NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Kejutan Untuk Ferdi

Di sudut ruangan yang agak tersembunyi, di antara kerumunan tamu undangan yang ramai, sosok wanita berdiri dengan penampilan yang rapi namun wajahnya tampak penuh rasa iri dan cemburu yang tertahan. Itu adalah Emily. Wanita itu sengaja datang ke acara besar ini, meskipun ia tidak memiliki undangan resmi, dan hanya bisa masuk dengan menyamar sebagai tamu rekan bisnis yang diundang secara umum. Ia sama sekali tidak mau ketinggalan momen bersejarah ini, momen di mana pria yang dicintainya resmi menjadi orang paling berkuasa dan terpandang di kota ini.

Emily datang dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, ia merasa sangat bangga dan bahagia melihat Ferdi akhirnya mencapai puncak kesuksesan yang selama ini mereka impikan bersama. Namun di sisi lain, rasa sakit dan cemburu terus menusuk hatinya setiap kali ia melihat Ferdi berdiri begitu mesra, begitu akrab, dan begitu bahagia di samping Kiara.

Namun sejak awal ia datang, ia sudah mengamati Ferdi dan Kiara dan ia sangat tidak senang melihat keduanya yang terus menempel.

"Tunggu saja Kiara, kalau Ferdi sudah mencapai apa yang ia inginkan, aku pastikan dia akan membuang mu, mungkin aku jahat, tapi aku tidak terima Tuhan Tidak adil pada ku, hidupmu terlalu sempurna dan baik-baik saja selama ini, kau mungkin perlu kejutan seperti itu." Emely menatap tajam dan sinis ke arah Kiara yang sedang asik bicara di atas panggung.

namun kehadiran Emely di sadari oleh Ferdi, namun Ferdi tidak berani menghampiri Emely, karena tidak ingin menciptakan ke salah pahaman lagi.

Di atas panggung utama, pembawa acara sudah berdiri dengan sikap yang tegap dan penuh semangat, memegang mikrofon di tangannya. Suara musik yang mengalun lembut perlahan mereda, dan seluruh pandangan para tamu kini tertuju ke arah sana.

“Hadirin sekalian yang kami hormati, malam ini kita semua berkumpul di sini untuk merayakan pencapaian luar biasa dari sosok yang patut kita acungi jempol, Bapak Ferdi Wijaya!” seru pembawa acara dengan suara lantang yang bergema di seluruh ruangan.

“Sebelum kita memasuki puncak acara yaitu penandatanganan serah terima jabatan resmi, izinkan kami terlebih dahulu menyajikan sebuah rekaman video dokumentasi, yang berisi gambaran kinerja, perjuangan, serta kerja keras Bapak Ferdi selama bertahun-tahun mengabdi dan mengembangkan perusahaan ini, hingga akhirnya mampu mencapai posisi tertinggi yang kita saksikan malam ini.”

Tepuk tangan riuh pun langsung terdengar bergema memenuhi ruangan, disertai ucapan selamat yang terdengar dari berbagai arah. Ferdi tersenyum lebar, dada-nya membusung penuh rasa bangga dan puas. Ia sudah melihat isi rekaman itu sebelumnya, rekaman yang sengaja disusun sedemikian rupa untuk menampilkan dirinya sebagai sosok pekerja keras, cerdas, setia, dan penuh dedikasi, sosok yang sempurna di mata semua orang. Di dalam hati, ia merasa semakin tak terkalahkan, merasa bahwa semua orang sudah tertutup mata oleh citra baik yang sudah ia bangun dengan susah payah.

Layar lebar besar yang terpasang di dinding bagian depan pun segera menyala. Gambar-gambar bergerak mulai tampak di sana, menampilkan momen-momen Ferdi saat sedang bekerja di kantor, saat sedang menghadiri rapat penting, saat sedang mendampingi Pak Edward dalam berbagai urusan bisnis, hingga momen kebersamaannya yang tampak harmonis dan bahagia bersama Kiara. Semua orang melihatnya dengan penuh kekaguman, sesekali mengangguk-angguk tanda setuju, membenarkan bahwa memang pantaslah pria muda itu mendapatkan jabatan tinggi tersebut.

Namun, di tengah penayangan video yang penuh pujian dan kemegahan itu, tiba-tiba kejadian yang tak terduga terjadi.

PRANG!

Suara ledakan kecil terdengar samar, dan seketika itu juga, seluruh lampu yang menyala terang di seluruh ruangan padam semuanya. Ruangan besar yang tadinya cerah bercahaya itu seketika berubah menjadi gelap gulita, hanya tersisa sedikit cahaya redup yang masuk dari lampu hias kecil di dinding.

Keheningan seketika melanda, namun hanya berlangsung sedetik saja, sebelum kemudian keributan dan suara bisik-bisik kebingungan terdengar dari segala arah.

“Lho? Ada apa ini? Kenapa gelap semua?”

“Listrik mati ya? Apa ada gangguan?”

“Petugas! Di mana petugasnya? Coba cek segera!”

"Kenapa tiba-tiba mati lampu?." Tanya Bu Silvia.

"tidak apa-apa Bu, kita tunggu saja sebentar."Balas Kiara dengan senyum meringah.

Berbagai pertanyaan dan suara kebingungan terdengar saling bersahutan. Ferdi sendiri tersentak kaget, tubuhnya menegang karena merasa tidak nyaman dan gelisah mendadak. Ia berdiri diam di tempatnya, tangan gemetar sedikit karena merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Di sebelahnya, Kiara tetap berdiri tegak dengan sikap yang sangat tenang, di balik kegelapan itu, bibirnya sedikit tersenyum dingin, karena ia tahu persis apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Beberapa detik berlalu yang terasa begitu lama bagi semua orang, hingga tiba-tiba layar besar di depan sana kembali menyala terang, jauh lebih terang daripada sebelumnya. Semua mata yang tadinya menunduk atau melihat ke sekeliling ruangan, kembali tertuju ke arah layar besar itu dengan penuh perhatian. Mereka mengira video dokumentasi kinerja Ferdi akan dilanjutkan kembali.

Namun, apa yang muncul di layar itu sama sekali bukan apa yang mereka harapkan.

Gambar yang terlihat di sana bukan lagi suasana kantor, bukan lagi rapat kerja, dan bukan lagi wajah Pak Edward. Melainkan gambar halaman rumah Emily, di mana terlihat jelas sosok Ferdi yang baru saja turun dari mobil, lalu langsung disambut oleh Emily dengan pelukan erat dan ciuman penuh gairah. Gambar itu sangat jelas, sangat nyata, tidak ada sedikit pun rekayasa atau editan. Suara percakapan mereka pun terdengar jelas terdengar dari pengeras suara, membuat seluruh ruangan menjadi hening mematikan seketika.

“Aku sudah tidak sabar lagi, Ferdi. Aku ingin kita segera hidup bersama sebagai suami istri yang sah.”

“Sabarlah sebentar lagi, Sayang. Tunggu sampai aku memegang kendali penuh perusahaan ini, semuanya akan menjadi milik kita berdua. Kiara hanyalah batu loncatan bagiku, sebentar lagi aku akan menyingkirkannya dari hidup kita selamanya.”

Suara-suara itu terdengar jelas dan nyaring, masuk ke telinga setiap orang yang hadir di sana. Rekaman itu berganti lagi, menampilkan momen saat Ferdi mengelus perut Emily yang mulai membesar dengan penuh kasih sayang, momen saat mereka berdua saling bermesraan dengan bebas, seolah-olah tidak ada rasa bersalah sedikit pun di hati mereka.

"Ada apa ini Kiara." Pak Edward sangat terkejut, mata Kiara masih menatap tajam ke arah layar besar itu.

"Apa ini serius, apa yang di lakukan Ferdi dan Emely." Bu Silvia ikut menanyakan pada Kiara yang berdiri di samping mereka

1
Teh Yen
cie Kiara udh berani pegang tangan Bagaskara uhuuyyy senengnya pake banget tuh Bagaskara xixiiii
Teh Yen
kapan jadiannya dong kalian ih engg sabar deh liatnya
Teh Yen
iya tapi jangan lama lama.kiara.ntar keburu.d samber ulat bulu lagi gmn dong
Teh Yen
engg akan sadar sadar kynya tuh c Ferdi yah huih 😤
Teh Yen
penyesalan.selalu.datang terlambat yah kan Emily
Teh Yen
trima kasih Aldo kamu terbaik.hihii
Teh Yen
ayo kiara kapan kamu jujur sama bagaskara tentnga perasaanmu ntar keduluan ulet Keket yg kmr kan bahaya bisa d bawa pergi jauh ntar Bagaskaranya gmn dong ???
Teh Yen
Oalah mimpi toh kirain beneran Kiara engg mungkin senekat itu kan hehe 😁
Teh Yen
aaah sayang sekali coba kalau tadi Tidka ada asisten Kiara yg ketuk pintu mungkin kalian sudah....aaah jd senyum" sendiri bayanginnya haha
Teh Yen
baru sadar sekarang Emily hemmm 😏 sudah berulang kali d ingatkan oleh orang tuamu tentang keputusanmu tp kmu yg ttp ngeyel kan
Teh Yen
jangan bersedih Kiara ,,mungkin takdir Tidka menginginkan kamu punya ank dari laki" seperti Ferdi karena nanti itu bisa jadi Tidka baik ,, sudah move on aj.skoga kamu bisa menemukan kebahagian kembali bersama seseorang yg benar" mencintai kamu dengan tulus
Teh Yen
selamat yah Kiara
Teh Yen
yah mulailah hidup yg baru semangat baru jangan ambil milik ornga lain lagi yah
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kamu itu Emily
Yeni Astriani
lanjut Author
Teh Yen
smoga rencanamu berhasil Kiara ,,dan Ferdi tidak meminta yg aneh" tentunya
Teh Yen
siap siap kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini Ferdi
Teh Yen
masih punya muka aj tuh c Ferdi mau masuk kantor Wijaya engg tau malu iiih
Teh Yen
ya sudah coba saja Emily apa kamu bisa bertahan d tengah keterpurukan ekonomi hemm 😏 .... aku ragu sih kita liat saja nanti
Teh Yen
wah Emily sepertinya otakmu Tidka bisa berpikir dengan jernih ,, setelah semua yg terjadi kamu masih menginginkan Ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!