Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.
Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.
Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.
Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.
Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.
Tapi apakah ia akan mengambil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 - Petaka Telat Mikir
Min Mi membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya sedikit.
"Ah tidak masalah. Ini hanya alergi. Tapi saya harus memastikan obat alergi yang aman untuk wanita hamil." kata Tabib Cheng.
Tabib Cheng meraih pergelangan tangan Min Mi lagi. Ia terus merasa-rasakannya. Sesekali tampangnya menjadi bingung. Saking ragunya, ia sampai menutup mata agar dapat mendiagnosa dengan lebih akurat lagi.
"Tidak mungkin." gumam Tabib Cheng.
Shen Wang langsung melebarkan matanya. "Tabib Cheng, apa dia baik-baik saja??"
"Tunggu. Tidak mungkin. Tapi Permaisuri Min Mi tidak sedang hamil..." ucap Tabib Cheng pelan.
Ban Poo berdiri dari tempatnya. "Apa?? Mana mungkin. Kau pasti salah Tabib Cheng!"
Min Mi langsung berfikir dua kali.
"Kau pasti salah, ayo periksa lagi!" desak Ban Poo.
Shen Wang mengangkat tangannya pada Ban Poo, tanda ia harus diam sekarang.
"Tabib Cheng tidak pernah salah." kata Shen Wang dengan nada sendu.
Deg.
Min Mi jadi teringat sesuatu. Ten-tentu saja aku tidak hamil. Bulan lalu aku sudah datang bulan. Tidak mungkin, kan? Apa aku dijebak oleh tabib misterius yang tiba-tiba datang atas nama ibu suri??
"Yang Mulia... I-ibu..." Min Mi segera mencari pertolongan dari ibu suri.
"Ke-kemarin ibu membawa Tabib Cheng ke tempatku bukan? Tapi kebetulan tabib lain yang sudah datang ke tempatku itu langsung meneriakkan hasilnya. Dia pasti memfitnahku..." Mata Min Mi berkaca-kaca.
Ibu suri menggeleng tak percaya. "Tabib Cheng. Kau yakin atas pernyataanmu ini?" tanya ibu suri lagi.
Tabib Cheng dengan berat hati mengangguk. "Saya sangat yakin." jawabnya.
Shen Wang langsung berdiri dari tempatnya. "Tolong jelaskan apa yang terjadi." Kata-katanya menjadi dingin dan terkesan akan marah.
Kun Niang segera memeluk erat majikannya. Air mata Min Mi sudah jatuh sedari tadi. Ia jadi semakin takut mendengar suara Shen Wang yang sepertinya akan marah.
"Kenapa aku baru terfikir..." Min Mi menatap Kun Niang. "Kenapa aku baru ingat kalau aku sudah datang bulan, bulan lalu..." Suara Min Mi bergetar. Sementara Kun Niang hanya bisa mengangguk-angguk dengan cemas.
"Jawab aku." ulang Shen Wang.
Min Mi langsung menunduk takut.
"Ada yang ingin menjebakku..." jawab Min Mi dengan suara pelan.
"Siapa??"
"Se-seorang tabib. Ibu juga melihatnya..."
Ibu suri berdiri dari tempatnya.
"Min Mi... apa ini sebuah konspirasi?" tanya ibu suri dengan lembut tapi menusuk.
Min Mi menggeleng cepat. "Bu... percayalah padaku. Tabib itu tiba-tiba datang memeriksa atas nama Ibu. Tapi ternyata ibu datang membawa Tabib Cheng. Saat aku mau mengatakannya, ada yang memotong pembicaraanku..." Min Mi langsung bersujud di depan ibu suri.
"Hentikan pestanya!!!" Teriakan menggelegar dari Shen Wang membuat suasana tegang semakin terasa.
Tarian dan suara alunan musik tradisional pun berhenti dalam sepatah kata dari kaisar.
Semua mata tertuju pada mereka.
"A-aku baru ingat Bu. Kalau aku sudah datang bulan, bulan lalu. Jadi aku tidak mungkin hamil." Min Mi si jujur yang polos satu ini langsung mengungkapkan.
Tapi semua orang malah semakin mencurigainya dengan jawaban konyol barusan.
"Lalu kenapa kamu tidak mengelak diagnosa tabib itu?" tanya ibu suri lagi.
Min Mi hampir mati kutu tak tahu harus menjawab apa. Dia benar-benar sudah termakan suasana bahagia saat itu.
"Ibu... tolong panggil tabib yang menjebakku itu..." Min Mi memohon-mohon.
Ibu suri menggeleng tak paham lagi. Ia tak tega kalau harus menampar seorang wanita yang sedang bersujud di depannya ini, menantu kesayangan yang sangat sopan dan baik hati. Tapi hari ini, ia merasa ditipu. Walau sudah tak tahan untuk menampar, ia tak mampu bergerak selain mengepalkan jari-jarinya.
Min Mi berbalik. "Yang Mulia... kau percaya padaku, kan?" Min Mi menatap dalam-dalam mata Shen Wang.
Tapi Shen Wang mengalihkan pandangannya. "Aku tidak tahu Min Mi. Bahkan ibu saja sudah tahu apa jawaban dari masalah ini." kata Shen Wang.
"Siapa tabib itu Bu?" tanya Shen Wang.
"Tabib Juan." jawab ibu suri.
"Panggil Tabib Juan kemari!!!" Shen Wang benar-benar marah kali ini.
Apa semudah itu Yang Mulia tak mempercayaiku setelah kedekatan kita akhir-akhir ini? Min Mi tak lagi menangis. Ia hanya merenungi hati dingin Shen Wang yang tak mempercayainya barusan dengan kepala menunduk dan tatapan kosong.
"Nona... apa yang sebenarnya terjadi?" Kun Niang menyentuh pundak Min Mi dengan kedua tangannya.
Min Mi tak menjawab. Ia hanya menatap Kun Niang seakan pasrah dan tak ingin bicara lagi. Bahkan pelayan pribadiku tidak percaya padaku. Apa maksud pertanyaannya barusan... Apa gunanya kalau tak ada yang percaya, apa lagi Yang Mulia juga tidak.
"Yang Mulia ibu suri... tenanglah." Ban Poo menatap simpati pada ibu suri yang tengah duduk menyangga kepalanya dengan tangan yang menumpu pada meja. Ia terus menutupi wajahnya sedari tadi, ia merasa kacau.
"Yang Mulia. Ini Tabib Juan." Empat orang penjaga menyeret Tabib Juan untuk menghadap pada Kaisar Shen Wang.
Belum-belum wajahnya itu sudah takut seakan ialah korban dari semua kejadian ini.
"Yang Mulia... hamba mohon ampun. Hamba hanya disuruh..." Tabib Juan bersujud sampai ke lantai berkali-kali.
Tatapan mata Shen Wang menajam setelah mendengar pengakuan Tabib Juan.
Tiba-tiba Min Mi datang dengan ekspresi yang sebenar-benarnya, ia menangis pasrah, nyaris kehabisan kata-kata. "Kau ada urusan apa denganku ha? Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini..."
"Katakan. Siapa yang menyuruhmu." kata Shen Wang.
Tabib Juan hanya menunduk, jual mahal.
"Perlu dicambuk baru bicara?" ancam Shen Wang.
Tabib Juan langsung berakting ketakutan sambil menggeleng dengan cepat. "Ta-tapi Yang Mulia, lindungi hamba setelah hamba mengatakan siapa pelakunya. Hamba sangat takut..." Tabib Juan benar-benar pandai menyalurkan bakat aktingnya.
"Tentu. Katakan!" bentak Shen Wang.
"Yang Mulia Permaisuri yang menyuruh hamba. Pa-pada saat itu Yang Mulia Permaisuri menanggil hamba ke kediamannya." aku-aku Tabib Juan dengan kepala tertunduk.
Min Mi menggeleng dengan mata melebar. "Kau bohong! Kau bohong!!" teriak Min Mi.
"Nona..." Kun Niang jadi ikut menangis.
"Begitu ya." Shen Wang tersenyum miring.
"Yang Mulia. Hamba harus menyampaikan sesuatu." Tiba-tiba Tabib Cheng bangkit dari tempatnya.
Shen Wang mengangguk.
Tabib Cheng berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu. "Hamba mohon ampun. Setelah hamba lihat dalam sekali periksa, permaisuri tidak ada tanda-tanda kesuburan."
Shen Wang mengangguk lagi dengan tenang.
"Penjaga! Penjarakan Tabib Juan yang sudah berani berbohong mengenai kehamilan permaisuri. Lalu, permaisuri, kau harus merenungi kesalahanmu. Jangan berbuat seperti itu lagi, ini sudah membuatku kecewa." pungkas Shen Wang.
Beda ma Yuzhen..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
menunggu itu GK menyebalkan tour