NovelToon NovelToon
Nicholas

Nicholas

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:31.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Area Dewasa.!!! Tidak ada nilai positif.
Tidak suka = SKIP


Nicholas Alexander, laki - laki tampan berusia 24 tahun itu baru saja patah hati setelah kekasih yang sudah dia kencani selama lebih dari 4 tahun itu telah di tiduri oleh laki - laki lain.
Hancur.? Tentu saja dia sangat hancur menerima kenyataan pahit itu.
Pada akhirnya dia harus melepaskan wanita yang hampir saja dia nikahi dalam waktu dekat ini.

Mampukah Nicho melupakan cinta pertamanya.?Dan menemukan cinta sejati yang sesungguhnya.?
Siapakah wanita beruntung itu yang akan mendapatkan cintanya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Sejak kapan kakak dan kak Fely menjalin hubungan.?"

Sisil memberanikan diri untuk bertanya. Dia tau pertanyaannya bersifat pribadi dan Nicho punya hak untuk tidak menjawabnya. Namun Sisil berharap Nicho mau jujur tentang kisah masa lalunya bersama Fely.

Sebagai adik sepupu Nathan, Sisil perlu tau bagaimana cerita hidup Fely. Karna dia yakin selama ini Nathan tidak tau kalau saat kejadian itu Fely sudah punya kekasih. Dan hubungan mereka harus berakhir karna pada akhirnya Nathan menikahi Fely.

Nicho seakan enggan menjawabnya. Dia hanya melirik sekilas dan kembali fokus pada jalanan.

Bertemu dengan Fely buat suasana hatinya kembali memburuk. Rasanya masih belum siap untuk menerima kenyataan. Masih perlu waktu untuk bisa berdamai dengan keadaan dan melupakan kenangan yang sudah dia ukur indah selama 4 tahun bersama Fely.

"Maaf kalau aku lancang." Sisil menarik nafas dalam. Tiba - tiba saja merasa sesak. Hubungan Nathan dan Fely pasti tidak akan berjalan dengan mudah karna masalah ini.

"Memang nggak seharusnya aku bertanya terlalu jauh tentang masa lalu kakak dan kak Fely."

"Aku juga minta maaf atas nama oppa Nathan, dia memang bersalah tapi tidak sengaja melakukannya. "

"Dia bahkan nggak tau kalau kak Fely punya pacar saat itu."

"Kak Fely nggak mau maafin oppa, dia terus mengabaikannya. Dan oppa pikir karna kak Fely belum bisa menerima kenyataan. Ternyata karna kak Fely punya laki - laki yang masih sangat dia cintai."

"Dan oppa Nathan penyebab kak Fely kehilangan orang yang dia cintai."

Sisil menghela nafas. Nicho hanya diam saja tanpa memberikan reaksi apapun. Pandangannya lurus ke depan, entah fokus menyetir atau sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Nicho benar - benar tidak mendengarkan ucapan Sisil sedikitpun.

Suasana hening di dalam mobil terjadi hingga Nicho memarkirkan mobilnya di depan kafe.

Laki - laki itu bergegas turun, begitu juga dengan Sisil yang langsung menyusul Nicho.

"Kita makan di dalam saja,,," Nicho berbicara datar sambil menunjuk ruang kerjanya. Mengajak Sisil untuk makan siang di dalam sana.

"Disini aja kak, lebih enak suasananya."

"Di dalam terlalu tertutup," Tolaknya halus.

"Kenapa.? Takut di cium lagi.?"

Pertanyaan Nicho membuat kedua bola Sisil membulat sempurna. Dia bahkan sudah tidak ingat lagi saat pertama kali Nicho menciumnya di ruangan itu. Sekarang Nicho malah mengingatkannya lagi.

Wajah Sisil jadi bersemu merah. Kedekatan dia dan Nicho semakin intim saja karna Nicho berani menciumnya bahkan sudah ke dua kalinya.

"Bukan begitu. Disini luas, pemandangannya juga bagus, jadi tambah enak aja makannya."

"Terserah kamu aja,,," Nicho terlihat pasrah menuruti ke inginan Sisil. Hal itu membuat Sisil tersenyum senang.

Mereka duduk di pojok ruangan yang tidak terlalu ramai. Keduanya sama - sama saling pandang setelah selsai memesan makanan.

"Kenapa.?" Tanya Nicho. Dia seolah tau kalau Sisil masih menyimpan pertanyaan yang masih ingin di tanyakan padanya.

"Kamu masih penasaran sama hubunganku dan Fely.?"

Raut wajah Sisil terlihat menyimpan begitu banyak kekhawatiran.

"Dari yang aku dengar pembicaraan kakak dan kak Fely di apartemen tadi, aku udah bisa menyimpulkan hubungan seperti apa yang terjadi antara kakak dan kak Fely."

"Hubungan yang terpaksa berakhir karna kejadian itu."

Sisil sudah mengatakan hal ini saat masih berada di dalam mobil, tapi Nicho tidak mendengarkannya karna sibuk melamun.

"Kalian masih saling mencintai bukan.? Terlebih kaka Fely."

"Begitu banyak cinta yang ada di matanya saat menatap kak Nicho."

"Kalian pasti sama - sama terluka karna kejadian ini. Tapi oppa Nathan juga terluka karna kak Fely terus mengabaikannya meski dia sudah berusaha bersikap baik padanya."

"Oppa tidak tau kalau ada laki - kaki di hati kak Fely yang membuat Kak Fely jadi sangat membenci oppa Nathan."

Nicho hanya diam mendengarkan Sisil yang sedang mengutarakan pendapatnya tentang hubungan yang rumit itu.

Suara Sisil semakin lirih dan terdengar menyentuh. Dia begitu mengkhawatirkan kakak sepupunya.

"Kenapa harus kamu yang pusing memikirkan mereka.?"

"Biarkan saja mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.! Lagipula aku sudah tidak punya urusan lagi dengannya."

Nicho terdengar jengkel. Suaranya semakin meninggi dan menunjukan ketidak sukaannya dalam membahas masalah itu.

"Karna Oppa Nathan kakak sepupuku, aku tidak tega me,,,

"Mau diam atau mau pulang sekarang.?!"

Nicho memotong ucapan Sisil dengan memberikan 2 pilihan padanya. Dia memang sudah muak dan tidak mau lagi membahas tentang Nathan dan Fely.

Sisil langsung diam dengan wajah yang cemberut. Nicho selalu punya cara untuk membuat Sisil tidak berkutik.

Keduanya mulai makan siang tanpa bersuara. Setelah Nicho menyuruh Sisil untuk diam, tidak ada lagi obrolan yang terjadi di antara mereka sampai keduanya sudah menghabiskan makan siang.

"Kak Nicho mau mencoba menjalani hubungan sama aku, tapi posisi kakak baru aja putus karna keadaan."

"Kakak yakin mau mencoba.? Atau cuma mau jadiin aku pelarian aja.?"

"Aku tau kakak masih punya perasaan sama kak Fely,,"

Nicho langsung memaku. Diam menatap Sisil dengan sorot mata yang menerawang jauh.

Pertanyaan Sisil yang terkesan menuduhnya, membuat Nicho jadi berfikir keras.

Dia bahkan tidak tau hubungan yang akan di mulia dengan Sisil hanya untuk pelarian atau memang serius untuk memulai kehidupan yang baru.

"Kakak diam, itu artinya apa yang aku katakan memang benar adanya."

"Kalau memang cuma untuk di jadiin pelarian, atau menjadikanku alat untuk melupakan kak Fely, lebih baik nggak usah di terusin."

"Jangan sampai kita sudah berproses terlalu jauh, tapi pada akhirnya nggak saling cinta karna kak Nicho bakalan cinta sama kak Fely aja,,"

Sisil begitu santai mengucapkan kata demi kata yang seharusnya menyinggung perasaannya. Yang seharusnya membuatnya sakit dan kecewa karna tenyata Nicho memang masih mencintai wanita lain tapi sudah memintanya untuk memulai hubungan dengannya.

"Kamu pikir melupakan masa lalu dan orang yang kita cintai seperti membalikan telapak tangan.?"

"Semuanya butuh proses, dan selama proses itu berlangsung aku juga harus tetap melanjutkan hidup.!"

"Memulai hubungan dengan orang lain adalah salah satu cara untuk membuat ku benar - benar tidak mengingatnya lagi.!"

"Terserah kalau kamu anggap itu sebagai pelarian, tapi aku tidak pernah berfikir seperti itu.!"

Nicho beranjak dari duduknya. Dia terlihat lebih lega setelah mengutarakan isi hatinya yang sempat membuatnya sesak.

Tidak mudah memang untuk melupakan Fely, menghapus kenangan dan rasa cinta yang masih begitu melekat.

"Aku banyak kerjaan. Kamu pulang sendiri saja ya. Biar aku pesankan taksi,,,"

"Tunggu di dalam saja, disini makin rame,," Nicho merogoh ponsel dan membuka aplikasi untuk memesan taksi.

"Emangnya kak Nicho mau pulang jam berapa.?"

"Aku mau temenin kakak aja disini, bosen di apartemen nggak ada kegiatan."

Sisil menatap Nicho penuh harap, agar laki - laki itu mau mengijinkannya untuk tetap disini.

"Ya sudah terserah kamu saja,,," Ujar Nicho datar.

Sisil tersenyum lebar, dia segara beranjak dari duduknya dan menyusul Nicho yang sudah berjalan menuju ruang kerjanya.

"Wah,,, tau aja kalau gue butuh yang seger - seger,,"

Revan langsung bersuara saat melihat Nicho dan Sisil masuk ke ruangan.

Nicho terlihat acuh, hanya melirik tajam pada Revan.

"Siang kak,,," Sapa Sisil ramah.

Dia sempat menggelengkan kepalanya melihat Nicho yang sangat cuek dengan bawahannya yang tak lain adalah temannya sendiri.

"Siang juga cantik. Masih betah ngikutin Nicho.?" Revan tersenyum meledek.

"Kirain bakal berubah pikiran, batalin makan bareng sama Nicho dan di gantiin sama aku,,," Godanya.

"Lumayan kan 2 minggu makan bareng sama cewek cantik,"

1 buah bolpoin melayang ke meja kerja Revan. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Nicho. Si wajah datar dan cuek itu.

"Berisik.!!" Tegur Nicho ketus.

Sisil dan Revan saling pandang, lalu sama - sama mengangkat kedua bahunya. Seakan tidak peduli dengan teguran dari Nicho.

...*****...

Biar pada penasaran,🤣

Nicho sama Sisil yang di " Pacarku Idol" berbanding terbalik sama di novel ini. Yang di sana bar - bar gimana gitu 🤣

Mampir yah, di akun Ratna Wullandarrie

1
liaa
seruu
Sitinor Holisah
coba gaush pkek pov pasti cerita nya lebih seru
aroem
bagus
Ira Suryadi
Luar Biasa
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
Nathan n Sisil memang punya jiwa besar🌹
pipi gemoy
mama Shinta noh👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹👻
pipi gemoy
vote buat nich n Sisil✌🏼
pipi gemoy
welcome baby boy Kevin ☕👏🏼👍🏼🙏🏼
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣si Sisil satu frekuensi sama kakak n adik👻
pipi gemoy
pinter Sisil 🌹
pipi gemoy
papa alex👻🌹
pipi gemoy
pinter nick🌹
pipi gemoy
hadir Thor
nobita
aku jadi tegang 🤭
Candle_SHe
😍😍😍
arsita
ceritanya tu terlalu berbelit"
Yudi Jebaru
menarik/Rose/
Sofie Ariyani
nicho gendeng 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!