NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Promise

Setelah kejadian itu semua Youngha memutuskan untuk pindah rumah dan membawa semua perabotan serta pakaian-pakaian yang masih ada di rumah lama, dia membawanya dengan menyewa jasa pindahan rumah dengan cepat. Youngha memilih rumah yang dekat dengan markas, yang paling penting rumahnya kali ini bertetangga dengan para anggota tim sendiri sekaligus teman kecilnya. Akhir pekan datang, dengan gagah Youngha membawa Dohee pulang bertemu dengan Ayahnya. Di ruang keluarga besar, Kang Jungha pun ikut datang kerumah. Jungha mengeluh banyak tentang pamannya kemudian mengeluh dengan keadaan Ayahnya yang aneh itu, malah dia menyuruh Ayahnya berhenti menjadi aneh.

Youngha duduk diam, dia hanya bersandar di sofa sambil memainkan helai rambut Dohee. Ayahnya memprotes Youngha tetapi dia hanya diam tidak menatapnya sama sekali, malah dia memainkan tangan kanan Dohee lalu mengelus pipi kiri Dohee dengan lembut sambil menatap Dohee. Ada beberapa kata yang menyinggung Youngha,

“Jika kau tidak menikah dengan Dohee dan kabur jadi Tentara. Kau tidak akan seperti ini!” katanya,

“Papa saja yang aneh, kenapa dia tak boleh menikah dengan Kak Dohee? Kak Dohee itu baik dia perhatian dengan suaminya, hari ini jika tidak ada Kak Dohee, Kak Youngha tidak akan seperti ini apalagi denganku” sahut Jungha,

“Kau juga sama saja. Kenapa harus memilih menjadi Perwira sih?!” seru Ayahnya,

“Ayah, jika aku yang salah disini aku minta maaf. Aku tidak bisa menolak untuk menikah dengan Kak Youngha, bagaimanapun juga keluarga kita juga terikat dengan perjodohan. Jika keluarga ku tidak menjadi sahabat keluarga Kang, maka aku juga tidak akan menikah dengan—” ujar Dohee terputus,

“Sstt... Tetap saja, jika keluarga Kang tidak jadi sahabat aku tetap menikahi mu cantik” putus Youngha lembut sambil menatap kedua mata Dohee yang berkaca-kaca itu,

Suasana menghening sejenak, Youngha duduk tegap dan menghadap ke arah Ayahnya dengan tangan menggenggam erat tangan Dohee.

“Hm? Masih sama seperti dulu ya? Keras kepalanya?” tanya Youngha dengan nada serius, “Aku kesini hanya bertanya, ulah siapa yang memasukkan adik laki-lakinya yang gila itu kerumah ku?” lanjut Youngha dengan suara beratnya yang serius,

Ayahnya membuang muka sambil menghela nafas bingung, tak ada jawaban pasti semakin berbelit-belit.

“Ayah juga tidak tahu kenapa dia bisa keluar dari rumah sakit jiwa” jawabnya,

“Ibu aku bawa, tidak akan mengenal mu lagi, tidak bisa mencari keberadaan selamanya,” ujar Youngha tegas, “dan satu lagi aku hanya memberi tahu, pernikahanku dengan Jang Dohee adalah keputusanku. Dia tidak ikut masalah ini, jangan ganggu dia. Dia sedang mengandung anakku” lanjut Youngha tegas sesekali juga memperingati Ayahnya.

Youngha berdiri dari duduknya sambil menggandeng erat tangan Dohee, suasana menghening sejenak.

“Jangan pernah cari kami, mati saja sendiri” ujar Youngha tegas kali ini sangat tegas dari yang sebelumnya.

Jungha berdiri tanpa pamit, dia hanya menggelengkan kepala tidak percaya saat melihat Ayahnya. Dia langsung membuntuti Youngha dan Dohee keluar dari rumah yang mewah dan besar itu,

“Kak, apa benar aku akan punya keponakan?” tanya Jungha seperti anak kecil di depan Dohee,

“Iya adikku” jawab Dohee lembut sambil mengacak-acak rambutnya,

Tiba-tiba, Youngha melepaskan genggaman eratnya itu saat melihat Jungha manja ke Dohee. Dohee bingung saat dia melepaskan genggaman tangan itu lalu masuk ke dalam mobil,

“Hehehe, akhirnya aku punya teman kecil” ujar Jungha sedikit merayakan,

Dohee melihat Youngha yang wajahnya cemberut, dia segera mengajak Jungha masuk ke dalam mobil. Dia memasang seat belt, setelah itu sedikit melihat wajah Youngha yang kesal. Mereka menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Ibunya, yang kemarin ternyata mengalami jantung karna terkejut, di perjalanan hanya suara Jungha yang ramai. Di tanya pun hanya menjawab singkat, Youngha fokus di jalan, Dohee yang menanggapi Jungha bercerita sedari tadi.

“Jungha” panggil Dohee tiba-tiba,

“Iya kak?” jawab Jungha yang mulai diam bercerita,

Dohee menoleh ke arah kursi penumpang belakang sambil mencoba tersenyum lembut,

“Nanti kalau sampai di rumah sakit, kamu tengok Ibu dulu ya... Nanti Kak Youngha dan Kak Dohee menyusul” ujar Dohee,

“Iya kak, siap... Aku turun dulu kak” jawab Jungha yang ikut tersenyum juga.

Setelah sampai di parkiran mobil rumah sakit, sesuai permintaan Dohee. Jungha turun terlebih dahulu, Youngha melepas seat belt nya dan hampir keluar dari mobil.

“Tutup dulu pintunya” ujar Dohee tiba-tiba yang duduk diam lalu sedikit menundukkan kepalanya,

Youngha terdiam lalu menutup pintu mobilnya, dia melihat ke arah depan jalan. Suasana mulai menghening sejenak, wajah Youngha yang masih cemberut itu membuat Dohee menghela nafas agak berat. Dohee memberanikan diri dan mengelus kepala Youngha lembut,

“Kak Youngha, aku tahu kamu cemburu dengan Jungha... Tapi, selama kapanpun itu aku tetap memilihmu sebagai suamiku,” ujar Dohee lembut “jadi, aku minta maa—” lanjut Dohee terputus,

Youngha mengambil tangan Dohee yang ada di kepalanya dan menaruh di pundak lalu mencium bibir Dohee, dia memakan bibir Dohee. Dohee melingkarkan kedua tangannya di leher Youngha, begitu juga dengan Youngha dia melingkarkan tangannya di pinggang Dohee.

“Hmm, aku tahu itu... Maafkan aku yang kekanakan ini... Aku harap kamu bisa menerima sifatku” ujar Youngha dengan suara beratnya,

“Tidak, jika kamu merasa tidak enak... Tarik aku saja ya” jawab Dohee dengan suara lembut dari biasanya,

Youngha mencium bibir Dohee lagi, lalu mengecup bibir dan keningnya lama. Kemudian, mereka turun dari mobil sambil bergandengan dengan erat. Youngha dan Dohee masuk ke dalam kamar bagian VIP, tangan Ibunya yang masih terpasang infus itu membuat Dohee sedih. Dia langsung menggenggam tangan Ibu mertua erat lalu mengelus kepalanya dengan lembut,

“Ibu, kenapa jadi seperti ini?” tanya Dohee dengan air mata yang mengalir di pipinya,

Youngha memeluk Dohee dari belakang, dia merasakan kesedihan yang dirasakan Dohee.

“Dohee sayangku” ujar Ibunya yang tiba-tiba terbangun itu,

“Iya ibu” jawab Youngha dan Dohee langsung sigap menatap ibunya,

“Jaga hubungan kalian ya sebagai suami-istri, Ibu tahu akan jadi nenek tapi kalian harus janji ya dengan ibu, jangan pernah meninggalkan satu sama lain jika ada masalah tolong di bicarakan ya dengan baik-baik. Dohee ku sayang, tolong jaga Youngha putraku” ujar Ibu Youngha sambil menggenggam tangan Dohee erat,

“Ibu, aku akan menjaga kalian semua apapun yang terjadi... Aku yakin ibu sembuh dari keadaan ini, jadi jangan berfikir yang aneh-aneh ya” jawab Dohee,

“Iya sayang” jawab Ibu Youngha tersenyum lembut,

“Ibu katakan apapun kepada kami, ibu menginginkan apa” ujar Youngha,

“Youngha, ambil aset ibu di ayahmu, kelola dengan baik dan ibu berikan itu saat cucu ibu sudah besar nanti. Ya Nak?” jawab Ibu Youngha,

“Bu, jangan bicara seperti itu bisa tidak? Ibu masih kuat loh” sahut Jungha yang sedari tadi sudah menangis,

“Jungha, cepat menikah ya” ujar Ibunya,

“Dohee sayang, selalu ingat Ibu… Ibu hanya menitipkan nama untuk cucu Ibu, jika laki-laki beri nama Kang Dongha kalau perempuan Ibu ingin kamu memberikan nama Kang Younghee” ujar Ibunya sambil mengusap air mata Dohee yang mengalir itu,

Ibunya menghela nafas agak panjang, lalu alat monitor jantung tiba-tiba berbunyi panjang dan Youngha pun langsung berlari mencari Dokter bertugas. Tangan yang menggenggam erat Dohee itu menjadi lemas dan jatuh, Dohee berteriak memanggil Ibunya kedua kali ini sambil menangis. Dokter datang di ruang pasien, Jungha sudah menarik Dohee menjauh dari tempat tidur Ibunya. Saat Youngha datang dia langsung memeluk Dohee erat,

“Ibu!” panggil Dohee sambil menangis semakin kuat,

“Sayang, tak apa-apa... Aku disini” jawab Youngha memeluk erat Dohee, mengelus kepala Dohee sambil menenangkan.

Dengan semua usahanya Dokter, Ibu Youngha dan Jungha dinyatakan meninggal dunia. Saat Dokter mengumumkan kematian Ibu mereka, Dohee langsung lemas. Dia langsung jatuh dengan tangis sangat dalam, Jungha menghampiri tempat tidur Ibunya lalu berteriak memanggil “Ibu” dengan tangisan sangat keras. Semakin Dohee tak kuasa menahan tangisnya, Youngha yang memeluk itupun juga ikut menangis diam-diam.

Youngha mengumumkan pemakaman secara tertutup, hanya bisa dikunjungi oleh keluarga terdekat saja dan hanya teman-teman yang mengenal keluarga mereka, terutama tim sekaligus teman kecil Youngha yang selama ini sudah selalu ada untuknya. Mereka menerima tamu di rumah duka, Youngha dan Dohee mengecualikan Ayah mertua dan Ayahnya sendiri untuk datang ke rumah duka. Setelah banyak menerima tamu, Dohee duduk di depan foto Ibu mertuanya sambil melipat kedua kaki. Wajah Dohee tampak pucat ditambah tatapan kosong dengan kedua matanya yang sayu karena menangis, Youngha yang bersandar di tembok sambil menyangga tangan kanannya dengan kaki itu merasa sangat kehilangan Ibunya. Jungha yang duduk di belakang sambil memeluk baju Ibunya yang menjadi favorit selama hidup, Dohee mengingat masa-masa kecil pada saat dia kehilangan Ibunya sendiri.

Hanya Ibu Youngha yang memeluk dan menyayanginya selalu seperti anak sendiri, dia meneteskan air mata lagi. Youngha yang pucat itu dengan mata sayu langsung menghampiri Dohee kemudian memeluknya erat, tak lupa dia juga membuka pelukannya kepada Jungha. Mereka bertiga menangis bersama, kali ini mereka seperti merasa tak sanggup melanjutkan hidupnya tanpa Ibu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!