Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Pacar Dean yang mendengar suara Austin langsung mengenalinya.
Bagaimana mungkin ia lupa, saat itu ia pernah melihat Austin dalam sebuah acara bisnis beberapa waktu lalu dan sosok pria itu terlalu menonjol dan memiliki aura kekuasaan yang sulit untuk dilupakan oleh para pembisnis lainnya yang hadir saat itu.
Austin menoleh sekilas ke arahnya lalu kembali memandang Yurika.
"Apa dia temanmu?" tanya pacar Dean.
Detik itu juga Yurika langsung membelakangi Dean dan pacarnya, lalu dengan gerakan kecil, ia menggerakkan bibirnya tanpa suara.
"Dia mantanku.."
Austin langsung memahami situasinya.
Mata Yurika berkedip cepat. Ada sedikit kemarahan yang belum tersalurkan di sana.
"Tuan Austin," katanya dengan nada setengah mengeluh, "tolong bantu aku."
Austin terdiam beberapa detik kemudian ia melangkah maju.
Posturnya yang tinggi membuat kehadirannya langsung mendominasi suasana. Berdiri di depan Dean membuat perbedaan mereka terlihat begitu jelas.
Austin memiliki bahu lebar, kaki panjang, dan aura tenang yang membuat orang sulit mengabaikannya. Sebaliknya, Dean yang sebelumnya tampak percaya diri mendadak terlihat biasa saja.
Austin mengerutkan kening dan bertanya, "Siapa kau?"
Dengan tangan yang dimasukkan satu tangan ke dalam saku celananya, ekspresi Austin terlihat tetap datar.
"Mantan pacar?"
Pertanyaan itu terdengar lebih seperti pernyataan. Lalu, sebelum Dean sempat menjawab, Austin mengangguk pelan.
"Kalau begitu, perkenalkan."
Tatapannya tenang namun tajam.
"Aku Austin." ucap Austin dengan sangat percaya diri, lalu dengan tenang ia melanjutkan kalimatnya, "Pacar Yurika saat ini."
Keheningan langsung menyelimuti mereka, apalagi Dean yang seketika itu juga langsung membeku.
Dalam pikirannya, Yurika selalu menjadi tipe wanita yang serius dan lambat dalam urusan cinta. Ia tidak pernah membayangkan bahwa setelah putus, Yurika bisa begitu cepat menemukan seseorang.
Dan bukan sembarang seseorang.
Pria di hadapannya memiliki penampilan, karisma, dan ketenangan yang membuat orang lain sulit bersaing.
Untuk pertama kalinya, Dean merasakan dorongan kompetitif yang tidak nyaman. Namun semakin lama ia menatap Austin, semakin jelas bahwa mereka berada di tingkat yang berbeda.
Yurika yang melihat ekspresinya hampir tertawa.
Tak ingin memberi kesempatan siapa pun meragukan cerita mereka, ia langsung melangkah mendekat.
Tubuhnya bergerak ringan hingga berdiri tepat di sisi Austin. Kemudian ia sedikit memiringkan kepala ke arahnya dan tersenyum manis.
"Kalau begitu..."
Tatapannya beralih pada Dean.
"Aku rasa kita tidak perlu saling mengganggu lagi."
Nada suara Yurika terdengar ringan, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pertemuan ini tidak berarti apa-apa baginya.
Tidak ada penyesalan, nostalgia, ataupun perasaan yang tertinggal. Namun saat Yurika mendekat, ia tidak menyadari perubahan kecil yang terjadi pada Austin.
Aroma lembut parfum yang dikenakannya perlahan memenuhi indra pria itu.
Rambut hitam panjang Yurika bergesekan ringan dengan lengan jasnya setiap kali tertiup angin.
Sentuhan kecil yang nyaris tidak berarti. Namun entah mengapa terasa begitu jelas.
Dari posisi mereka, Dean dan pacarnya dapat melihat sesuatu yang tidak disadari Yurika.
Tatapan Austin yang biasanya dingin dan tenang seakan menjadi es yang tidak bisa disentuh. Namun kini, di balik ketenangan itu, ada kelembutan samar yang muncul tanpa sengaja.
Tetapi cukup untuk membuat keduanya tertegun.
Seolah bulan dingin yang menggantung di langit malam tiba-tiba memancarkan kehangatan yang tak terduga.
Dan untuk sesaat, dunia Austin tampaknya hanya berisi satu orang yaitu Yurika...
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏