NovelToon NovelToon
Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:105.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mayya_zha

Priscilia Annette lebih akrab di panggil Anna. Ia berkepribadian cantik, ramah dan mudah bergaul.

Abbas El Amin. lelaki tampan, diam dan tegas tapi semua sikap diam tak berlaku untuk Anna.

Anna dan Abbas memeluk agama yang berbeda.

Setiap kejadian yang selalu mempertemukan mereka, telah menumbuhkan rasa diantara keduanya. tapi perasaan itu tak terungkap karena mereka menyadari perbedaan keyakinan di antara keduanya

Suatu ketika hati seorang Anna terpanggil untuk berhijrah. hingga hijrahnya Anna terus di uji, ia mampu bertahan tetapi harus merelakan. Antara keluarga, sahabat dan cinta nya. Ataukah ia memilih membalas Budi dengan mempertaruhkan cintanya.

perjalanan panjang, kisah cinta berbeda agama, cinta sang sahabat, dan permintaan Sang ayah.

Yang manakah yang harus ia korbankan?
atau tak ada satupun yang ia pertahankan?

Ikuti terus kisahnya Hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayya_zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu mama

Senyum Anna makin merekah saat ia baca pesan yang dikirim Abbas untuknya terlebih saat ia lihat emoji yang tersemat di akhir pesannya membuat hati Anna makin berbunga-bunga.

Anna mendekap benda pipih itu di depan dadanya. kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar dengan wajar berseri untuk membersihkan diri dan beristirahat menyambut kegiatan esok hari dengan penuh ceria.

sesampainya di dalam kamar. Anna langsung mendaratkan tubuh di kasur empuknya, terlentang menghadap langit kamarnya.

"Akhirnya .. rebahan juga." Anna Kembali mengingat pesan terakhir yang diterima nya. Ia berguling seraya menggenggam ponsel di tangannya. Di bukanya kembali pesan yang membuat senyum dan jiwanya serasa terbang bertabur bunga itu.

"Apa aku salah, punya perasaan ini terhadapmu, Bang? kamu datang di saat niat hati ini bertekad dengan Agamamu. Apakah kamu hadir untuk menuntunku?" Anna menyentuh layar ponsel miliknya seakan ia berbicara dengan pemilik pesan yang ia baca.

"Hah, Anna menghembuskan nafas berat, semoga di beri petunjuk untuk hati ini. Lelah sekali rasanya tubuh ini, tapi menyenangkan." gumam Anna, Ia tersenyum mengingat kegiatan hari ini.

"Mandi dulu deh, lengket banget ni badan." Anna berdiri, hendak mengambil peralatan mandi dan handuk. di tinggalkannya ponsel di atas tempat tidur.

Setengah jam Anna habiskan untuk bermanja diri di kamar mandi. di temani guyuran air dari shower dengan wangi shampo dan sabun yang menyegarkan membuat tubuhnya lebih fresh.

Oh mungkinkah diri ini

Dapat merubah buih

Yang memutih

Menjadi permadani

Seperti pinta

Yang kau ucap

Dalam janji cinta

Nada Dering lagu kesukaannya terdengar dari ponsel bermerk apel yang di gigit miliknya.

membuat acara mandi manjanya harus segera usai.

"Ya, sebentar ... sabar ... aku pakai baju dulu, sebentar!" Anna berceloteh seakan ia sedang berbicara dengan seseorang.😁

Juga mustahil bagiku

Menggapai bintang dilangit

Siapalah diriku

Hanya insan biasa

Semua itu

Sungguh aku

Tiada mampu

Gerakan Anna begitu cepat saat ia berganti pakaian dan menggantung handuk basahnya di gantungan di dekat pintu.

"Sabar kenapa sih ... siapa lagi yang telpon?" Anna meraih benda pipih itu lalu melihat nama siapakah yang dari tadi memanggilnya.

"Om Anwar"

Anna menyipitkan mata. Ada apa ya? lekas ia menggeser tombol hijau di ponselnya.

"Assalamualaikum, Anna?" sapa Om Anwar dari sebrang telpon.

"Waalaikumsalam, Om. Kenapa Om?" tanya Anna penasaran. Tak biasanya Om Anwar telpon di jam waktu setelah Maghrib. karena biasanya beliau berada di Masjid dekat rumahnya Sampai waktu Isya tiba.

"An, sekarang Om lagi sedang berada di rumahmu di Surabaya." ucap Om Anwar.

"Yang bener, Om? terus gimana mama. Om, udah ketemu mama sama papa? sehat-sehat kan?" cecar Anna. kepada Om Anwar. Ia merasa penasaran dengan kondisi orang tuanya.

"Kamu tenang dulu, sabar," ucap Om Anwar.

"Maaf, Om. Anna seneng Om udah ketemu mama. Apa Mama ada di dekat, Om?" tanya Anna penasaran.

"Ya, mamamu sedang bersama Om. Kamu mau bicara?"

"Ya ... Anna, mau!" Anna begitu semangat saat akan berbicara dengan Mamanya. Beberapa hari ini, mamanya begitu sulit di hubungi.

"Hallo, sayang! apa kabar?" sapa Mama Ami, mama yang sangat Anna sayangi dari sebrang telpon.

"Mah, Anna ganti ke panggilan video ya?"

"Ya." Mama Ami mengubah panggilannya ke mode Video.

"Hallo juga, Mah, kabar Anna baik. Mama sama Papa sehat? kenapa akhir-akhir ini sulit di hubungi, Mah? A-- Anna kangen, sama Mama.. !" Suara Ana terdengar berat, terlihat matanya mulai mengembun. Ia menahan buliran hangat itu agar tak jatuh. Namun, sepersekian detik, air mata itu berhasil lolos juga. Ia terisak, dadanya terasa sesak begitu melihat dan mendengar suara mamanya.

"Mama juga kangen, sayang. loh ... loh ... anak Mama ko jadi nangis, sih?" tegur Mama Ami saat ia melihat putrinya menangis dari sebrang telpon.

"Anna khawatir sama kalian!?" Mama sama Papa sama sekali enggak kasih kabar ke Anna, seminggu ini."

"Mama sama Papamu lagi banyak kerjaan, Nak. Maaf ya, buat kamu khawatir. Sudah! jangan nangis lagi, kan mau wisuda harus semangat dong!" hibur Mama Ami. Isak tangis masih menemani Anna. perlahan air mata itu berhenti saat Mama Ami menenangkannya.

"Anna senang kalau Mama sama Papa baik-baik di sana. Maafin Anna belum bisa pulang. Oh, iya, ma.. tiga hari lagi Anna sidang skripsi. seminggu berikutnya Anna wisuda. Mama sama Papa bisa datang kan?" tutur Anna. Suaranya masih terdengar sesenggukan karena menangis. tetapi ia begitu semangat memberitahu Mama Ami.

"Doakan urusan Mama di sini cepat selesai, Mama dan Papa Ingin sekali mendampingi mu saat wisuda nanti," harap Mama Ami.

"Aamiin.. itu yang Anna harapkan ma?"

"Nak ...! Om Anwar sudah menceritakan niat hatimu kepada Mama. Mama tak bisa melarang dan menahan. Semua keputusan ada pada dirimu, Nak! Mama hanya bisa merestui. sejatinya semua agama mengajarkan pada kebaikan. Di mana tempat ternyaman untuk dirimu, teruslah belajar menjadi muslim yang baik" Mama Ami menasehati putri kesayangannya.

"Terima kasih Mah, ijin dari Mama dan Papa semakin mengokohkan niatan Anna."

"Ya sudah! istirahat jangan terlalu banyak berpikir. Mama tahu kamu pasti sangat sibuk akhir-akhir ini. jangan terlalu lelah."

Om Anwar yang berada di samping Mama Ami hanya mendengarkan obrolan mama dan anak yang sudah lama tak bertukar kabar.

"Iya Mah. Anna merasa tenang mendengar suara mama. Mama dan Papa jaga kesehatan ya."

"Om, makasih ya sudah nemuin Mama. Kalau bisa ajakin aja sekarang Mama ke Bogor, Om" teriak Anna dari video call yang di arahkan Mama Ami kepada Om Anwar.

"Sama-sama. Nanti Om, bujuk Mamamu" sahut Om Anwar.

"Mah ... Anna lanjutin susun tugas dulu ya. Besok harus minta tanda tangan para dosen. doain Anna ya, Mah?" pamit Anna. suasana hatinya sudah berubah menjadi senang. tak ada suara Isak tangis dan sesenggukan seperti tadi.

"Ya, sayang.. Mama doakan semoga Tuhan memberkati setiap langkah mu, Aamiin." Mama Ami menempelkan tangan ke dada kiri dan kanan lalu menciumnya, mendoakan Anna agar selalu mendapatkan keberkahan.

"Terima kasih, Mah. Om Anwar ... makasih ya Da.. dah.. Anna tunggu om Anwar pulang ke sini, bawakan oleh oleh ya! Anna tersenyum seraya melambaikan tangan ke kamera ponselnya.

"Assalamualaikum, Om"

"Waalaikumsalam," jawab Om Anwar.

"Love U mah.." Anna memberikan ciuman di tangan lalu di arahkanya ke kamera.

"Love U. Nak. semoga hari mu menyenangkan.

sambung telpon pun terputus dari keduanya.

Anna merasa lebih baik setelah mendengar dan melihat sendiri keadaan Mama. meski tak melihat papanya tapi ia sudah bersyukur bisa tahu keadaan orang tua yang beberapa Minggu ini sulit di hubungi..

.

.

.

.

.

Sudah mulai masuk konflik. sedikit-sedikit ya.

kalau langsung dadakan kasian nanti Anna.

terima kasih yang masih setia membaca kisah Doubel A'A.

ikuti terus kisah nya jangan lupa

👍like

✍️komen dan vote ya

**dukungan kalian begitu berarti untukku

Salam hangat dari Author Mayya_zha**

1
Martin Sekehoox
apa cerita masih lanjt thor??
Mayya_zha: cerita nya udah tamat. InsyaAllah sih maunya ada lanjutan cerita. terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Martin Sekehoox
pengen lompat2 baca,tp gk seru🤣🤣
Martin Sekehoox
top thor..walau tlat baca ttp d cicil
Martin Sekehoox
top thor
Martin Sekehoox
keren thor
Martin Sekehoox
jd lemas bacaa nya thor.
takut anna sm darren thor jodohiin😁
Martin Sekehoox
smngt thor
Martin Sekehoox
👍👍👍
Martin Sekehoox
👍
falea sezi
liat Riska kudu tak jadiin tumbal aja biar ada guna nya
falea sezi
orang tua egois
falea sezi
Anna plin plan males cwek g punya pendirian gini bodoooh
kavena ayunda
awalnya benci bgt ma papa reno mau mati harusnya mikir bahagia nya anak.jangan egoiss bapak laknat
Pipit Hannan
lanjut ka... kirain kmn ini kok ga Ada Upnya lagi 😁
Nanik Puspita
update lagi kakakkkk
Mayya_zha: hai... Kakak Nanik apa kabar.
mampir yuk ke karyaku yang lain..... aku kasih bonchap aja kak.. dan akan rilis skuel nya dari Rayyan dan Maira.
sehat selalu kak nanik
total 1 replies
Nanik Puspita
wah kenapa harus ada orang ke 3 dalam rumah tangga rayyan 😭😭😭😭😭
Joejoe
waah jangan ada orang ketiga di rumah tangga rayyan dan maira Thoor...🙈
Mayya_zha: biar seru joe
total 1 replies
Rika Kurniawati
spa lg niih naima?? 🤔🤔🤔
Mayya_zha: ada sedikit penjelasan nya di sana kak....
total 1 replies
Rika Kurniawati
bahagiany maira,ad typo thor
Mayya_zha: iya sayang... makasih ya Intopeksinya. nanti author revisi. aku lagi perjalanan mudik.
total 1 replies
Nanik Puspita
kenapa Abbas dan Anna nggak keluar lagi ceritanya kakakkkkk 🙏🙏🙏🙏
Mayya_zha: nanti akan keluar lagi. sedang bahagia mereka. kita selesaikan sebentar punya Maira dan Rayyan sebelum mereka berdua pindah ke judul yang berbeda
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!