Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
"Kamu mau kado apa sayang, kakak akan turuti semua keinginan mu" ucap Derson.
"Aku mau kakak menikah" tanpa pikir panjang Lily langsung mengutarakan niatnya. Derson hanya menganggukkan kepalanya tandanya dia setuju.
"Benarkah kak? terimakasih ya".
"Udah tiup dulu lilinnya, nanti lagi peluk kakak ya" goda Derson.
Lily segera melepas pelukannnya dan memutar arahnya kepada James yang saat ini memegang kue untuk Lily.
Sebelum meniup lilin Lily terlebih dahulu berdoa lalu meniup lilin itu. setelah selesai meniup lilin dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk lily ketiga orang itu menikmati kue yang yang ada diatas meja.
"James apa jawaban Harry?" Tanya Derson saat melihat James sibuk dengan HP nya.
"Sudah saya bicarakan lewat telfon dan mereka akan membawa keponankan besok pagi kesini" jawab James dengan mata yang masih tertuju pada hpnya.
"Bagus kalau begitu aku akan menunggunya disini besok pagi, jadi kamu handle kalau ada pertemuan besok sama klien-klien Kita" ucap Derson.
"Jadi besok pagi calon kakak ipar Lily datang kerumah ini?" tanya Lily dengan riang.
"Iya dek, kamu senangkan?".
"Senang dong kak, nanti pas aku libur pulang kerumah ini jadi ada teman untuk saling terbuka" jawab Lily membayangkan ada teman perempuannya dirumah yang bak istana ini.
"Kalau begitu aku mau istirahat dulu ya kak, terimakasih kado spesialnya" ucap Lily lalu berdiri dari tempat duduknya menuju kamar.
Derson hanya mengangguk mendengar ucapan Lily, lalu melihat kearah James yang saat ini masih sibuk dengan hpnya sambil tersenyum.
"Woi.... kamu sudah mulai gila ya?" Derson melempar bantal yang mengenai kepala James.
"Iri bilang bos" James malah memanas-manasi Derson.
🌛🌛🌛
Dikediaman Harry saat ini Via paman dan tantenya sedang berbicara serius dengan Via diruang tamu.
"Via paman mau bicara serius kepadamu" ucap Harry to the poin.
"Bicara apa paman?".
"Besok paman akan membawamu kerumah boss paman, dia ingin menjadikan mu istrinya".
"Kenapa mendadak begini paman?" Tanya Via takut, via sangat tau dimana pamannya kerja dan sudah tau siapa boss dari pamannya itu, dan hal itu membuatnya menjadi takut.
"Paman mu ada masalah dengan bosnya dan boss paman mu meminta dirimu menjadi istrinya supaya kesalahan paman mu bisa dimaafkan oleh tuan Aderson" Marry mencoba menjelaskan yang dia tau tapi menutupi jika Harry mempunyai utang banyak kepada Aderson.
"Kenapa harus aku tante, Amelia kan masih ada?" Tanya Via dengan berurai air mata.
"Karena mereka yang memilihmu" ucap Harry berbohong, padahal malam itu dia langsung menawarkan Via bukan Amelia.
"Aku nggak mau tante aku takut sama tuan Aderson itu" jawab Via jujur.
Marry mendekat kepada Via lalu memeluknya, rasanya tidak tega melihat keponakannya menangis dan mengatakan takut, tanpa terasa air mata jatuh dipipi Marry.
"Maafkan paman mu sayang, tapi kamu tau sendiri bagaimana dengan sifat tuan Aderson".
"Dia kejam tante Via takut" Via menangis dengan kuat dipelukan Marry, kini batinnya sangat sakit dan rapuh membayangkan hidup diatas atap yang sama dengan Aderson.
"Kalau dia sampai melukaimu kamu katakan sama tante, tante akan menjemputmu kembali" ucap Marry memberi Via kekuatan.
Sedangkan Harry hanya duduk santai disofa melihat dua perempuan itu berpelukan tanpa rasa bersalah.
Marry melepas pelukannya lalu melap air mata Via yang membasi pipinya.
"Apa nggak bisa kita melawan tuan Aderson itu tante? aku tidak mau menjadi istrinya" Tanya Via lagi. Marry hanya menggeleng karena tidak tau mau berbicara apa lagi.
"Kamu istirahat ya sayang, besok pagi Jam 7 kita akan pergi kerumah tuan Aderson".
"Tapi Via masih kerja kalau pagi tante".
"Paman mu akan meminta ijin kepada tempat mu kerja, jadi nggak usah pikirkan kesana" ucap Marry lalu berdiri mengajak Via kekamar Via.
Rasanya tidak tega melihat keponakannya bernasib tidak baik begini, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melepaspan keponakannya dari tangan Aderson.
Sesampainya dikamar, Marry menenangkan Via sampai Via tertidur lelap.
"Maafkan tante sayang, mama mu pasti kecewa sama tante Karena tidak bisa menjaga mu dengan baik" Marry mengusap-usap rambut Via yang basah karena akibat air matanya.
🌛🌛🌛
Cerahnya mata hari tidak membuat hati Via menjadi cerah, Via merasa matahari yang cerah dan indah ini sangat kejam kepadanya, dia bersinar begitu indah saat dirinya lagi terpuruk dijurang yang paling dalam.
Via menetapkan hatinya supaya lebih tenang dan menahan air mata yang ingin jatuh, seiring berdetaknya jantung yang sangat kencang karena menahan ketakutan.
Ekspresi membunuh yang terlihat diwajah Derson masih terngiang-ngiang di pikiran Via setiap saat.
Kini mobil Harry sudah sampai diluar gerbang rumah Aderson, Harry langsung melapor kepada penjaga keamanan dikediaman Aderson.
Dalam segejap Marry terkagum-kagum melihat rumah bak istana itu, dia lupa kalau dia mengantarkan keponakannya kedalam neraka.
Berbeda dengan Via dia sama sekali tidak kagum dengan istana didepan matanya yang ia pikirkan hanya siksaan dari Aderson.
"Tante Via takut" Via menggemgam tangan Marry yang ada disampingnya seketika Marry langsung sadar dari kekagumannya.
"Tidak usah takut sayang, tante selalu disamping mu" ucap Marry.
Ketika mobil itu sudah sampai didepan rumah Derson pelayan menyambut mereka seperti tamu spesial.
"Selamat datang dikediaman tuan Aderson, silahkan ikuti saya tuan Aderson sudah menunggu" ucap pelayan berjenis kelamin laki-laki itu menundukkan kepala.
Harry, Marry dan juga Via mengikuti langkah kaki pelayan itu hingga mereka sampai diruang tamu.
Sudah ada tiga orang yang menunggu kedatangan mereka, Aderson, Jemas dan Lily. seperti anak kecil yang melihat mamanya Lily langsung berlari kearah Via yang saat ini menunduk.
"Kakak apa kakak ini yang menjadi kakak ipar aku?" Tanya Lily menggandeng tangan Via.
"Iya kamu bawa dia duduk dikursi" jawab Derson dingin.
Via duduk disamping Lily dengan kepala yang menunduk, tapi Via juga sedikit lega setidaknya ada satu orang yang akan menjadi temannya.
"Kakak cantik sekali" bisik Lily ditelinga Via, mendengar bisikan Lily Via hanya bisa tersenyum kecut.
"Kakak jangan takut sama kak Derson kalau dia macam-macam katakan padaku biar ku patahkan tangannya itu" bisik Lily lagi saat melihat ada guratan kesedihan dan takut di wajah Via.
"Kami sudah mengatur jadwal pernikahannya malam ini Nona Olivia dan tuan Aderson akan menikah secara sederhana saya harap Bapak dan ibu tidak keberatan" ucap James to the poin.
"Kami sangat setuju dengan keputusan tuan" jawab Harry tanpa berpikir dua Kali.
"Baiklah kalau begitu silahkan nikmati hidangannya, saya akan mengurusnya di KUA, saya ijin pamit dulu" ucap James lalu pergi dari sana, hingga tinggal keheningan yang ada didalam ruangannya itu.
...🌛🌛🌛...
Jangan lupa
Like....
Komen....
Vote....
Favorite biar tidak ketinggalan saat author up ya
Kasih hadiah jugs 🌷🌷🌷
Terimakasih