NovelToon NovelToon
Change Me

Change Me

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Action / Teen School/College / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:63k
Nilai: 5
Nama Author: Dsmbr happier

Hanna Az Zita Abdullah. Gadis ceria dan penuh semangat itu seketika menjadi gadis dingin datar dan tertutup gara-gara dia kehilangan sosok yang paling berharga dalam hidupnya.

Kemudian dia pindah ke Yogyakarta, membuatnya bertemu dengan orang yang mampu mengubahnya seperti sedia kala. Siapakah dia? Bagaimana dia merubah Zita menjadi gadis yang periang dan melupakan kenangan bersama seseorang yang telah meninggalkan Zita?

Baca kisah perjalanan masa remaja yang seru
di sini.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dsmbr happier, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Tiga

Risky sudah berangkat lima belas menit yang lalu. Tapi mereka berdua masih saja berdiam di sana. Bukan mereka berdua sebenarnya, karena Bizal harus terus menunggu Zita yang sepertinya masih betah berlama-lama disana.

"Zi lo kenapa jadi sedih gitu sih?"

Ucapan Bizal memecahkan lamunan Zita. Ia bahkan lupa jika sekarang ia masih di bandara karena saking asyiknya melamun.

"Ah maaf" Zita merasa tidak enak dengan Bizal.

"Sedih ya ditinggal Risky?"

Zita membalas tatapan Bizal, kemudian tersenyum. "Bukan itu, gue tiba-tiba pingin ke Jakarta aja. Gue kangen sama semua yang ada disana."

"Kenapa lo nggak kesana aja, mumpung masih liburan juga kan? disana beberapa hari bisa lah buat kangen lo berkurang."

"Nggak bisa. Gue masih ada urusan di sini" balas Zita. Bizal menatap Zita bingung.

"Urusan apa?"

"Harus ya gue bilang sama lo?" jawaban Zita membuat Bizal merasa bersalah.

"Ohh maaf, gue terlalu pingin tahu ya. Nggak apa-apa kalau nggak mau cerita" Bizal tersenyum tipis.

Zita menghela nafasnya sebentar. Menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakan hal ini pada nya atau tidak. Lagi pula selama ini Bizal sering membantunya, bahkan ia juga telah mengetahui latar belakangnya sekarang. Tidak masalah baginya.

"Bokap gue lagi ada masalah sama orang, dia mau nyelakain keluarga gue. Lo tahu, orang-orang yang waktu itu ngehadang kita itu adalah orang bayaran dia. Mereka mau jadiin gue alat buat hancurin Papa kalau kemarin gue ketangkep."

Zita tentu tidak menceritakan bagian Kakak nya, baginya hal itu tidak perlu diketahui oleh Bizal. Sehingga ia hanya menceritakan hal itu saja yang kebetulan juga berhubungan dengannya beberapa waktu lalu.

Bizal terkejut mendengarnya. "Terus gimana?!"

"Masih aman sih sampai sekarang, gue cuma nunggu arahan dari Papa aja. Gue sebenernya mau bunuh mereka langsung, tapi bokap gue ngelarang. Geram gue jadinya" Zita mengepalkan tangannya.

"Percaya gue mah, psikopat lo emang" gumam Bizal lirih tapi dapat di dengar oleh indra pendengaran Zita.

"Ngomong apa lo?!" ucapan Zita berubah dingin membuat Bizal mengkerut. Ia tahu persis Zita tidak dapat diajak bercanda sekarang.

"Iya maap maap."

...----------------...

Sementara di tempat lain.

"Bagaimana bisa kalian gagal?!!" ucap orang tersebut. Semua anak buah di depannya menunduk takut tak berani menatapnya.

"Ma maaf bos, dia terlalu kuat" jawab anak buahnya takut-takut.

"Bagaimana mungkin kalian bisa kalah dengan gadis kecil sepertinya!"

"Dia bukan gadis biasa bos"

"Benar bos, kami sudah mengeroyoknya tapi tetap saja kami kalah" timpal anak buahnya yang lain.

"Bodoh! dasar tidak berguna kalian!" orang tersebut menendang meja di depannya. Botol-botol alkohol pun menjadi berserakan dimana-mana dan tak berwujud. Mereka menjadi semakin takut, suasana semakin mencekam.

Orang tersebut mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. "Halo, aku ingin kalian menyusun dan lakukan dengan segera rencana kedua untuk ku" ucapnya dengan suara dingin.

"Baik, tapi ingat untuk mentransfer sisa uang nya setelah kami berhasil."

"Tentu. Tapi pastikan kali ini tidak akan gagal!"

Orang itu memutuskan sambungan telepon nya. Dan menatap anak buahnya dengan muak. "Pergi kalian! kembali ke markas dan laksanakan tugas kalian!"

Semua anak buahnya pun mengangguk patuh dan bergegas pergi dari sana sebelum amarah bos nya semakin menjadi-jadi.

"Lihat saja kamu Malik, kau tidak akan mampu menghindar lagi sekarang. Aku pastikan kau akan hancur!" ucap nya dengan seringaian kemenangan.

...****************...

"Non Zita, ada Mas Bizal di depan Non" Bi Sum menghampiri Zita yang duduk di ranjang kamarnya.

"Bizal? mau ngapain dia Bi?"

"Bibi nggak tahu Non" Zita bangkit dari ranjang dan melangkah keluar kamar dengan malas.

"Nggak ada kerjaan ya lo?" Zita duduk di samping Bizal.

Bizal tersenyum manis. "Udah siap kan?" tanpa babibu Bizal menarik tangan Zita keluar rumah. Zita yang terkejut pun menatap Bizal dengan aneh.

"Mau kemana sih, woyy!"

"Lo lupa ya sama janji lo kemarin?!"

Zita berusaha mengingat ingat. Ah iya, kemarin ia berjanji akan mengajari nya latihan beladiri. Sebenarnya ia menolak itu, tetapi rengekan Bizal yang berisik itu adalah senjata terkuat Bizal agar Zita bisa luluh.

Zita menghembuskan nafas kesal. Entah kenapa juga ia tidak bisa menolak ajakan cowok itu. Walaupun jiwa nya sangat keberatan di paksa-paksa seperti itu, namun hatinya berkata lain. Ia senang berdekatan dengan nya, mungkin karena Bizal selalu bisa menghilangkan sedih di hatinya.

Mereka sampai di sebuah rumah tua yang masih terawat dengan baik. Rumah ini terletak di sebuah pedesaan yang tidak terlalu jauh dari kota.

"Ayo masuk!" Zita mendorong punggung Bizal dengan kedua tangannya.

Begitu masuk Bizal langsung terpana melihat keadaan di dalamnya. Sangat jauh dari keadaan luar rumah ini yang seperti rumah kosong dan menyeramkan. Tempat ini terdiri dari ruang tengah yang sangat luas berisi banyak bangku-bangku seperti ruang pertemuan.

Ada juga bilik kamar dan dapur dengan alat-alat nya lengkap. Seperti rumah pada umumnya. Di sebelahnya lagi ada seperti sebuah lapangan luas dan arena bermain panah. Semua lengkap dengan peralatan panah dan ada semacam senjata api di sana, seperti sengaja disediakan.

"Ini tempat apa Zi?" lidahnya gatal sekali untuk menanyakan kepada Zita.

"Dulunya tempat ini kosong, tapi sekarang gue rubah jadi tempat gue latihan. Masih baru juga kok, belum ada 3 bulan" jelas Zita.

"Terus lo gunain buat apa tempat ini? nggak mungkin kan tempat seluas ini lo jadiin tempat latihan doang"

"Orang suruhan Papa biasanya sering kesini juga, bahkan nginep di sini. Gue takutnya kalau mereka balik ke rumah, keluarga mereka bisa terancam. Jadi gue suruh mereka tinggal disini aja, sampai masalah ini selesai."

"Pinter juga ya lo Zi, giliran masalah pelajaran aja ogah-ogahan" Bizal tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Zita ikut tersenyum. "Semua udah ada porsinya sendiri-sendiri, kalau gue pinter dalam akademik juga terus bagian lo apa dong? jatuhnya nanti gue serakah"

Dalam hati Bizal membenarkan ucapan Zita. Semua orang punya kurang lebihnya masing-masing, dan Zita tidak malu ataupun sungkan untuk mengungkapkan kelemahannya. Satu poin lebih Zita di mata Bizal.

Bizal berjalan ke arah jejeran senjata api yang tertata rapi. Revolver, Glock Meyer 22, Raging bull, FN 57, colt 1911, Dessert eagle dan masih banyak lagi senapan terkenal yang ada disana. Bizal memang sedikit mengetahui nama dan kegunaan dari masing-masing benda itu, namun ia belum pernah melihatnya secara langsung. Ia hanya melihatnya di film-film action.

"Dari mana lo dapetin ini semua Zi?" tanya Bizal excited.

"Ohh itu, semua koleksi nya almarhum Kakek. Beliau mantan anggota kemiliteran" jawab Zita sambil melangkah ke sana.

"Wahh keren banget Zi sumpah! kok lo nggak pernah cerita sih?" Bizal masih menganga dan tak mampu menahan kekagumannya.

Zita mengambil salah satu pistol tersebut. Mengarahkan ke papan tembak yang ada di depan mereka.

Dorr

Peluru itu tepat mengenai sasaran. Bahkan tanpa kesusahan pun Zita menembak itu dengan tangan kirinya, dan tanpa meleset sedikit pun.

"Zi, wahh bener-bener lo emang. Lo bisa juga gunain tuh senjata?!"

Zita tersenyum dan menatap Bizal. "Cuma main-main doang, buat ngurangin stress"

"Lo mau coba?" imbuh Zita.

"Nggak deh, nggak bisa gue" Bizal menggeleng.

"Gue ajarin, kan tujuan gue ngajak lo kesini mau ngajarin lo"

"Kan itu beladiri Zi bukan tembak-menembak kaya gini" gerutu Bizal.

"Nggak apa-apa. Lebih banyak bisa lebih bagus kan?" Zita menaik turunkan alisnya.

Zita membuka laci dan mengambil sebuah pistol di sana. "Pakai pistol kesayangan gue ini" ia menyodorkan pistol itu ke Bizal dan diterima olehnya.

Pistol G2 Combat Kal.99 mm, jenis senjata api yang berasal dan dikembangkan di Indonesia. Menggunakan amunisi 9×19 mm parabellum. Digunakan secara luas oleh angkatan bersenjata di Indonesia, pistol ini dapat diandalkan di berbagai situasi. Yang dapat memastikan akurasinya dengan baik dalam menghadapi situasi pertempuran dengan jarak sangat dekat.

...****************...

...----------------...

1
Little Peony
Semangat selalu thor 🌻
Little Peony
Like like like
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO ya 🌻🌻🌻🌻
Pink Panther
12 like mendarat👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
Pink Panther
5 like👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
Pink Panther
10 like👍
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕

dan minta tolong komen di sana ya, sebagai absen aja sih hehe, makasih😅
Pink Panther
10 like👍
kutunggu likebacknya di karyaku Who is He? dah UP lho😄💕

Saling dukung yah🌹
My
Semangat 💛😉
My
seru
My
bagus
My
keren
My
jempol
My
suka
My
Like
My
Mampir disini 😉💛
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
baca ni dlu ya😘👌
Pink Panther
5 like👍
kutunggu likebacknya di Who is He? dah UP juga lho😄💕
Othor Santai Maksimal❤🖤
hai kk, aku hadir untuk mendukungmu

ditungu feedback nya ya😘😘
Kayuni"
Dunia kita berbeda dengan ketentuan Nasib menunggu 😍
🌻Ruby Kejora
D tgu next eps nya
Sukses slu
Salam dr
JANJI SUCI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!