NovelToon NovelToon
AKU DI USIR SUAMIKU

AKU DI USIR SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Poligami / Single Mom / Cerai / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ridwan jujun

fatimah azzahra yang kerap di panggil fafa atau patimah oleh teman dekat maupun orang lain. fatimah sudah 3 tahun nikah bersama Hengki Affandi.dari pernikahan itu belum juga mendapatkan seorang pun anak sampai ia di usir oleh suaminya.

beberapa tahun hengki dan fatimah berpisah dan gak pernah ketemu,di suatu hari hengki bertemu dengan fatimah dan kedua anak kembar fatimah dari pernikahan mereka.


apa kelanjutannya baca ajah yah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Extra_Part_1

Sudah hampir 6 bulan Hengki tidak pernah lagi mengunjungi rumah Fatimah, semenjak ia berkunjung bersama ke-dua orang tuanya saat itu. Hengki harus mengurus perusahaan yang berada di luar negeri, karena perusahaan itu dalam masalah yang berat. Maka dari itu ia harus berada di sana selama setengah tahun.

Kemaren adalah hari kepulangan Hengki dari luar negeri. Dan tepat hari ini ia akan berkunjung kembali ke rumah Fatimah untuk mengunjungi ke-dua putranya. Ia berkunjung ke sana bersama dengan istri dan anaknya. Ditambah kedua orang tua Hengki.

Bahkan selama Hengki di luar negeri Hendra dan Viola juga tidak pernah mengunjungi kediaman Fatimah karena mereka juga harus pergi keluar kota untuk mengunjungi keluarga yang ada di sana.

Hengki juga sudah menceritakan semuanya kepada Jihan maupun Kevin tentang ke-dua anak kembar itu. Bahkan Kevin saat itu merasa menyesal karena sudah menghina anak kandung Daddynya sendiri. Tapi apa boleh buat jika nasi sudah menjadi bubur.

"Sudah siap semuanya?" tanya Hengki yang kini tengah berjalan menuju ruang tamu.

"Sudah Mas," jawab Jihan tersenyum.

Mereka semua berjalan menuju mobil Hengki yang sudah terparkir di depan rumah. Mereka masuk ke dalam mobil, dan selanjutkan Hengki menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Perjalanan kali ini terasa sangat lama karena jalan yang sangat macet lantaran hari ini weekend.

Butuh waktu sekitar 2 jam menuju rumah Fatimah. Akhirnya mobil yang dikendarai Hengki tepat berhenti di depan halaman rumah Fatimah yang lumayan luas. Mereka semua turun dari dalam mobil dan menuju pintu masuk ke dalam rumah Fatimah.

Tingtong! Tingtong! Tingtong!

Tiga kali Hengki membunyikan bell rumah Fatimah, akhirnya suara berat dari dalam rumah terdengar oleh indra pendengaran mereka semua.

Ceklek!

Seorang laki-laki yang terlihat masih tampan membuka pintu tersebut. Ia menatap satu-persatu tamu yang berkunjung di hari weekend ini ke rumahnya. "Maaf cari siapa, ya?"

"Apakah Fatimah ada di rumah, Nak?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Hendra yang berada di samping Viola.

"Oh iya ada, silahkan masuk!" ujarnya menyuruh semua tamunya masuk ke dalam rumah.

"Tunggu sebentar ya Bu, Pak, saya ke belakang dulu," izinnya dengan ramah.

Hanya anggukan kepala dari semua tamu itu, sebagai respon ucapan kepala keluarga rumah itu. Ali berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk seluruh tamu yang tengah duduk di ruang tamu itu.

Hengki beserta ke-dua orang taunya cukup heran dengan kehadiran laki-laki itu di rumah Fatimah. Sedangkan Jihan beserta Kevin tidak tau apa-apa mungkin mereka menganggap laki-laki itu termasuk keluarga Fatimah atau adiknya.

"Abi, Ummi di mana? Buat apa Abi membuat jus sebanyak itu?" Pertanyaan beruntun yang dilontarkan Raikal pada sang ayah yang heran kenapa Abinya itu membuat minuman sebanyak itu.

"Ummi ada di kamar sama Rayyan, Sayang. Panggil gih Ummi, itu ada yang mencari Ummi di ruang tamu. Abi mau ngasih mereka minum dulu," pintanya lembut sambil tersenyum.

"Baiklah, Abi," jawab Raikal berlalu menuju kamar sang Ummi.

Ali berjalan membawa nampan yang cukup besar ditangannya. Karena di atas nampan itu ada beberapa gelas jus jeruk serta dua toples cemilan. Ia berjalan dengan perlahan agar apa yang dibawanya tidak terjatuh.

Ali menghidangkan minuman itu kepada sang tamu sambil tersenyum ramah. "Silahkan diminum Pak, Bu," ujarnya mempersilahkan.

"Iya terimakasih," jawab Jihan dengan lembut.

Raikal kini sudah berdiri di depan pintu kamar Fatimah. Tangan kekar itu membuka kenop pintu dengan perlahan. "Ummi bolah rai masuk?" Raikal melongokkan kepalanya sebagian ke dalam kamar Fatimah.

Fatimah melihat ke arah pintu begitupun dengan Rayyan yang tengah memijit kaki Fatimah. "Boleh, masukanlah, Nak," jawabnya lembut.

Raikal melangkahkan kaki panjangnya menuju ranjang sang ibu. Ia duduk di samping Fatimah yang berarti Fatimah berada ditengah-tengah ke-dua putranya.

Fatimah melihat ke arah putra sulungnya. "Ada apa, hmm? Apa Rai perlu bantuan ummi?" Fatimah menatap lembut putra sulungnya itu. Tatapan yang tidak pernah berubah sedikitpun dari dulu.

"Itu kata Abi, ada orang yang cari Ummi. Katanya mereka ada di ruang tamu," jelas Raikal.

Fatimah menganggukkan kepalanya tanda respon perkataan sang putra. Fatimah dibantu berdiri oleh ke-dua putranya, karena sekarang ia tengah mengandung buah cintanya bersama dengan sang suami. Fatimah tampak sangat kesulitan saat berdiri karena perutnya yang sudah membesar meski sekarang baru memasuki usia 5 bulan. Tapi entah kenapa Fatimah seperti mengandung anak kembar.

Fatimah dituntun berjalan oleh ke-dua putranya menuju ruang tamu. Yag mana tamu yang dibilang Ali tadi berada di sana. Terdengar suara canda tawa yang berasal dari ruang tamu. Fatimah berjalan sedikit tergesa agar cepat sampai di ruang tamu. Raikal dan Rayyan dengan telaten menyamakan langkah mereka dengan Fatimah agar ia tidak terjatuh.

"Abi," panggil Rayyan yang membuat keadaan ramai tadi menjadi hening.

"Sayang." Ali berjalan dengan cepat ke arah sang istri. Ia takut istri dan anaknya kenapa-napa.

Sedangkan semua tamu yang ada di sana, cukup terkejut dengan panggilan salah satu anak Fatimah kepada laki-laki yang belum mereka ketahui itu dan ditambah terkejutkan dengan laki-laki berperawakan gagah itu memanggil Fatimah dengan sebutan "sayang".

Ali membantu Fatimah duduk di disofa yang masih kosong. Awalnya Fatimah cukup terkejut dengan kehadiran keluarga mantan mertuanya itu. Setelah sekian lama mereka kembali lagi mengunjungi rumah Fatimah. Dan itu membuat Fatimah merasa aneh. Aneh karena, sejak terakhir mereka kesana mereka tidak pernah lagi menampakkan wajah mereka. Aneh bukan?

Raikal dan Rayyan hanya cuek bebek. Menganggap tidak ada orang disana. Dan tetap mengelus perut buncit Fatimah. Sebelumnya Ali yang duduk disamping kanan Fatimah dan Raikal duduk di samping kiri Fatimah, tetapi Ali yang melihat Rayyan tampak mengerucutkan bibirnya dan jadilah Ali pindah duduk. Akhirnya kerucut di bibir Rayyan berubah jadi senyuman cerah.

Keluarga Hendra tampak diam. Tak ada dari mereka satupun yang memulai pembicaraan. Ali yang heran pun langsung membuka pembicaraan. "Maaf Pak, Bu ada perlu apa ya mencari istri, saya?" Ali bertanya dengan raut wajah cukup bingung.

Fatimah sudah menceritakan siapa ayah kandung ke-dua putranya. Tapi Fatimah tidak memberitahu bagaimana rupa ayah kandung Raikal maupun Rayyan lantaran ia tidak memiliki foto keluarga itu.

Hengki beserta orangtuanya tampak terkejut dengan ucapan Ali. Mereka tidak menyangka jika laki-laki berperawakan itu adalah suami dari mantan istri serta mantan menantu mereka.

"Ap-apa is-is-istri?" Viola tampak sangat terkejut dengan kenyataan yang ada. Ia syok mendengar ucapan dari Ali. Ali semakin mengerutkan keningnya merasa heran dengan ucapan Viola.

"Iya istri, saya. Emang kenapa?" jawab Ali selanjutnya dan menanyakan balik.

"Ahh, tidak apa-apa," jawabnya gelagapan.

"Rai, Iyyan, gue mau minta maaf?" Permintaan itu berasal dari suara yang berada di samping Jihan yang tak lain adalah Kevin.

Raikal mengerutkan keningnya dan tetap mengelus perut buncit sang ibu. "Minta maaf buat apa?"

"Gu-gue minta maaf buat kesalahan gue semuanya," jawabnya menatap mata bulat itu. Mata bulat turunan dari Fatimah.

"Kenapa tiba-tiba?" Rayyan tampak cuek saat melontarkan kata-kata itu.

Kevin terdiam sebentar sebelum menjawab ucapan Rayyan. "Maaf, gue tau gue salah sama kalian selama ini. Gue udah ngehina kalian tanpa tau bagaimana perasaan kalian berdua. Jadi gue mohon maafin gue," mohon Kavin menatap dua pasang netra bulat itu bergantian.

Raikal dan Rayyan meganggukkan kepalanya tanda mereka memaafkan Kevin. Sedangkan Kevin tampak bahagia karena orang yang selama ini ia hina-hina akhirnya mau memaafkan dirinya.

Kevin melangkah menuju Raikal dan Rayyan. Ia memeluk anak kembar itu satu-persatu. Sedangkan ke-dua remaja laki-laki itu membalas pelukan Kevin juga erat seperti yang dilakukan Kevin pada mereka. Setelahnya Kevin kembali duduk di tempat semula dengan senyuman mengembang di bibir tipisnya. Keluarga Affandi itu tampak tersenyum juga atas apa yang mereka lihat. Begitupula dengan keluarga Fatimah.

"Sayang, apa kalian tidak mau memeluk daddy, Nak?" Hengki menatap ke-dua putranya dengan pandangan sayu. Berharap anak-anaknya mau mendekati dirinya.

Harapan Hengki bukan tinggal harapan, akan tetapi ke-dua remaja laki-laki itu berjalan ke arah Hengki dan memeluk laki-laki itu dengan cukup erat. Bahkan Hengki sempat memberikan kecupan pada pipi dan dahi ke-dua putra kembarnya itu.

Setelah lepas dari pelukan Hengki, Viola maupun Hendra juga meminta agar remaja laki-laki itu memeluk mereka. Mereka berdua melakukan hal yang sama yang dilakukan Hengki kepada dirinya. Selanjutnya yang terakhir ke-dua remaja laki-laki itu beralih pada perempuan yang mungkin seusia ibunya. Mereka memeluk wanita itu cukup erat seperti sebelumnya.

Selesai dengan itu semua, mereka kembali duduk di samping Fatimah dan memberikan senyuman kepada Fatimah yang juga mendapat balasan dari Fatimah. Sedangkan Ali, ia kini paham siapa keluarga yang bertamu ke rumahnya itu.

"Nak, apa kalian mau menginap di rumah daddy walau hanya semalam?" tanya Hengki penuh harap.

"Maaf Om, saya tidak bisa! Jujur sepenuhnya saya belum bisa menerima Om. Entahlah, rasanya masih terlalu sakit. Apalagi saat saya mendengar tentang kalian semua dari wanita yang sudah melahirkan saya dan juga adik, saya," jelas Raikal yang berkata jujur.

"Iya Om, benar yang dikatakan Abang, saya juga belum bisa menerima sepenuhnya. Jadi maaf ya, Om? Dan berikan kami waktu sedikit lagi," tambah Rayyan.

Keluarga Affandi cukup terkejut dengan ungkapan yang diberikan ke-dua remaja laki-laki itu. Padahal mereka sudah sangat bahagia saat ke-dua remaja itu mau memeluk mereka yang artinya mereka sudah mau menerima kehadiran keluarga Affandi. Tapi nyatanya tidak. Kecewa? Tentu saja, mereka cukup kecewa. Tapi dibalik itu mereka juga sadar, rasa kecewa mereka tidak sebanding dengan rasa Fatimah dan ke-dua buah hatinya.

"Iya, Nak. Tidak apa-apa, daddy mengerti kok." jawab Hengki menunduk. Ia berusaha menahan laju air matanya agar tidak keluar.

Setelah beberapa saat kemudian mereka pamit pulang. Karena tidak ada lagi yang mau mereka bicarakan dengan keluarga bahagia itu. Dengan langkah gontai seluruh keluarga itu melangkah menuju mobil mereka yang tengah terparkir di depan rumah Fatimah.

Akhirnya mereka meninggalkan kediaman Fatimah dengan rasa kecewa. Kecewa, apa yang sedari pagi mereka inginkan akan terwujud nyatanya malah tidak sama sekali. Tapi ada sedikit rasa yang dapat mengobati mereka, apalagi jika ke-dua remaja kembar itu mau membuka hati buat menerima mereka semua.

Bersambung....

Itu yang kemaren minta season 2, jadi sekarang akan aku jawab. Aku nggak akan bikin season 2nya. Karena aku mau bikin cerita baru lagi. Jadi maaf kalau bikin kalian kecewa.

1
Fansuri
aku Mala kepo kalo di lanjuti ..sayangnya Uda the end
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
walaupun singkat tapi mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
tamat yang cukup baik..
makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
moga Fatimah dan Ali hidup bahagia
Yunerty Blessa
penyesalan mu Hengki dah tak berguna....
Yunerty Blessa
apa memang enak Hengki..anak sendiri tidak ada yang mau mengaku
Yunerty Blessa
Hengki pasti menyesal telah menceraikan Fatimah setelah tahu ada anaknya
Yunerty Blessa
kenapa tidak jujur saja Hengki
Yunerty Blessa
pasti akan ketemu
Yunerty Blessa
padahal cuma anak angkat..ngak sadar diri Kevin nih
Yunerty Blessa
pasti mantan mertua nya heran
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran baby boys nya
Yunerty Blessa
entah seperti apa perasaan Hengki bila berjumpa dengan Fatimah..yang sedang hamil.... sekarang Hengki tidak dapat memiliki anak lagi..
Yunerty Blessa
Hengki menyesal kalo dapat tau Fatimah hamil
Yunerty Blessa
apa jangan² Hengki sudah punya perempuan lain makanya dia ceraikan Fatimah
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Reza... suatu masa Hengki akan menyesal
Yunerty Blessa
moga Hengki tidak menyesal dengan keputusan nya tu
dian hr
lawanlah jangan diem aja,mereka berdua kevin cuma sendiri,masa gak berani
Mei Mei
Luar biasa
AR Althafunisa
nah bagus ketemu udah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!