Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick
Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi
Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan
Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.
Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama
Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 33
Pyuur..
Lean tersadar. Seseorang mengguyur wajahnya dengan air. Pemuda itu mengerang karena merasakan pusing di kepalanya. Perlahan Lean membuka mata
"Dimana ini.."
Cahaya berlomba menerobos masuk kedalam matanya membuat pemuda itu mengerjap beberapa kali untuk membiasakan matanya menerima sinar
"Sudah bangun nak?"
Suara itu..
"Kakek..?"
Didepannya, Harry Knight sedang duduk di meja makan sambil menyantap sepotong steik. Sekelilingnya nampak beberapa pria yang Lean tebak mereka semua adalah bodyguard Harry
Lean mengumpulkan kesadaran dan kekuatannya. Ia sadar tangannya diborgol ke belakang, sementara dirinya di dudukkan di kursi kayu
"Apa ini?" Tanya Lean sambil mencoba melepaskan tangannya
"Alexander Knight.. betapa kau mirip sekali dengan ayah dan kakekmu."
Harry Knight mengelap mulutnya dan berjalan kearah Lean
"Kalian sama-sama pintar, pemberani namun lemah dalam urusan hati." Harry Knight mengangkat dagu Lean agar pemuda itu menatapnya
"Aku tidak mengerti. Kenapa kakek membawaku ke tempat ini? Tempat..apa ini?"
"Dengarkan aku Alexander. Aku akan menceritakan sebuah cerita tentang dua orang bersaudara…"
Harry menatap Lean dalam. Pria tua itu menghempas dagu Lean, kemudian melanjutkan ceritanya
"Sang kakak tidak begitu menonjol, berbeda dengan adiknya yang seorang bintang. Dari kecil hingga dewasa adiknya mencuri banyak perhatian dan kasih sayang semua orang.."
Harry Knight berjalan pelan mengelilingi Lean.
"Kakaknya yang bodoh itupun sangat menyayangi adiknya. Sang kakak berjanji akan menjaga sang adik dan mengabulkan semua keinginannya.. Tapi, satu hari sang kakak mengingkari janjinya."
Nafas Harry terdengar berat. Pria itu terlihat menerawang
"Adiknya jatuh cinta pada tunangan kakaknya. Ia meminta kakaknya melepaskan tunangannya. Tapi kakaknya menolak.."
Lean mendecih
"Tentu saja sang kakak menolak.."
Harry menatap Lean dengan geram. Secepat kilat diayunkan tangannya menampar pipi pemuda itu beberapa kali.
Lean meringis. Walau sudah berumur, tamparan Harry masih sangat kuat. Mungkin juga pengaruh dari tenaganya yang belum pulih betul sejak tidak sadarkan diri
"Kau diam! Tidak sopan saat orang tua berbicara kau sela!"
Wajah marah Harry seketika berubah menjadi sendu.
"Ya.. sang kakak menolak menyerahkan tunangannya. Adiknya menyebarkan rumor bahwa perempuan pilihan kakaknya bukanlah perempuan baik-baik dan mencoreng citra keluarga. Tapi, kakaknya tetap pada pendiriannya. Ia bahkan rela melepaskan bagiannya di perusahaan keluarga dan mendirikan perusahaannya sendiri.."
Lean memperhatikan Harry sambil terus berusaha melepaskan diri dari borgol yang membelenggunya tanpa terlihat oleh Harry dan pengawal-pengawalnya.
Lean mengambil pin yang ada di manset bajunya dan mulai mengutak-atik lubang kunci borgol itu
"Kau tahu? Beberapa tahun kemudian sang kakak berjaya mengibarkan bendera perusahaannya, bahkan sama besar dengan perusahaan keluarga yang dipegang adiknya. Saat itu perusahaan keluarga sedang kolaps. Dengan dalih menolong, sang kakak membeli perusahaan keluarga dan menggabungkannya dengan perusahaan miliknya menjadi Knight Coorporation.."
Lean mendengkus
"Jadi itu cerita tentang kakek Arthur dan dirimu?"
Harry mengangguk. Pria tua itu mendesah
"Aku terpaksa menjadi bawahannya. Kau tahu rasanya? Selama bertahun-tahun, akulah sang Raja tiba-tiba harus tunduk pada orang lain?"
Lean menggeram
"Orang lain yang kau maksud itu saudaramu sendiri.."
PLAAK PLAAK
Harry kembali memukul Lean. Bibir pemuda itu terlihat mengeluarkan darah. Harry mencengkram rahang Lean
"Kubilang, tidak sopan memotong pembicaraan orang tua.." desisnya sambil mendorong rahang Lean
Lean mengatur nafasnya. Pin nya hampir terjatuh saat Harry memukulnya sehingga Lean terpaksa menggenggam nya membuat jarinya tertusuk pin. Pemuda itu menahan agar tidak menunjukkan raut kesakitan
Harry berdiri lalu melanjutkan ceritanya
"Aku berniat mengambil kembali perusahaan dengan mencalonkan Dyon, keturunanku.Aku berhasil karena Louise lebih memilih menjadi seorang polisi. Hahaha.. bodoh bukan? Karena kebodohannya itulah aku sangat menyayanginya..."
Harry terbahak-bahak. Tiba-tiba tawanya berhenti dan menatap tajam Lean
"Kalau saja dia tidak menyelidiki pasar perputaran narkoba. Tentu dia sudah menjabat menjadi komisaris dan hidup tenang beserta Indira dan dirimu.."
Lean tersentak
"Apa maksudnya, kakek?" Tanya Lean bergetar
Harry melihat kedua tangannya sambil bergetar
"Dia membahayakan jaringan.. Dia membahayakan diriku.. karena itulah, kuperintahkan Felix untuk menghabisinya dan keluarganya.."
***
"Aku dan Louise tumbuh bersama. Kami sudah seperti saudara kandung. Aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri.." Kata Dyon.
Leo mendengarkan cerita Dyon sambil sesekali melihat arah menuju lokasi yang di share Ardhi
"Kapan kau tahu Harry yang membunuh Louise?"
"Sejak Papa menyuruh Felix melenyapkan Alex..."
Leo mendengus
"Sejak kapan kau tahu keberadaan Lean?"
"Aku mempunyai perusahaan farmasi yang berada di Indonesia. Salah satu tim peneliti di perusahaanku adalah Lab Timur Universitas Gemilang. Saat aku berkunjung kesana aku melihat Alex untuk pertama kalinya.."
Dyon mendesah
"Aku yang terlalu bahagia memberitahu Papa akan keberadaan Alex. Pada suatu hari aku mendengar Papa mengutus Felix, tangan kanannya untuk melenyapkan Alex...Namun misi itu gagal. Aku dipaksa diam dan Papa pura-pura terkejut juga bahagia saat tuan Frederick mengabari kalau Alex masih hidup.."
Leo melihat spion untuk menyalip mobil di depannya
"Kenapa kau tidak ramah pada kami sewaktu bertemu?"
Dyon mendesah
"Aku terpaksa. Aku tidak ingin kehilangan keponakanku untuk kedua kalinya. Aku ingin kalian tidak betah dan tidak pergi ke Prancis.."
Dyon melihat keluar jendela. Mobil mereka meninggalkan jalan besar
"Setidaknya dengan menjadi Leandre, aku bisa tahu anak Louise tetap hidup dan baik-baik saja. Aku juga sudah menulis wasiat untuk memberikan separuh saham perusahaan atas nama Leandre.." Lanjutnya
Leo menghembuskan nafas kasar
"Kau yang mengancam Lean dengan mengirim foto-foto Ina?"
Dyon mengangguk lemah
"Aku tahu Alex menyukai gadis itu. Jadi kuminta mata-mataku memotretnya dan mengirimkan ke Alex.."
"Maafkan aku..karena kecerobohanku Papa jadi tahu kelemahan Alex. Apalagi setelah Alex berhasil membuka kasus kematian Louise 20 tahun yang lalu. Papa akan menggunakan gadis itu untuk menekan Alex agar Alex menyerahkan bukti-bukti yang sudah ia kumpulkan." lanjut Dyon
"Tadi aku sempat berdebat meminta agar Papa menghentikan aksinya. Tapi Papa menggunakan ancamannya lagi.."
"Apa ancamannya?"
"Perusahaan farmasiku ternyata disusupi oleh para peracik narkotika. Papa akan memfitnahku sebagai pensupply narkotika dengan bukti yang di rekayasa."
Dyon menatap ke arah Leo
"Mereka sedang meneliti sebuah penemuan terbaru, sebuah obat perangsang yang kuat.. Dan Alex..yang akan menjadi kelinci percobaannya.." kata Dyon tersendat-sendat
"S*it!" Leo mengumpat. Diinjaknya pedal gas untuk menambah kecepatan
"Lean, tunggu Daddy. Bertahanlah Ina, uncle datang..."
***
Seorang bodyguard membawakan makanan untuk Ina. Saat masuk ke kamar gadis itu, ia terkejut. Gadis itu tidak ada di kamarnya. Terlihat kain-kain sprei, selimut, gordyn diikat memanjang dan menjulur keluar jendela
"Sial, gadis itu melarikan diri!"
Bodyguard itu segera berlari keluar kamar memberitahukan temannya. Pintu kamar dibiarkan terbuka
Ina mengintip dari dalam lemari. Bergegas gadis itu keluar lemari dan mengendap-endap keluar kamar
Trik lama, seakan ia kabur keluar jendela. Ina berfikir semua bodyguard tadi pasti keluar untuk mencarinya
Gadis itu segera berlari menuruni tangga saat dirasa keadaan cukup aman. Namun Ina terkejut akan sosok yang menantinya di bawah tangga. Orang yang menyerang Lean, orang yang sama yang menyamar sebagai tuan Erik sedang menantinya di bawah tangga dengan seringai yang menakutkan
"Mungkin yang lain bisa kau bohongi, nona.. Tapi tidak dengan Felix.."
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
sedih tapi Yo pingin ketawa
mati aku 🤣🤣🤣
ternyata kisahnya sambung menyambung...
aku jadi fans mu sekarang Thor...
cerita mu keren keren...