Ini novel pertamaku,kalau ada yang salah tolong di beri tahu ya..semoga kalian suka.
Jessica dan alice adalah sahabat baik sejak kecil,mereka selalu melakukan kegiatan yang sama setiap hari.
Tapi alice menyimpan perasaan pada kakaknya jessica,austin stave mereka saling menyukai hanya saja tidak bisa diungkap dengan kata.
Pada waktu yang sama kakak jessica yang lebih tua,jimmy stave juga menyukai alice,tapi alice tidak tahu kalau jimmy sangat menyukainya.
Suatu hari datang seorang wanita,dia ingin mengambil harta kekayaan milik keluarga staven dan juga dia ingin menghacurkan percintaan diantara mereka.
Mampukah alice mempertahankan cinta pujaan hatinya atau austin terlebih dahulu mengungkapkan cintanya pada wanita yang tidak tahu asal usulnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Bryan melihat anaknya dan wanita itu secara bergantian,wanita itu sepertinya tidak menyukai anaknya.
“Arthur apa dia pilihan hatimu?”
“Yes dad” ucap arthur dengan percaya diri.
“Hey kau belum meminta persetujuan dariku!” protes alice.
“Istriku bukankah kau ingin menjadi permaisuri hatiku?”
Kerana kesal alice memukul tepat diperut arthur, “Makan tuh pukulanku,enak tidak!” tanya alice dengan sini.
“Kau!”
“Arthur! didalam keluarga kita tidak bisa memaksa perasaan seseorang,kalau dia tidak menyukaimu lepaskan saja dia!” ni
Bryan berjalan mendekati arthur dan berbisik pada anaknya, “Tapi kalau kau benar benar menyukaimu,jangan berputus asa.kejar dia sampai dapat!daddy mendukungmu” ucap ayahnya lagi.
“Ck,dad dia tidak mudah didekati” ucap arthur dengan susah payah,sakit diperutnya masih belum hilang.
“Usaha nak,didalam keluarga kita tiada kata menyerah” bryan memberi semangat pada ayahnya.
Arthur mulai berdiri meski sakit diperutnya belum hilang sepenuhnya tapi dia tetap bangun dan berjalan mendekati alice.
“Grace,aku ingin kau ambil semua berkas itu dan mencetak semuanya di lantai bawah!” perintahnya.
“Hey kenapa aku harus dengar perintahmu?!” tanya alice dengan kesal.
“Kerana aku bosmu” ucap arthur dengan bangga.
“Bodoh amat” alice mengambil tasnya dan ingin pergi.
“Mau kemana?”
“Kan kau bilang mencetak semua berkas ini,sudah aku mau pergi.minggir!”
Arthur melihat alice keluar dari ruangannya,tadi sudah memukulnya jangan pikir dia tidak akan membalas,tunggu dan lihat saja.
Bryan mendekati anaknya dan menasihatinya agar tidak terlalu lama bermain-main kerana ibunya sangat ingin punya cucu.
“Yes dad aku tahu dan daddy sana pergi!” usir arthur.
“Dasar anak kurang ajar!awas ya kalau kau tidak memberi ibumu cucu!”
“Ya ya” ucap arthur dengan malas.
Setelah ayahnya pulanh,arthur berjalan mendekati mejanya dan duduk disana,dia ingin mengecek berkas berkas yang perlu ditanda tangani.
Tamp terasa waktu sudah menunjukkan 5 sore semua karwayan sudah mengemas ingin pulang tapi tidak bagi alice.
Berkas yang perlu dia salin belum selesai sepenuhnya dan dia mulai mengutuk arthur sendirian.
“Dasar pria si*lan,kenapa harus aku yang mencetak semua ini” makinya.
“Istriku kalau buat kerja sekalian mengutukku itu sesuatu yang tidak baik loh” arthur mendekati alice dan memeluknya dari belakang.
“Si*lan jangan memelukku sesuka hatimu!” alice memukul tangan arthur yang melingkar diperutnya.
“Ayo pulang sayang”
“Diam kau! kau memberi pekerjaan yang banyak untukku!” marah alice.
“Hey aku hanya meminta kau menyalin dua berkas doang” ucap arthur seraya melepaskan pelukkannya.
“Hari ini ramai yang mengunakan mesin ini kau tahu!”
“Oke oke jangan marah,kau bisa membuat ini besok.sekarang kita pulang sayang” ajak arthur seraya mencium pipi alice.
Alice diam saja sedangkn wajahnya sudah memerah kerana arthur menciumnya secara tiba tiba.
“Ayo”
“Hmm”
Selama diperjalanan alice merasa matanya tersangat berat,apa kerana terlalu banyak mengunakan tenaga membuat dirinya menjadi lelah?
“Istriku kalau kau ingin tidur nih disini aku siap menampung kepalamu” ucap arthur seraya menepuk kedua pahanya.
“Tidak mau!” tolak alice dengan cepat.
“Tidak mau ya sudah jangan kau bersandar dipundakku!” ucap arthur kemudian melihat kearah jendela.
Alice meletakkam kepalanya dijendela,tidak lama kemudian dia mulai memejamkan matanya dan tertidur.
Arthur tidak sadar kalau alice tertidur disebelahnya,saat mobilnya masuk kedalam pangkaran rumah tubuh alice jatuh diatas pangkuan arthur.
“Dasar wanita berdarah dingin” ucap arthur kemudian membiarkan alice tidur dipangkuannya.
Arthur masuk kedalam rumahnya,dia langsung menuju kamar tamu untuk alice menginap.setelah meletakkan alice dikamar itu,arthur memerintahkan pelayan wanita itu mengantikan pakaiannya.
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak 👋
Terus up dan tetap berkarya 👍🏻