Bisakah seorang bad boy mendapatkan wanita yang ia cintai saat pandangan pertamanya? Bahkan akankah wanita itu memperjuangkan cinta mereka hingga ke jenjang penikahan?
Adriel Dary Raymond, pria tampan yang terkenal dengan julukan bad boy serta sikap cuek dan dinginnya. Tiba-tiba di pertemukan dengan seorang wanita. Jovanka Lovta Orlando, merupakan wanita yang mencuri hati pria bda boy itu. Wanita pindahan ini memiliki paras cantik dengan pesona serta rahasia tak terduga.
Mereka berdua memiliki masa lalu yang menggoreskan rasa trauma akan cinta dalam suatu hubungan. Akankah mereka saling mencintai? Dan apakah mereka bisa melalui badai dan memperjuangkan hubungan cinta mereka?
WARNING !
Maaf karena terdapat kata-kata kasar dan adegan dewasah. Harap bisa lebih bijak untuk membaca, dan yang belum cukup umur jangan baca 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ins.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANGAN MARAH
Akhirnya Jovanka menuju mobil silvernya dan memegang kemudi mobil tersebut. Jovanka berniat mengantar Adriel untuk kembali ke apartemennya untuk istirahat. Namun, di pinggir jalan tiba-tiba Jovanka berhenti di depan minimarket. Dia berniat hanya untuk sekedar membeli kopi hangat untuk merefresh pikirannya.
"Yank! Maafin aku, ya!" ucap Adriel yang
membuntuti Jovanka dari belakang.
"Kamu mau kopi apa? Atau mau minuman lain? Mending pilih sendiri, yuk! " ajak Jovanka tak menggubris pertanyaan Adriel.
Akhirnya Adriel tertunduk pasrah dan mengekori Jovanka kedalam mini market, dan memilih minuman. Setelah selesai memilih serta membeli makanan ringan, Jovanka dan Adriel duduk di meja Food Court yang tersedia disana.
"Yank!" panggil Adrie.
"Hmmm?" balas Jovanka dengan deheman.
"Kamu, udah nggak marah lagikan? Aku bener-bener minta maaf!" tanya Adriel lagi.
"Menurutmu?" jawab singkat Jovamka sembari meminum kopinya.
"Ya, masih marah, sih! Tapi, aku beneran gak berniat be-," ucap Adriel terhenti.
Belum selesai Adriel berbicara Jovanka langsung memotong dan mengambil alih pembicaraan.
"Aku paham banget, kok, dengan apa yang kamu rasain. Aku sebenarnya gak marah-marah amat, sih. Cuma aku kesel aja kalo orang yang kita sayang lebih percaya sama orang lain. Kamu tau kan aku orangnya males ribet. Jadi, aku gak akan buang-buang tenaga untuk membela diri, apalagi saat itu orang yang akan kita beri penjalasan udah gak akan percaya, untuk apa juga kan?" ucap Jovanka.
"Tapi, aku udah bicara kasar juga sama kamu, yank. Bodah banget emang, aku bisa percaya omongan cewek sialan itu," sesal Adriel.
"Emang, ***** kamu kelewat batas. Itu juga karena kamunya jadi cowok ganjen mau aja di rayu cewek model begituan, jadi cowok itu harus tegas megang kendali apalagi masalah perasaan dan tanggung jawab" bentak Jovanka.
"Iya, Yank. Aku minta maaf, aku bakalan berubah. Tapi, kita jangan putus, ya, please ? Kamu tetep cintakan sama aku?" tanya Adriel.
" Kalau pun kamu mau putus sekarang, ya, ayo aja, sih. Aku bisa aja, kok!" ucap Jovanka datar dengan mengunyah camilannya.
"Ih, kamu kok gitu, sih, Yank? Gampang banget ngucapin putus, padahal kan aku cuma nanyak doang" balas Adriel.
"Yank, aku ini bukan tipe orang alay dan selalu to the point, kamu gak perlu nanyak aku masih sayang, cinta atau nggak, kamu kan cukup rasain aja dan jika kiranya aku atau kamu udah ada rasa gak nyaman, ya, udah kita bicarain dan cari penyelesaian dan jalan tengahnya. Itu aja, yang penting komunikasi dan percaya juga jujur yang utama. Jadi, hubungan jangan terlalu di bikin rumit jadi kita sebagai pasangan juga nyaman jalaninnya" ucap Jovanka panjang lebar.
"Iya, Yank! Bener kata anak-anak, kamu cewek paket komplit. Hampir aja aku kehilangan," ucap Adriel.
"Aduh, jangan ngegombal lagi, bikin aku sakit perut. Bentar lagi aku anter kamu ke mana? Apertemen apa kerumah orang tuamu? Soalnya aku mau balik ke Mansion Kak Sebastia," ucap Jovanka.
"Jadi? Aku di tinggal sendirian, nih? Aku gak mau!" manja Adriel.
"Cih, biasanya juga sendirian kalo tidur dari dulu. Emang pikiran kamu aja, mesum!" ucap Jovanka dengan malas.
"Tapi, sejak ada kamu, aku gak bisa sendirian. Ih, kamu mah tega," rajuk Adriel.
" Kayak bocah aja kamu, tuh! Gimana, kamu udah siap bicara sama ayah aku? Udah yakin?" tanya Jovanka.
"Kapan? Benaran aku boleh ke rumah kamu dan ketemu sama ayah? Aku pengen segera minta restu, biar aku bisa nikahin kamu!" ujar Adriel yang berlari memeluk Jovanka.
"Oke deh! Nanti aku hubungi kamu lagi, dan kita sama-sama berdoa, ya. Semoga kita bisa baik-baik aja hubungannya," ucap Jovanka.
Mereka pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan mengantarkan Adriel ke apartementnya. Setelah beberapa menit, mereka pun telah sampai dan adriel pun turun. Tak lupa pria itu mengecup kilas bibir tipis Jovanka. Tanpa mampir Jovanka pun langsung menuju ke arah Mansion keluarganya.