NovelToon NovelToon
Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Bagaimana kalau istri kedua yang diracun… justru mendapat sistem yang membuatnya mustahil diinjak lagi?

Sumarni seharusnya mati sebagai istri kedua yang bodoh, penurut, dan tak pernah dianggap ada.

Namun, setelah Ratna Dewi, seorang editor dari tahun 2026 bereinkarnasi ke tubuhnya, semuanya berubah.

Dengan bantuan Sistem Istri Ideal, Sumarni bisa mendapatkan poin dari setiap penghinaan yang berhasil ia balas dengan elegan.

Poin itu bisa ditukar dengan skill, informasi masa depan, bahkan antidot racun.

Sedikit demi sedikit, Sumarni merebut perhatian, uang, koneksi, bahkan hati pria yang dulu tak pernah melihatnya.

Tapi semakin ia bersinar, semakin berbahaya permainan yang harus ia hadapi.

Karena di rumah itu… hanya ada satu perempuan yang boleh menang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Air Mata Buaya

Jantung Sumarni berdetak dengan ritme konstan. Ia menikmati setiap detik ketegangan yang menyelimuti seluruh keluarga besar Widjajanto.

Harjono mencengkeram amplop cokelat itu dengan sangat kuat. Urat-urat di punggung tangan pria itu menonjol keras. Buku-buku jarinya memutih pasi menahan ledakan amarah yang memuncak.

Tatapan mata Harjono segelap langit malam. Sorot tajam itu menelanjangi kepanikan di wajah Sulastri tanpa ampun. Stempel biru pudar di ujung amplop itu menjadi saksi bisu pengkhianatan fatal sang istri pertama.

"Kamu menggunakan uang kas operasional pabrik lintingku untuk menyuap buruh cuci?" Suara bariton Harjono bergetar sangat rendah. Nada bicaranya terdengar mematikan di telinga siapa pun yang mendengarnya.

Sulastri jatuh bersimpuh di atas lantai tegel yang berdebu. Air mata buaya mengalir deras merusak riasan bedak tebal di wajahnya. Tangannya meremas ujung kebaya hijau zamrudnya dengan gemetar hebat.

"Mas, aku ini istri pertamamu! Perempuan udik ini yang memfitnahku!" teriak Sulastri dengan suara melengking putus asa. "Amplop itu pasti dicuri oleh pelayannya untuk menjebakku!"

Nyonya Besar Widjajanto melangkah maju menyela perdebatan itu. Bibi tertua keluarga itu mengetukkan ujung payung kayunya ke lantai semen dengan angkuh. Wajah keriputnya memancarkan aura feodal yang kental.

"Harjono, jaga wibawamu di depan para pelayan kotor ini," tegur Nyonya Besar dengan nada merendahkan. "Jangan permalukan istri pertamamu hanya demi membela perempuan dari kasta bawah ini."

Keluarga elit Widjajanto lainnya mulai mengangguk setuju. Mereka memandang Sumarni dan para pekerja batiknya seperti sekumpulan hama. Tradisi kolot keluarga ini selalu berusaha menekan siapa pun yang lahir tanpa gelar darah biru.

Namun, Harjono memutar tubuhnya dengan cepat. Ia menatap lurus ke arah bibinya dengan rahang mengeras.

"Sumarni bukan perempuan dari kasta bawah, Bibi. Dia adalah istri sahku." Kalimat itu meluncur tajam dan tanpa keraguan sedikit pun.

Kata-kata Harjono mengiris kesombongan keluarga aristokrat tersebut dalam sekejap. Sumarni merasakan aliran hangat menjalar di rongga dadanya. Pembelaan publik dari pria angkuh ini terasa sangat nyata dan memuaskan.

Harjono mengangkat amplop berstempel biru itu tinggi-tinggi di udara. "Ini bukan soal kasta atau siapa yang dinikahi lebih dulu. Ini adalah pengkhianatan kotor di dalam rumah tangga dan bisnisku."

Pria tinggi besar itu melangkah mendekati meja jati. Ia menyentuh permukaan tumpukan batik sutra merah marun buatan Sumarni. Jari-jarinya mengusap kelembutan kain itu dengan penuh penghargaan.

"Lihat mahakarya ini," ucap Harjono dengan suara menggema ke seluruh sudut paviliun. "Sumarni bekerja keras siang dan malam membangun bisnis Sekar Malam dengan tangannya sendiri. Ia memberdayakan para wanita di kota ini dengan jujur."

Harjono kemudian menoleh kembali ke arah Sulastri dengan tatapan penuh rasa jijik. Udara di sekitarnya seakan membeku seketika.

"Sementara kamu, Sulastri," lanjut Harjono dengan nada muak. "Kamu hanya bisa berdandan mewah, memakai perhiasan mahal, dan menghamburkan uang pabrik untuk menghancurkan usaha istriku yang lain."

Hinaan terang-terangan itu meluluhlantakkan sisa harga diri Sulastri. Istri pertama itu memukul lantai tegel dengan kedua tangannya. Ia meratapi nasibnya yang hancur berkeping-keping di depan kerabat elitnya.

Para kerabat keluarga Widjajanto saling berpandangan dengan wajah tegang menahan malu. Bukti nyata kualitas batik Sumarni dan kebusukan Sulastri kini terhampar jelas di depan mata mereka. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani membantah kemurkaan sang tuan pabrik.

Layar hijau transparan berkedip lembut di sudut pandangan mata Sumarni.

[Penaklukan Dominasi Keluarga Berhasil. Status Nyonya Rumah mulai bergeser cepat. Poin tambahan: 500 Poin.]

Sumarni menelan ludahnya yang terasa mengering. Sebagai mantan editor, ia tahu betul momentum ini tidak boleh disela. Ia membiarkan suaminya mengambil alih kendali penuh medan perang.

Yu Inem, Wati, dan para pekerja lainnya menatap Sumarni dengan pandangan penuh rasa hormat. Kesetiaan mereka kini terkunci secara permanen.

"Tuan Harjono benar," celetuk Wati tiba-tiba dengan suara bergetar namun berani. "Nyonya Sumarni adalah penyelamat perut anak-anak kami. Nyonya Sulastri justru ingin kami mati kelaparan di jalanan."

Yu Inem mengangguk tegas dan berdiri di samping Wati. Solidaritas para pekerja akar rumput itu tidak bisa dibeli dengan uang berapapun. Pernyataan polos mereka semakin menyudutkan posisi Sulastri ke dasar jurang.

"Kamu membelanya karena dia lebih muda dan cantik, Mas?" jerit Sulastri dengan mata memerah liar. "Kamu lupa siapa yang mendampingimu membangun pabrik kretek dari nol?!"

Harjono menatap dingin ke arah wanita yang sedang meraung-raung itu. Ia sudah muak mendengar kebohongan masa lalu yang selalu diulang-ulang.

"Pabrik itu berdiri karena modal warisan almarhum ibuku, bukan karena dirimu," balas Harjono tanpa ampun. "Kamu sendiri yang menghancurkan tempatmu di rumah ini, Sulastri. Aku tidak akan membiarkan ular berbisa sepertimu bebas mengatur keuanganku lagi."

Nyonya Besar Widjajanto berdeham sangat keras, memecah ketegangan yang nyaris meledak itu. Wanita tua itu menyadari posisi keponakannya sedang berada di ujung tanduk. Ia harus menjatuhkan kartu as terakhir untuk menyelamatkan muka keluarga.

"Harjono, tahan amarahmu dan ingatlah kedudukan Sulastri di mata masyarakat," sela Nyonya Besar dengan nada memperingatkan yang kaku. "Hanya dia yang diakui publik sebagai nyonya utama rumah ini."

Harjono mendengus kasar. Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan sosial dari bibinya. Namun, Nyonya Besar Widjajanto tidak berhenti sampai di situ.

"Terlebih lagi, seluruh keluarga besar ini masih menunggu lahirnya seorang anak laki-laki pewaris dari rahimnya," tekan Nyonya Besar Widjajanto dengan suara menggema. "Sulastri harus tetap dihormati sebagai calon ibu dari penerus tunggal pabrik kretekmu."

1
sukensri hardiati
aneh banget ni suryo....dia kan andil ngrusak lastri....
sukensri hardiati
klo sulastri lolos lagi....?
Dede Dedeh
d gantung........ /Scream/
sukensri hardiati: yg digantung ni ceritanya othor ato sulastri dek De....?
total 1 replies
sukensri hardiati
sulastri akhirnya divonis gila ...dan sekarang bebas?
sukensri hardiati
jangan php lah thor....
nanti tahu2 lastri bebas lagi....
sukensri hardiati
mbok berhenti manggil suamimu dengan anda to marnii.
sukensri hardiati
cinta buta rendra bener2 bikin dia nubras2....nunjang palang...eror parah...
sukensri hardiati
klo marni dah nyiapin cerutu ...berarti
dah niat nyelamitin bisnis suaminya...
gina altira
masih ada antek" Sulastri
Dwi Agustina
Boleh g sih berharap Sulastri cpt mati sajaaaaa tp novel ini g cpt tamat🥹🙏
INeeTha: trus antagonis nya siapa🤣🤣🙏
total 1 replies
gina altira
Harjono gercep,
gina altira
Masih ada kroco"Sulastri.
gina altira
nahhh,, gitu Hardjono,,
gina altira
untung sistemnya balik lagii
gina altira
Sulastri belom kapok
Dwi Agustina
Ih syukaaaaa bngt sama Sumarni 👍👍👍💪
SaRW
Yooo... yoooo..... Ratna bin Sumarni di lawan.... 😄
𝐀⃝🥀Weny
wiiih... jadi penasaran thor.. lanjut lagi dong😁
Siskasuryaningsih
👍, keren
Dede Dedeh
lanjuttttty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!