NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mak'e Dirayu

takut jatuh cinta kepada suami sendiri?


lalu bagai mana jika ternyata adik dari suamimu adalah mantan kekasih yang pernah membuatmu takut untuk jatuh cinta?

Apa yang akan Sandira Wulandari lakukan jika akhirnya ia jatuh cinta dengan Erlangga pradygta yang tak lain adalah suaminya sendiri?

Lalu bagaimana sikap Dira saat mengetahui Dewangga Pradypta Hermawan masih begitu mencintainya?

Kita simak yuk kisah cinta segitiga antara Chef Elang,Dira dan Dewa. Akankah mereka mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak'e Dirayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tigapuluh empat

"Aku rindu aroma ini" Dira mengendus mie instan yang baru saja matang,aroma khas dari bumbu apalagi ditambah beberapa potong cabai,membuatnya begitu bernafsu untuk segera menyantapnya.

"Kira-kira apa yang dilakukan chef Elang sekarang ya?" Dira menatap ponselnya.

"Huft...aku ini kenapa sih...dulu dia juga sering pergi bahkan lebih lama,tapi kenapa kali ini aku merasa sepi ya?" Dira bergumam sendiri dan menyisir seluruh ruangan apartemennya. Ruangan yang lebih besar dari apartemennya yang dulu.

"Mungkin karna apartemen ini terlalu besar, benar pasti karna itu" Dira meyakinkan dirinya, kemudian segera menghabiskan makan malamnya.

Usai menghabiskan makanannya,Dira kemudian menuju ruang tv dan menyalakannya.

Hari ini ada jadwal Liga Champion dan tim kesayangannya masuk semi final. Tentu saja Dira wajib menontonnya.

Sedang asyiknya menonton,tiba-tiba ponselnya berbunya.

"Halloo?" sapa Dira tanpa mengalihkan tatapannya pada layar lebar didepannya.

"Wulan?"

Dira yang kaget mendengar suara dari seberang,kemudian menjauhkan ponsel dari telinganya dan melihat siapa yang menelponnya.

Tertera nama Dewa disana.

"Jangan dimatikan!".ucap Dewa diseberang sana yang seakan tau jika Dira sudah bersiap menekan tombol merah pada layar ponselnya.

Dan akhirnya Dira pun mengurungkan niatnya " Ada apa?"

Dewa tersenyum. "kau masih menonton tv?"

"Hm"

"Kau tau? saat kau menelfonku kemarin, aku merasa senang, karna akhirnya kau bersedia menghubungiku lagi. Tapi apa yang kamu lakukan setelahnya,bukanlah hal yang aku inginkan"

"Kau harus menata hidupmu Wak"

"Aku senang kau masih memanggilku dengan sebutan itu,aku anggap, itu adalah panggilan sayang mu untukku...Wulan"

"Hm?"

"Maukah kau kembali padaku?"

"Apa kau mabuk?" tanya Dira masih santai.

Terdengar kekehan dari seberang sana. "apa kau peduli?"

Dira menghela nafasnya "Bukan aku, tapi kakakmu yang memperdulikanmu,jangan merusak hidupmu,kau akan membuat El kecewa".

" jadi,sekarang kau lebih peduli dengannya?".

"Tentu saja aku peduli pada El,apa kau lupa jika dia adalah suamiku sekarang?!"

Terdengar Dewa sedang meneguk minumannya. "Seharusnya aku yang berada diposisi itu kan?".

" Jangan mulai lagi Dewa,masa lalu tidak akan pernah kembali, sekarang aku sudah bahagia,dan ku harap kau juga bahagia" ucapan Dira kemudian mematikan sambungan telponnya.

Dira menjatuhkan punggungnya pada sandaran sofa,kemudian menambahkan volume pada televisinya agar tidak merasa sepi.

Ditempat lain...

Dewa sedang menikmati minuman memabukannya disebuah bar terbesar diJakarta.

Seorang wanita dengan mengenakan pakaian minim mendekatinya.

"Hai tuan...mau saya temani?" suara wanita itu dengan nada genit.

Dewa menatap wanita itu sekejap,kemudian mengalihkan pandangannya pada tempat lain.

Wanita itu yang seperti mendapat lampu hijau karna Dewa tak menolaknya,kemudian buru-buru duduk disamping pemuda itu.

Lyra Ravinta adalah nama wanita itu, umurnya terlihat tak jauh beda dengan Dira. Untuk kecantikannya? Dira memang tak secantik Lyra,namun Dira memiliki sesuatu yang bisa membuat lelaki menyukainya. Sedangkan Lyra, dia memiliki kecantikan paras yang menawan.

Dia adalah wanita penghibur yang sedang naik daun saat ini di bar tersebut. Dia biasanya hanya menemani para pelanggan minum saja. Namun entah mengapa, lyra yang melihat Dewa saat ini seperti seakan sudi memberikan tubuhnya untuk lelaki didepannya ini.

Dewa yang sudah mabuk berat,tanpa sengaja menjatuhkan kepalanya diatas bahu Lyra.

Deg...

Baru kali ini Lyra merasa ada yang menyengat tubuhnya,hingga membuat degup jantungnya berpacu lebih cepat.

Ia mengangkat tangannya,kemudian dengan perlahan menyentuh pipi Dewa.

"Bukankah dia seorang pria? kenapa memliki kulit yang halus seperti wanita?" Gumam Lyra.

Lyra tersentak saat tiba-tiba tangannya digenggam erat oleh Dewa.

Nyalinya semakin menciut saat mata nyalang Dewa menatapnya.

"Siapa yang memintamu untuk menyentuhku?!" sarkas Dewa kemudian dengan kasar ia menghentak tangan Lyra.

Dewa dengan cepat kemudian berdiri dan hendak meninggalkan VIP room tersebut, namun suara gadis itu membuatnya menghentikan langkahnya.

"Nama saya Lyra tuan,jika anda butuh teman untuk bercerita,saya siap mendengarkan" Ucap Lyra dengan senyumannya.

Dewa hanya tersenyum sinis menatap wanita penghibur tersebut,kemudian kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Lyra sendiri disana.

***

Pagi menjelang,

Dira yang sudah berada diluar gedung apartemenya untuk berbelanja kebutuhan bulanannya tiba-tiba menghentikan langkahnya karna sebuah mobil hitam berhenti tepat didepannya.

Pintu mobil itu terbuka,dan sontak Dira membelalakan matanya saat melihat siapa yang ada didalamnya.

"Tuan" Sapa Dira gugup dengan menundukan wajahnya.

"Masuklah" Ucap pria paruh baya yang ada didalam mobil tersebut yang tidak lain adalah tuan Hermawan.

Dira hanya menurut,dan kemudian masuk kedalam mobil tersebut.

Rasa gugup menyelimutinya,karna kini ia duduk disamping tuan besar yang selama ini ditakutinya.

Mobilpun melaju dengan kecepatan sedang, membuat Dira bertanya-tanya akan dibawa kemana dirinya nanti.

"Apa kau bahagia menjadi seorang istri dari Erlangga pradygta hermawan?" itu adalah kalimat pertama yang diucapkan oleh tuan besar.

Tangan Dira semakin bergetar "Dira menjawab,iya tuan" jawab Dira dengan nada bergetar.

Tuan Hermawan tersenyum,dan senyumnya itu semakin membuat Dira semakin menciut. "Jadi,sekarang nama panggilanmu adalah Dira?"

"Iya tuan" Dira masih menundukan wajahnya.

"Dimana keberanianmu empat tahun lalu, yang dengan lantang ingin menantangku?" Tuan Hermawan memperhatikan jalanan yang ada didepannya. "Jadi, apa sekarang kau sudah merasa menang,karna akhirnya bisa menikah dengan putraku? pasti kau lebih bangga pada dirimu karna bukan mendapat kan putra kedua,malah mendapatkan putra pertama dari keluarga Hermawan"

Dira meremas kedua tangannya,seakan mencari kekuatan untuk bisa menjawab ucapan tuan Hermawan "Maaf tuan, sejak awal,saya tidak tau jika El adalah putra tertua dari keluarga Hermawan" Dira menelan salivanya yang terasa lekat "Dan lagi pula, setau saya,tidak ada nama Hermawan pada nama suami saya".

" Ha ha ha..." Hermawan tertawa lepas saat mendengar kalimat balasan dari Dira. "Apa kau pikir hanya dengan membuang nama belakangnya,akan menjadikannya bukan dari keluarga Hermawan?. Pikiranmu terlalu naif anak muda" Tuan Hermawan mentertawakan Dira.

Dira kembali menghela nafasnya "Kalau begitu, saya minta maaf tuan,sudah menghancurkan rencana tuan" Dira menghentikan kalimatnya sebentar "Rencana yang tidak memperbolehkan putra tuan berhubungan dengan orang miskin seperti saya...bahkan kini saya sudah lancang menikah dengan putra tertua anda" Ucap Dira.

Tuan Hermawan tak bersuara,hingga mobil itu berhenti kembali ditempat dimana ia menjemput Dira tadi.Mobil tersebut hanya memutari jalan saja,karna tuan Hermawan tidak ingin ada yang melihatnya berbicara dengan Dira,jadi ia memutuskan untuk berbicara didalam mobil saja.

"Aku ingin kau berpisah dengan Elang" ucapan itu membuat Dira menghentikan gerakannya saat hendak membuka pintu mobil.

"Maaf tuan,sekarang saya hanya menuruti ucapan nyonya mary" kalimat penutup itu membuat Tuan Hermawan tidak melanjutkan ucapannya.Dan kemudian Dira keluar dari mobil mewah Tuan Hermawan.

"Mobil begitu mewah,tapi kenapa sangat tidak nyaman?" gerutu Dira setelah mobil tersebut melaju pergi.

1
Hary Nengsih
gak pernah bosen entah dh berapa kali baca
차니 Chani🇰🇷🇲🇨: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
cowettttttt
aku baca ini yg kedua kali nya ...bagus banget ngangenin konflik ny ringan bngt dan pokonya sweet gt
차니 Chani🇰🇷🇲🇨: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Yuli Ani
Kecewa
Yuli Ani
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Happy Ending..good job thor,Semoga sehat selalu,dan teruskan berkarya..⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣 Rasain tuh,Sengaja ya menggoda mama Mary..😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Ia setahu ku Dokter dan Chef itu selalu sibuk 24x7 jam dengan kerjaannya,Tapi aku heran Chef Elang masih sempat2 nya dia gonta ganti pacar,Kapan waktunya pacaran??🤔🤔😅
Qaisaa Nazarudin
Apa Mary dengan suaminya sudah bercerai? Kenapa mereka gak sejalan,Suaminya mau memisahkan anak dengan menantu,sedangkan Mary menyatukan mereka,Yang benar tuh yg mana? Bingung kan aku?
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,Makanya Nyonya Mariam menggunakan cara licik biar Dira bisa menjadi mantu nya..🤣🤣👍👍
Qaisaa Nazarudin
Mama nya sendiri kali ya,Pengen anaknya nikah..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata laki bini Toh...🤔🤔
pink magenta
nah seharusnya sebelum masuk ke sini di kasih keterangan dulu dibab sebelumnya misal flashback off atau apapun biar pembaca bisa ngerti dan tidak mengacaukan imajinasi ini masa sekarang atau masa lampau. makasih thor 🙏
Imelda Oktaria
udah tamat ya kak😁
Imelda Oktaria
sweet banget
Covid 19
Luar biasa
Frida Arlini
bahagianya dira dan elang
Andara Reni
sangat bagus ceritanya , aku suka
Arik Kristinawati
saya kurang setuju thorr...cara omong Elang begitu...bnar enak cara mncintainya....tpi g ska klo pas ada tlpon mnjauh dr Dira,ksannya sda yg d tutupin...lgsung angkat knpankan dah suami istri...ksih tggal sdikit tu Elang biar dia ju2r ttg sglanya...baik mntan2nya,pkerjaannta...jgn hy mnuntut Dira itu ini
Arik Kristinawati
sya suka Dira memanggil chef pd suaminya....tdk mghilangkan rasa hormatnya....ya sesekali pggil sayang itu wajar
Arik Kristinawati
smoga dg lyra....kan lyra hy pgntar minuman mgkin msih virginlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!