Sequel dari OH MY JENY
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Tubuh Dean menegang seketika
Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris
"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"
Baca selanjutnya ➡➡➡
Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku gadis yang masih suci
-
-
Hari ini hari dimana Bulan pertama masuk kuliah. Pagi buta gadis itu telah rapi dengan setelan sederhananya. Bulan sangat menyukai jeans dan kaos yang kebesaran sehingga hampir setiap hari itu yang selalu membalut tubuhnya. Terlebih Dean memang melarang gadis itu untuk memakai pakaian terbuka di luar ataupun di dalam rumah mereka
" Dean, bangunlah ini sudah siang. " perintah Bulan mengguncang tubuh Dean. Pria itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut
" 10 menit lagi. " gumamnya
" Bangunlah, aku mau merapihkan tempat tidur. " teriak Bulan membuat Dean tersenyum dalam tidurnya. Setiap pagi gadis itu selalu cerewet dan menjadi alarmnya di pagi hari. Rumah Dean yang sepi itu kini terasa riuh dengan suara teriakan Bulan tiap pagi dan malam. Jika malam gadis itu akan berteriak karena ulah Dean yang menggodanya
Secepat kilat Dean bangun dan bibir itu langsung mendarat saja di pipi Bulan
" Dean. " teriak Bulan
" Shut up kau bissing sekali !" ucap Dean, meski malas ia membuka matanya lebar, tatapan sayu itu menatap Bulan yang sudah cantik dan rapi
" Mau kemana sudah rapi?"
" Kau lupa? hari ini aku mulai sekolah. "
" Pakailah jaket, pagi ini sangat dingin. " perintah Dean
" Ya ya ya aku akan memakainya. "
Dean tersenyum seraya mengusap puncak kepala itu gemas lalu beringus bangun menuju kamar mandi
Sudah seminggu ini Dean tak pernah bermimpi buruk lagi. Semua ini berkat Bulan yang selalu memeluknya saat tidur. Membuat Dean nyaman dan merasa disayang. Gadis galak itu menjelma jadi lembut, sambil memeluk Dean tangannya tak pernah diam selalu mengusap dan mengelus rambutnya. Dean bagaikan balita yang selalu manja pada ibunya jika menjelang tidur
Dean keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melingkar dipundaknya. Rambutnya basah dengan tetesan-tetesan yang meluncur membasahi punggungnya. Dean memiliki kulit yang bersih seperti wanita dan lihatlah tengkuk itu sangat putih, tetesan air dari rambut membuatnya terlihat seksi
Bulan yang sedang duduk diranjang hanya bisa meneguk ludahnya kasar, tubuh Dean memang terlihat menggoda apalagi saat pria itu berbalik padanya, otot-otot lengan yang kekar, dada bidang yang terlihat liat dan Bulan selalu kesakitan saat memukulnya. Bulan segera memalingkan wajahnya saat terpergok memperhatikan Dean
" Kenapa malu-malu kucing seperti itu?bukankah kau gadis mesum. " ejek Dean
" Aku gadis yang masih suci. Jangan menodai mataku, pakailah bajumu. " saut Bulan tanpa melihat. Wajahnya memerah karena Dean apalagi saat Dean mendekat Bulan jadi salah tingkah
" Aku suamimu, kau berhak melihat bahkan merasakannya. " ucap Dean seraya menarik jemari lentik itu untuk menyentuh dadanya
" Dean lepaskan!" Bulan mencoba menarik jemarinya namun Dean memegangnya erat. Netra coklat itu terus menatap Bulan lekat-lekat
" Kau yakin?"
Bulan mengangguk pelan
" Baiklah, aku akan menunggu sampai kau mau. " saut Dean mengulum senyumannya
" Kau tidak mencintaiku! kenapa kau mau melakukannya denganku. "
Pertanyaan Bulan membuat Dean tak berkutik dan membeku. Pria itu hanya mematung memperhatikan Bulan yang malu-malu kucing. Dean juga belum mengerti dengan perasaanya, Dean merasa senang dan nyaman didekat Bulan tetapi di satu sisi ia juga masih mencintai Rivana, saat melihat wanita itu menangis membuat Dean tak tega dan semakin merasa bersalah
Hening sejenak
" Hanya ingin saja!" saut Dean untuk kesekian kalinya
" Dasar pria gila. " umpat Bulan mendorong Dean menjauh
" Siapkan baju untukku. " perintah Dean melipat kedua tangannya didada
" Manja sekali. " gerutu Bulan namun gadis itu melakukan perintah Dean
Bulan akan memilih setelan kerja yang pantas untuk Dean pagi ini, mulai dari dalaman, kemeja, celana dan jas untuk Dean. Lalu ia berjalan menuju walk in closet dan membuka lemari khusus pakaiannya bersama Dean
" Ck kenapa tidak ada warna pink. " gerutu Bulan
Lalu ia mengambil kemeja putih, setelan jas dan celana warna hitam serta dasi berwarna maroon. Bulan sedikit mengernyit aneh saat memilih underware, ini pertama kalinya ia melihat pakaian dalam lelaki, begitu banyak underware dilemari Dean namun lagi-lagi tak ada yang berwarna pink disana
" Aku akan membelikan untuknya nanti. " kikik Bulan usil kemudian berjalan menuju Dean kembali. Pria itu duduk di atas ranjang sambil memperhatikannya dari sana
Bulan segera memberikannya pada Dean. Pria itu mengambil dari tangan Bulan sambil tak henti menatap dan tersenyum padanya. Dean berdiri dan tiba-tiba melepaskan handuknya
" Dean." pekik Bulan spontan langsung membalik tubuhnya. Bulan mengusap dadanya, untung saja ia tak melihat kebawah. Begitu pikirnya
Dean hanya terkikik geli melihat Bulan
" Berhentilah malu-malu seperti ini. Kau seperti tak pernah melihat punya pria saja. " goda Dean
" Aku memang tidak pernah melihatnya. Sudah kubilang aku gadis yang masih suci. " teriak Bulan mengggema
" Bagaimana dengan pria bernama James, bukankah Daddymu menikahkanmu denganku karena kau ketahuan berbuat mesum dengannya?" tanya Dean santai sambil memakai pakaiannya membuat Bulan terkejut
" Kau tahu dari mana?"
" Bryan memberitahuku, dia bilang aku harus berhati-hati karena kau gadis yang sangat mesum."
" Bryan .. dasar sibocah tengik!" umpat Bulan mengepalkan kedua tangannya geram
Dean segera membalik tubuh Bulan, sontak gadis itu memejamkan mata karena takut Dean masih tanpa busana
" Dengar, mau kau masih suci atau tidak. Aku tidak akan pernah memperdulikan itu. " ucap Dean serius. Bulan membuka matanya menatap netra coklat Dean yang tak pernah bisa ia selami, kelam dan terlihat penuh misteri
" Kenapa? bukankah setiap lelaki menginginkan wanita yang masih virgin?" Dean tersenyum dengan pertanyaan polos istrinya
" Aku berbeda, asal kau tahu aku berbeda dengan pria lain. Itu semua tidak penting untukku. " Bulan terpaku, tatapan dan ucapan Dean menusuk jantungnya hingga ia tak bisa berkata-kata. Kenapa Dean sangat berbeda dengan James, James mewanti-wanti padanya untuk selalu menjaga mahkotanya karena pria itu ingin menjadi yang pertama untuk Bulan, sedangkan Dean, pria ini begitu apa adanya, tak banyak menuntut dan tentu Dean adalah suaminya. Bulan menggeleng lemah kenapa sekarang ia jadi membandingkan Dean dengan James?
Usapan lembut ibu jari Dean pada bibirnya menyadarkan Bulan
" Dean."
" Apa yang kau pikirkan?" tanya Dean, tatapan itu tak lepas dari bibir Bulan
" Aku lapar. " saut Bulan berusaha mengalihkan perhatian Dean. Ia gugup, sentuhan pada bibirnya begitu lembut dan Bulan takut tak bisa menahan diri
" Baiklah, apa yang ingin kau makan pagi ini?"
" Kau mau membuatnya untukku?" tanya Bulan berbinar
Dean mengangguk pelan
" Steak. "
" Pagi-pagi begini kau mau makan steak?" tanya Dean heran
" Aku sangat ingin memakannya. Ayo buatkan untukku. " ucap Bulan manja?
" Kau seperti orang hamil saja, padahal aku belum memasukimu sedikitpun. "
" Masuk, memasuki apa?" Seketika Dean terbahak, Bulan sangat polos
" Kau yakin belum pernah berci,ta?" tanya Dean mengulum senyumnya
" Sudah kubilang aku masih suci. " saut Bulan geram membulatkan kedua matanya
" Hmm baiklah aku percaya. Melihatmu yang polos seperti ini aku pikir kau bahkan belum pernah berciuman. " ejek Dean lalu pergi meninggalkan Bulan dengan kegeramannya
-
-