CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -
Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.
Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.
Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34 (revisi)
Memasuki 7 bulan, Rania semakin dibatasi gerakan oleh Dimas. Padahal ia menempati apartemen Dimas, dimana tidak ada yang menjaga Rania.
Sudah dipastikan dong urusan membersihkan apartemen, mencuci pakaian dan memasak pasti dikerjakan oleh Rania. Mengingat Dimas yang tidak menyukai jika apartemen-nya dijarah oleh orang asing.
Walaupun seperti itu, terkadang Dimas masih marah jika melihat Rania sampai kecapean.
Tetapi tenang,
Rania sudah menenangkan Dimas, ia merasa sehat dan tidak perlu terlalu diistimewakan. Namun, yang membuat Rania senang semenjak perut Rania semakin besar. Dimas lebih memilih untuk menemani Rania daripada Salsa.
Jahat sebenarnya, tapi itu semua keputusan Dimas. Pernah sekali Salsa datang ke kediaman Rania dan memarahinya, tetapi Dimas mengetahuinya lalu balik memarahi Salsa.
Rania menyemili buah-buahan yang disediakan Dimas, sebenarnya ia ingin sekali memakan kue-kue pasaran. Tetapi itu semua dilarang oleh Dimas.
Mungkin orang lain bilang, 'makan saja saat Dimas pergi kerja'. Tetapi itu semua tidak dapat Rania lakukan.
Kenapa?
Karena Dimas memasang CCTV di apartemen.
"bukannya saya tidak percaya kamu. Tapi melihat tingkah kamu yang urakan, membuat saya khawatir. Saya tidak mau anak saya kenapa-kenapa!" tegas Dimas saat itu
Padahal Rania sudah mencoba meluluhkan Dimas agar tidak memasang CCTV. Rania tidak mau segala aktivitas yang ia lakukan dipantau oleh Dimas.
"gak usah pakai pasang CCTV gitu mas, Rania mohon. Rania janji tidak akan melakukan hal-hal yang buat kamu khawatir" keluh Rania
Dimas mendengus, "tidak, saya tidak percaya sama kamu"
Rania menunjuk perutnya, "ini permintaan anak kamu mas, dia tidak ingin segala aktivitasnya diperhatikan sama ayahnya" ucap Rania dengan suara anak kecil
Dimas terkekeh, "jangan aneh-aneh deh kamu, mana ada anak kecil yang meminta permintaan seperti itu. Itumah maunya kamu. Memang kenapa sih kalau saya pasang CCTV" Dimas meng elus-elus perut Rania
Dua bulan belakangan ini, Dimas semakin manja kepada Rania. Rania sampai bingung, bukankah seharusnya seorang istri yang manja kepada suaminya. Tetapi ini malah terbalik.
Memang awalnya risih, karena saat Dimas bermanja- manja dengan dirinya, Rania selalu mendapat pelototan dari Salsa. Tetapi entah kenapa akhir-akhir belakangan ini Salsa tidak pernah berkata buruk lagi kepada Rania. Rania hanya berfikir, mungkin Salsa diperingati oleh Dimas.
"aku gak suka aja. Kayak ada yang merhatiin aku saat sedang melakukan apapun. Jadi gak tenang gitu" gerutunya Rania
"tapi ini semua demi kebaikan kamu, Ran. Selain untuk menjaga kamu kita kan tidak tahu, jika ada penjahat yang tiba-tiba masuk ke apartemen"
"terserah kamu deh"
Rania tidak habis fikir, bisa-bisanya Dimas sampai memikirkan penjahat datang. Bukankah Apartemen milik Dimas berada di lingkungan mewah yang berarti penjagaan disana lebih ketat daripada apartemen biasa.
Rania hanay bisa pasrah, yang Rania tangkap dari pembicaraan barusan. Intinya Dimas tidak mempercayai dirinya dalam melakukan hal apapun dan Dimas tidak ingin anaknya kenapa-kenapa.
Jam dinding menunjukkan pukul 6 malam, sebentar lagi Dimas pulang. Rania memutuskan untuk masak sesuatu.
Rania membuka kulkas, hanya tampak bahan makanan yang sehat saja. Seperti sayur mayur, lauk yang tidak macam-macam. Kulkas didominasi dengan sayuran berwarna hijau.
Rasanya enek, tiap hari Rania memakan sayuran hijau itu. Rania merasa dirinya tidak pernah ngidam yang aneh-aneh, tetapi tidak dipungkiri ia selalu mengidam makanan yang terdapat bahan penyedap yang banyak, Seperti mie rebus.
Rania memutuskan memasak tumis kangkung dan ikan goreng.
Setelah makanan selesai Rania memilih duduk didepan televisi sembari kembali memakan buah- buahan yang telah dipotongnya.
Rania menanti kepulangan Dimas malam ini.
😡😡😡😈😈😈
😡😡😡
😡😡😡
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑