syasa pandita kusuma seorang gadis berusia 18 tahun, cantik cerdas, di takuti, gadis muda yang sudah mempimpin sebuah perusahaan ternama di Indonesia, Mengantikan sang kakek. karakter yang cerdas, dingin, dan ambisius dan tegas banyak di takuti di kalangan rekan bisnis nya walau diri nya tergolong muda
adakah seorang laki-laki yang berani mendekati nya? "
yuk simak kisah nya 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35
rumah sakit
ruang ICU
syasa: " dokter bagaimana keadaan dewa "
dokter: " tidak apa apa nona , peluru nya sudah saya keluarkan, tuan dewa sudah langsung boleh pulang tapi tunggu infus nya habis terlebih dahulu "
syasa: " boleh saya menemui dok.. "
dokter: " tentu nona.. silahkan.. " tersenyum
syasa: " Terima kasih " syasa pun masuk ke dalam
syasa: " dewa, bagaimana luka tembak mu "
dewa: " tidak apa apa.. sudah di tangani dokter " berusaha duduk
syasa: " sudah jangan bangun, berbaring saja" tak lama frans pun masuk ke dalam
Frans: " tuan bagaimana keadaan tuan "
dewa: " seperti yang kamu lihat "
syasa: " dewa jelaskan pada ku, siapa mereka"
dewa: " biar Frans saja yang menjelaskan karena dia lebih tau masalah baru ini "
syasa: " masalah baru? " menatap dewa penuh tanya
Frans: " begini nona, mereka musuh musuh tuan, "
syasa: " lantas, apa hubungannya dengan ku, kenapa mereka mengincar ku "
Frans: " karena mereka mengetahui jika nona adalah putri dari nyonya Wina Wijaya "
syasa: " lantas ? "
Frans: " musuh nyonya Wina , bekerja sama dengan musuh tuan dewa untuk menghabisi nona, karna dendam masa lalu "
syasa: " dendam masa lalu,?
Frans: " iya karena nyonya Wina sudah membunuh burhan j, dan anak dari burhan j, ingin balas dendam dengan anda nona ,anak burhan j sudah lama tinggal di London dan menunggu kesempatan ini "
syasa: " astaga.. kenapa mama tidak menceritakan hal ini pada ku dan kamu dewa, apa kamu sudah mengetahui semua nya "
dewa: " iya.. sya... maaf aku tidak menceritakan nya "
syasa: " kenapa.. seharusnya kamu menceritakan semuanya pada ku "
dewa: " aku hanya ingin kamu fokus kuliah sya.." dewa pun duduk di atas brankar
syasa: " tapi nyawa kita terancam dewa "
dewa: " aku tidak takut mati demi melindungi mu sya.. karena aku mencintaimu " memegang pipi syasa, syasa pun menatap tajam dewa
syasa: " kamu membahayakan nyawamu hanya untuk melindungi ku hanya karena kamu mencintai ku , tapi maaf dewa aku tidak bisa membalas cinta mu " meneteskan airmata dan keluar dari ICU dewa pun mengejarnya
dewa: " sya.. tunggu.. " melepas infus nya sendiri
syasa: " dewa ..! kamu tahu aku hanya mencintai Bryan, dan aku sudah bertunangan " menatap dewa dan meneteskan air mata nya
dewa: " iya..! aku tahu, aku juga tidak mau merusak hubungan kalian, karena aku tahu kamu hanya mencintai Bryan, biar kan aku mencintaimu dengan cara ku, tak apa jika tidak kamu balas " menunduk dan dewa pun meneteskan air matanya
syasa: " kamu membuat ku sesak dewa.. " tangisan syasa pun semakin menjadi, dan dewa pun memeluk syasa yang menangis
tanpa mereka sadari, satya menyaksikan dan mendengarkan semua nya, setelah mereka selesai berpelukan satya pun menghampiri mereka.
satya: " syasa.. kamu baik baik saja "
syasa: " opa.. " memeluk satya
satya: " aku tau semua dari Frans, dan dewa bagaimana keadaan mu ? "
dewa: " tidak apa apa om sudah di tangani dokter "
satya: " dewa Terima kasih sudah melindungi syasa "
dewa: " iya om sama sama " sekilas tersenyum dan memandang syasa
satya: " kalau begitu, syasa akan aku bawa pulang, "
dewa: " iya om.. hati hati, orang orang ku akan mengawal kalian, " satya pun hanya mengangguk
satya dan syasa pun jalan berdampingan namun sebelum jauh syasa berbalik badan menghampiri dewa
syasa: " dewa, Terima kasih " lalu syasa memeluk dewa
syasa: " maaf kan aku.. " meneteskan air mata nya
dewa: " kamu tidak bersalah sya.. aku yang bersalah, aku yang lancang sudah mencintai mu, sekarang pulang lah dan istirahat, orang orang ku akan menjagamu dari kejauhan " melepaskan pelukan syasa dan tersenyum.
syasa pun melangkah menyusul satya keluar dari rumah sakit, sedangkan dewa memanggil Frans
dewa: " Frans.. ayo kita pulang.. " melangkah keluar rumah sakit
Frans: " baik tuan, mari.. " mengikuti langkah dewa
dewa: " mulai besok perketat penjagaan untuk nona syasa, jangan sampai hal seperti tadi terulang, dan aku akan menindak lanjuti sendiri khasus ini walaupun nyawa ku menjadi taruhan nya "
batin fans: " tuan benar-benar sangat mencintai nona syasa walau tak terbalas kan "
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like , komen
Terima kasih😘💕
yang tidak suka dengan jalan cerita nya gak papa kok.. , bagi yang suka Terima kasih...author tidak akan merubah apa yang sudah ada di imajinasi author.
Terima kasih, salam santun dari author 🤗🤗🤗🤗🤗🤗