Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.
Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mira Gadis Tegar.
"Ga apa-apa, Nak saya tulus kok beneran mau bantu," kata ayah terus memaksa.
Tapi Mira tetep kekeh dengan pendiriannya ia ingin mendorong gerobak sendiri saja, akhirnya ayah hanya membantu dari belakang untuk meringankan bebannya saja biar tidak terlalu berat.
Tadi ayah sempat berpikir kenapa pemulung itu begitu tega tidak ingin membantu Mira, padahal Mira sudah berbaik hati memanggil mereka memberi tahu kalo bakso gratis sudah datang, jadi kini ayah paham alasannya Mira yang menolak bantuan orang.
Entah!! tapi pasti Mira punya alasan sendiri kenapa ia ingin sekali mengabdikan dirinya untuk merawat ibu serta adiknya, dan ayah juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan ibu dan adik Mira hingga harus mengunakan bantuan gerobak untuk berjalan.
*****
Sampainya Mira deket dengan gerobak ayah ia mengeluarkan batu dari dalam gerobak untuk ganjel supaya gerobak tidak berjalan saat di lepas, sekali lagi ia mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya dengan pakaian yang ada di badan.
"Hufft ... akhirnya sampai juga, Ibu, Adik kita makan bakso ya! akhirnya hari ini kalian bisa makan juga," kata Mira senang.
"Sebentar, Nak! Bapak buatin dulu baksonya buat Ibu dan Adikmu," kata ayah sedih.
"Makasih banyak ya, Pak! semoga kebaikan Bapak di balas berlipat kebaikan oleh Allah karena sudah berbagi pada kami yang sangat membutuhkan ini," uncap Mira mendoakan.
"Aminn ... makasih sayang atas doanya, kamu anak sholehah pasti Allah mengabulkan segala doamu," puji ayah penuh dengan rasa haru.
Ayah pun segera membuatkan bakso tiga mangkok untuk Mira dan keluarganya. Pertama ayah kasih buat ibunya, tapi Mira yang menerimanya, lalu untuk adiknya tapi sama Mira di tahan.
"Tunggu, Pak yang itu buat siapa? kan ini sudah ada?" tanya Mira.
"Ini buat Adikmu! masa mau semangkok berdua mana kenyang sayang," jawab ayah.
"Oh buat, Adik! ya udah makasih banyak Pak, di situ aja dulu Mira mau suapi Ibu dulu," kata Mira meniupin bakso dan menyuapin ke ibunya.
Setelah menyuapin ibunya, Mira menaruh mangkok bakso ibunya dan gantian ambil mangkok bakso adiknya dan menyuapinnya, lalu bakso milik ibunya lagi, begitu terus bergantian sampai bakso pun habis.
Bakso milik Mira belum di kasih kuah oleh ayah, sengaja takut mienya melar terlalu lama di diemkan, ayah masih terus memandangi Mira yang begitu dewasa, dan berhati-hati sekali mengurus keluarganya, sedari tadi adik dan ibu Mira hanya diem saja tanpa bicara, ayah berpikir kalo mereka bisu tak bisa bicara tapi ayah terkejut saat mendengar adiknya Mira bicara.
"Kak, aku haus ingin minum," pinta adiknya Mira yang sedari tadi diem.
"Oh ya sebentar Kakak, cari air minum dulu ibu juga pengen minum ya?" tanya Mira pada ibunya.
Ibunya hanya tersenyum sambil mengangguk kepala, ayah melihat pemandangan penuh haru ini membuat banyak pertanyaan dalam hatinya.
"Pak, aku titip sebentar ya ibu sama adikku, saya mau beli minum dulu!" uncap Mira meminta tolong.
"Kamu di sini saja, Nak biar Bapak yang beli airnya ya," kata ayah menawarkan bantuan.
Tadinya sempat menolak tapi setelah di paksa berkali-kali baru Mira setuju dan sangat berterima kasih pada ayah, saat Mira ingin memberikan uang lembaran lima ribu rupiah, yang begitu lusuh dan lecek ayah menolaknya dan menyuruh Mira untuk menyimpannya kembali.
"Oh makasih banyak ya, Pak udah mau bantu saya ini uangnya buat beli air minumnya," kata Mira.
"Ga usah, Nak simpen kembali uang itu biar Bapak yang beli airnya ini khan bakso milik Bapak jadi seharusnya, Bapak yang menyiapkan airnya," kata ayah beralasan biar Mira mau menerima bantuannya.
"Oh ya sudah makasih banyak ya, Pak buat segala kebaikan, Bapak." Mira sangat bersyukur.
Ayah hanya tersenyum mendengar uncapan Mira, dan ayah segera pergi ke warung terdekat untuk beli aqua gelas sekardus sekalian buat yang lainnya juga.
Sudah dapat airnya ayah segera kembali menemui Mira dan memberikan air minumnya, yang lain juga ikut ambil airnya dan meminum melepas dahaga begitu menikmati sekali seperti baru menemui air selama satu hari ini.
Setelah membantu ibu dan adiknya minum Mira bersiap ingin beranjak pergi setelah menguncapkan terima kasih pada ayah, tapi ayah mencegahnya karena Mira belum makan bakso miliknya.
"Pak, terima kasih buat baksonya, kalo gitu saya sama ibu saya permisi dulu!" pamit Mira.
"Eeh ... tunggu mau kemana? ini bakso kamu gimana khan belum di makan?" tanya ayah mencegah Mira pergi.
"Bakso saya! khan udah dua mangkok, Bapak ngasih saya, udah kebanyakan masa mau kasih lagi tar bakso, Bapak habis gimana?" tanya Mira ragu.
"Kamu lupa ya, Nak ini kan hari Jumat berkah jadi baksonya semua gratis ga perlu khawatir habis, memang sengaja ingin di habiskan," kata ayah meyakinkan.
Mira nampak berbikir sebenarnya ia juga ingin baksonya tapi kalo di paksakan takut bakso ayah habis, jadi ia hanya diam melamun, sampai akhirnya ayah menyuruhnya duduk dan membuatkan bakso yang tadi sempat tertunda.
*****
Mira pun duduk di bangku yang ayah sediakan dan ayah memberikan baksonya kepada Mira, masih dengan tatapan penuh keraguan Mira belum juga memakan baksonya ia hanya pandangi saja.
"Kok malah di liatin ga di makan, tar keburu dingin baksonya gimana ga enak tau?" tanya ayah.
"Tapi ini beneran buat saya!" kata Mira masih ragu.
Ayah tersenyum sambil menganguk, akhirnya Mira mau memakan baksonya ia makan begitu lahapnya terbayang oleh ayah betapa besarnya perjuangan gadis kecil ini, ia selalu mendahului agar ibu dan adiknya bisa makan tak perduli seberapa laparnya dia, baginya memastikan makanan ibu dan adiknya hal yang paling utama.
"Berapa usiamu, Nak?" tanya ayah.
"8 tahun tahun, Pak."
"Bukankah seharusnya kamu ada di sekolah? terus apa yang terjadi pada ibu dan adikmu?" tanya ayah melihat ke arah keluarga Mira.
Mira tak langsung menjawab sebab di mulutnya masih ada bakso yang belum ia telan, sambil mengunyah dan menelannya pelan-pelan, Mira pun menjawab pertanyaan ayah saat mulutnya sudah kosong.
"Saya sekolah tapi!! hanya sebentar itu pun hanya menyimak dari luar jendela karena, saya ga punya biaya untuk ikut belajar dari dalam," jawab Mira."Sedangkan yang terjadi pada, ibu dan adik akibat dari sebuah kecelakaan."
...Mira berhenti dan lanjut makan menghabiskan bakso yang masih tersisah sedikit lagi. Ia mengunyah bakso itu perlahan dan melihat ke arah ibunya, terlihat olehnya kalo ibunya menanggis, ia pun segera menaruh mangkok bakso, dan menghampiri ibunya....
"Ibu, kenapa menanggis!" tanya Mira.
Ibunya hanya mengelengkan kepala, memberi isyarat bahwa tidak ada apa-apa.
"Mungkin Ibu lelah, Kak ingin istirahat," jawab adiknya Mira.
"Oh! yasudah sebentar Mira mau berterima kasih dulu pada, Bapak yang baik hati itu," kata Mira kembali menemui ayah.
"Pak, sekali lagi saya uncapin banya-banyak terima kasih atas rejeki yang Bapak berikan kepada kami semua yang ada di sini, saya permisi dulu sepertinya ibu saya ingin istirahat," kata Mira berpamitan.
"Iya sama-sama, saya akan ada di sini setiap Jumat datang ke sini ya jangan sungkan," uncap ayah.
Semua yang ada di depan ayah mengangguk setuju dengan wajah penuh kebahagian. Mira siap ingin melepas batu yang menganjal gerobak yang membawa ibunya, saat ada yang ingin membantu Mira selalu menolaknya entah apa sebabnya pasti Mira punya alasan yang tak bisa ia ceritakan.
Mereka pun pergi menghilang dari pandangan ayah, karena hari sudah sore ayah pun bersiap ingin pergi juga pulang kembali kerumah karena baksonya sudah habis, mangkok terakhir di berikan untuk Mira.
BERSAMBUNG ...
*****
Terima kasih sudah baca jangan lupa kasih like dan juga komenya ya, vote author nya agar semangat nulisnya.
❤ Tambahkan ke faforit ya❤
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘