Awalnya, pernikahan itu baik-baik saja. Semua menjadi hangat, luka akibat masa lalu Ainayya Hikari Salvina sedikit demi sedikit mulai sembuh.
Tapi, pernikahan hangat itu tiba-tiba diterpa gelombang. Menghancurkan sebuah kepercayaan dan membuatnya meninggalkan rumah yang sudah mengajarkan arti sebuah keluarga harmonis.
Lalu, mampukah Albara Demian Dominic. Sang pelaku kehancuran tersebut memperbaiki rumah tangga yang sudah membuatnya sembuh dari kejadian di masa lalu? Bisakah Albara mengobati luka yang ia berikan pada istrinya?
Mari kita lihat bagaimana perjalanan Albara dalam mengejar cinta istrinya kembali!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Tahu Malu
Ucapan Sara membuat Vina tersinggung, di dunia ini. Tidak ada satu orang pun yang boleh mengungkit apalagi menghina ibunya, merasa bahwa dirinyalah sang penguasa dunia di tambah dengan calon suami yang kaya raya. Vina lupa, bahwa diatas langit masih ada langit.
"Berani-beraninya kau mengatakan hal itu, kau hanya wanita jelek tidak tahu diri. Jangan ikut campur urusan ku." Suara Vina membuat para pengunjung menolah ke kelompoknya, berfikir bahwa orang-orang akan ikut menghina Sara serta kelompoknya. Tapi sayang, ucapannya tentang jelek pada Sara malah membuat orang menertawakanya.
"Sepertinya kau memang harus berkaca, Nona. Aku jelek, lalu anda seperti apa? Lihatlah dan bandingkan bagaimana bentuk tubuh kita dan rupa kita, setelah itu mungkin anda tahu apa yang dimaksud jelek."
Jika Sara di bandingkan dengan Vina, maka sudah pasti Sara yang akan menang. Tubuhnya yang atletis, kulitnya yang sawo matang dengan kecantikan alami. Hidung yang mancung serta mata yang indah, semuanya terlihat sangat jelas. Kecuali jika Sara di bandingkan dengan Nayya, mungkin semua orang akan mengakui bahwa Nayya memiliki beberapa poin meskipun dengan tubuh kecilnya.
"Kau!!"
"Jangan terlalu marah, Nona. Aku takut nanti kehamilan yang sedang anda jaga terganggu. Aku juga tidak ingin anda itu mirip dengan ku, karena anda terlalu membenci ku. Sungguh, aku akan sangat malu jika sampai ada 'anak' anda mirip dengan ku."
Penekanan kata anak membuat semua orang teringat dengan berita yang sedang viral akhir-akhir ini. Seorang wanita dengan wajah sangat bangga mengakui bahwa dirinya hamil di luar nikah, bahkan sekarang ia sedang memakai pakaian sangat seksi dan super ketat. Seperti sengaja memberitahu semua orang jika dirinya telah mengandung anak dari pria yang belum menjadi suaminya.
"Hah, jangan terlalu puas diri dulu. Kau tidak akan pernah menang melawan ku, lihatlah sekarang, aku memiliki Leonal seutuhnya. Bahkan sudah ada bukti cinta kami yang sedang berada di dalam tubuh ku." Vina yang tahu jika Sara tidak bisa melawan merubah pembicaraannya dengan Nayya. Ia bahkan sengaja mengelus perut buncitnya sebagai pemberitahuan bahwa dirinya telah memiliki Leonal sepenuhnya.
Sungguh wanita bodoh, ia tidak tahu seperti apa pria yang ia rebut dengan cara kotor. Tapi, setidaknya mereka memang sangat cocok, satu murahan dan satu lagi suka dengan tubuh wanita murahan. Benar-benar pasangan yang sempurna.
Seperti yang sudah Tuhan sebutkan, jodoh mu adalah gambaran diri mu. Maka seperti itulah yang sedang terjadi pada Nayya dan Vina. Satu menikah dengan pria baik-baik dan satunya lagi menikah dengan pria penuh nafsu.
"Silahkah ambil pria itu, aku puas dengan apa yang sudah terjadi pada ku. Aku memiliki pria yang jauh lebih baik dari pria-pria yang pernah ku kenal, dia selalu memberikan rasa hormat, membuat ku menjadi seorang istri yang di anggap dan tidak pernah memandang ku dengan tatapan nafsu. Aku bahagia dengan pernikahan ini meskipun dia tua dan jelek." Jika berbicara dengan orang lain terutama manusia seperti Vina dan kelompoknya. Nayya tidak pernah lembut ia akan menggunakan kata 'aku', berbeda jika ia bericara dengan suami serta orang-orang yang telah baik padanya. Nayya akan menggunakan namanya.
Bara terharu, istri kecilnya yang cengeng sangat dewasa. Tidak ada rasa malu ketika Vina mengejeknya menikah dengan pria tua dan jelek, benar-benar sebuah keberuntungan untuk Bara menikahi wanita seperti Nayya.
Vina tertawa, ia yakin Nayya sengaja mengatakan hal seperti itu karena suaminya ada di sampingnya. Tidak mungkin Nayya bisa bahagia dengan pernikahan menyedihkan tersebut, di tambah lagi sekarang pria yang dicintainya menjadi miliknya. Vina semakin yakin bahwa Nayya hanya bersandiwara.
"Katakan saja bahwa kau malu dan jijik dengan suami mu, lagi pula. Hanya wanita bodoh seperti mu yang ingin menikah dengan pria jelek serta tua. Bahkan mengatakan jika kau bahagia karena dia menganggap mu sebagai seorang istri, omong kosong yang sangat lucu. Bukankah itu benar Sayang?"
"Ya, aku percaya dia hanya berpura-pura. Lagi pula, saat dia mendengar akan menjadi pengantin pengganti mu, dia langsung memohon untuk ku bawa lari, bahkan sangat ingin di jadikan seorang simpanan. Dasar wanita munafik."
Tidak ada rasa sakit hati dalam diri Nayya, ia bahkan terkesan biasa-biasa saja. Toh, ia juga tidak perduli dengan pendapat orang lain apalagi omong kosong Leonal dan Vina. Hidupnya sekarang sudah berbuah, dan itu karena Bara. Pria yang selalu baik padanya tanpa meminta imbalan.
"Tertawalah dan puaskan diri kalian menghina orang lain, tapi ingat satu hal. Apa yang kau tanam maka itu yang akan kau tuai. Jadi, mulai sekarang, bersiap-siaplah. Allah Swt tidak pernah tidur, Dia melihat dan mendengar apa yang hambanya lakukan selama di dunia."
Ini kali pertama Nayya mengucapkan nama Tuhannya, rasanya ada sedikit hari ketika ia bisa mengucapkan kalimat tersebut dengan bijaksana. Bahkan kini, hatinya semakin mantap untuk mendekati dan merayu Sang Pencipta, mungkin ia bisa menjalani hidup yang damai sekaligus baru ketika bisa mendapatkan hidayahnya.
Cengkaraman Bara semakin erat di tangan istrinya. Hatinya juga ikut terharu, sudah lama ia melupakan nama itu, Dan sekarang, ia memantapkan dirinya agar bisa membawa dirinya beserta istrinya mendekat pada Sang Pencipta.
"Waw, sekarang si anak haram sudah berani mengucapkan kata-kata seperti itu. Sangat luar biasa, aku bahkan ingin melihat apakah sebentar lagi kau akan menjadi ustazah seperti kebanyakan wanita seperti mu."
Semua yang mendengar ucapan Vina langsung menatap wanita itu jijik. Sepertinya, memang sudah banyak batu yang menutupi pintu hatinya hingga mendengar nama Tuhan-Nya saja ia seakan tidak perduli bahkan terkesan mengejek.
"Cih, bertingkah seolah-olah kau wanita baik-baik. Jangan pernah mengomentari kehidupan kami, kami bahagia dengan apa yang telah kami pilih. Lihatlah, sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Moxa dan kau, menjadi nyonya dari pria tua serta jelek. Mungkin tidak lama lagi kau akan menjadi janda karena suami mu sudah sangat tua."
Leonal tertawa, ia sangat bangga dengan keberanian Vina. Bahkan tidak segan-segan mengecup bibirnya di depan umum, niatnya cuman satu. Membuat Nayya sakit hati dan sedih, tapi sayang. Nayya sama sekali tidak terpancing, ia bahkan memberikan tatapan biasa saja, tidak ada kemarahan atau cemburu di dalamnya.
"Semoga Allah Swt segera membuka pintu hati mu, dan kau bisa melihat siapa saja yang berada di posisi mu ketika kau terpuruk. Semoga apa yang kau pilih tidak akan membuat hidup mu hancur."
Setelah mengatakan hal tersebut, Nayya membawa suaminya pergi dari hadapan Vina dan Leonal. Sara yang melihat langsung ikut pergi, namun sebelum itu. Ia mengucapkan kata-kata yang banyak orang setuju dengannya.
"Dasar manusia tidak tahu malu, mungkin sekarang Tuhan sedang sangat malu ketika melihat tingkah laku makhluk yang Dia ciptakan seperti kau dan kekasih mu."