NovelToon NovelToon
Mas Sekdes I Love You

Mas Sekdes I Love You

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Budy alifah

Masa muda Aruni Larasati yang damai mulai terusik ketika dia dijodohkan dengan Panji Mahendra anak sahabat orang tuanya.

Aruni mendadak disebut pelakor karena hadir diantara Panji dan pacarnya.

Panji mengajukan perjanjian kontrak pernikahan selama satu tahun. Setelah satu tahun mereka akan cerai. Untuk menutupi kesepakatan itu mereka tetap satu rumah. Namun, pisah ranjang.

Akankah mereka cerai atau justru saling jatuh cinta?



Untuk tahu kisahnya, yuk intip lalu baca Mas Sekdes I love you

Jangan lupa Like, komentar, vote 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Uni, lo ngapain nangis di sini?" katanya sembari berjalan menghampiri Aruni.

Panji terbangun ketika sayup-sayup mendengar suara orang menangis.

"Gue kira lo Mbak Kun," godanya. Tapi justru membuat Aruni semakin menangis.

"Sorry, sorry, lo mimpi buruk?" Panji menyuruh Aruni duduk di sampingnya.

Aruni menggelengkan kepala, lalu menundukan kepala.

"Gue harusnya nggak layak hidup," gumamnya.

"Hey, kenapa ngomong kayak gitu?" Panji mengangkat dagu Aruni.

"Gue itu pembawa sial, orang tua pergi gara-gara gue. Sedangkan lo sakit gara-gara dekat sama gue juga," kata Aruni dengan air mata semakin seras membasahi pipi.

“Lo ngomong apaan sih, sakit itu datangnya dari Allah. Jangan asal ngomong,” ujar Panji sembari menarik Aruni dalam pelukannya.

Panji menjelaskan kalau dia sakit batuk pilek biasa, bukan seperti yang dia pikirkan. Dia juga menambahkan kalau dia tidur di sofa biar Aruni tidak ketularan.

“Tunggu, jadi lo pikir gue sakit parah gitu?” Panji menatap Aruni lekat. Aruni mengangguk pelan sebagai jawabannya.

“Ya ampun, Uni, kok bisa-bisanya lo pikir kayak gitu sih?” Panji menggelengkan kepalanya. Dia heran dengan cara berpikir istrinya itu.

“Habisnya lo aneh sih, tiba-tiba baik sama gue,” paparnya.

“Uni, dengar, gue memang sedang berusaha menjadi suami yang baik buat lo. Gue sudah berjanji sama Mama, Papa untuk menjaga lo seumur hidup,” jelasnya panjang lebar.

“Desti?”

“Kita sudah putus, lagian orang tua mereka juga tidak menerima gue,” ucapnya santai. Rasa sedih itu mulai menghilang dengan dia mengikhlaskan apa yang terjadi kepadanya.

“Jadi gue hanya second choice ,” ujarnya dengan tertawa hambar.

“Bukan seperti itu, gue hanya ingin mempertahankan rumah tangga ini.”

“Tapi gue belum punya perasaan sama lo, dan entah akan punya perasaan atau tidak nantinya,” kata Aruni jujur.

Hatinya memang sedikit bergetar dengan perlakuan manis dari Panji, tapi dia belum bisa memastikan itu benar cinta atau hanya sebatas rasa nyaman.

“Tidak masalah, gue akan buat lo jatuh cinta sama gue,” katanya dengan percaya diri.

Panji menggendong Aruni membawa ke kamar, agar dia segera tidur.

“Mas, gue bisa jalan sendiri,” katanya berusaha turun tapi tidak boleh.

“Gue tahu, tapi kan gue sedang berusaha mengambil hati lo.” Panji tersenyum manis.

Jantung Aruni berdenyut hebat, kini dia mempertanyakan perasaannya. Mungkin kah dia terbawa suasana atau memang perlakuan Panji sudah mulai menyentuh hatinya?

Perlahan Panji menidurkan Aruni di kasur, lalu menyelimuti Aruni. Dia mengusap rambut Aruni lembut, lalu memberikan kecupan di kening Aruni.

"Selamat tidur," katanya sembari beranjak pergi.

"Lo mau ke mana?" Aruni menarik tangan Panji.

"Gue mau tidur di luar." Panji menunjuk pintu.

Aruni duduk, dia menepuk kasur di sebelahnya. "Lo tidur sini aja."

"Lo apa-apa?" Panji menanyakan ulang permintaan Aruni.

"Lo lagi sakit kan, kalau di sini, gue bisa merawat lo," tuturnya.

Panji mengangguk, lalu masuk ke dalam selimut. Dia merebahkan tubuhnya di samping Aruni.

"Uni," panggil Panji lirih.

"Ya,"

"Lo jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup, ingat masih ada gue di dunia ini." Panji mengusap rambut Aruni.

"Bisakah gue percaya sama lo, Mas?" batinya.

Panji mengeser tubuhnya hingga semakin dekat dengan Aruni.

"Gue mau mencoba menumbuhkan perasaan lo sama gue," ujarnya semakin mendekat.

Dia menarik Aruni dalam pelukannya, Aruni tak melawan. Dia hanya diam merasakan jantungnya yang berdegup kencang.

Aruni terdiam merasakan sentuhan lembut, dan manis yang membuatnya membeku. Namun, melelehkan hatinya. Aruni memang pernah merasakan sentuhan itu dari Panji sekilas, saat ini dia menikmatinya.

Panji melepaskan tautan bibirnya, dia memeluk erat Aruni.

“I love you,” bisik di telinga Aruni pelan.

Aruni tertegun, kenapa Panji bisa secepat itu menyatakan cinta padanya? Aruni takut kalau Panji hanya mempermainkan dirinya.

Pagi ini, mereka masih terlelap di ranjang dengan berpelukan. Seakan mereka tidak mengubah posisi tidurnya.

Aruni memandang wajah Panji yang teduh, dia melihat Panji menjadi sangat ganteng di matanya.

“Mungkinkah efek ciuman semalam?” batinnya.

“Kenapa lo menatap gue seperti itu? Gue ganteg ya?” tanya Panji yang buat Aruni gelagapan.

Aruni bergegas tapi di tahan oleh Panji. “Mau ke mana?”

“Bangun, mau ke toko. Lo juga harus ke kantor balai desa kan?” ucapnya sembari melepaskan tangan Panji, tapi malah semakin di tarik sehingga dia masuk ke dalam pelukannya.

“Lima menit lagi,” ujarnya.

Aruni merasakan tubuh Panji yang terasa lebih panas dari semalam, dia memegang kening Panji.

“Mas, lo demam. Ke rumah sakit yuk,”ajak Aruni.

“Gue cuma sakit sedikit minum obat nanti juga sembuh,” katanya Panji sembari duduk.

“Tapi, badan lo panas banget.” Aruni mengecek kening Panji lagi.

"Lo mau tahu nggak apa yang lebih ampuh daripada ke rumah sakit?" tanya Panji.

Aruni duduk bersila menghadap ke Panji, untuk mendengarkan jawaban dari pertanyaan Panji.

"Apa?"

Panji menatap Aruni dengan bibir senyum-senyum, Aruni menundukkan pandanganya untuk melihat tubuhnya, lalu memandang Panji.

Aruni menyilangkan tanganya di dada. "Jangan macam-macam lo ya!" Aruni mengingatkan Panji.

"Kenapa sih, kan kita suami istri." Panji manyun dia kemudian menjatuhkan tubuhnya di kasur.

"Ya kan gue belum suka sama lo, siapa tahu lo cuma mau mainin gue. Habis lo itu, gue ditinggal pergi," celotehnya.

Panji hanya bisa mendengus, dia juga tidak bisa menyalahkan Aruni. Mereka bersama bukan atas dasar cinta. Dia bahkan selama ini jahat padanya, kalau tiba-tiba dia baik pasti akan menjadi pertanyaan.

...---------...

"Uni, lo sakit?" tanya Novia ketika melihat wajah Aruni yang sedikit pucat.

"Sepertinya mau pilek, badan gue nggak enak. Padahal tadi pagi baik-baik saja," ucapnya sembari mengusap ingus yang mau keluar dengan tisu.

"Mau palang aja?" tanya Novia.

"Nggak usah, Nov, ternyata Mas Panji tidak sakit seperti yang gue pikirin," curhat Aruni.

"Terus?"

"Cuma batuk pilek biasa aja, mungkin gue juga ketularan karena semalaman merawat dia," paparnya.

"Bisa juga, lo mendingan minum obat sebelum semakin jadi," suruh Novia.

"Iya, Nov, kalau Mas Panji tidak sakit kenapa dia tiba-tiba baik sama gue?" Aruni masih mencari jawaban perlakuan Panji padanya.

"Mungkinkah dia mau mempermainkan lo?" Novia berpikir negatif.

"Gue jadi takut, mana dia menyatakan perasaanya sama gue," cicitnya.

"Mendadak sekali, kenapa bisa pindah haluan secepat itu! Dasar lelaki semua sama saja!" makinya.

"Maka dari itu, mana dia kembali mencuri ciuman gue lagi," tuturnya mengingat sentuhan lembut nan manis.

Meskipun dia kesal saat ini, tapi jantungnya terus bergetar saat mengingatnya.

"Lo harus hati-hati Uni, jangan sampai lo betikan mahkota lo," nasihat dari Novia.

"Heh, mereka itu sah suami istri. Boleh-boleh aja dia mau ciuman bahkan belah duren pun. Dosa kalau lo menolak," tukas Bayu.

"Tapi ini aneh loh Bay, masa mendadak baik." Novia belum mau tahu kalau status Panji dan Aruni itu sepasang suami istri yang sah.

Bayu dengan menatap kedua sahabatnya bergantian. "Lo mau tau nggak, alasan dia baik sama lo?"

1
Holipah
cepat banget 😅
aira aira
yey
Nia Nara
Kalau perempuan pinter, tetep minta putus aja lah. Apa gak malu kalau sampe ketahuan orang punya hubungan sama suami orang ? Kan orang2 gak tau kalau mereka nikah kontrak. Iya kalau tetep nikah kontrak, kalau ternyata jadi betulan bukannya sia2 waktu terbuang 1 tahun ? Bucin boleh bego jangan.
Retno ataramel
nah loh jangan sampe oleng panji
Retno ataramel
ih gemes pingin tak becek becek si panji
Retno ataramel
semangat up yg banyak thor
Retno ataramel
nah lo dag diddug
Xyezon
iya uni buang aja sipanji ringan tangan pula

tapi kalo dari judulnya kan mas sekdes i lv u,

aaahhh semoga othor berbaik hati mendatangkan sekdes lainya yg lebih ganteng n mapan buat uni
Retno ataramel
tinggalin panji uni
Retno ataramel
lah gantung
Retno ataramel
kurang banyak up nya thor
Muhammad Azzam fhathurohman
bagus
Retno ataramel
mendingan sama bayu
Retno ataramel
ga jelas ni panji laras
Retno ataramel
lanjut thor seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!