NovelToon NovelToon
OmKu Suamiku Season 2

OmKu Suamiku Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.

ini sequel gabungan keduanya 👆


" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.

" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.

" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.

Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Dilema

Aditya melirik Gaia yang duduk diam disebelahnya, ketenangan Gaia justru membuat dahi Aditya berkerut.

" Gai "

" Hemm ...kenapa ? mau bertanya mbak Ayu nanya apa saja ? "ujar Gaia to the point.

Aditya menggeleng

" Itu akan aku ketahui nanti "

" Dari mana ? mbak Ayu bakalan ngadu ? " tanya Gaia menolehkan kepalanya.

" Tidak perlu bertanya pada siapa pun, aku akan mengetahuinya nanti sendiri "

" Bagaimana caranya ? CCTV ? " tanya Gaia penasaran.

Aditya tersenyum kembali.

" Sebelum aku tadi meninggalkan kalian berdua didalam, aku sempatkan meninggalkan ponselku dalam posisi merekam, jadi aku akan melihat, bagaimana gaya anak kecil sepertimu menghadapi wanita dewasa seperti dia"

" Apakah seperti di sinetron sinetron ? akan aku lihat nanti malam " senyum Aditya penuh arti.

Gaia mencibir.

" Kau tidak cemburu ? " tanya Aditya melirik melalui ekor matanya

" Sama siapa ? mbak Ayu ? "

" Heemm "

" Untuk apa ? walaupun aku jauh lebih muda darinya, tetapi dia tidak cukup mempunyai kepercayaan diri yang kuat untuk move on dari Abang "

" Kenapa kamu bisa mengatakan begitu ? " Aditya antusias bertanya.

" Kalaupun dia belum bisa melupakan abang, yang katanya Abang cinta terindahlah ....preeetttt " Gaia kembali mencibir.

" Jangan perlihatkan pada mantan, simpan di dalam hati, cari pria yang lain, ini....memungut kembali barang yang sudah dibuang "

" Gai ...aku bukan barang ? " Aditya berkata tidak senang.

" Kiasan bang, gitu saja marah "

" Kalau aku yang masih mengejar dia, apakah kamu tidak cemburu juga ? " Aditya mulai ragu dengan perasaan Gaia yang sebenarnya terhadap dirinya.

" nope " jawab Gaia mantap

" why ? " Aditya semakin tidak mengerti, terlihat dia sedang tidak senang.

" Apalagi jika Abang yang mengejarnya, berarti Abang tidak layak untuk dipertahankan "

" Berarti, kau tidak mau mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikmu, Gai " suara Aditya sedikit pelan dari sebelumnya.

" Bukan seperti itu, Bang....untuk apa aku mempertahankan seseorang yang memang tidak mau bertahan berada di di sisiku, berjuang sendiri akan membuat kita sakit dan terluka "

" Seperti yang terjadi pada mbak Ayu tadi, ia ingin kembali bersama abang, tetapi Abang kan sudah tidak mau, makanya aku berusaha mempertahankan Abang dengan caraku tanpa harus menciptakan permusuhan pada mbak Ayu "

" Aku juga bisa cemburu bang, tetapi bukan saat ini dan pada mbak Ayu "

" Jadi kapan ? " tanya Aditya.

" Mungkin nanti setelah Abang jadi suamiku, atau bisa saja justru Abang yang akan sering cemburu kepadaku " Gaia mengedipkan sebelah matanya ke arah Aditya.

Aditya terkekeh menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gaia.

" Apa yang sudah kau pelajari disekolah, Gai ? pemikiranmu lebih dewasa dari pada usiamu " Aditya berujar pelan seakan berbicara pada dirinya sendiri.

" Jangan memujiku, bang ! nanti aku bisa besar kepala lho "

Aditya tidak menanggapi perkataan Gaia dengan ucapan, ia hanya tersenyum.

" Bang, mungkin aku bertanya terlalu cepat, tetapi dari pada aku pendam ? "

" Tanyakan saja "

" Setelah lulus, aku boleh melanjutkan jenjang pendidikanku ke Universitas kan ? " Gaia memutar tubuhnya menghadap ke Aditya, agar lehernya tidak pegal jika terus menoleh.

Aditya terdiam dan menelan saliva yang tiba tiba mengering, ia berpikir beberapa saat sebelum menjawab.

" Kau ingin menunda pernikahan kita ? sampai kau jadi sarjana ? " ada kegetiran dalam suaranya.

Empat atau lima tahun, bukan waktu yang sebentar .

Aditya menghitung didalam hati.

" Tidak bang, kita menikah seperti keinginan Abang dan keluarga kita, aku hanya ingin tetap mengejar cita citaku walaupun statusku sudah menjadi seorang istri di kemudian hari " suara Gaia melemah karena sepertinya Aditya tidak mendukungnya.

Gaia kembali memutar tubuhnya menghadap ke depan, kepalanya menoleh ke kiri, manik matanya menatap lalu lalang kendaraan lewat jendela kaca mobil.

Gaia merasa dilema, di satu sisi saat dia menyetujui pertunangan itu , setelah lulus SMU, mereka segera menikah, tetapi Gaia juga ingin tetap melanjutkan pendidikannya.

Aditya sendiri juga sedang menimbang nimbang, usianya dan usia Gaia yang terpaut tiga belas tahun, masing masing mempunyai prioritas sendiri sendiri.

Aditya ingin segera menikah dan punya anak, ia mengira Gaia akan sama seperti mamanya, menikah dengan pria matang, mempunyai anak dan tetap menjadi ibu rumah tangga, setelah anak anak besar, baru mulai mengembangkan potensi diri.

Aditya merasa pemikirannya sangat kolot tetapi memang begitulah keinginannya.

Ehem

Aditya berdegem pelan mengoyak kesunyian yang beberapa saat tadi berlangsung.

Mobil yang Aditya kendarai berhenti tepat didepan rumah Papa Dimas.

ketika tangan Gaia akan meraih handle pintu, Aditya menahannya.

" Gai , besok pulang sekolah aku jemput, kita akan membicarakannya kembali, aku akan memikirkan solusi yang terbaik untuk kita berdua, agar pernikahan yang akan kita jalani tidak menjadi tekanan bagi kita, jangan terlalu dipikirkan ! belajar saja yang benar " Aditya tersenyum sembari menepuk punggung tangan Gaia pelan.

Gaia mengangguk lalu keluar dari dalam mobil, Gaia masih bertahan berdiri ditempatnya semula sampai bayangan mobil Aditya, menghilang dari jangkauan pandangannya.

" Kenapa wajahmu terlihat tidak ceria seperti biasa, kalian sedang bertengkar ? " tanya Freya yang sudah berada dibelakang Gaia.

" Bang Adit bukan bocah seperti Leon atau Benua, Frey ? dia pria dewasa yang tidak mungkin pusing menghadapi kelakuan absurd kita " Gaia bersungut melangkahkan kakinya kedalam rumah, Freya mensejajari langkah kaki Gaia.

Keduanya berjalan menuju kekamar mereka, Papa Dimas, Mama Cinta dan Adam yang duduk di ruang keluarga sembari menunggu datangnya waktu magrib, hanya melihat interaksi kedua gadis muda itu tanpa menyapanya.

" Kau kan biasanya selalu gembira jika pulang dari Coffeshop untuk bertemu dengan bang Adit, wajar kan kali ini aku berpikiran kalian bertengkar ? "Freya mendudukkan tubuhnya diatas kasur.

" Aku tadi mengatakan keinginanku untuk tetap meraih cita citaku setelah menikah, tetapi bang Adit belum memberikan jawaban " Gaia melepaskan seragam sekolahnya lalu masuk kedalam kamar mandi.

Freya termangu mendengar apa yang baru dikatakan oleh Gaia.

Heemmm...hidup ini memang tidak ada yang sempurna dan lepas dari yang namanya persoalan hidup, aku dan Mas Elang dipisahkan sementara dengan jarak, tetapi untuk meneruskan pendidikan, Mas Elang sangat mendukung, mungkin karena usia kami yang cuma berjarak empat atau lima tahun ya ? tentu sangat berbeda dengan Gaia, bang Adit yang sudah berumur kepala tiga pasti sudah menginginkan keturunan, nah ..si Gaia....mengejar cita cita.

Freya berkata kata pada dirinya sendiri, Ekor matanya menatap Gaia yang baru keluar dari kamar mandi.

" Gai, memang bang Adit menolak keinginanmu ? " Freya sudah tidak sabar ingin mendengar kelanjutan cerita Gaia.

" Masih dipikirkan, besok jawabannya " Gaia ikut duduk disebelah Freya.

" Ya sudah, tunggu saja besok ! kenapa sedihnya sekarang ? jawabannya juga belum tahu " Freya berusaha menenangkan.

" Menurutmu bagusnya bagaimana, Frey ? agar semuanya berjalan, menikah jadi, memiliki anak..kuliah...." Gaia menatap lurus kewajah saudari kembarnya yang juga tengah kelihatan berpikir.

" Bagaimana jika kalian tetap menikah sesuai rencana awal, menunda setahun untuk memiliki anak, setelah itu ambil cuti lalu lanjut kuliah lagi ,bagaimana ? "

" Bang Adit kan tidak setua Papa yang tidak mengizinkan istrinya buat kuliah lagi, percaya dech, bang Adit pasti memberikan solusi yang terbaik, berdo'a saja ! "

" Kau dan Mas Elang, bagaimana ? "

" Kalau kami untuk itu... no problem "

Freya dan Gaia sama sama melangkah kekamar mandi buat berwudhu, setelah terdengar Adzan magrib yang sudah berkumandang dari mesjid yang tidak jauh dari kediaman mereka

▫️

▫️

▫️

🌻🌻🌻🌻🌻

▫️

▫️

🌻🌻🌻🌻🌻

1
Phip's Phip's
suka semua karya tulisnya & mengikuti terus
Ning Fifi
👍👍👍👍🫰
Yunianingsih
Buruk
Saftanierni Erni
Luar biasa
Saftanierni Erni
nov 2024 dan kembali lg baca duuuh candu memang
alfi risky
Kecewa
Rin Riyanti
cerita nya ringan dan tidak membosankan
Yati Suryati
ku suka semua karya ka riena
Nona Being
Luar biasa
Nona Being
Kecewa
Junnie Huang
🤗🤗🤗🤗🤗
Junnie Huang
😂😂😂😂😂
Junnie Huang
🤗🤗🤗🤗🤗
Junnie Huang
😂😂😂😂😂
Junnie Huang
🤗🤗🤗🤗🤗
Junnie Huang
😂😂😂😂😂
meisan
ceritanya sangat keren 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
meisan
namanya juga dunia halu ,bebas mau berimajinasi apa pun thor
meisan
benar...benar ya si Leon banyak akalnya 🤣🤣🤣
meisan
jadi penasaran sama ceritanya jagad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!