NovelToon NovelToon
Suamiku Adik Kekasihku

Suamiku Adik Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:285.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aninda Peto

Citra Olivia Prasetyo adalah gadis yang kehilangan cintanya saat kekasihnya kecelakaan dan hilang ingatan, ia bertekad untuk mengembalikan cintanya dengan mengikat tali pernikahan dengan sang kekasih. Citra berumur 27 tahun dan ia bekerja di salah satu perusahaan terbesar di bagian staf keuangan. Citra memiliki paras yang cantik tubuh ramping banyak pria yang menaruh hati padanya namun hatinya sudah tertutup dan hanya menyisakan satu orang yaitu Satya Richard.

Namun saat ulang tahun perusahaan pamannya yang sudah di anggap sebagi ayah kandungnya sendiri saat kecelakaan merenggut nyawa orang tuanya dan tidak sengaja ia melihat pria yang sangat mirip dengan kekasihnya yang hilang ingatan dan sudah menghilang sekian lama membuatnya terkejut dan meminta sang ayah untuk menikahkan dirinya dengan pria tersebut bernama Richo Nugraha, karena cinta membutakan matanya hingga membuat Citra tidak menyadari jika pria tersebut bukanlah kekasihnya.

Richo Nugraha berumur 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Nugraha.

Hingga suatu hari Citra mengetahui kebenaran yang sesungguhnya membuatnya patah hati.
Apakah Citra akan melupakan cintanya dan memilih pria yang menjadi suaminya atau meninggalkan suaminya itu?



Akan ada misteri yang akan terungkap di beberapa episode nantikan update episode selanjutnya.


Jika penasaran, jangan lewatkan cerita novel ini.


***

Karya ini di terbitkan atas izin Novelthoon Aninda Peto, Isi konten berdasarkan pandangan pribadi pembuat nya tidak mewakili Novelthoon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aninda Peto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Happy reading guys 😘

-

-

-

Richo tengah keluar dari dalam kamar pribadinya setelah bercinta dengan sang istri ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sedangkan Citra masih tertidur pulas di bawah selimut dengan keadaan polos.

Richo duduk di kursi kebesarannya ia mulai mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda tadi.

Tok tok tok

"Masuk" pinta Richo dari dalam

seorang wanita cantik masuk dengan membawa dua plastik di tangannya wajahnya tertekuk dengan bibir menggerutu tanpa suara siapa lagi kalau bukan sekertaris Nadia.

"Ini pesanan anda Tuan!"

Richo menoleh sebentar dan kembali cuek

"Letakan di meja sana!" seru Richo ke arah meja yang dekat dengan sofa.

"Bos sialan, udah capek-capek gak tau terimakasih" gerutu Nadia jengkel.

"Jangan mengumpat! atau saya pecat!

"What!" Nadia tercengang mendengar suara Richo padahal dirinya sedang membekalinya kenapa Tuannya bisa mengetahui isi hatinya apakah Tuannya sekarang pindah profesi menjadi peramal kah? ck!" pikir Nadia.

"Ah, Tuan bisa aja ko Tuan bisa tahu dukun yah" Nadia bergurau dan tertawa garing.

"Sepertinya kau mau di pecat sekarang" Richo berujar dengan nada dingin namun menusuk.

"Eh, eh jangan! saya becanda pak, ya sudah saya permisi silahkan bapak dicoba baksonya sepertinya sangat enak" Nadia berusaha mengalihkan pembicaraan.

Seketika mata Richo berbinar ia melupakan pesanannya yang menganggu pikirannya saat ini ia ingin sekali makan bakso.

"Ah iya aku lupa, cepat keluar!" seru Richo kemudian berpindah tempat menuju sofa. Setelah mendudukkan bokongnya di sofa ia lalu membuka bungkusan bakso dan menuangkan di dalam mangkuk yang sudah di siapkan sekertaris nya itu.

"Aku belum pernah makan makanan ini tapi aku lihat iklan pagi tadi rasanya bikin ngiler pasti enak" celetuk Richo kemudian menyuapi satu buah bakso ke dalam mulutnya, ia mengunyah bakso dengan pelan merasakan sensasi nikmat yang belum di rasakannya setelah sensasi di atas ranjang (hahahhaha).

"Ini enak banget, Nadia memang the best aku akan memberikan bonus untuknya" ucapnya di sela-sela makannya.

Richo lupa jika dirinya tidak sendiri di ruangan itu ada istrinya yang sedang mengamati dirinya yang asyik makan bakso sampai tidak mengetahui istrinya yang sudah berdiri di sampingnya.

"Ekhem, Mas kau makan tidak mengajakku?" dahi Citra berkerut dan menatap tak suka pada Richo, ini udah siang dirinya udah lapar dari tadi dan suaminya malah asyik makan sendiri tanpa mengajak nya benar-benar pelit suaminya.

"Eh sayang udah bangun, kamu mau makan apa biar aku pesanin" Richo berdiri lalu menuntun istrinya untuk duduk di sofa.

"Sepertinya bakso yang kamu makan enak, aku mau ini aja" tutur Citra antusias melihat bakso di depannya sungguh bikin ngiler seumur-umur dirinya tidak pernah makan makanan ini hanya melihat nya saja udah bikin muntah tapi sekarang tidak, makanan yang satu ini sangat berbeda benar-benar menggugah selera.

"Jangan, jangan makan ini kamu makan yang lain saja!" Richo dengan segera menarik mangkuk baksonya lalu menjauhkannya pada Citra.

"Kenapa Mas?" tanya Citra bingung.

Richo berpikir keras agar Citra tidak boleh makan baksonya entah apa yang terjadi tapi Richo kali ini benar-benar pelit ia tidak mau berbagi rasanya ia ingin menangis jika ada yang memakan miliknya.

"Kamu tidak suka makanan Indonesia sayang" Richo mencari alasan, menurutnya alasannya sangat tepat.

"Iya kamu benar Mas, tapi tidak untuk yang satu ini aku mau makan yang itu aja yah yah" tunjuknya antusias ke arah mangkuk berisi bakso yang tidak 4 buah itu.

"Jangan! kamu yang lain saja!" serunya tegas.

"Ko kamu pelit sih Mas, sama istri sendiri gak mau di kasih" protes Citra merasa heran dengan tingkah suaminya yang benar-benar aneh menurut nya.

Dengan berat hati Richo memberikan baksonya pada istrinya sedangkan Citra tersenyum senang. Citra mulai menyuapi satu bulat bakso ke dalam mulut nya ia tiba-tiba berhenti matanya membola seakan tidak percaya dengan apa yang di rasakannya saat ini sungguh di luar dugaan.

"Mas, ini benar-benar enak, aku suka banget kamu beli dimana?" tanya Citra antusias dengan mimik muka sumringah tanpa melihat keadaan wajah suaminya yang dari tadi di tekuk matanya mulai berkaca-kaca.

Citra dengan senang hati menghabiskan bakso tanpa sisa bahkan tidak ada satupun yang menempel di mangkuk tersebut, dengan wajah masih tersenyum ia melirik suaminya.

"Eh, Mas kenapa ko nangis?" tanya Citra menghampiri suaminya yang sedang sesenggukan.

Richo masih menatap mangkuk yang sudah kosong, pandangan nya masih betah di sana tanpa ingin mau melihat wajah istrinya yang membuat dirinya kesal.

"Mas, tatap aku kamu kenapa? ada apa hmm? Citra mengapit pipi suaminya agar bisa berhadapan dengannya. Richo masih enggan melihat wajah menyebalkan istrinya itu udah buat salah masih saja tidak peka benar-benar menyebalkan ck!.

"Mas, kamu marah sama aku? kenapa ayo cerita aku gak tau aku salah apa?

"Ck! menyebalkan aku kayak gini karena kamu dasar tidak peka" umpat Richo kesal

jari telunjuk Richo menunjuk mangkuk yang sudah kosong, Citra lalu mengikuti arah jari suaminya. Alis Citra mengerut tidak mengerti maksud suaminya apa coba? apakah dirinya akan disuruh untuk mencucinya? kalau iya tidak masalah baginya!.

"Kenapa dengan mangkuk itu?" tanya Citra tanpa mengalihkan pandangannya ke arah mangkuk.

"Kau memakannya semua, padahal aku tidak menyuruh mu untuk makan semuanya huaaa" tangis yang di tahan-tahan Richo pun akhirnya pecah, masa bodoh dengan wibawanya sebagai CEO ataupun suami saat ini dirinya ingin melampiaskan kekesalannya pada istrinya.

"Aku hanya makan empat buah bakso dan mas Richo menangis"

"Mas, jangan nangis yah aku minta maaf cup cup, sudah yah nanti aku belikan lagi yah jangan nangis lagi aku minta maaf sayang" Citra menenangkan suaminya ia memeluk tubuh suaminya erat, seharusnya yang harus di peluk itu Citra kenapa jadi kebalik gini sih.

"Tentu saja kamu harus mencarinya untukku, aku sudah berbaik hati membaginya dengan mu, pokoknya kamu harus membelinya untukku dua porsi" serunya masih sesenggukan di dada istrinya, sedangkan Citra hanya mengiyakan saja tanpa protes sedikit pun. Entahlah rupanya Citra harus extra sabar mengurus tingkah suaminya yang keluar dari normalnya itu.

"Apakah suamiku kerasukan kah? ko lama-lama semakin aneh saja".

Ya sudah aku minta maaf yah aku janji akan membelinya untuk mas" Citra melepas pelukan nya kini wajah Richo sudah tidak menangis lagi kemudian matanya menangkap robot Ultraman Nexus berwarna hitam seketika membuat wajahnya kembali senang.

"Yeahhh, sayang aku punya Ultraman bagus kan? Lucu sekali" ujarnya antusias.

"Mas, kamu serius? robot ini milik kamu, kayak anak kecil saja"

"Enak saja bilang aku anak kecil, ini bukan mainan anak kecil orang dewasa juga punya mainan seperti ini" protesnya tidak terima matanya menatap tajam ke arah Citra sedangkan Citra lagi-lagi di buat bingung.

- Rate

-vote

-like

-koment

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Aninda Peto: Terima kasih atas komentar baliknya, jika berkenan yuk baca cerita baruku kak Dark Romance 🤗
total 1 replies
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Tarisa Risky Mulia
bagus
Neni Efendi
🤩🤩🤩
Neni Efendi
😪😪
Neni Efendi
kalo sean baik, sama sean aja 😊
Neni Efendi
mama Nisa 👍
Neni Efendi
setelah melihat langsung x aja citra sadar dan menjauh
Neni Efendi
enek bacanya kesel sedih citra mau aja di gituin hanya karna cinta 😏😣
💞 Lily Biru 💞
wkwkwkk
💞 Lily Biru 💞
Ayuk kak Anin kita up
💞 Lily Biru 💞
lohh... cepat sekali habisnya
💞 Lily Biru 💞
Selalu romantis ya So Richo inii
💞 Lily Biru 💞
Satya beringas kek macnnn
Abdillah
hadir
yogi
hadir thor
sahfiq
hadir
Karina
lanjut Thor
Annisa
lanjut
pat_pat
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!