Pertanyaan “Kapan nikah?” pasti sering muncul ketika bertemu dengan keluarga besar atau teman lama, salah satunya pada momen kumpul keluarga atau reuni sekolah.
Pertanyaan ini sering menjadi m0mok bagi sebagian orang terutama kaum hawa. Dapat memicu munculnya rasa cemas dan stres dalam lingkungan sosial atau pergaulan. Tak terkecuali bagi seorang wanita berusia tiga puluh tahun bernama Yumna Salsabila.
Terlebih ibunya menuntut Yumna untuk segera menikah. Dikarenakan Salwa, adik Yumna, juga berencana menikah dengan kekasihnya.
Hidup Yumna mendadak jungkir balik saat kedatangan mantan playboy kelas kakap bukan kelas bulu, bernama Alden Pratama Bentley. Lelaki blasteran yang satu ini telah jatuh hati pada Yumna sejak pertama kali mereka berjumpa. Sementara Yumna belum bisa dengan cepat naik pelaminan bersama Alden karena ada bias di masa lalu yang ia pendam.
Bagaimana jungkir balik cinta Yumna ? Simak kisah mereka💋
Merupakan bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Bias Masa Lalu (Bagas-Yulia-Mawar)
Keesokan paginya, Alden mengantarkan Yumna ke Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Kenapa cuma sebentar saja di sini?" tanya Alden terdengar setengah merajuk.
"Iya, Mas. Ada beberapa materi yang perlu aku pelajari. Pekerjaan utamaku di kampus juga menumpuk gara-gara cudak alias cuti dadakanku ke sini. Aku harus segera balik ke Jogja buat persiapan interview user di kampus sama kelarin pekerjaanku. Doakan semoga aku dapat beasiswa itu ya, Mas."
"Pasti aku doain yang terbaik buat Yumnaku," jawab Alden. "Tapi, aku masih kangen Yank."
"Sabar. Nanti kan kita bertemu lagi secepatnya di Jogja buat foto prewedding,"
"Tapi, kangennya nempel sekarang." Alden memasang mimik wajah mode manja ke Yumna.
Keduanya tengah duduk di salah satu deretan kursi di bandara. Alden tak sungkan menyandarkan kepalanya pada pundak Yumna.
"Uluh, manjanya Mas Buleku yang ganteng ini."
"Nanti kalau aku ke Jogja, tolong buatin tumis pare campur udang buatanmu kayak yang kemarin kamu masak di rumahku."
"Mas Buleku sehat?" ledek Yumna seraya telapak tangannya menyentuh kening Alden. "Enggak panas, tapi kok anget ya. Hehe..." sambungnya.
"Aku sehat cuma sedikit meriang," ujar Alden.
"Meriang apaan? Jangan ngaco deh!"
"Meriangku, merindukan kasih sayang dari Yumnaku."
"Haishh !! Suka ngadi-ngadi. Kenapa pengin makan tumis pare buatanku di Jogja? Kayak orang ngidam saja. Kamu enggak hamilin wanita lain kan?" cecar Yumna seraya menatap serius nan tajam pada Alden.
"Ya ampun. Enggak, Yank. Kalau sampai ada cewek ngaku-ngaku hamil anakku, fix tuh cewek gila alias gak waras. Otaknya lagi konsl3t!"
Yumna pun terdiam seraya menatap wajah Alden. Tak terlihat kebohongan di sorot mata Alden.
"Masih gak percaya aku sudah tobat? Kan sekarang aku sudah ganti label jadi mantan teh celup sesuai nama kontakku di ponselmu,"
"Aku percaya kok. Tapi, waspada itu penting. Pokoknya kamu jangan deket-deket lagi sama Si Mika pembungkus roti itu! Mulai detik ini kamu dilarang bicara atau deketin dia! Titik enggak pakai koma!"
"Siap 69, Ayankku Yumna yang cantik jelita seantero kasurku,"
"Siap itu 86 atuh, bukan 69. Nanti ganti lagi jadi 76, 96 lah," cibir Yumna.
"Aku kan memang suka banyak gaya apalagi kalau di atas kasur. Kalau monoton, enggak asyik Yank. Kurang memacu adrenalin. Haha..." Alden pun tertawa lepas di depan Yumna.
Yumna hanya mampu memutar bola matanya jengah pada tingkah polah Alden yang menyebalkan, tapi sejujurnya juga ngangenin. Candaan Alden membuat hidupnya lebih berwarna dan tersenyum.
Akhirnya pesawat Yumna pun sudah waktunya take off. Keduanya berpisah untuk sementara waktu. Lika-liku LDR an, ya begitulah. Kesetiaan dan kepercayaan dalam menjaga cinta sangat diperlukan.
Alden juga berjanji akan membantu Yumna mencari keberadaan ayah kandungnya. Walaupun dengan data dan informasi yang terbatas. Sebab, foto-foto pernikahan Yulia dan Bagas sudah usang dan tak begitu jelas. Terutama pada wajah Bagas.
Ketika Yulia memutuskan pergi dari Bagas dan kembali ke Bandung, Yulia sengaja mencoret-coret wajah Bagas di seluruh foto yang dia miliki. Yulia saat itu tengah marah dan kecewa pada Bagas. Alhasil ia lampiaskan pada foto-foto dirinya bersama Bagas.
☘️☘️
Jogja.
Ketika Bagas sedang meninjau proyek di Jogja, panggilan Meka masuk ke dalam ponselnya. Sebenarnya ia sudah malas mengangkat panggilan dari anak haram mantan istrinya itu.
Sungguh, Bagas benar-benar menyesal. Seharusnya waktu itu ia tak mudah percaya begitu jika saja jika Mawar mengandung benihnya. Akibat desakan ibunya kala itu serta kehamilan Mawar, sontak membuat Bagas tak ada pilihan lain untuk melakukan poligami.
Yulia terlanjur kecewa karena merasa telah dikhianati cinta oleh Bagas. Terlebih Bagas lebih menuruti perintah Mama Anik dan berencana menikah dengan Mawar yang sedang hamil dan mengklaim itu benih suaminya.
Yulia kala itu berniat memberi kejutan atas kehamilannya pada Bagas. Namun sayang justru ia yang terkejut mendapati rencana poligami sang suami. Yulia akhirnya memilih untuk bungkam dan tak memberitahu Bagas bahwa dirinya sedang hamil.
Hanya Mama Anik yang mengetahui fakta kehamilan Yulia. Namun ibu mertuanya itu tak percaya alias meragukan jika benih yang dikandungnya adalah milik Bagas.
Kala itu Bagas belum pulang ke rumah karena masih ada proyek di luar kota.
"Dari mana kamu?" tanya Mama Anik pada Yulia ketika baru tiba di rumah.
"Dari dokter kandungan, Bu."
"Periksa kalau kamu positif mandul, begitu?" cibir Mama Anik.
Yulia berusaha sabar dan tak mengambil hati setiap omongan pedas yang keluar dari bibir ibu mertuanya itu.
"Alhamdulillah, Yulia hamil Bu. Sebentar lagi ibu akan jadi seorang nenek,"
"Apa aku tidak salah dengar?"
"Enggak, Bu. "Coba ibu lihat sendiri. Ini hasil saya periksa tadi di dokter kandungan," ucap Yulia seraya menyodorkan kertas dari dokter kandungan yang menyatakan bahwa dirinya positif hamil hingga bukti kertas U S G.
Mama Anik pun menerimanya, lalu membaca kertas rumah sakit itu dengan seksama.
"Jadi, dia beneran hamil?" batin Mama Anik terkejut melihat hasil pemeriksaan bahwa Yulia benar-benar positif hamil.
"Tapi, rencanaku buat nikahkan Mawar sama Bagas enggak boleh gagal. Apalagi malam jebakan itu kata Mawar sudah berhasil kalau dia sudah begituan sama Bagas. Kesucian Mawar kan sudah diambil Bagas malam itu. Jadi, putraku tetap harus bertanggung jawab. Terserah wanita k3re ini kalau misal dia enggak mau dipoligami. Aku enggak peduli!" batin Mama Anik.
"Apa ini benih putraku?" tanya Mama Anik dengan nada kalimat yang begitu men0hok di hati Yulia.
"Astaghfirullah hal adzim. Ibu meragukan kehamilanku?"
"Kamu sudah menikah dengan Bagas cukup lama dan tak kunjung hamil. Tiba-tiba hamil, kan aku jadi bertanya-tanya. Apalagi kapan hari aku sempat pergoki kamu di toko kue depan komplek sama laki-laki lain. Siapa tahu itu benih laki-laki itu, bukan milik Bagas."
"Ya ampun, Bu. Laki-laki itu hanya teman sekolah saya yang enggak sengaja bertemu di toko kue depan komplek. Dia juga sudah punya istri. Kebetulan istrinya waktu itu lagi ulang tahun jadi dia beli kue tart di sana lalu bertemu saya. Istrinya juga ada sedang nunggu di dalam mobil karena lagi hamil muda. Jadi suka mual-mual," terang Yulia.
"Halah, sekarang kan zamannya rumput tetangga lebih menggiurkan. Bagas jarang pulang, pasti kamu gat3l pengin dibelai laki-laki. Ujungnya main sama suami orang. Eh, sekarang kamu hamil pakai alasan ngaku itu benih Bagas!"
"Terserah ibu mau percaya atau tidak. Jika di dunia ini tak ada satu pun yang percaya, saya tidak peduli. Becik ketitik ala ketara!"
Yulia pun yang tengah hamil muda, tentunya mudah terbawa perasaan alias sen_sitif. Ia segera masuk ke dalam kamarnya tanpa berpamitan pada ibu mertuanya yang selalu memojokkan dan mencari kesalahannya.
Becik ketitik ala ketara adalah peribahasa Jawa yang artinya baik diketahui, jahat akhirnya ketahuan juga.
Peribahasa ini mengandung makna bahwa pada akhirnya kebenaran dan kesalahan akan terlihat. Peribahasa ini juga mengingatkan bahwa semua perbuatan, entah itu baik atau buruk, akan memperoleh ganjaran yang setimpal.
"Dasar mantu gak punya sopan-santun!" maki Mama Anik.
Lalu Mama Anik segera mengambil ponselnya dan menghubungi Mawar. Tak lama panggilannya itu pun diangkat.
"Halo, Mawar..."
Bersambung...
🍁🍁🍁
LAYAK DPT BINTANG 5