NovelToon NovelToon
Istri Supernatural Bos Mafia

Istri Supernatural Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Supernatural / Gotcha ! Hati Boss Mafia / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:17.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Risa Jey

Lafira Dares memiliki kemampuan supernatural sejak kecil. Dia tidak disukai dalam keluarga dan dituduh sebagai gadis pembawa sial. Hingga kedua kakinya menjadi lumpuh dan harus berada di kursi roda. Sayangnya, kematian sang ibu membuat dia menaruh benci dan dendam pada keluarga Dares.

Hingga akhirnya, dia menikah dengan Domian Morachel, Bos Mafia dunia bawah dan juga bos di belakang layar Mora Enterprise. Sama-sama memiliki bakat supernatural, Domian telah terpikat oleh Lafira Dares. Bagi Lafira, cinta tidak penting dan balas dendam telah mendarah daging. Sayangnya, dia harus bercampur dalam dunia mafia yang kejam, membantu Domian yang diincar oleh organisasi misterius.

Keduanya melawan organisasi misterius yang menginginkan kemampuan supernatural. Mampukah keduanya menyingkirkan semua musuh yang mengintai dalam kegelapan? Apakah Lafira Dares memiliki kemampuan tersembunyi lainnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Avey Untuk Membantu

MENYIAPKAN helikopter dan harus tiba di rumah dalam waktu sepuluh menit, sangat mustahil. Sion harus menghubungi seseorang lebih dulu untuk mengurus izin terbang di wilayah perkotaan. Helikopter tidak bisa melintas begitu saja tanpa izin.

Oleh karena itu, setelah Sion mendapatkan tatapan dingin dari Domian, ia tahu jika masalah ini serius. Dengan punggung penuh keringat dingin dan kaki yang hampir lemas, Sion segera pergi dengan cepat hingga hampir saja tersandung. Sangat mengerikan jika bosnya marah.

Tentu saja dengan kemampuan Domian yang memiliki aura supernatural untuk menekan rasa takut seseorang, Sion pun tak berdaya.

Selepas kepergian Sion, pria itu bangkit dan membenarkan jasnya. Lalu pergi setelah menghubungi Avey—dokter pribadi di rumahnya.

Kurang dari sepuluh menit, helikopter baru saja tiba dikarenakan ada kendala. Domian hanya bisa puas dengan kinerja tersebut dan memotong gaji mereka bulan ini. Tak terkecuali Sion. Wanita yang telah menjadi asistennya selama bertahun-tahun itu pun hanya bisa meratapi nasibnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di rumah Domian ....

Pintu utama dibuka kasar oleh seorang pria berjas dokter. Pria berambut kecoklatan itu membenarkan kacamatanya seraya berteriak memanggil orang rumah. Tak ada yang membukakan pintu gerbang karena penjaganya pingsan. Sehingga mobilnya berada di luar. Belum lagi, ia memanjat tembok pagar.

Untung saja dia memiliki kemampuan bela diri yang cukup baik sehingga tidak sulit untuk memanjat. Hanya saja, orang-orang yang ada di luar mengira dia sedang melakukan tindak kejahatan. Masa bodoh dengan pikiran mereka, ia sedang dalam keadaan terburu-buru setelah Domian meneleponnya untuk datang.

Ada orang-orang tak dikenal memasuki rumah Domian dan melukai Shena. Selain itu juga berusaha untuk menculik Lafira. Semua informasi itu membuta Avey terkejut sekaligus berkeringat dingin. Dia teringat dengan Shena—wanita yang dia taksir untuk kali pertama. Walaupun wanita itu seorang ibu tunggal, tapi tidak masalah. Cinta kadang juga membutakan segalanya.

Avey melihat Kepala Pelayan Qi yang berwajah pucat dan bersandar pada dinding. Tak jauh darinya, para pelayan diikat oleh tali, sulit untuk melepaskan diri. Rupanya Kepala Pelayan Qi tidak memiliki tenaga untuk membantu mereka melepaskan tali.

"Butler Qi, apakah kamu baik-baik saja?" Avey segera menyimpan tas medisnya dan menghampiri pria paruh baya itu dengan ekspresi khawatir.

Lengan kanan Kepala Pelayan Qi terluka akibat ditembak timah panas. Kini darahnya mengotori kemeja putih bagian lengan. Pria paruh baya itu mengangguk ringan. Ia bahkan tidak akan menyesal jika meninggal setelah ini. Karena sejak awal, dia memang mengabdikan diri untuk keluarga Morachel.

"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa tidak ada yang memberitahuku sejak awal?" Avey terlihat kesal dan melepaskan jas putih khas rumah sakit, lalu menggulung lengan kemejanya, bersiap untuk mengobati.

"Kamu hanyalah dokter. Bisakah kamu menembak?" Kepala Pelayan Qi tersenyum lemah.

"..." Memang tidak. Mungkin aku juga akan jadi sandera, pikir Avey seraya memegang gunting untuk memotong lengan kemeja bagian kanan pria paruh baya itu.

"Jangan. Aku tidak apa-apa. Sebaiknya kamu periksa ke atas dan lihat kondisi nyonya rumah," kata Kepala Pelayan Qi segera menolak saat Avey mulai mengeluarkan beberapa peralatan untuk mengeluarkan peluru.

"Jangan khawatir. Aku yakin gadis itu baik-baik saja. Bukankah dia—"

"Tidak!" Kepala Pelayan Qi menukas dan menggelengkan kepalanya. Meski wajahnya pucat, ia tidak akan mati begitu saja. "Nyonya rumah lebih penting. Jika tuan muda datang dan melihatnya terluka, kami akan dihukum," imbuhnya.

"Tapi—"

"Bebaskan saja pelayan lain. Biarkan mereka mengurusku," tukasnya lagi.

Pelayan yang diikat saling membelakangi itu langsung mengiyakan dan meminta Avey untuk melepaskan tali yang mengikat mereka. Akhirnya Avey hanya bisa mengembuskan napas kasar dan pergi ke arah para pelayan, memotong tali dengan pisau medis yang tajam.

Setelah itu dia berniat pergi ke lantai dua. Tapi saat melihat pria berpakaian serba hitam sudah berada dalam genangan cairan merah, ia terkejut bukan main.

"Sial!! Apa-apaan ini? Apakah ini perampokan atau pembunuhan? Siapa yang melakukannya? Begitu sadis!" Avey mengomel karena dirinya merasa sedikit gugup, jantungnya berdegup. Ini keterlaluan. Adegan berdarah seperti ini, apakah diketahui oleh Lafira yang masih berusia delapan belas tahun?

"Nyonya rumah yang melakukannya," kata Kepala Pelayan Qi segera memberi tahu. Walaupun dia tidak melihatnya, ia yakin itu pasti karena Lafira.

Pria paruh baya itu akhirnya dibantu berdiri oleh pelayan lain dan dibawa ke tempat yang aman untuk menekan pendarahan di lengan kanannya.

Sementara Avey pun segera berwajah pucat. "Benar-benar dia. Sebenarnya aku kurang yakin jika Domian akan mendapatkan kepercayaan Lafira," gumamnya.

Ia segera melewati mayat pria berpakaian serba hitam tersebut dengan hati-hati agar tidak menginjak darah. Ia benci jika tubuhnya kotor oleh darah atau sesuatu yang lain. Sebagai dokter pribadi di rumah ini, dia sangat ketat dengan kebersihan.

Di lantai dua, justru lebih mengerikan lagi. Ada beberapa pria berpakaian serba hitam tergeletak tak jauh dari pintu kamar Lafira. Bau darah tercium di udara, membuat Avey agak mual. Baiklah, dia dokter, tapi tidak pernah menghadapi adegan seperti ini secara langsung. Setidaknya, tidak sesadis ini.

Darah ada di mana-mana dan pintu kamar juga terbuka lebar. Tak ada gerakan apapun di lantai tersebut, sunyi dan tenang. Meski begitu, Avey masih khawatir ada musuh lain yang bersembunyi. Hingga setelah memastikan jika semuanya aman, ia melonggarkan penjagaan dari.

"Gadis, apakah kamu di sana?" tanyanya agak keras. Ia tidak berani menyeberangi beberapa mayat yang jatuh dalam genangan darah.

Tak ada jawaban. Namun samar-samar, Avey bisa mendengar suara seseorang menangis dari kamar tersebut. Dia mengerutkan kening dan melewati mayat-mayat pria berpakaian serba hitam yang tergeletak di lantai.

Saat melihat siapa yang berada di ruangan, dia merasa jika tubuhnya mulai berkeringat dingin.

"Shena!!" Dia terkejut dan segera menghampiri wanita berpakaian kantor itu. Ada darah di bahu kirinya sehingga dia yakin jika Shena terluka.

Wanita itu melihat Avey datang dan segera memohon padanya tanpa memikirkan apapun. "Avey ... Dokter, tolong ... tolong Nona ku. Dia sangat lemah ... Aku mohon, selamatkan dia," pintanya seraya menangis tersedu-sedu, matanya memerah dan wajahnya mulai sembap.

Akhirnya Avey melihat ke arah Lafira yang tak sadarkan diri di pangkuan wanita itu. "Bagaimana bisa jadi seperti ini?" gumamnya juga tidak yakin saat memeriksa denyut nadi Lafira.

Sekarang Avey tahu apa yang membuat Shena begitu frustasi ...

1
ER
karna bosen plus lagi sakit , jadinyaa kita baca ulang lagi novel lama inii
dulu masih on going , udah pama banget kayanyaa
saa
😍
Dewi Pramita
mirip bleach ad tandukx
Aya Vivemyangel
like like like like ,,,,,, 💖💖💖💖💖💖💖
Annisa Djafar
sukaaa banget
afifah aefa 🇲🇾💜🇵🇸
Luar biasa
Noorjamilah Sulaiman
mantap
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
bentar k sana kak,, baca ini dulu😁
Puch🍒❄
dinooo serius bentar aja bisa gk sih😭
Puch🍒❄
istipar lu nuuuuuu lu laki masa gara2 cewek incaranlu dh nikah lu malah mau belok jangan lah nuuu tampang dh oke tinggal warna rambut aja yg jangan di warna2in😌
Hening Aryanti
Luar biasa
Mirai A.
ceritanya bagus, aku suka
tapi ttng perselingkuhan Domi & Arandel masih terasa janggal aja. kayak... serius Fira memaafkannya begitu aja? Domian jg ngapain gtu tunduk sm Arandel, padahal masih ada banyak jalan lain. bodoh juga sih.
(resiko baca pake hati & perasaan. kadang hati itu nolak logika, sebanyak apapun logika itu.)
terimakasih Kak Risa yg telah menyajikan cerita ini, semangat berkarya yaaa, Kak!
Mirai A.
yes! louder, mommy!
Mirai A.
pardon me? 'menderita sebentar'? kamu bilang kamu cinta dia, tapi kamu yg memutuskan dengan kesadaran penuh untuk membuat lafira menderita? emang itu cinta? is that your love language, dom? nyakitin orng yg kmu cinta?
Mirai A.
kamu memang yang pertama datang, tapi kan belum tentu pemenangnya kamu🙄 jangan maksa orang buat suka kamu deh, hati itu ga bisa dipaksa
Mirai A.
HEH! seanu😭😭
Mirai A.
ga tau kenapa, tapi aku ngerasa cemburu😞🙁
Mirai A.
namanya juga peluru😭 mana ada peluru enak cing kucing🐈
Mirai A.
cieeee uhuyy
Mirai A.
Ada, mungkin saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!