Di usia yang masih 18 tahun Axel harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukanya terhadap Keyla gadis dibawah umur yang berusia 15 tahun.
Mereka menjalani hidup berumah tangga selama 3 tahun dan setelah itu mereka berpisah dengan sebuah kesepakatan.
Sedangkan Lea yang sangat mencintai kekasihnya Alfa, hubunganya tidak direstui kedua orang tua mereka.
Lea bertemu dengan seseorang yang tak lain adalah laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya.
Kesepakatan apa yang dibuat sebelum mereka berpisah? Dan bagaimana liku-liku perjalanan cinta Lea, Alfa dan Atta. Siapakah yang Lea cintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji Murningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Dari sebrang kiri, Atta memperhatikan Lea dan seorang laki laki yang menurutnya tampan dan mapan itu tampak suasana berkecamuk dalam dirinya.
"Apa laki-laki itu kekasih Lea? Belum sebulan kuliah, udah dapet cowo aja. Dasar cewe jadi jadian. " Atta melangkahkan kakinya ke privacy room
"Siapa tadi Ta? Cewe loe? " tanya Aslan
"Kenalin donk Ta, punya temen cakep gitu, dianggurin. " ledek Rasya
"Dia cewe yang gue critain tadi malam. " ucap Atta kesal
"Tampang loe kaya pengemis. " ucap Rasya
"Maksud loe? " ucap Atta bingung
"Pengemis cinta Ta, lagian tu cewe udah punya cowo, cowonya tajir lagi, ngapa loe naksir ma dia? " ucap Aslan menimpali kalimat Rasya
"Siapa yang suka sama dia coba? " Sangkal Atta
"Kalo loe gak peduli sama dia loe gak mungkin perhatiin tu cewe sampai batang hidungnya gak ada dan loe masih ngliatin dia. " jelas Aslan
"Terserah loe lah. " jawab Atta cuek
Kemudian mereka menikmati makan siangnya dengan lahap, namun tidak dengan Atta, ia sangat penasaran dengan hubungan Lea dan Alfa.
Bali kota yang indah penuh dengan pesona alamnya. Pemandangan laut yang indah, menjadi pusat perhatian dari luar negeri. Hari yang terik pun, masih memaparkan udara yang sejuk
"Xel, ayo makan siang dulu! " ajak oma Axel kepada Aldi dan Alan.
Mereka menuruni anak tangga dan duduk di ruang makan. "Om Alan sepertinya hapal banget kota ini. " tanya Axel pada papa Aldi
"Dulu disini itu kenangan indah dari kita kita Xel, mommy dan deddymu itu dulu terpisah 4 tahun karna ego, bahkan sudah kesini tapi deddy kamu kekeh gak mau ketemu mommy kamu. " jelas Axel.
"Apalagi waktu lamaran mendadak dan nikah mendadak, itu lucu banget. " sambung oma Axel.
"Apa cerita mommy dan deddy segitu berliku-likunya? " tanya Axel pada Alan
"Ya, deddy kamu selalu ditinggalin orang yang disayang, pertama sama tante kamu yang udah meninggal, terus sama mommy kamu, dan setelah itu ya kalian tau sendiri liku-liku perjalanan rumah tangga mommy dan deddy sampai sekarang dengan keluarga Armadjaya. " jelas Alan
Mereka banyak bercerita tentang masa lalu. Tepat pukul 2 siang. Karna dr di klinik berjaga, mereka memutuskan untuk menemuinya, dan membawa klien yang mengatakan kalau dr. tersebut melakukan mal praktik.
Mereka sudah berada di klinik milik mommy Axel yang berkembang lebih besar dari sebelumnya
"dr Yahya, maaf beliau di klinik ini sudah hampir 20 tahun, dan anda adalah dr yang menjabat sebagai wakil direktur di klinik ini, betul dok? " tanya Axel kepada dr. Yahya yang usianya sudah lebih dari 50 tahun.
"Ia mas Axel. " jawab dr. Yahya
"Langsung saja ke intinya, berapa orang yang masih anda biayai hidupnya di rumah? "Tanya Axel dengan nada mengintrogasi
"Banyak na, anak masih 2 yang sekolah, dan cucu ada 2 juga yang masih tinggal di rumah bapa
"Baiklah, pertanyaanya, apakah bapak mengakui bahwa bapak melakukan mal praktik? Tanya Axel
"Saya tidak melakukan mal praktik. " jawab dr. Yahya
"Assesmen medis dr. Yahya kurang teliti dan beliau tidak mengkaji status alergi pasien, padahal pasien memiliki alergi terhadap obat tersebut yang bisa mengakibatkan terkena syok anafilaksis, dan pasien sekarang berada di ruang icu. " jelas Axel. Sedangkan Alan dan Aldi hanya berdiam dan duduk melihat Axel. dr. Yahya hanya manggut-manggut
"Keluarga pasien hanya meminta maafmu dok, dan kerugian akan perusahaan tanggung, jadi meminta maaflah, sebelum keluarga pasien memaparkan masalah ini terhadap media, itu akan menghancurkan karir dokter, dan berakibat parah terhadap lisensi bapak yang mengakibatkan dokter tidak lagi bisa mencari nafkah dan lisensinya dicabut " ucap Axel tawar menawar dengan dr. Yahya
"Al, jelaskan kerugianya kalo dr. Yahya tidak mau meminta maaf, dr Yahya akan dipecat secara tidak hormat oleh pasien karna malpraktiknya dan mengganti kerugian perawatan intensif pasien yang sekarang di rawat di ICU menggunakan ventilator. " jelas Axel.
Kemudian Aldi menjelaskan kerugian menurut pasal dan total biaya perawatan pasien.
Masalah tersebut selesai dengan kata maaf. Terkadang masalah akan lebih mudah dihadapi kalau salah satu dari kita mengalah dan menurunkan ego masing masing.
"Loe keren Xel, dari mana loe tau tentang apaan tu syok anafilaksis segala dan lisensi lisensi itu? " tanya Aldi keheranan
"Syapa lagi kalo bukan momny, dan syok anafilaksis itu syok yang disebabkan alergi berat " jawab Axel
Aldi hanya manggut manggut. "Selesai ini masalahnya, berarti bisa balik donk ke Jakarta malam ini? " ucap Aldi bahagia
"Ngebet banget kaya punya bini di Jakarta loe Al" ejek Axel
"Sialan loe Xel" ucap Aldi dengan nada pura pura sedih.
"Ayo kita jenguk pasien dan memberi motivasi kepada keluarga pasien! " ajak Alan kepada Aldi dan Axel.
Akhirnya mereka berangkat menuju rumah sakit bertipe A. Tiba tiba datang seorang gadis cantik berlari memeluk Axel. Ya dia adalah Gadis, teman masa kecil Axel dulu.
"Axel.... Loe Axel kan. Gue kangen banget sama loe." Ucap Gladis dengan bergelayut manja di lengan Axel. Namun Axel hanya diam saat dipeluk oleh sahabatnya itu.