[Cek novel terbaru, Soul Shaman.]
Battle Domain, sebuah Game Virtual Reality yang terasa sangat nyata dan berjalan lebih cepat dari waktu yang ada di dunia nyata. Berkat fitur tersebut, Battle Domain berkembang dengan cepat di seluruh dunia hingga berpengaruh pada ekonomi dunia.
Veigas Ercnard seorang laki-laki berusia 18 tahun yang baru saja lulus dari sekolah mengalami dilema antara kuliah atau kerja.
Di tengah dilemanya, Veigas menemukan Battle Domain yang ternyata bisa menghasilkan uang dengan cukup mudah.
Karena terdengar menarik Veigas memulai petualangannya di Battle Domain untuk menghasilkan uang. Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan Veigas yang awalnya hanya untuk menghasilkan uang pun berubah.
h
Kebanggaan, harga diri, reputasi, dan kehormatan, itulah hal yang menunggu Veigas setelah menyelam semakin dalam di Battle Domain.
———
#WF
Side Story: Alcatraz
–––
I do not own cover images.
Cover Images: Copyright © Kakao Games Corp. | KOG All rights reserved.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xyle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 34 - Pahlawan Desa
Sebuah Magic Rune terbentuk dan memunculkan sosok Dixtri. Veigas agak khawatir jika Dixtri akan memberontak saat ia panggil keluar. Tapi dugaannya salah, Dixtri sangat menurut pada Veigas, bahkan Dixtri selalu mengakhiri kalimatnya dengan kata Tuanku.
Veigas memperhatikan Dixtri lebih dekat, wajah Dixtri terlihat lebih muda dan cantik dari sebelumnya. Tapi kulitnya tetap berwarna pucat dan agak kebiruan. Dixtri saat ini sungguh berbeda dari NPC pemarah dan penuh dendam yang dilawan Veigas sebelumnya.
‘Mungkinkah ingatannya hilang karena Rising?’ pikir Veigas.
“Dixtri, siapa yang majikanmu?”
“Tentu saja itu dirimu, Tuanku.”
Veigas merasa jika Rising merupakan keterampilan yang bisa mencuci otak setiap makhluk yang dijadikan makhluk panggilan, ‘Astaga, kenapa monster ini berubah menjadi perempuan imut dan polos?’
Veigas mengembalikan tongkat milik Dixtri, lebih baik ia memberikan tongkat itu kepada Dixtri daripada menjualnya kepada orang asing. Dixtri yang menerima tongkat itu merasa jika tongkat yang diberikan Veigas tidak asing. Tentu saja karena sejak awal itu adalah tongkat buatan Dixtri.
Setelah itu, Veigas kembali ke Desa Viridis dengan susah payah. Tentu saja sebelum itu Veigas meminta Dixtri untuk menghilangkan diri, ia khawatir warga desa akan semakin ribut jika ia kembali bersama Dixtri. Begitu Veigas kembali ke desa, keheningan menyambutnya.
Veigas sempat mengalami kesulitan untuk meyakinkan Kepala Desa, Kepala Desa agak ragu jika Veigas adalah orang yang pernah ditemuinya. Setelah itu Kepala Desa mulai mengajukan pertanyaan yang harusnya bisa dijawab oleh Veigas. Tentu saja Veigas bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan mudah.
“Petualang kau berhasil!” Kepala Desa memanggil semua warganya, “Semuanya, Petualang kita ini berhasil membunuh Dixtri!”
Satu demi satu pintu rumah terbuka, setiap orang di desa segera keluar dari rumahnya.
Anak-anak yang pernah bertemu dengan Veigas segera berlari ke arahnya, “Kakak Petualang!”
Setiap warga desa terlihat sangat bahagia, mereka akhirnya berhasil terbebas dari teror Dixtri. Mereka segera berdoa kepada sesuatu yang mereka percaya.
“Terima kasih Pahlawan!”
Seluruh desa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Veigas.
[Kondisi terpenuhi. Title Pahlawan Desa didapatkan.]
[Atribut Martabat telah terbuka. Martabat +10]
‘Title lain dan Atribut lain!’ Veigas sangat senang ketika mendapatkan Title baru, tapi ia tidak terlalu senang karena tidak mengetahui fungsi Martabat.
Setelah itu, meskipun warga desa masih memiliki sedikit ketakutan di dalam hati mereka. Mereka mengadakan pesta perayaan dadakan pada saat itu juga. Veigas yang merupakan bintang dari perayaan itu, dijamu dengan berbagai makanan lezat dari desa itu.
Kepala Desa memberikan pidato yang semakin membangkitkan gairah seluruh warga desa. Rasa takut mereka akibat teror Dixtri, akhirnya hilang sepenuhnya berkat pidato Kepala Desa.
Keesokan harinya Veigas sudah bersiap untuk meninggalkan Desa Viridis. Setiap warga desa mengantarkan Veigas ke depan pintu masuk desa.
“Kalau begitu sampai jumpa semuanya. Jaga diri kalian baik-baik.” Veigas melambaikan tangannya dan berjalan ke utara.
“Sampai jumpa Pahlawan!” Warga desa juga melambaikan tangan mereka
Setelah Veigas berjalan cukup jauh, ia tidak lagi melihat Desa Viridis. Veigas segera memanggil Dixtri keluar untuk menemaninya bepergian.
“Rising Dixtri.”
Lingkaran sihir aneh terbentuk dan memunculkan sosok Dixtri yang baru. Dixtri yang sekarang lebih terlihat seperti anak remaja, namun aura kematian darinya tidak menghilang.
Dixtri membungkukkan badannya, “Salam Tuanku.”
Veigas mengangguk dan menggunakan melihat Status Dixtri.
[Dixtri Lv.0 (0 / 55)
HP : 500
Mana : 1.000
Serangan Fisik : 200
Serangan Sihir : 500
Ras : Undead
Profesi : Magic Caster
Kelas : Lich
Title : -Ratu Makhluk Mati-
---
Call Skeleton (Lv.0)
Mana Cost : 2.500
Duration : 1 jam
Cooldown : 30 menit
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Memanggil Skeleton Warrior, Ranger, dan Magic Caster yang lima level lebih rendah dari pengguna.
---
Call Zombie (Lv.0)
Mana Cost : 2.500
Duration : 1 jam
Cooldown : 30 menit
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Memanggil 3 Zombie (Normal) salah satu dari Zombie akan menjadi Zombie tingkat tinggi. Zombie yang dipanggil akan memiliki Level yang sama dengan pengguna.
---
Call Undead Warbeast (Lv.0)
Mana Cost : 2.500
Duration : 1 jam
Cooldown : 30 menit
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Memanggil seekor Undead Warbeast yang lima tingkat lebih rendah dari pengguna.
---
Call Undead Wyvern (Lv.0)
Mana Cost : 10.000
Duration : 1 jam
Cooldown : 12 jam
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Memanggil seekor Undead Wyvern dengan level acak yang tidak lebih rendah dari pengguna.
---
Frost Blast (Lv. 0)
Damage : 100
Mana Cost : 50
Cooldown : 6 detik
Upgrade Cost : 500 Skill Mastery (+)
Meledakkan embun beku di sekitar target dan menimbulkan efek Slow sebesar 20% selama 5 detik.
---
Frost Bite (Lv. 0)
Damage : 100
Mana Cost : 50
Cooldown : 10 detik
Upgrade Cost : 500 Skill Mastery (+)
Memunculkan embun beku di sekitar target untuk menahannya selama 2 detik.
---
Frost Chain (Lv. 0)
Damage : 150
Mana Cost : 75
Cooldown : 1 menit.
Upgrade Cost : 500 Skill Mastery (+)
Melemparkan embun beku yang dapat memantul pada target.
---
Ice Shield (Lv.0)
Duration : 10 detik
Mana Cost : 75
Cooldown : 10 detik
Upgrade Cost : 500 Skill Mastery (+)
Membuat Perisai Es untuk menahan segala serangan. Serangan kuat atau terus menerus dapat merusak perisai.
---
Life Drain (Lv. 0)
Percentage : 1% / detik
Duration : 5 detik
Mana Cost : 5.000
Cooldown : 1 jam
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Menghisap kesehatan target.
---
Evil Touch (Lv. 0)
Percentage : 10%
Duration : 5 detik
Mana Cost : 2.500
Cooldown : 10 menit
Upgrade Cost : 500 Skill Mastery (+)
Dixtri menggunakan kekuatan gelap untuk memperlambat target.]
---
Darkness Wave (Lv. 0)
Damage : 500
Mana Cost : 100
Cooldown : 20 detik
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Melemparkan gelombang kegelapan untuk memukul mundur target.
---
Darkness Impact (Lv. 0)
Damage : 500
Mana Cost : 100
Cooldown : 20 detik
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Melemparkan gelombang kejut untuk memukul mundur lawan.
---
Darkness Enchant (Lv. 0)
Duration : 1 jam
Mana Cost : 5.000
Cooldown : 2 jam
Upgrade Cost : 50.000 Exp (+)
Menggunakan kekuatan kegelapan untuk meningkatkan kekuatan pengguna sebesar 50%.
---
Dixtri dapat hidup tanpa majikannya, ia dapat menaikkan levelnya sendiri dan memutuskan perkembangan dirinya sendiri. Membutuhkan waktu 24 jam sebelum dapat dipanggil jika Dixtri mati.]
“Dixtri bagaimana caramu mendapatkan Undead Wyvern?” Veigas juga berpikir untuk mendapatkan Wyvern.
“Aku menemukan bangkai Wyvern saat masih berkeliaran tanpa tujuan di sebuah gua.”
Veigas mencoba mencari informasi lebih dari Dixtri, “Lalu bagaimana caramu mengubah bangkai itu menjadi seekor Undead?”
“Aku hanya perlu menggambar Magic Rune yang bisa mengubah makhluk mati di sekitar bangkai makhluk yang aku ingin bangkitkan. Setelah itu aku dapat menyimpannya atau membangkitkannya lagi jika makhluk itu mati.”
Veigas kurang lebih memahami jika Dixtri dapat melakukan hal yang serupa dengan salah satu keterampilannya yaitu Rising.
“Lalu apakah itu berarti kau masih bisa membangkitkan makhluk lain?”
“Tentu Tuanku, namun aku hanya dapat menyimpan lima makhluk berbeda. Jika aku ingin menyimpan makhluk lain, aku harus menghapus salah satunya.”
Veigas menanyakan banyak hal kepada Dixtri selagi berjalan entah ke mana. Veigas memutuskan untuk menggunakan seluruh kemampuan Necromancernya, agar saat bertemu monster, dia tidak perlu bertarung dan hanya perlu mengandalkan Pasukan Undeadnya.
Dixtri sendiri sangat terkejut begitu ia mengetahui jika Pasukan Undead yang Veigas panggil tidak memiliki batas waktu. Bagi Dixtri yang juga merupakan makhluk panggilan Veigas, itu berita yang sangat baik baginya.
🔥🔥🔥
Dukung terus Battle Domain dengan cara mengirimkan Like, Vote, Tip, Rating, dan Share. 😉