “Duduk! Tidak ada yang mengizinkan mu pergi!”

Sarla yang menahan dirinya untuk tetap tenang tidak menangis walaupun begitu sakit hati atas ucapan Morean, ia menatapi tangannya yang dibawa Morean, ”Kenapa Tuhan tidak menjadikan saja aku korban yang mati pada malam itu, bukan yang harus terjebak dengan orang yang tidak punya hati sepertimu!”

Morean sejenak diam, ia menjadi kesal atas ucapan Sarla, padahal Morean hanya bercanda, seketika ia menatap sengit Sarla seraya bangkit. “Jika aku tidak punya hati aku tidak akan menunggumu semalaman diluar sana hingga pagi, hujan-hujanan menahan lapar dari kemarin siang hingga pagi ini! Berapa banyak makanan yang ku bawa lalu ku buang basi karena menunggumu pulang, berapa banyak waktuku yang ku buang sampai saat ini, pernah kau tahu itu.” Morean pun bangkit ia berlalu melewati Sarla mengambil kunci mobilnya.

Sarla terdiam pundaknya sedikit tersenggol Morean yang berlalu, Ia tersentak atas ucapan lelaki itu sejenak ia berfikir lalu melihat kemananan milik lelaki itu, dia benar-benar kelaparan tampaknya makanan itu sudah ia makan tanpa menunggu dingin.

Dengan segala gengsi dan rasa benci Sarla enggan mengejar lelaki itu.

Sedetik...

Lima detik...

Segera Sarla berlari keluar mengejarnya, boleh membenci tapi cukup hati yang tahu tidak perlu membalas menyakiti, Sarla berlari turun dari teras rumahnya.

“Tunggu!” Namun Morean sudah masuk kedalam mobilnya, “Tungguu!!!!” Sarla terus berlari dengan kencangnya terlambat Morean sudah melaju dengan kencang dan pergi.

Sarla pun berhenti terus menatapi dari jalanan mobil Morean yang melaju dengan sangat kencang itu, rasa bersalah menyelimuti dirinya, sungguh dia juga tidak ingin membenci tanpa batas jika tanpa sebab yang terjadi, Sarla menarik nafasnya berat memasrahkan semuanya lagi dan lagi ia hanya bisa pasrah atas apapun itu.

Sekilas ia menoleh pada tempat sampah diluar begitu banyak bungkusan dan kotak makanan yang terbuang, apakah ini yang lelaki itu maksud, dia kelaparan padahal banyak makanan, benarkah dia menunggu untuk makan bersamaku.

Sarla memijat pelipisnya, sungguh semua ini dialah yang salah, selalu menilai buruk hal yang dimulai dengan keburukan padahal semua hal bisa berubah kapan saja tanpa disadari dan terencanakan.

“Bibi! Bibi rumah hijau!” Seorang gadis kecil berlari-lari menghampiri Sarla“Kemarin paman mobil hitam itu memberikan ku pizza terenak itu tadi pagi dia memberikanku uang untuk membeli mainan, ini maiananya ibuku langsung membelikannya.” Dari jauh seorang ibu mengulas senyuman pada Sarla, Sarla mengenal mereka adalah sebuah buruh disebuah pabrik didekat sini hidup sangat susah.

Sarla mengusap pipi gadis itu, “ Dia paman baik, doakan dia selalu bahagia ya...”

Meninggalkan gadis kecil itu disana Sarla pun masuk kedalam rumahnya, ia kembali ke meja makan dimana barang-barang yang Morean bawa berada, Sarla mulai membuka satu persatu isinya, segala macam bahan makanan sayuran hingga daging-dagingan, buah hingga tepung untuk membuat roti semunya lengkap hingga bahan pengembangnya.

Dibungkus lainya beberapa vitamin dan obat-obatan juga kebutuhan p3k dia beli dan satu bungkusan besar Sarla buka dan membuatnya terbelalak, sebuah selimut tebal lelaki itu beli Sarla ingat ini sebab dia lihat selimut Sarla semua berbahan tipis dan tidak layak pakai saat cuaca dingin.

Sarla perlahan duduk, ia semakin merasa bersalah sudah bersikap seperti itu pada Morean, ia seketika ingat pada ponsel yang Morean berikan, haruskah dia menghubungi dan meminta maaf, lagi-lagi gengsi dan rasa kebencian yang pernah ada membuatnya tidak yakin melakukan itu.

.

.

.

.

Sajeeeeeeennnnnn... like

1
arsita
calon pelakor ni molina,dasar kakak g diuntung
Bunda
Luar biasa
Biva Nurhuda
/Rose//Rose//Rose/
Biva Nurhuda
visuallnya ok
Biva Nurhuda
rumit dan berat😢
Biva Nurhuda
sudah lama tak muncul akhirnya bisa baca novelnya author lagi
Evi Nopianti
Kak, kangen cerita mu disini,...
destiana
Luar biasa
Andriani
aih kalo hamil kasihan sarla
lyani
suruh banyakin promo sama Mimin y kak Tris.....
padahal launching dah lama y si abel
ilyas Baihaqi
Luar biasa
Farika Willesden
bgus ceritanya
Komala David
Luar biasa
Novano Asih
ini bisa juga judulnya jodoh yg tertukar atau aku menikahi paman kekasihku atau bisa juga aku menikahi kekasih ponakanku 🤣🤣🤣
Novano Asih
ternyata dibalik wajah bengisnya Morean masih ada sisi gemblungnya😀😀
Novano Asih
Oo ini ceritanya sampai Julles menikah dengan Summer
Novano Asih
kok Summer gitu sih sifatnya trs kenapa juga bisa nikah sama Julles
Novano Asih
hah akhirnya ketahuan juga
Novano Asih
🤣🤣🤣
Novano Asih
berarti nanti jodohnya tukeran y dulu Summer sama Morean tp nikahnya sama Julles trs Sarla dulu sama Julles tp nikahnya sama Morean 😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!