NovelToon NovelToon
Ghanapurusa

Ghanapurusa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:35.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: giok

Ganapurusa/manusia setengah dewa.
Dia terlahir sudah kuat!
Jika seseorang ingin mendapatkan kesaktian dengan susah payah, akan tetapi dia sudah terlahir dengan kekuatan yg maha dasyat. Namun sayang karena kekuatanya itu, dia sering melalukan kesalahan.. bahkan hampir membunuh orang-orang terdekatnya.
Dilain pihak, diluaran sana muncul sesosok pendekar misterius yang menamakan dirinya siRajakelong, dia suatu pimpinan perampok yang berambisi ingin menjadi raja segala raja.
Konon kekuatan dia sudah mencapai tarap Prahasta atau manusia setengah iblis. Sebanding dengan Ganapurusa/manusia setengah dewa.
Dengan ilmu Rajakelongnya, dia berhasil menaklukan aliran hitam hingga, sebagian golongan putih. Dan sebagian lagi berhasil dilokat menjadi Buganghapa.
Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah siAling mampuh melawan siRajakelong yang sebenarnya adalah ayahnya sendiri?
Ikuti saja dalam cerita karya Manggiok. Dalam judul Ghnapurusa. efisode siRajakelong...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas Pertama

"Terimakasih, mak. Kalau begitu, saya pamit. Kebetulan masih ada pekerjaan..."

Sekali ini Ratnainten tidak menahannya, setelah nyimas Lirih pergi iapun mendatangi anaknya yang terus membereskan kayu bakar ketempat teduh.

"Apakah tadi kau menolaknya, aling?"

"Tidak juga, mak. Hanya saja saya ingin mengetahui kejujuran dari nyimas Lirih..."

"Jika kau kembali menjadi kacung, berhati-hatilah. Sebab kali ini tugasmu akan lebih berat..."

"Iya, mak..."

Hari berikutnya setelah berpamitan ke Mang Odon, maka pagi-pagi sekali Lingga Paksi pun mulai pergi bekerja. Ia berangkat dari rumah sebelum pajar menyingsing, ia tidak ingin tugas pertamanya terlambat dan kesiangan lalu kemudian menimbulkan suatu masalah yang tidak diinginkan khususnya yang datang dari den Arya ataupun den Turangga yang mungkin akan merasa kecewa.

"Kang aling..."

Tepat disebuah jalan desa terdengar seseorang menyapanya.

Udara begitu dingin, kabut pun mulai turun membungkus tubuh seseorang yang mengahadangnya.

"Kau..." siAling kaget ketika tahu siapa yang mengahadangnya itu.

"Iya kang, ini aku..."

"Ada apa? Kenapa jam segini kau sudah berada disini?"

"Aku..." gadis itu yang bukan lain Rastiti menundukan kepalanya.

"Aku kenapa?"

"Aku takut, kang. Setelah kejadian itu aku..."

"Sudahlah Rastiti, kau tidak usah khawatir. Aku berjaji, jika ada apa-apa aku akan bertanggung jawab. Dan aku berjanji akan menjaga rahasiah mu itu..."

"Tapi kejadian itu terus mengahantui ku, kang. Kini hampir setiap malam aku selalu bermimpi buruk..."

"Percayalah, lama kelamaan kau akan melupakanya, Rastiti..."

"Ya. akupun berharap begitu. Tapi..."

"Apalagi?"

"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan..."

"Tentang apa?"

"Tentang...."

"Sudahlah, nyi. Lebih baik kau pulang, jangan sampai ayah dan ibumu mencemaskan dirimu kembali. Akukan sudah berjanji akan selalu mengunjungimu jika ada kesempatan..."

Rastiti hanya menundukan wajahnya, lalu tanpa berbicara lagi ia pun mulai melangkah pergi sambil berurai air mata .

Sejenak Lingga Paksi tercenung melihat sikap gadis itu, maka terbayanglah kejadian beberapa hari yang lalu didalam goa. Entah apa yang dilakukan oleh siTopeng perak kepada gadis belia itu, hingga anak gadis itu kehilangan kesadaranya dan mencumbuinya hingga terjadi hal yang tidak seharusnya terjadi.

__'Oh, apa yang telah aku lakukan? Jagad dewa brata semoga kau mengampuni ku...'__

Lingga Paksi menatap langit yang merah merona diujung timur sana.

Setelah anak gadis itu tidak kelihatan, Lingga Paksi pun lantas melanjutkan perjalananya.

Sesampainya dirumah juragan Subali, ia langsung menghampiri gubuk kecil. Disana terlihat bi Arum sudah bangun dan mulai menanak nasi.

"Oh, kau nak. Pagi bener datangnya?"

"Ia bi, aku tak ingin tugas pertamaku kesiangan..."

"Baguslah kalau begitu, dari dulu kau memang anak yang rajin..."

"Terimakasih, bi. Baiklah, aku akan mulai bekerja..."

"Ya, dan berhati-hatilah semoga kau betah kembali..."

Lingga Paksi lalu mengambil tabong, tabong adalah sejenis bambu yang panjangnya kira-kira dua meter dan setiap ruas-ruasnya sudah dilubangi satu sama lainya hingga bambu tersebut menyerupai sebuah lodong.

Ada sepuluh tabong disitu, tapi Lingga Paksi sengaja tidak membawa semuanya agar tidak menjadi kejanggalan, sebab kalau ia mau sepuluh tabong sekaligus ia sanggup membawanya.

lalu dengan santai ia pun mulai berjalan sambil memikul empat tabong sekaligus.. dan keluar dari pinggir pawon.

Namun betapa kagetnya Lingga Paksi ketika melihat Arya, Turangga dan nyimas Lirih yang sudah terbangun dan kelihatannya sedang melakukan pemanasan untuk berlatih silat.

"Selamat pagi, den Arya, den Turangngga dan nyimas Lirih..."

"Hm, rupanya kau trengginas juga, Aling? Baguslah kalau begitu, jangan seperti siArsan ya! Temanmu itu..."

"Baiklah den, aku akan berusaha yang terbaik..."

"Hm..."

Setelah memberi hormat maka Lingga Paksi barlalu pergi sambil memikul tabong bambu untuk mengambil air dari hulu sungai.

"Kelihatanya meskipun hidup seenaknya tapi dia rajin..." terdengar Turangga berkata sambil menatap punggung Lingga Paksi yang baru saja berlalu.

"Huh, kita lihat saja nanti. Apakan dia akan tetap disiplin seperti ini?" jawab Arya sambil menyungging senyuman.

"Dari dulu kang Aling memang begitu..." nyimas Lirih menambahkan.

"Ya, ya,ya! Kita lihat saja nanti..." sontak senyuman Arya membias, ketika kacung barunya itu dipuji.

Sementara ketiga orang pemuda-pemudi mulai bersiap-siap untuk berlatih, sementara sialing sudah tiba dihulu sungai.

Hulu sungai itu merupakan induk dari sungai cimahpar, terlihat suasana disekitar tempat itu sepi.

Matahari mulai menampakan sinarnya, sementara Lingga Paksi mulai mengisi tabong dari bambu hingga penuh.

Setelah ketiga tabong terisi maka dengan cepat ia pun mulai meninggalkan tempat itu. Menaiki jalan setapak yang cukup curam, namun entahlah meskipun jalan setapak curam dan licin Lingga Paksi bisa melewatinya dengan mudah tanpa kendala. Berbeda dengan temanya siArsan yang sangat kesulitan, menuruni apalagi menaiki sambil membawa beban yang beratnya hampir ratusan kati.

Setelah tiba dirumah, terlihat ketiga pemuda-pemudi sudah mulai berlatih silat. Nampak ketiganya dengan serempak mengeluarkan jurus-jurus yang dipelajarinya.

Sedangkan Lingga Paksi mulai mengisi tong besar yang terbuat dari kayu besar untuk mandi nyimas Lirih.

Butuh beberapa tabong untuk mengisi tong besar itu hingga penuh. Dan begitu seterusnya, Lingga Paksi pulang pergi mengambil air kehulu sungai untuk memenuhi tong buat mandi berendamnya nyimas Lirih dan dua temanya. Setelah tong-tong besar terpenuhi, lalu Lingga Paksi mengisi tempayan didepan rumah.

Waktu mata poe mulai bersinar, maka pekerjaan Lingga Paksi selesai. Semua persediaan air sudah terpenuhi, nampak Lingga Paksi sudah mulai berkeringat.. namun tidak nampak kelelahan.

"Bagaimana aling, apakah pekerjaanmu sudah beres?" mendadak saja terdengar suara juragan Subali dari arah belakangnya.

"Oh, juragan, kebetulan sudah..."

"Cepat benar, apakah kau tidak mendapat kesulitan?"

"Tidak juragan, mungkin sudah terbiasa sejak dulu..."

"Hmm... baguslah. Aku puas akan kerja pertamamu itu..."

"Terimakasih juragan..."

"Nah, sekarang kau boleh beristirahat. Namun jangan terlalu jauh bila saja anak murid ku membutuhkan sesuatu..."

"Baik juragan..."

Lingga Paksi duduk disebuah bangku kecil, matanya terus menatap Arya, Turangga dan nyimas lirih yang saat itu masih sibuk dengan memperagakan ilmu silatnya.

Tak jauh dari situ, nampak juragan Subali duduk dari tepian bale bambu yang menempel didepan rumahnya.

1
Sudawirat Sudawirat
mana lanjutanya
Sudawirat Sudawirat
bagus
Kumparan
hi kak. mampir di cerita terbaruku ya. kitab pembunuh naga😊
Mgiok: ok. di tunggu...
total 1 replies
Mgiok
mantap
Saifu lingol Lingol
ga berbobot ceritanya
?????
kayanya udah tamat nih, sudah 2 bulan ga up
Aji Darma
Terus maju, teruskan kelanjutannya
OvO
baca novel "permainan kematian"
Madd Nst
Kerennn! Mampir yuk ke karya ku, aku udah mampir nih.... judulnya Siluman Jin.!!!
Mgiok: ok. siaf nluncur..
total 1 replies
Zzhzr
Ijin kakak 🙏

Mampir yuk ke cerita ku yang berjudul :
1. JESICA
2. You Are My Story (new)
3. Tuan Bunglonku (new)
Seru loh 😄😄 Pasti suka deh 😆😆
Ditunggu kakak kakak

By: Zizah Zaira
•Quanxy•
jangan lupa mampir juga ya di "THE SUMMONER" kak
Mgiok: ok. siap mluncur..
total 1 replies
Mgiok
hello..
Ai bán acc clone khong ib t👾: hello
total 1 replies
Heni Ermayanti
lanjut
Aysifa Fajri
ayo Bambang mampir dikaryaku juga "Pendekar Rajawali Sakti"
Thiago
Udah mampir kembali nih, ditunggu feedback-nya.

Boom like untuk mu
Rate 5 Bintang untuk mu
dan Favorit

Semangat berkarya
left
lanjit...
Mgiok: ditunggu. Jgn lupa like vote nya, ya. 🙏🙏
total 1 replies
zoya
sekian lama, penantian ini
Mgiok: ok. makasih. maaf lama upnya..
total 1 replies
Sastro
jangan lm" dong thor
S Erian
Semangat thor
Dan jangan lupa membaca novelku ya kak, yang berjudul
"Cinta Sebelum Kematian"
Bergenre Romantis, Komedi

Arigatou
left
di tunggu upp y lg thor
Mgiok: oke. makasih..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!