Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Hardi
Pyaarrrr!
Braakkk!
Suara beberapa benda yang hancur karena di lempar oleh Hardi membuat ruangan nya kini menjadi sangat berantakan.
Hardi meluapkan semua emosinya kepada semua benda yang ada di sekitarnya. Ia baru saja mendapatkan laporan dari anak buahnya, bahwa Crystal berhasil lolos dari se kapan nya.
Seorang pria,
Siapa pria yang sudah menyelamatkan Crystal?
Kemarahan Hardi kian membuncah saat mendapati bahwa Crystal belum menandatangani berkas yang ia minta.
"Breng sek!" pekiknya begitu marah.
"Untuk apa aku membayar kalian mahal mahal hah!" bentaknya kepada beberapa orang suruhannya.
"Kalian memang tidak becus! mengurus satu bocah saja tidak bisa!"
"Maafkan kami Tuan, laki-laki yang menyelamatkan nona Crystal membawa pasukan juga. Dan—"
"Dan apa? Apakah jumlahnya lebih banyak daripada pasukan kalian hah!"
Hardi sudah membayar lebih dari 50 orang untuk berjaga di rumah tempat penyekapan Crystal.
Namun, Raka berhasil membobolnya. Hardi tidak habis pikir saat mendengar penjelasan dari anak buahnya, bahwa mereka bisa tertidur begitu pulas dan tidak mengetahui bahwa ada penyusup.
Hanya ada beberapa orang yang tetap berjaga, itupun langsung tewas dan ada beberapa lagi babak belur.
"Aku harus memikirkan cara lagi agar bisa menangkap kembali bocah sialan itu!" umpat Hardi mengepalkan kedua tangannya.
Tanpa di sadari oleh siapapun, sedari tadi pintu tertutup tidak begitu rapat, Tian hendak menemui Hardi di kantornya, tiba-tiba begitu terkejut mendengar percakapan sang Ayah.
'Jadi Ayah yang menculik Kakak?' gumam Tian kecewa.
Tanpa pikir panjang, Tian pun langsung pergi. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui Hardi dan langsung menuju Club.
Sepanjang perjalanan, Tian habiskan untuk terus mengumpat sang Ayah. Bisa-bisanya sang Ayah menyekap kakaknya yang notabene nya anaknya sendiri.
Tian segera turun dari motor dan langsung masuk ke dalam. Semua penjaga sudah mengetahui bahwa Tian adik dari pemilik Club ini, jadi mereka tidak melarang Tian lagi untuk masuk ke dalam.
"Hay Tian ... " sapa Sheila saat melihat Tian masuk.
"Hay juga kak, hemm kak Crystal ada?" tanya Tian sopan.
"Crystal?" gumam Sheila mengerutkan dahinya. "Crystal masih belum kembali Tian," imbuhnya.
"Lalu kemana Kakak?"
"Astaga Tian, kalau aku tahu dimana Crystal, sudah dari kemarin aku datangi dia," kata Sheila sedikit kesal. "Ayo duduk dulu," imbuhnya lalu mengajak Tian untuk duduk.
"Tian mau pulang aja, kakak gak ada disini, ya udah Tian akan cari di tempat lain,"
"Kenapa buru-buru sih? kamu gak mau minum dulu mungkin?" tanya Sheila.
"Emmmttt," Tian memang merasa sangat haus, tapi ia masih ragu dan takut untuk mencoba minum, minuman yang di sodorkan oleh Sheila.
"Cobalah, hanya sedikit, Crystal tidak akan marah. Dia tidak tahu ini," ucap Sheila, lalu Tian memandang Sheila dengan tatapan bingung.
Dengan sedikit ragu, akhirnya Tian mulai meraih gelas yang di berikan oleh Sheila, ia mencium aroma minuman yang ada di gelas itu.
Aromanya sungguh menyengat, ini adalah kali pertama Tian memegang minuman seperti ini.
Rasa takut dan juga penasaran menjadi satu, semakin membuat keraguan di hatinya, namun juga rasa keingin tahuan nya begitu besar.
"Cobalah, kamu akan suka," kata Sheila lagi dengan tersenyum manis.
Tian menarik napasnya panjang, lalu ia langsung menegak seluruh isi di gelas itu.
Matanya langsung terpejam kuat, dahinya berkerut dan ia bergidik setelah meminum minuman itu membuat Sheila langsung tertawa saat melihat reaksi Tian.
"Hahaha kamu lucu sekali sih," kata Sheila. "Bagaimana rasanya?"
"Hemm rasanya—"
Brug!
Belum sempat Tian menyelesaikan ucapannya, ia sudah tidak bisa menahan rasa pusing dan kantuk yang ia rasakan. Tubuhnya langsung ambruk di sofa dan ia sudah tidak bisa mengingat apapun lagi.
.
.
.
.
.
*Hallo sahabat mommy semuanya ...
Sambil menunggu update Farel dan Crystal, mampir dulu yuk kesini. Gak kalah seru dan baper loh,,, Sebelumnya mommy mau cerita sama kalian, novel baru ini sebenernya bukan baru, ini novel pindahan dari akun mommy yang dulu, novelnya mommy pindah kesini dan mommy perbaiki tulisannya sedikit.
Yuk yang belum mampir, disini ceritanya lebih ke ikatan persaudaraan, dijamin lucu dan somplak* ...
Ahh satu lagi, jangan bilang ini cerita plagiat dari Caramel dan Saka. Karena ini novel kedua Mommy setelah Takdir Cinta Arti ... jadi novel ini lahir lebih dulu di banding keluarga Pranata, Mungkin memang akan ada sedikit persamaan. Tapi kalau kalian baca sampai TAMAT, kalian akan paham bahwa ini Tidak sama 😘😘😘😘
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭