Setelah malam panas dengan seorang laki-laki yang tak dia kenal, Bella dinyatakan hamil. Malam itu Bella dijebak oleh sang kakak. Berliana merasa cemburu, karena Daddynya lebih sayang kepada Bella.
Rencana Berliana berhasil. Bella di usir dari rumah, dan akhirnya dia pergi ke luar negeri. Dia memilih mempertahankan anak itu. Dokter mengatakan, kalau dirinya saat itu sedang mengandung bayi kembar.
Kedua anaknya itu tumbuh menjadi anak yang genius, memiliki IQ yang tinggi. Mereka mampu mengubah kehidupan Bella. Sampai akhirnya, Bella memutuskan untuk kembali ke Indonesia membawa kedua anaknya.
Mampukah takdir mempertemukan mereka? Apakah Bella akan menikah dengan ayah biologis kembar ataukah memilih menikah dengan pria lainnya? Ikuti kisahnya dalam karya "Anak Genius Milik CEO."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Cinta Alex
Mereka sudah sampai di Bandar Udara Paris Charles De Gaulle, dan langsung menuju rumah yang hampir sembilan tahun lamanya Bella tempati. Feli terlihat tertidur di pangkuan Alex, dia terlihat sangat menyayangi kedua anaknya.
Akhirnya, mereka sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana. Alex dapat melihat kehidupan Bella dan kedua anaknya selama di Paris. Mereka hidup dengan penuh kesederhanaan. Tentu saja hal itu begitu mengiris hatinya. Dia semakin menyesali perbuatannya dulu. Gara-gara perbuatannya, dia telah membuat Bella sengsara.
"Ayo, masuk! Maaf, di sini tak ada AC, dan fasilitas mewah lainnya," ucap Bella kepada Alex.
"Tak masalah! Justru aku bersyukur, bisa merasakan kehidupan kamu selama ini di sini. Maafkan aku," kata Alex dengan tulus.
Bella tak menyahuti ucapan Alex lagi. Dia menyuruh Alex meletakkan Feli yang sedang tertidur di kamarnya. Di dalam kamar, Alex sempat menatap sekeliling ruangan tempat Bella selama tidur. Di sana terdapat foto Bella dan kedua anaknya. Alex akui Bella memang sangat cantik, meskipun tanpa riasan.
"Tugas kamu sudah selesai. Sebaiknya kamu cepat keluar! Aku akan buatkan kamu minuman hangat," ucap Bella. Dia merasa tak nyaman Alex berada di kamarnya terlalu lama.
Alex menganggukkan kepalanya, kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar. Kini dia duduk di kursi yang berada di ruang TV. Sedangkan Bella saat ini sedang membuatkan minuman hangat untuk Alex. Tak lama kemudian, Bella datang membawa nampan berisi minuman itu.
"Nanti kamu bisa tidur bersama Farell. Untuk kamar mandi, di sini hanya ada satu. Hanya ada di luar. Tolong kamu siapkan pakaian kamu dahulu, sebelum kamu mandi! Jangan buat aku merasa risih melihat kamu bertelanjang dada," Bella berkata tegas.
Alex menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Entah mengapa, dia justru merasa senang mendengar penuturan Bella. Dia yakin, kalau Bella selama ini selalu bersikap tegas dengan laki-laki lain, dan dia sangat yakin. Kalau hanya dia yang merasakan nikmatnya tubuh Bella.
"Apa menara Eiffel jauh dari sini?" tanya Alex.
"Cukup jauh. Memangnya, kenapa?" sahut Bella.
"Tidak. Hanya bertanya saja. Maaf aku ya Bel! Gara-gara perbuatan aku, kamu harus berjuang keras membesarkan kedua anak kita sendiri," jawab Alex.
"Mungkin, memang jalannya harus seperti itu. Aku harus merasakan kepedihan. Tapi yang pasti, aku menikmati kehidupanku. Meskipun tanpa kamu. Bagiku, mereka adalah penyemangat aku. Makanya, di saat Daddy dulu menyuruh aku untuk memilih. Aku lebih memilih mereka. Ya sudah, aku mau mandi dulu. Terus, beristirahat. Besok pagi aku harus ke kedai milikku, dan juga ke sekolah kembar. Jika kamu ingin berjalan-jalan, silakan saja!"
Alex memaksa Bella untuk diperbolehkan ikut. Dia ingin mengetahui kedai milik Bella, dan juga sekolah kedua anaknya. Bella terdiam, tampak menimbang-nimbang.
"Ayolah, Bel! Aku ke sini karena ingin mengetahui semuanya di sini. Masa iya, sudah jauh-jauh ke sini hanya berdiam diri di rumah saja. Kedua anak kita bilang, mereka ingin mempertemukan aku kepada Teman-temannya di sekolah. Agar mereka tahu, kalau kembar punya bapak," jelas Alex dan akhirnya Bella setuju.
"Ya sudah, aku mau mandi, dan istirahat dulu. Kamu pun istirahat. Besok kita harus berangkat pagi. Aku tak ingin terlambat. Kalau kamu tak bangun, aku akan pergi meninggalkan kamu." Bella berkata tegas.
Alex semakin dibuat kagum oleh sosok Bella. Dia sangat berbeda dengan wanita yang menginginkan dia. Hanya Bella yang bersikap cuek dan tegas padanya. Berbeda dengan wanita lain, yang seperti tak memiliki harga diri. Yang mengandalkan tubuhnya, untuk menarik perhatian Alex. Namun, wanita seperti Bella yang dia sukai. Bukan wanita murahan.
Bella baru saja selesai mandi. Rambutnya terlihat basah, aroma wangi tubuhnya begitu menyeruak. Membuat hasrat kelelakian Alex memuncak. Dia merindukan aroma wangi tubuh Bella. Meskipun Bella tak berpakaian seksi. Bagi Alex, dia begitu tergoda. Berkali-kali dia harus menelan salivanya, dan berusaha menahannya. Dia masih harus bersabar.
Hingga akhirnya, mau tak mau dia harus menuntaskan hasratnya sendiri. Saat dirinya mandi. Keringat sampai bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya. Dia sudah lama tak membuang racun miliknya. Alex sudah mandi, dia pun memilih untuk tidur. Tubuhnya butuh istirahat, meskipun di jet dia sempat tidur.
"Ya Tuhan, gerah sekali. Aku tak tahan," ucap Alex dalam hati.
Dia pandangi sang anak yang tertidur nyenyak. Sesampainya di rumah, Farell langsung masuk ke kamarnya, dan tidur. Alex memutuskan untuk bertelanjang dada. Dia hanya memakai celana boxer. Kini dia sudah tertidur nyenyak.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Bella memang seorang ibu yang bertanggung jawab. Meskipun tubuhnya masih terasa lelah, dia memaksa dirinya untuk bangun. Dia harus menyiapkan makanan untuk mereka sarapan.
"Astaga, mataku ternoda!"
Bella lupa, kalau Alex bersama Farell. Dia hendak membangunkan Farell, untuk bersiap-siap ke sekolah. Karena Farell dan Feli akan bersekolah dahulu hari ini, sekaligus berpamitan kepada guru dan juga Teman-temannya. Ini adalah hari terakhir mereka bersekolah di sana.
"Mengapa dia seperti itu sih? Padahal aku sudah mengingatkan dia," Bella menggerutu.
Dia terpaksa mengurungkan niatnya, untuk membangunkan Farell. Bella memilih memasak dahulu. Waktu terus berjalan, dan dia tak ingin Anak-anaknya datang terlambat ke sekolah. Kini Bella sudah mulai memasak.
Harum wangi masakan, membuat tidur Alex terusik. Perlahan dia membuka matanya. Ukuran rumah yang Bella tempati tak besar, kamar Farell letaknya tak jauh dari dapur. Jika dia memasak, akan tercium aromanya ke kamarnya.
"Em, harum sekali. Pasti Bella sedang memasak. Tak salah aku memilihnya. Dia memang calon istri dan ibu yang baik."
Senyuman melengkung di sudut bibirnya. Alex beranjak turun dari ranjang, dan langsung menghampiri Bella ke dapur.
"Kamu memang wanita yang sempurna. Bukan hanya cantik, kamu juga sangat pintar memasak. Sebentar lagi aku akan di manjakan sama masakan kamu. Setelah kita menikah, aku ingin kamu yang selalu memasak untukku, dan juga Anak-anak." Suara barito Alex, membuat Bella tersentak kaget.
"Kamu ini, bikin kamu kaget saja. Aku bukan pembantu kamu. Biar pembantu kamu saja yang memasak. Aku hanya akan memasak makanan untuk Anak-anakku. Ingat, pernikahan kita hanya status! Jangan berharap aku akan menjalankan tugasku sebagai istri yang baik. Oh ya, aku ingatkan padamu. Jangan pernah kamu bertelanjang dada seperti tadi lagi. Aku sangat risih," kata Bella.
"Kenapa harus risih? Sebentar lagi kita akan menikah, dan kita pun sudah saling merasakan. Habisnya, semalam gerah sekali. Aku tak bisa tidur," sahut Alex dengan cueknya.
"Ya sudah, kamu menginap saja di hotel. Tak usah tidur di sini," jawab Bella ketus membuat bola mata Alex membulat sempurna.
berliana sekarang hrus membayar semua kejahatan nya kepada Bella nd Daddy Ernesto
dgn dipenjara 😏
nd seorang hacker yg bisa membobol rekening tabungan Berliana, good job Farrel /Kiss/
kamu bisa mnghancurkan hidup Berliana nd mngambil apa yg mnjadi hak milik mu, nd tegar menghadapi penghianatan Andreas nd Lisa sahabat mu 😉