NovelToon NovelToon
Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Deg.

Vina terhuyung ke belakang setelah mendengar perkataan Devan barusan.

Tadinya Vina datang berniat memberitahu Devan bahwa dirinya hamil, tapi siapa sangka Vina malah mendengar kabar menyakitkan tentang hubungan mereka.

Tanpa pikir panjang Vina langsung berlari keluar dari apartemen itu dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Vina pergi tanpa memberitahu Devan soal kehamilannya. Toh hubungan mereka tidak bisa lagi di perjuangkan, itu sebabnya Vina memutuskan untuk merawat sendiri bayi yang masih ada di dalam perutnya.

Vina memutuskan pulang ke kampung halamannya meninggalkan semua kenangan yang ada di kota itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Seminggu berlalu.

Setiap hari Devan akan berada di warung milik Vina.

Jika ditanya oleh Vina apa yang laki-laki itu lakukan di warungnya, Devan akan beralasan baru saja selesai memantau pekerjaan di pasar dan karna ada waktu luang ia datang menyempatkan diri ke warung.

Setiap hari Devan akan mengatakan hal yang sama jadi Vina pun hanya membiarkan saja, terserah apa yang laki-laki itu lakukan di warungnya.

Di warung pun Devan akan membantu Vina meskipun hanya sekedar mengantar makanan karna hanya itu yang ia tau.

***

Sore hari.

Sebelum pulang terlebih dahulu Vina merapikan barang-barangnya dan membersihkan warung hingga bersih.

Di depan sudah ada Parto yang menunggu mereka.

“Ayo pulang, Parto sudah menunggu kita di depan.” Ajak Devan.

“Tidak, aku akan pulang sendiri. Kalian pulanglah duluan.” Tolak Vina.

Tanpa berbicara lagi Devan langsung berlalu dari hadapan Vina. Wanita itu pikir Devan marah karna ia menolak ajakan laki-laki itu.

Vina kembali fokus dengan pekerjaannya membersihkan warung.

“Akhirnya selesai juga.” Gumam Vina.

Wanita itu pun berjalan keluar dari warung.

Di luar Vina tidak melihat keberadaan mobil itu lagi “Mungkin mereka memang sudah kembali.” Pikir Vina.

Setelah mengunci pintu, Vina pun berbalik. Matanya menyipit melihat keberadaan laki-laki itu di depannya.

“Ayo pulang.” Ucap laki-laki itu.

“Kamu belum pulang? Aku pikir …”

“Pikir apa? Tidak mungkin aku akan membiarkanmu pulang sendirian, aku tidak mau pria yang bernama Frans itu mencari kesempatan.” Seru Devan memotong ucapan Vina.

Rupanya laki-laki itu menyuruh Parto untuk kembali lebih dulu.

“Apaan sih.” Cibir Vina.

“Ayo pulang, apa kita akan diam dan berdebat disini hingga langit gelap.” Ucap Devan sambil meraih tangan Vina untuk ia genggam.

“Jangan pegang-pegang ih.” Vina menghempaskan genggaman Devan dari tangannya.

“Perasaan dulu tidak apa-apa jika ku genggam.” Celetuk Devan tanpa permisi.

“Dulu dan sekarang beda.” Sinis Vina sambil melangkah pergi meninggalkan Devan di tempatnya.

Devan berlari mengejar wanita itu.

Mereka jalan beriringan.

Sepanjang jalan mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing.

“Ayo kembali ke kota, aku yang akan mengurus semua keperluan kalian disana.” Tiba-tiba Devan membuka percakapan di antara mereka.

“Tidak, terima kasih.” Tolak Vina.

“Aku ingin kalian hidup dengan layak Vin, kamu tidak perlu terlalu keras bekerja seperti ini. Biarkan aku yang melakukan itu untuk kalian, aku bekerja demi kalian.” Ucap Devan sungguh-sungguh.

Suasana tiba-tiba berubah sendu.

“Memangnya kami siapa sampai-sampai kamu harus bekerja demi kami.” Lirih wanita itu berbicara.

“Jangan bicara seperti itu! Kalian adalah bagian penting dalam hidup ku. Kamu dan Naya adalah separuh hidupku, kalian penting dalam hidup ku.” Ucap Devan dengan menekan setiap kata-katanya berharap Vina merasakan perasaannya lewat ungkapan tadi.

“Aku tidak yakin kamu akan mengatakan hal yang sama seandainya Naya saat ini tidak ada di tengah-tengah kita.” Balas Vina menyanggah ucapan laki-laki itu.

“Ada dan tidaknya Naya sekalipun aku akan mengatakan hal yang sama, kamu adalah separuh hidupku dan tetap akan seperti itu! Bahkan setelah aku menikah dengan wanita itu, setiap hari yang ku pikirkan hanya kamu dan kamu.” Seru Devan sungguh-sungguh.

Vina diam sambil tetap melangkah ke depan.

“Vina, tolong pikirkan ini kembali. Apa kamu tidak ingin memberikan kebahagiaan yang utuh pada anak kita.” Tanya Devan sambil mengejar Vina yang semakin mempercepat langkahnya menghindari laki-laki itu.

Tanpa mereka sadari sejak tadi ada yang mengikuti mereka dari jauh.

Vina yang terlalu fokus berjalan ke depan demi menghindari Devan tidak sadar bahwa ada yang sedang mengincarnya.

Dari arah belakang sebuah motor melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

Devan yang masih tertinggal di belakang berbalik saat mendengar bunyi motor dari arah belakang mereka.

Motor itu melaju sangat cepat dan begitu ugal-ugalan.

“Vina, awas.” Teriak Devan sambil berlari menarik Vina ke sisi jalan.

Sedetik kemudian “Awwh..” Ringis Devan sambil memegang tangannya.

Vina membulatkan matanya melihat tangan Devan yang lecet akibat tersenggol stir motor tadi.

“Devan tangan kamu.” Panik Vina.

Sebenarnya luka di tangan Devan tidak terlalu parah, hanya tergores saja.

Tapi melihat Vina yang begitu khawatir padanya membuat Devan menggunakan kesempatan ini untuk melihat bagaimana perasaan Vina untuknya, apakah wanita itu masih mencintainya atau tidak.

“Awwh, sakit.” Acting laki-laki itu.

“Astaga, bagaimana ini. Apa ini sakit sekali?” Tanya Vina panik, tangannya refleks memegang tangan Devan.

Sedangkan Devan memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Vina di tubuhnya.

Aku merindukan ini, aku merindukan tangan hangatmu. Aku rindu semua yang kita lakukan dulu.

Devan sangat-sangat merindukan kebersamaan mereka dulu.

Terkadang pertanyaan muncul dalam benak laki-laki itu, kenapa takdir mereka harus seperti ini. Kenapa tidak sejak awal Tuhan mempersatukan mereka, kenapa mereka harus terpisah lebih dulu dan bertemu dalam keadaan seperti ini.

Seperti orang asing.

“Seharusnya kamu tidak perlu melakukan itu, biarkan saja aku yang kena.” Ucapan Vina berhasil membuat Devan membuka matanya.

“Kamu pikir aku akan membiarkan orang yang ku cintai terluka di depan mata ku sendiri.” Balasan Devan sukses membuat Vina menatapnya.

Tidak lama Vina kembali mengalihkan tatapannya.

“Ayo pulang, tanganmu harus di obati agar tidak infeksi nantinya.” Selesai mengatakan itu, Vina langsung melepaskan tangannya dari Devan lalu melangkah lebih dulu meninggalkan Devan yang masih diam di tempatnya menunggu balasan Vina.

Laki-laki itu menghembuskan napasnya kasar, Devan merasa Vina masih peduli padanya hanya saja wanita itu enggan mengakui itu.

Setidaknya hari ini aku masih bisa melihat kepedulianmu pada ku, walau hanya sedikit. Aku tau kamu pun masih sangat mencintai ku. Jika tidak, mengapa bertahun-tahun ini kamu tidak mencari pria lain untuk menggantikan posisi ku.

Aku akan terus berjuang sampai kamu luluh kembali.

Karena sekeras-kerasnya batu jika terus terus terkena tetesan air, batu itu akan terkikis sedikit demi sedikit hingga hancur. Sama halnya dengan perasaanmu yang ibaratkan batu, jika terus ku tetesi keringat perjuangan ku maka perasaanmu yang keras itu akan mencair.

Aku yakin, sangat yakin.

Devan kembali melangkahkan kakinya menyusul Vina yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.

***

Sementara di tempat lain.

Tiara menerima foto dari orang suruhannya. Foto itu menunjukkan Vina dan Devan yang sedang berjalan bersama-sama.

Tanpa sadar Tiara meramas ponselnya hingga urat-urat tangannya bermunculan.

“Nikmati waktu kalian selagi masih ada, karna saat itu tiba hanya ada air mata yang akan menghiasi hari-hari kalian.”

“Tunggu dan lihat saja!” Tiara menyeringai di tempatnya.

“Permainan baru akan di mulai.”

❤️

Jangan lupa tinggalkan jejak.

Author minta votenya yang banyak dong readers🙏

Sebanyak-banyak mungkin ya😊🤗

1
Cheng Nyo
👍👍👍
Erina Munir
akhiiirrrnyaaa😍😍😍😍😍
Erina Munir
algamdulillaaah ...akhirnya sadar juga😍😍😍😍😍😍😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Erina Munir
udh dong thor... jngn lama2 komanyaaa...kesian kan puegeel thooor
Erina Munir
smg vina cpt sadar dri.komanya
Erina Munir
ini mah bner2 k tunda
Erina Munir
tiara gendeng... ga mikir sm usahanya...klo kaya gitu usahanya nnti bisa sepi hadeehh
Erina Munir
nmnya juganudh bucin Vin... suamimu 🤣🤣🤣
Erina Munir
itu klo bangun pgi...suruh pd sholat dong thooor
Erina Munir
bahagiaa teruus yaa.Devan vina Anaya
Erina Munir
😄😄😄😄😍😍😍 othor bikin pembaca baper
Erina Munir
syukur alhamdulillaah...akhirnyaa...😍😍😍😍😍😍
Erina Munir
thor ...jngn samp si wanita ular kadut itu tiba2 muncul n mengacaukan suasana
Erina Munir
cieee...ciee... Devan Vinaa..
Erina Munir
udh klamaan atuh thoor 5 thn gituh looooh
Erina Munir
dasar uler kadut luh Tiara...sebbeellll
Erina Munir
vina...mulai egois niih...kamu ga kesian sm naya...hadeehhh...egooo sja yg d kedepanin....
Erina Munir
hahaa kejutaan yaa
Erina Munir
siìp
Erina Munir
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!