Talisa gadis malang yang sedang mencari Ibra Abraham lelaki yang sangat dicintainya dan juga ayah dari anak yang sedang di kandungnya tanpa ikatan pernikahan.
Di buat kecewa dan frustasi setelah mengetahui bahwa Ibra Abraham adalah Jonathan Alwira pengusaha muda dan juga seorang cassanova.
Akankah Lisa bisa melupakan Nathan dan bangkit dari keterpurukanya untuk membesarkan Amera anak yang telah di lahirkannya?
Bagaimana jika Nathan kembali hadir di kehidupannya ketika Lisa sudah bisa membuka hati untuk orang lain demi Amera?
Bijaklah membaca 18+
IG: harumini_12
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 HAL PENTING
Aneh sekali,,,,.
"Ada apa terlihat bingung begitu?"
"Oh tidak ada apa-apa hanya heran saja sama pria paruh baya yang sedari tadi menatap kearah bayi Lisa."
"Kamu salah lihat kali, disini kan bayi banyak, bukan cuma anak Lisa doang"
"Benar juga sih"
"Bagaimana keadaan Lisa sekarang, oh ya bayi Lisa yang sebalah mana?" tanya Raffa pada Dini ketika baru sampai di rumah sakit.
"Nih" tunjuk Dini menunjukan dimana bayi Lisa diletakkan. "Syukurlah Lisa baik-baik saja walaupun melahirkan dengan cara cesar" jelas Dini.
"Oh ya aku ada kabar baik, pemilik Cafe X, menanggung semua biaya persalinan Lisa, dan yang paling membuat aku terkejut semua perlengkapan bayi Lisa semuanya sudah disediakan dan semuanya sudah lengkap"
Dini yang terkejut hanya mengangkat kedua alisnya bingung.
"Sudah tidak usah terkejut begitu, bos aku bilang semua karyawan yang melahirkan akan mendapat keistimewaan yang sama seperti Lisa, sudah sini mana kunci rumahmu, bos aku bilang dia akan mengirim semua kebutuhan bayi Lisa sekarang, biar aku yang urus kamu disini saja temani Lisa."
"Baiklah terima kasih ya Fa, maaf merepotkan terus."
"Tidak masalah kita kan keluarga" ucap Raffa sambil menepuk punggung Dini dan pergi meninggalkanya.
"berapa kekayaan bos Lisa dan juga Raffa ya sampai-sampai semua karyawan yang melahirkan mendapat keistimewaan seperti Lisa, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran orang-orang kaya," gumam Dini dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tidak percaya setelah kepargian Raffa.
***
Tiga bulan kemudian.
"Tuan sepertinya nona muda sedang mencari pekerjaan lain, tadi pemilik cafe X memberitahu bahwa Lisa sudah mengundurkan diri dari cafe X" ucap Alex ketika berada diruang kerja Permana.
"Kamu awasi dia kemana dia akan mencari pekerjaan."
"Ini tuan" Alex menyodorkan tablet kehadapan Permana.
"Ok Antarkan saya ke perusahaan herlando sekarang juga Lex"
"Baik tuan silahkan" ucap Alex yang langsung mempersilahkan Permana berjalan terlebih dahulu.
***
Perusahaan Herlando.
"Astaga bermimpi apa aku semalam kedatangan pengusaha terkenal di negeri ini" canda Bagus ketika Permana sudah di dalam ruang kerjanya.
"Jangan sok dramatis begitu tidak pantas seperti ibu-ibu saja."
"Ha ha ha Bagus tertawa, maaf teman sepertinya ada hal yang penting hingga kamu bisa datang ke perusahaanku ini?"
"Ya begitulah apa kamu bisa memantuku?"
"Ya tentu dengan senang hati aku akan membantumu apa yang kiranya bisa aku lakukan untukmu teman?" tanya Bagus.
"Ini" Permana menyodorkan sebuah map coklat kehadapan Bagus.
"Apa ini" Bagus memicingkan sebelah matanya, "jangan bilang selingkuhan kamu?" tanya Bagus penasaran ketika sudah membukanya.
"Enak saja kamu tahu kan kalau aku cinta mati sama Rosa tidak mungkin aku menghianatinya."
"Iya iya tahu seperti anak jaman sekarang apa itu namanya, oh ya bucin, seloroh Bagus sambil tertawa"
"Sudah lah apa kamu menertawakan ku teman."
"Jelas siapa lagi yang ada di ruangan ini selain dirimu"
"Ah sudahlah bercandanya aku ingin wanita itu bekerja di Perusahaanmu" ucap Permana sambil menunjuk isi lamaran yang sudah dibuka oleh Bagus.
"Ok, tapi siapa wanita ini?" Tanya Bagus masih penasaran.
"Dia anak dari temanku yang sudah tiada, aku berhutang budi padanya jadi aku ingin membalas budinya lewat anaknya"
"Terus aku harus mempekerjakan dibagikan apa?"
"Terserah padamu yang penting jangan memberatkan dia dan waktu kerjanya jangan terlalu lama dia seorang single Mom dengan satu anak yang masih bayi."
"Baiklah aku akan menjadikan dia sebagai sekretarisku kebetulan aku membutuhkan sekretaris baru"
"Ok, bagus kalau begitu oh ya aku punya permintaan lagi saham aku yang ada diperusahaan ini aku berikan pada dia dan segera urus menjadi atas namanya"
"Baik, terus apa lagi?" Tanya Bagus ketika melihat temannya ingin mengucapkan sesuatu.
"Oh ya aku ingin setelah satu tahun dia bekerja bilang saja dia mendapat fasilitas dari kantor berupa apartemen, mobil dan juga supir pribadi, aku sudah menyiapkan semuanya bilang saja padanya itu sebagai hadiah untuk karyawan terbaik."
Bagus yang mendengar perkataan temannya hanya mengangguk-anggukan kepalanya." terus?" Tanya Bagus lagi.
" Aku ingin dia tidak mengetahui ini semua dan ingat ini rahasia kita berdua."
"Baik teman aku akan merahasiakan ini semua."
*Baiklah terimakasih kamu sudah mau membantuku" ucap Permana yang langsung memeluk temannya itu.
Flashback off.
***
Kediaman Herlando.
Aku yakin kalau Nathan Alwira adalah ayah kandung Amera, ucap Ito ketika sudah berada di dalam kamarnya.
Masih jelas di ingatanku ketika pertama kali bertemu dengan Nathan di acaranya, terlihat jelas raut wajah Lisa yang begitu terkejut melihat Nathan dihadapkannya.
Dan ya aku masih ingat apa yang Amera katakan waktu di taman bahwa Lisa menyimpan foto Nathan, Ucap Ito lirih sambil mengingat kejadian akhir-akhir ini.
Achh,,, ucap Ito frustasi sambil mengacak acak rambutnya frustasi.
***
Caffe
Disinilah Ito dan juga Lisa sekarang berada untuk makan malam, Setelah Ito menyadari kalau Nathan Alwira adalah ayah kandung Amera, akhirnya Ito memberanikan diri untuk menghubungi Lisa mengajak makan malam diluar untuk menanyakan langsung kepada Lisa yang sebenarnya.
"Makanlah" ucap Ito pada Lisa setelah semua hidangan tersaji di atas meja.
"Terima kasih" Lisa berkata sambil tersenyum kepada Ito yang membuat hati Ito ragu untuk menanyakan hal yang ingin ditanyakannya takut membuat Lisa tersinggung karena menanyakan tentang masa lalunya.
"Aku jadi tidak tega menanyakan masa lalu kamu dan siapa ayah kandung Amera kepadamu Lis," gumam Ito dalam hati sambil menatap Lisa yang juga sedang menatapnya sambil tersenyum yang membuat hati Ito luluh.
"Mas" ucap Lisa ketika sudah selesai menghabiskan makan malamnya. "tadi mas telepon aku karena ada hal penting yang ingin mas tanyakan silahkan tanyakan saja" ucap Lisa lagi.
"Eem, maaf Lis sepertinya tadi aku salah berbicara maaf yah."
Lisa hanya tersenyum mendengar ucapan Ito.
"Kamu tidak marah kan Lis kepadaku."
"Tidak mas aku tahu mas akan menanyakan siapa ayah kandung Amera bukan?"
Deg,,, jantung Ito serasa berhenti karena terkejut kenapa Lisa bisa mengetahui apa yang akan ditanyakan kepada Lisa.
"Tidak usah terkejut begitu mas sebenarnya aku juga ingin memberi tahu hal penting yang seharusnya mas tahu tentang aku selama ini."
"Maaf mas, selama ini aku tidak pernah terbuka kepada mas yang sudah menyayangi Amera seperti anak mas sendiri dan memperlakukanku dengan baik tanpa menuntut lebih" Ucap Lisa sambil tersenyum.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk kamu dan juga Amera aku akan tetap menyayangi kalian berdua lebih dari nyawaku apapun yang terjadi" ucap Ito yang langsung menggenggam tangan Lisa yang berada di atas meja.
"Terima kasih mas aku akan memberitahu siapa ayah kandung Amera yang selama ini aku tutupi, karena ini semua juga karena kesalahanku yang terlalu percaya kepada seseorang yang sangat aku cintai tanpa aku mengenal lebih jauh orang tersebut."
"Apa kamu masih mencintai orang tersebut Lis?"
"Tidak, setelah aku tahu siapa dia sekarang dan kita sudah memiliki kehidupan Masing-masing."
"Bagaimana kalau dia masih mengharap kamu kembali kepadanya?"
Kira-kira apa yang akan dikatakan Lisa?
Mau tau?
*****