NovelToon NovelToon
LIVE OR DEATH

LIVE OR DEATH

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mikaa chan

Sebuah kisah anak sekolah yang berujung tragis...saat Reo memasuki sebuah sekolah yang menuntunnya ke jalan yang akan dia sesali selama hidupnya...dengan teman mereka yang dapat melihat hal yang tak bisa Reo lihat....

Bagaimana cerita yaa...kita lihat saja nanti....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikaa chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan yang panjang

Saat busnya sudah siap untuk berangkat Haruki terus saja melihat ke arah jam tangannya menunggu temannya yang masih belum datang juga

"Mereka ke mananya lama banget"

Keluh Haruki

Namun tak lama ia mengeluh ia dapat melihat dari kejauhan ia melihat teman temannya yang sedang berjalan ke arah Haruki

Untuk menyapa mereka Haruki melambaikan tangannya sambil memanggil nama mereka satu persatu, Haiko yang di sapa oleh temannya langsung membalasnya dengan kembali melambaikan tangannya sambil tersenyum

Namun hal tersebut membuat Haruki terdiam mematung, ia tidak menyangka bahwa orang seperti Haiko yang awalnya cuek tersenyum lebar ke arahnya seperti itu

"Tak ku sangka orang cuek seperti ya bisa tersenyum se manis itu"

Gumam Haruki di dalam hatinya

"Ku pikir kita akan terlambat"

Ucap Reo yang menyekat keringat ya karna kelelahan

"Tidak kok, kalian tidak usah khawatir busnya pun baru saja sampai"

"Begitukah syukur lah"

Balas Reo lega

"Jika begitu ayo kita naik saja"

Seru Haruki yang di balas anggukan oleh Reo

Namun baru saja ingin berjalan seseorang menarik kerah baju Reo dengan sangat kasar hingga ia hampir saja terjatuh

"Tunggu dulu, jadi kau melupakan kami yaa"

Ucap Satoru dengan tatapan membunuhnya

Reo yang melihatnya mengidig ngeri saat melihat wajah Satoru yabg terlihat sangat menyeramkan, Reo dan juga Haruki benar-benar hampir melupakan mereka berdua

"Ku bunuh kalian"

Ucapnya lagi menyeringai

"Satoru sudahlah tidak apa apa, kau membuat Reo ketakutan tuh"

Ucap kaoru menenangkan temannya itu

Satoru melepaskan genggaman ya dan membiarkan Reo lepas dari cengkraman yaa

"Aku hanya bercanda kok"

Ucap Satoru acuh

"Kalian juga terlambat yaa"

Ucap Akio yang sedari tadi hanya terdiam

"Ya begitu, kami terlambat karna kakak Satoru sih, dia terlalu mengkhawatirkan Satoru sampai-sampai ia memberi......"

Belum saja menyelesaikan ucapannya Kaoru berhenti berbicara saat kakinya di injak keras oleh Satoru yang berada di samping yaa

Akio, Haiko, Reo dan Haruki yang penasaran hanya terdiam saat melihat ekspresi Kaoru yang terlihat sedang menahan rasa sakit

"Memberikan apa??"

Ucap Reo

"Bukan apa apa lupakan saja"

Sela Satoru

Satoru kembali mengangkat kakinya dari kaki Kaoru lalu berjalan menuju Bus mereka tanpa memperdulikan temannya itu yang masih merasa kesakitan

"Kau tidak apa apa kan Kaoru??"

Tanya Haiko

"Aku baik baik saja kok"

Ucapnya sambil tersenyum terpaksa

"Baiklah jika seperti itu ayo kita naik"

"Ayo"

Mereka semua akhirnya berjalan menuju Bus mereka lalu mereka naik satu persatu, di dalam bus masih terlihat bangku yang kosong Reo berjalan menuju sebuah bangku lalu menyusuh Akio untuk duduk bersama yaa

Kaoru yang baru saja memasuki bus ia melihat Satoru yang sudah duduk di sebuah bangku dengan bangku yang berada di sebelahnya masih kosong

Satoru yang tak sengaja melihat Kaoru langsung memutarkan matanya lalu memalingkan pandangan ya menuju jendela Bus

Kaoru yang melihatnya malah tersenyum melihat ekspresi wajah Satoru yang seperti itu, terlihat sangat lucu

"Aku duduk di sini saja ya tidak apa apa kan"

Tanya Kaoru, namun Satoru tak menanggapi yaa dan malah mengacuhkan yaa

"Jika seperti itu aku duduk bersama yang lain sa...."

"Jangan, duduk saja di sini"

Potong Satoru

Kaoru kembali tersenyum namun tak lama senyuman ya kembali memudar

Kaoru menyenderkan kepalanya di bangku Bus lalu perlahan menutup matanya menggunakan buku yang baru saja ia ambil

Haiko yang terdiam sambil melihat ke arah jendela membuat Haruki sedikit mengkhawatirkan yaa

Tidak seperti biasanya Haiko kembali bersikap seperti itu

Padahal jelas saat pertama kali ia melihat Haiko sosok dia tidak seperti saat ini, dia selalu tersenyum dan selalu memberikan Kata semangat untuk teman temannya agar tidak menyerah, apa yang terjadi padanya

"Kenapa kau melihat ku seperti itu??"

Haruki terkejut saat Tau bahwa Haiko menyadari bahwa sedari tadi dirinya terus saja memperhatikan Haiko

"Tidak aku hanya....sedikit mengkhawatirkan mu saja"

Ucap Haruki gugup

Haiko menatapnya lalu kembali menatap jendela

"Aku baik baik saja jangan pedulikan aku"

Ucap Haiko dengan nada suara yang datar, mendengar jawabannya Haruki memilih untuk tidak memperdulikan ya lagi dan sibuk memakan cemilannya

"Firasat ku tidak enak dengan perjalanan ini, entah kenapa aku merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi di sini"

Gumam haiko di dalam hatinya

"Aku hanya berharap semoga saja tidak ada hal yang buruk terjadi"

Ucap Haiko pelan

"Haiko"

Panggil Akio yang berada di belakang bangkunya

"Apaa"

"Kau juga merasakan sesuatu bukan"

Ucapnya

"Iyaa aku juga merasakannya"

"Ku harap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk"

"Aku juga berharap seperti itu"

Setelah mengucapkan hal tersebut Akio kembali duduk di bangkunya

"Ada apa Akio??"

Tanya Reo penasaran

"Tidak bukan apa apa kok"

"Begitu yaa"

Ucap Reo percaya

"Maaf aku harus berbohong pada mu Reo, aku tidak mau kau merasa ketakutan, ini hanya sebuah firasat saja"

Gumam Akio di dalam hatinya

Reo sempat melihat ke arah Akio, Reo merasa kasihan kepada Akio yang terlihat seperti sedang melamun entah memikirkan apaa

Meskipun di tanya kembali Akio pasti tidak akan memberi tahunya

"Nah anak" Dengar kan ibu sebentar, perjalanan kita akan di mulai kita semua berdoa agar perjalanan kita berjalan lancar, karna perjalanan kita melewati hutan yang di kata kan terbilang angker bahkan terkutuk,maka dari itu kita semua berdoa sesuatu kepercayaan ya masing-masing"

Setelah mengucapkannya semua orang yang berada di bus langsung berdoa, tak berselang lama akhirnya guru tersebut menyuruh sang supir untuk menjalankan busnya

"........

Satoru yang merasa bosan langsung melirik sosok temannya yang masih tak bergerak juga

" Hah dia tertidur yaa,hehe di sana seperti ini mari kita jahili dia"

Ucap Satoru pelan

Perlahan Satoru mendekati Kaoru yang sepertinya sedang tertidur perlahan Satoru mengangkat buku yang menutupi wajahnya

Namun Satoru terkejut saat baru saja membukanya Kaoru langsung membuka matanya, satoru yang terkejut langsung menutup kembali bukunya

Dan kembali menjauh namun tangannya sempat di tahan olehnya, tangan lain dari Kaoru menurunkan bukunya yang menutupi wajahnya lalu menarik Satoru agar kembali mendekat

Wajah mereka sangat dekat, Satoru yang berpikir bahwa Kaoru marah karna di ganggu olehnya karna wajahnya yang terlihat sangat serius seperti benar-benar terlihat sedang marah membuat Satoru sedikit ketakutan

"Apa yang kau lakukan"

Ucap Kaoru dengan nada suara yang sedikit di tekan kan

"Ak....aku hanya..."

"Kau ingin menjahili ku yaa"

"Tidak aku han....."

"Hahahaha"

Satoru yang ketakutan merasa keheranan dengan sosok Kaoru yang tiba-tiba saja tertawa seperti itu

"Ya ampun aku hanya bercanda,kenapa wajah mu terlihat seperti ketakutan seperti itu"

Ucapnya sambil terus tertawa

Satoru memasangkan wajah Datarnya lalu menarik tangannya dari genggaman tangan Kaoru

"Sialan, gak lucu tau"

Ucapnya dengan wajah judes

"Aku hanya bercanda jangan marah seperti itu dong"

Ucap Kaoru merayu temannya yang sedang marah kepada ya

"Sudahlah jangan ganggu aku, aku ingin tidur"

Satoru penepis tangan Kaoru dengan sangat kencang lalu menyenderkan kepalanya di jendela mobil dan mulai menutup matanya

Kaoru menghelakkan nafasnya kasar lalu kembali menyenderkan kepalanya di bangku bus membuka bukunya dan kembali membacanya

Sepanjang perjalanan Reo terus mendengarkan musik di ponselnya Akio hanya terdiam dan sesekali menutup matanya karna mengantuk namun dirinya sama sekali tak dapat tertidur

Tuk....

Akio terkejut saat sesuatu terjatuh di pundaknya, Ia melirik ke arah Bahunya lalu tersenyum saat melihat Reo yang sudah terlelap di bahunya

"Kau mudah sekali tidurnya"

Ucap Akio

"Apa yang sedari tadi kau dengar kan di ponselmu"

Akio mencabut salah satu headset yang di kenakan oleh Reo lalu memasang ya di telinganya, Akio ikut mendengarkan musik yang di dengarkan oleh Reo

Akio menaruh kepalanya di kepala Reo lalu perlahan ia menutup matanya kembali, dan akhirnya Akio dapat tertidur juga

1
seruuu!!!! pasti baca lagi /Grin/.

jangan lupa mampir juga ya kak /Smile/
Scorpio Hidden
Semangat terus ka ❤️ jangan lupa mampir yah 🤭
✿🅼🅾🅼 🅼🅴🅳🆄🆂🅰✿
mampir thor☺️
ATAKOTA_
Kren bgt 👍
Akemi azukaa
Cerita yaa sangat menarik yaa...
Nur halizah
salut sama author karena sekali up itu gak main-main/Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!