🛑warning ❗ 21 tahun keatas
Fathia menikmati perannya menjadi seorang istri dari seorang pengusaha.
Berawal dari sebuah kesalah pahaman, Akalanka mengoperasi plastik wajah Fathia yang penuh luka bakar seperti wajah istrinya.
Fathia ditemukan di dekat mobil Alodie yang kecelakaan dan tak ada korban lainnya hal itu yang membuat polisi menduga kalau tubuh wanita yang di temukan adalah istri dari Akalanka.
3 tahun hidup bersama, Fathia mencintai Akalanka, tapi bagaiman dengan Aka? Apakah ia mencintai Fathia yang menjadi istri palsunya atau masih mencintai Alodie istri aslinya?
Lalu bagaimana kalau Alodie masih hidup?
Apakah ia akan kembali merebut kebahagian Fathia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima junia Ermolina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Lima
Aka tersenyum, masih teringat malamnya bersama Fathia.Ia masih dapat merasakan betapa sulitnya menerobos diri wanita yang di bayarnya 1 M itu.
"Mas, sakit bisa pelan-pelan."
Kata-kata dari mulut Fathia masih terngiang-ngiang ditelinga Aka.
"Ah, Mas"
Bahkan ******* Fathia seperti berbisik di telinganya saat Aka memejamkan mata. Kembali ia membayangkan saat dirinya berhasil memasuki diri Fathia dan darah segar mengalir di sana ada rasa bangga di hati Aka bisa mendapatkan mahkota Fathia wanita cantik dan manis jika sudah di cicipi itu.
"Woi" panggil Beno membangunkan Aka dari khayalan nya.
"Sialan lo," umpat Aka tak suka dengan kedatangan Beno.
"Ngapain senyum-senyum sendiri sambil merem gitu? pasti lo masih menikmati sisa-sisa semalam?" tebak Beno duduk di kursi depan meja Aka.
Aka hanya tersenyum menandakan bahwa tebakan sepupunya itu benar.
"Gimana?" tanya Beno Kepo.
"Ngapain lo kesini?" Aka balik bertanya tak memberikan jawaban.
"Gue mau jemput lo, kan kita ada meeting siang ini," jelas Beno mengingatkan jadwal Aka di kantor.
"Ok, gue ganti baju dulu," kata Aka bangkit.
"Sekalian gue numpang ke toilet," ikut Beno menyusul Aka menuju kamar yang ada di ruang kerja Aka di rumah sakit.
"Gila, itu bekas ****** semua?" pekik Beno tak percaya kembalinya dari toilet melihat tubuh Aka yang penuh kemerahan tanda kiss mark.
Aka hanya mengangguk cuek sambil memakai kemeja.
"Buas bener"
"Bukan lagi. Garang" jawab Aka.
Beno menggeleng dan terkekeh "Kalah dong Alodie."
"Jauh."
Kembali Beno mendengus mengejek. "Katanya cinta, tapi istri masih di khianati."
"**** dan Cinta itu dua hal yang berbeda.Gue tidur dengan perempuan lain hanya sebatas **** tapi cinta gue masih untuk Alodie," jelas Aka seolah tak mau dibilang menghianati.
"Terserah lo deh, gue pusing dengan masalah kantor jadi nggak mau tambah pusing lagi sama masalah percintaan dan rumah tangga lo, yuk berangkat," kesal Beno keluar duluan.
🍂🍂🍂🍂
"Gimana Ci, lo kok senyum-senyum sih?" tanya Ciara tak sabar dan penasaran.
"Gue kayaknya jatuh cinta," jawab Fathia dengan wajahnya berseri.
"Hah? maksudnya? sama laki-laki yang tidur dengan lo semalam?"
Fathia mengangguk sambil tersenyum bahwa tebakan Ciara tepat sekali.
"Kok bisa? hanya karena semalam lo jatuh cinta sama dia?"
"Nggak tau, yang pasti hati gue saat ini sedang berbunga-bunga."
"Aneh lo, ada ya orang yang kehilangan keperawanannya senang bukannya sedih," kesal Ciara.
"Oh, ada satu lagi," kata Fathia mencari buku tabungan yang diberikan Aka tadi dan memperlihatkannya pada Ciara.
"1 Milyar" pekik Ciara tak percaya.
Fathia mengangguk cepat.
"Serius?"
"Ia dia kasih ATM nya, nih." Menyerahkan benda pipih persegi panjang itu. "Pin nya 292929."
Ciara memeluk Fathia meluapkan rasa senang dan syukurnya juga kini mereka bisa bernafas lega karena semua masalah sudah teratasi.
"Jadi sekarang?" tanya Ciara melepas pelukan.
"Pertama kita kerumah sakit bayar pengobatan ibu. Kedua bayar semua hutang piutang dengan juragan Afakar, setelah itu kita bawa ibu tinggal di sini dan bayar uang mbak Widia," jelas Fathia penuh semangat untuk membereskan masalah hidupnya dan memulai hari baru bersama sang ibu di kota.
"Ok gue setuju kalau gitu gue siap-siap dulu kita jemput ibu," gegas Ciara menuju kamarnya.
"Emang lo nggak kerja?" susul Fathia.
"Enggak gue minta cuti sama mbak Widia kemaren malam bilang mau temanin ibu yang habis operasi," jawabnya sambil mengemas beberapa pakaian kedalam tas.
🤨🤨🤗🤗🤗🤗🤭