Kalau biasanya novel bercerita tentang Kisah percintaan Seorang CEO kejam, angkuh nan sempurna bersama gadis biasa
tapi berbeda dengan disini,
disini akan menceritakan sepasang hati yang terpaksa menerima sebuah perjodohan, namun berakhir dengan cinta.
Dan disini juga menceritakan hal-hal remeh yang biasa terjadi pada rumah tangga, rasa egois yang terkadang berada pada diri manusia, sikap realistis yang biasa diambil dalam situasi apapun dan Tentu saja rasa cinta
Dan cerita mereka akan dimulai disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adley, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
T 33
*****
"Bagaimana? tanya Nova sambil menunduk
"Yang pertama, kamu bisa berteriak
sekeras-kerasnya. Tapi akan membuat lehermu sakit dan tentunya akan membuat orang-orang yang mendengar teriakkan mu merasa kaget dan menganggap kamu tidak waras jadi ini bukan pilihan yang bagus.
"Yang kedua, kamu bisa mengamuk menghancurkan apapun yang ada di depan mu, tapi aku tahu jika begitu itu bukan dirimu dan itu pasti akan berdampak pada si baby disini" ucap Ria menusuk-nusuk pelan perut Nova dengan telunjuknya
"Bagaimana jika aku melakukan itu?
"Ku harap jangan, aku tidak mau kamu merusak barang-barang ku karena ini masih nyicil" ucap Ria membuat senyum tipis di bibir Nova
"Nah, gitu dong senyum kan cantik kelihatannya"
"Sudah? Kamu hanya punya dua saran tidak berguna itu"
"Yang ketiga bercerita, kamu bisa menceritakan masalah apa yang sedang kamu hadapi kepada orang yang bisa kamu percaya"
"Kepada siapa aku harus bercerita? Batin Nova. Melihat wajah murung Nova, Ria tahu Nova bingung mau bercerita kepada siapa.
Ria menggenggam tangan Nova "Nova aku paham ini adalah masalah pribadi mu, Nova aku sahabatmu kamu bisa berbagi cerita denganku,kamu bisa berbagi keluh kesah mu dengan ku, kamu bisa mempercayaiku, aku bisa menjaga rahasia mu Nova"
Nova menangis dengan sigap Ria memeluk tubuh Nova yang bergetar. "Menangis lah sampai hati mu tenang" ucap Ria sambil menepuk punggung Nova
"Huhuhu, Ria aku harus bagaimana?? Dia sangat jahat padaku, dia menuduhku berselingkuh di belakangnya dan dan dan....
Nova bercerita sambil ceceguan " dia bilang aku wanita rendahan yang tidak cukup dengan satu pria huhuhuhuhu dia jahat Ria teganya dia mengatakan itu tanpa ada bukti yang jelas huhuhuhuhu. Ria terkejut bercampur marah dengan apa yang baru saja ia dengar pantas saja Nova memilih meninggalkan rumah, namun Ria mencoba meredam rasa marahnya dan mencoba bersikap se-dewasa mungkin karena dalam keadaan Nova sekarang Ria mengerti memang sulit mengatur emosinya.
"Nova apakah kamu tahu, alasan suamimu mengatakan itu?
"Kemarin saat aku ulang tahun beberapa teman dirumah sakit mereka merayakan itu tanpa sepengetahuan ku dan saat itu.....
"Hmm?
Nova menarik nafasnya "saat itu salah satu dokter disana melamar ku dan aku tidak tahu dia datang tepat waktu dokter itu melamar ku"
"Lalu apa kamu menerima lamarannya?
"Apa kamu juga berpikir aku menerima lamarannya? Kembali menangis
Ria sangat bingung karena Nova sangat sensitif saat itu, salah ucap saja akan membuat Nova menangis.
"Bukan begitu Nova sayang" Ria memeluk Nova agar membuat Nova lebih tenang "aku hanya ingin memastikan keputusan apa yang kamu ambil, sampai suami mu berkata kasar pada mu"
"Tentu saja aku menolaknya, aku sadar Ria aku sudah menikah dan menjadi isteri orang lain tapi mas Daniel tidak mau mendengar penjelasan ku dan terus menyerang ku dengan tuduhan-tuduhan dan bukti palsunya"
"Bukti palsu"
"Bukti palsu seperti apa?
"Mas Daniel punya foto ku bersama dokter Yoga saat dokter Yoga memegang tangan ku, tapi waktu itu dokter Yoga hanya menawarkan dirinya untuk mengantarkan aku pulang tidak lebih dan aku menolaknya tapi mas Daniel belum mendengar penjelasan ku sudah membuat asumsi sendiri, dia berpikir saat itu aku sedang berselingkuh di belakangnya.
Dia sudah tidak pulang beberapa hari tetapi setelah pulang dia malah menuduhku dan mempermalukan aku, Kamu tahu Ria hatiku benar-benar sakit waktu itu bahkan setelah aku menjelaskannya dia malah pergi lagi dari rumah, aku tidak tahu dia pergi kemana"
"Apakah Pak Daniel mengirimkan mata-mata untukmu, maksudku bodyguard barang kali yang selalu melaporkan semua kegiatan mu?
"Entahlah aku tidak tahu, tapi untuk apa dia mengirimkan mata-mata untuk mengawasi ku, apa dia benar-benar tidak bisa percaya pada ku"
"Bukan mata-mata mungkin itu bodyguard yang bertugas untuk menjaga mu Nova"
"Tapi kenapa dia hanya melaporkan bagian itu, tidak yang lain agar lebih jelas aku menolak ajakan Dokter Yoga"
"Kamu benar juga kita harus menyelidiki ini Nova"
Nova memalingkan wajahnya dengan malas
Ria menarik nafasnya perlahan "Nova aku tahu kamu bukanlah orang yang akan melihat masalah dari satu sisi saja, disini aku tidak bermaksud membela pak Daniel atau pun menyalahkan mu ataupun sebaliknya. Nova menurutku Pak Daniel tentu saja marah melihatmu disentuh oleh lelaki lain karena dia suamimu"
"Tapi kenapa dia tidak bertanya dulu padaku aku pasti akan menjelaskannya Ria" ucap Nova lesu
"Nova suami mu itu sedang cemburu jadi dia dalam keadaan emosi, kamu tahu terkadang seseorang akan bertindak bodoh saat ia dalam keadaan emosi apalagi dia melihat sendiri kamu dilamar pria lain tentu saja darahnya menjadi mendidih Nova dia marah karena cemburu, makanya dia tanpa sadar melontarkan kata-kata kasar kepada mu dia tidak bisa mengendalikan emosinya saat itu"
"Dia bukan laki-laki baik jika tidak bisa mengendalikan emosinya"
"Makanya kalian disatukan Nova , kamu pandai mengontrol emosi dan suamimu tidak jadi kalian saling melengkapi satu sama lain, kalian ditakdirkan bersama"
"Begitukah menurut mu? Tapi aku masih tidak bisa terima kata-katanya"
"Nova suami mu mengatakan itu karena dia cemburu dan kamu tahu artinya dia sangat mencintai mu"
"Dia mencintai ku benarkah?
"Tentu saja sayang, kalau tidak dia tidak akan peduli dengan apa yang terjadi dalam kehidupan mu tentu dia sangat mencintai mu"
Perkataan Ria membuat hati Nova menjadi sejuk.
"Tapi jika dia mencintai ku kenapa sampai sekarang dia tidak mencariku"
"Dia mencarimu Nova, hanya saja kamu bilang jangan memberitahu siapapun kalau kamu disini, makanya aku berbohong"
"Apakah mas Daniel menanyakan keberadaan ku padamu?
"Tentu saja Nova dan aku akan menjadi tersangka pertama yang menyembunyikan mu" ucap Ria bercanda
"Maafkan aku yang menyeret mu kedalam masalah ku"
"Nova aku hanya bercanda, jangan anggap serius, aku tidak keberatan jika hanya menutupi keberadaan mu sampai kamu tenang"
" Terimakasih, Kamu memang teman terbaikku, kamu selalu ada saat aku butuh" ucap Nova sambil memeluk Ria
"Sama-sama Nova, kamu sahabatku jadi aku harus ada disaat kamu butuh" ucap Ria membalas pelukan Nova
"Ria aku lapar" ucap Nova tiba-tiba
Ria senang akhirnya Nova mau makan " baiklah bumil, kamu mau makan apa?
"Aku tidak sedang ngidam ria, aku hanya lapar aku makan apa saja yang ada"
"Baiklah, aku akan beli di tempat didepan agar lebih cepat, kamu tidak pa-pa aku tinggal sebentar "
"Ia tidak pa-pa"
"Baiklah, bagaimana kalau kita makan soto kesukaan mu atau bihun"
"Aku soto saja"
"Baiklah aku pergi dulu, kamu jangan kemana-mana"
"Ria terimakasih dan maafkan aku Terlalu merepotkan mu"
"Tidak pa-pa Nova, kamu tidak merepotkan ku, sudah ya aku berangkat dulu, ingat jangan kemana-mana"
"Ia, kamu hati-hati dijalan"
"Oke" teriak Ria sambil melambaikan tangan
SUPPORT AUTHOR
sedih bangat thor 😭😭