NovelToon NovelToon
ALEXA ● Blood Of Love

ALEXA ● Blood Of Love

Status: tamat
Genre:Manusia Serigala / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Penyeberangan Dunia Lain / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

🛑 COBA BACA DULU 10 PART jamin nagih 😁😁😁

Karena ancaman kedatangan Iblis di Blood Moon. Alexa Aegis, putri pertama klan Penyihir harus merelakan dirinya menikahi Alexander Ostrander, pertemuan pertama mereka tidaklah meninggalkan kesan baik.

Sementara dia lebih bisa berteman dengan Ahiga, putra kedua dari Kekuatan Warewolf yang ikut bergabung. Alexander yang asing baginya tiba-tiba berada di didekatnya sepanjang waktu. Sementara ternyata dalam klannya sendiri dia punya begitu banyak wanita yang siap menumpahkan darah satu sama lain

Akankah cinta bisa menemui mereka.

🌸

Ini adalah The Light Protector Witch Series
Terdiri dari 7 Book
BOOK 1 . ALEXA ● Blood Of Love
BOOK 2 . AURORA ● The Blood Moon
BOOK 3 . SOFIA ● The Cursed Diamond
BOOK 4 . APOCALYPSE ● The Faith of Love
BOOK 5 . NEW ERA ● The Next Leader
BOOK 6 . CARA ● Rewriting The Star
BOOK 7 . ALENA ● The Dragon Hatcher (On going)

🛑Book 2+3+4 ada di AURORA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Perkataanku menjadi tidak jelas karena bercampur dengan isakan tangisan saat bercerita apa yang terjadi kemarin. Termasuk surat ancaman yang diberikan Leonard.

 

Sementara Alexander tegang diam, memelukku dalam rengkuhan didadanya. Ia tidak berkata apa-apa, bahkan sangat tenang. Dia hanya terus memeluk tubuhku dan menyeka air mataku yang terus menetes bersama isakan tangisku.

 

Saat tangisku mereda menyisakan isakan pelan. Alexander akhirnya bersuara.

 

"Aku akan pastikan keparat itu mati didepan matamu dan dia berlutut memohon ampun padamu sebelum dia mati." suara dingin itu seperti tidak kukenal.

 

"Aku bisa mengubah pikirannya untuk menyerahkan rekaman itu, tapi aku tak punya kekuatan untuk menahan kekuatan fisiknya..." Alexander mencium keningku.

 

"Tidurlah, aku akan membereskan semuanya. " Menangis begitu banyak selama dua hari ini membuatku lelah.

 

"Jangan tinggalkan aku ..." aku memohon diantara mataku yang telah mulai tertutup.

 

"Aku akan disampingmu ...." aku bergelung, dan tidur meringkuk dengan menyentuhkan keningku di dadanya dan aku jatuh tertidur dengan cepat hanya dengan merasakan seseorang yang melindungiku ada bersamaku.

---------------

"Tidak, pergi dariku ...." aku merasa Leonard berada diatasku. Wajahnya berada tepat di depan wajahku, menyeringai mesum dan tidak mempedulikan perkataanku. Tangisanku menghebat, tanganku seperti menggapai keatas tapi aku tak bisa menyentuhnya.

 

"Bangun... Alexa." suara Alexander mengoncang kesadaranku, seketika aku membuka mata sambil bernapas tersengal.

 

"Kau bermimpi buruk." Alex mengelus kepalaku. Aku mengingat kejadian itu lagi. Dan kemudian tidak bisa menghentikan diriku untuk meneteskan air mataku . Alex langsung merengkuh tubuhku dalam pelukannya.

 

"Lupakan sayang ...lupakan .... " dia berbisik di telingaku, sementara aku memeluk tubuhnya dengan begitu kuat selama beberapa saat. Bayangan Leonard begitu menguasaiku. Bahkan aku bisa mengingat hebusan napasnya diwajahku saat dia selesai dengan tubuhku. Yang paling kuinginkan saat ini adalah membunuh bajingan itu.

 

"Alex.... aku ingin kau... " sesuatu yang aneh bergejolak dari tubuhku karena mimpi itu. Akibat obat perangsang itu, bahkan tubuhku merespon Leonard berkali-kali dan sekarang rupanya aku masih terpengaruh.

 

Alex memandangku beberapa saat, sebelum dia menciumku dengan lembut. Lengannya memelukku dengan erat. Dan dia mengecup mataku. Begitu lembut dan membuatku ingin menangis. Tindakannya membuatku kembali tenang dari gejolak aneh itu.

 

"Aku minta maaf... " aku merasa bersalah karena telah terpengaruh begitu rupa karena pria tak beradap itu.

 

"Kenapa kau minta maaf?"

 

"Karena aku telah disentuh oleh..." kata-kataku terhenti karena Alexander menutup bibirku dengan jarinya.

 

"Kau akan menyebut nama bangsat itu,  saat aku membuatnya berlutut didepanmu untuk meminta ampun... " aku memandang matanya di tengah temaran lampu. Sorot mata dingin yang mengandung bara dendam.

 

"Alex ... kabulkan permintaanku. Aku ingin pertukaran darah." Entah mengapa melihatnya aku yakin dia akan melakukan apapun untuk membuatku bahagia. Walau kadang aku sendiri yang mengacaukan itu karena  saat ini aku memang terlalu lemah dan adalah sumber kelemahannya.

 

"Tidak, aku tak bisa melakukan itu." tangannya membelai rambutku.

 

"Kenapa... "

 

"Aku tidak tahu takdir apa yang menantiku di pertempuran Alexa, mungkin aku tak akan kembali lagi. Kau harus memulai hidupmu yang baru. Dan perjanjian antar klan akan batal dengan sendirinya." aku memeluknya lebih erat.

 

"Kau harus kembali... aku akan mati bersamamu jika kau tak kembali."

 

"Apa yang kau bicarakan, jangan berpikir bodoh Alexa." Aku tahu apa yang kubicarakan Alex. Aku bersungguh-sungguh.

 

"Berapa lama aku akan tak sadar selama pertukaran darah?"

 

"Kenapa kau ingin tahu."

 

"Aku hanya ingin tahu prosesnya."

"Tergantung, jika dengan cara perpindahan darah biasa mungkin dua sampai tiga hari, tapi dengan serum inti mungkin sekitar 10-18 jam."

 

"Apa itu serum inti?" jadi prosesnya bisa cuma sepuluh jam.

 

"Serum sulingan racun kami, hanya Valerie dan aku yang memilikinya di keluarga Ostrander. Itu digunakan untuk orang terpilih karena efek penguatannya lebih baik."

 

"Dimana serum itu?"

 

"Di mansionku si Paris, ...tunggu dulu Alexa, kenapa kau menanyakannya sedetail itu. Aku sudah bilang kita tidak akan melakukannya. Tidak sekarang!" Aku cuma tersenyum kecil. Sebuah rencana berkelebat dikepalaku. Dan aku harus melakukannya. Aku akan membunuh Leonard dengan tanganku sendiri. Dan dia harus membayar apa yang telah dilakukannya padaku, aku jijik membayangkan tubuhnya yang telah  berani menyentuhku. Aku tidak ingin menjadi lemah lagi. Keparat itu harus mati ditanganku.

 

"Alex, aku mencintaimu." Mata Alex membesar, dia menangkap sesuatu yang akan segera terjadi. Tanganku membentuk sebuah rune berkilau. Alexander terbelalak tapi terlambat dia tak bisa menghindar dari pandangan mataku. Aku membuka mulutku untuk mengucapkan sebuah mantra.

 

Da mihi anima tua. Meus animus erit vobis in ruinam meam. Oculi quoque mei erunt animae tuae.

Berikan aku jiwamu. Jiwaku adalah jiwamu dan pikiranmu. Matamu adalah milikku dan jiwaku menetap dalam dirimu.

Aku menempelkan runeku di keningnya. Rune itu bersinar. Mantraku telah terucap. Aku telah menguasai jiwanya. Alexander harus menurutiku keinginanku sekarang.

"Alexander Ostrander, kau akan mengambil serum inti di Paris dan kau akan melakukan  pertukaran darah dengan serum inti padaku disini. Jiwamu dan pikiranmu akan bebas jika kau selesai melakukannya."

 

Alexander kaku. Dia bangkit dari ranjang. Aku menggunakan energiku untuk membuka vortex ke kamarnya di Paris. Dia menuju ke sebuah lemari buku. Tangannya meraih sesuatu diantara buku-buku itu. Terdengar suara klik. Dan dia mendorong lemari buku itu.

 

Aku terbelalak melihatnya, dibelakang lemari itu ternyata terdapat ruangan kecil yang penuh dengan senjata dan perlengkapan tempur, beberapa lemari brangkas besar yang terkunci dan sebuah lemari es. Alexander menuju ke lemari es itu. Mengambil sebuah botol serupa dengan beberapa botol vaksin kecil tersegel. Dan jarum suntik di kemasannya. Itu serum intinya. Alexander mengambil salah satu dari botol itu dan jarum suntiknya.

 

Kami masuk kembali ke vortex ke London. Aku kembali duduk di tempat tidur. Dan Alexander sejenak ragu apa yang akan dilakukannya. Dia melawan perintah mantraku dI pikirannya.

 

"Suntikan serumnya Alex... " aku menambah kekuatan auraku dalam rune yang bersinar di keningnya. Akhirnya tubuhnya bergerak. Dia memasukkan jarum ke botol serum itu dan menarik semua isinya.

 

Aku menghela napas. Aku ketakutan saat jarum itu menembus kulitku dan rasa sakit tercipta di pembuluh darahku. Serum itu mengantarkan rasa hangat di tanganku saat Alexander selesai menyuntikkannya. Dan setelah beberapa saat aku melepas kekuatan mantraku.

 

Alexander sejenak tertegun. Sebelum dia sadar dia telah lepas dari mantraku. Matanya nyalang menatapku.

 

"Alexa! Kau! Kenapa kau melakukan ini!" suaranya meledak dalam kemarahan. Dia mengoncangkan tubuhku yang sedang terduduk di ranjang. Sementara rasa hangat itu perlahan-lahan menjalar ke lengan dan bahuku.

 

"Karena aku yakin kau mencintaiku dan aku tidak mau lagi menjadi kelemahanmu. Aku akan membunuh Leonard dengan tanganku sendiri. Dia harus membayar apa yang sudah dilakukannya padaku." Sekarang rasa hangat itu menyebar ke dadaku dan mulai menjalar ke seluruh tubuhku.

 

"Aku bisa melakukannya untukmu. Kenapa kau sama sekali tidak mau mendengarku...." Alexander meneteskan air matanya. Aku tertegun. Apa aku telah menyakitinya?

 

"Maafkan aku..." aku menyentuh wajahnya, menghapus air matanya. Wajahnya terluka dan menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. Sebelum sebuah sensasi membuatku terkesiap dan terbaring dengan napas terengah.

 

Tubuhku dalam trance,  sensasi hangat itu menghebat dan membuat tubuhku tegang, napasku langsung memburu. Alexander membelalak, dia tahu aku dalam trance. Dia memelukku dengan cepat dan aku merasakan sebuah gigitan menusuk leherku. Sesuatu masuk ke tubuhku melalui gigitan Alexander. Dan disaat yang sama aku merasakan dia juga menarik darahku. Pembuluh arteri di leherku menegang. Sensasi sakit akibat gigitannya membuatku mengepalkan tanganku dan merintih tertahan.

 

Tak lama kemudian, sensasi panas terasa merata diseluruh tubuhku, Alex melepas gigitannya padaku dan tiba-tiba sebuah gelombang besar serupa dengan klimaks menerjang tubuhku dengan hebat, aku merasakannya diseluruh tubuhku  dan membuatku berteriak menyebut nama Alex, punggungku melengkung ke belakang dan mataku mengelap akibat sensasi itu. Sebelum akhirnya aku melemas dan rasa panas itu mereda dan napasku dengan perlahan menjadi tenang.

 

Kubuka mataku yang langsung berkabut, pandanganku kabur. Alexander melihatku dengan khawatir. Di sela bibirnya terlihat darah, itu darahku dan darahnya yang telah tercampur. Dia telah menandaiku dan darahnya kini juga mengalir dalam tubuhku. Kami sudah terikat hubungan darah.

 

"Maafkan aku, aku harus melakukannya..." sebutir air mata kembali lolos dari mataku,  aku memaksakan tanganku mengapai wajahnya dengan lemah. Karena sekarang tubuhku terasa seperti sama sekali tak bertenaga.

 

Alexander menatapku. Dia menciumku lama dengan lembut. Seakan dia memberikan napasnya padaku melalui ciuman itu. Aku membalas ciumannya, aku ingin memeluknya. Tapi bahkan aku terlalu lemas untuk mengangkat tanganku sekarang.

 

"Kau akan tertidur setelah ini, saat kau bangun aku akan disini menjagamu. Sekarang biarkan dirimu tertidur, jangan melawannya, serumnya akan bekerja. Bebaskan pikiranmu. Aku mencintaimu selamanya ...." Alexander membelai rambutku dan merapikannya. Tatapan lembutnya membuatku tenang.

 

Aku memejamkan mataku. Menghela napas panjang dan ketika melepaskan napasku maka seketika kesadaranku dirampas dariku sepenuhnya.

1
Siti Fatimah
bukannya sebelumnya josefina y,kok jadi katarina?
Lisna
horreeeee👏👏👏🥰🥰🥰🥰
Lisna
ach love sakebon pokok namah thor🥰🥰🥰🥰🥰
Lisna
makin seru thor👍🥰🥰🥰🥰🥰
Lisna
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Lisna
aseeek,seru thor👍🥰🥰🥰🥰
Murdiyanti Soemarno
Luar biasa
Mediana Emkasari
many many many love for U😍
Mediana Emkasari
di aplikasi sebelah, saya kehilangan sharing session spt ini.. berbagi info atas semua hal baru yg sudah anda explore 🙏..
padahal ini plus point.anda dari author lain, jeung..😍
Cicak Speed
yaap drama Seth kelarr,..Yesss Evan menang dgn strategi nya....
Cicak Speed
keep fighting cara demi paman Clayton ehh atau Franco sayang
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kayaknya Adam Davis dehh
Fatimah Ajja
bukannya nama naganya Mag y kalau nggak salah?
Nurul Hayati
kedua kali baca ini
makasih othor karyamu menambah wawasan dan pengetahuan
palupi
👍
💜Ilalang Senja💜
salam cinta dan sayang untuk Author syantik,💟🖤🤎💛🩵🩷💙♥️💚🧡❤️💜💟THANK YOU
💜Ilalang Senja💜
💟💜❤️🧡💚♥️💙🩷🩵💛🤎🖤💟
💜Ilalang Senja💜
Paman Evan....kau nakal 🤩🤩🤩😍😍😍
💜Ilalang Senja💜
tepuk tangan untuk Author terLOVE selaluu 💟💟💟💟💟💟💟
💜Ilalang Senja💜
🔥💛🩵🩷💙♥️💚🧡❤️💜🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!