NovelToon NovelToon
CLESIA

CLESIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Teen School/College / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: PUSHI_BIRARA

Gadis pengidap Skizofrenia yang berusaha menemukan seseorang yang ada dalam mimpinya.

Clesia, selalu mengada-ada hal yang tidak nyata. Ia ingin mencari seseorang yang ada dalam mimpinya karena itu membuatnya bahagia.

Ayah nya semakin khawatir dengan kondisi anaknya, karena kian hari makin memburuk. Keputusan Ayah nya akan melakukan terapi ECT (Elektrokonvulsif) menjadi jalan satu-satunya demi kesehatan mental Clesia.

Akankah Clesia bisa menemukan seseorang tersebut? Atau keinginannya justru terbantahkan karena terapi ECT tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUSHI_BIRARA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKHIR (PESAN)

*DISCLAIMER*

NOVEL INI TIDAK DIJADIKAN SEBAGAI ACUAN UNTUK KESEHATAN MENTAL, APALAGI SELF -DIAGNOSE, AUTHOR LEBIH MENGHARAPKAN SEBAGAI SELF-AWARE, JIKA ADA YANG SALAH PADA DIRI KITA, BERCERITALAH PADA TEMANMU, ATAU TENAGA PROFESIONAL JIKA DIRASA SUDAH BERAT.

KARENA AUTHOR JUGA TELAH MELAKUKAN RISET TERLEBIH DAHULU.

HARAP DIPERHATIKAN !!!

...----------------...

Hai guys, ini adalah bab yang sangat terakhir hehe ..

Tadinya mau di bikin extra part, tapi Author memutuskan tidak jadi. Akhirnya, hanya dibuatkan pesan dari masing-masing peran utama, yaitu Aksa dan Clesia.

Silakan di simak 💓

...****************...

“Cel, ikut aku. Kita ngobrol berdua”

Aksa menarik tangan Clesia dan mencari tempat untuk mengobrol secara empat mata.

“Ada apa Aksa?”

“Ada surat untukmu. Tapi, belum sempat aku kirim. Nih”

Aksa menyerahkan surat padanya. Clesia tidak langsung menerimanya. Kemudian, Clesia juga merogoh saku untuk mengambil hal yang sama, yaitu surat dari Clesia.

“Aku juga ada. Tapi, aku nggak berniat untuk mengirimkannya padamu” ucap Clesia dengan menatap wajah Aksa.

“Kenapa?” tanya Aksa.

“Entahlah, aku pikir kita nggak perlu tahu isi surat satu sama lain”

“Aksa, aku yakin isi suratmu pasti sangat merindukanku. Iya kan?” tanya Clesia dengan tersenyum sembari menggoda Aksa.

Aksa memegang rambut Clesia dan menepuk-nepuknya dengan sangat keras.

“Udah pintar untuk merayu, ya !”

Clesia hanya terkikih mendengarnya. Kali ini, ia sukses membuat Aksa tersipu.

“Cel, aku mencintaimu”

“Kamu sangat mencintaiku, Aksa. Aku tahu!”

“Aku juga sangat mencintaimu, Aksa”

Keduanya sama-sama terhanyut dengan tatapan itu. Tatapan yang sangat menenangkan, tatapan yang penuh ketulusan.

Aksa dan Clesia memanglah dua insan yang mampu saling mendukung satu sama lain, mampu memberikan semangat satu sama lain, dua insan yang saling menguntungkan. Kini, mereka harus berjuang melawan sakitnya. Berjuang bersama dan lakukan bersama.

(Isi surat Clesia)

Sejauh ini aku masih ingat, tahun lalu kamu tak ada di sampingku.

Aku berjuang disini sendiri. Setelah kamu bilang akan kembali, aku menunggumu.

Benar-benar menunggu. Pikiranku kabur entah kemana tentangmu.

Aku kira kamu pergi, kamu lelah, dan cape dengan keberadaanku yang merepotkan, dan menyusahkan semua orang. Tapi, untuk tahun-tahun itu.

Aku tak salah, aku tak merasa sia-sia lagi. Kamu berjuang, aku pun berjuang.

Hanya pikiran negatifku yang menghancurkanku. Apa itu wajar?

Kadang aku lelah, dan kadang pula aku semangat. Hanya satu, dari yang semua sudah terjadi. Aku, hanya rindu.

Terimakasih sudah kembali.

...----------------...

(Isi surat Aksa)

Berat ternyata ninggalin kamu tanpa kabar.

Aku merasa hilang saat pergi darimu secara perlahan dulu.

Terkadang, terbesit menghubungimu. Tapi, aku terlanjur terbiasa tanpamu.

Aku takut rinduku menjadi-jadi dan mengekangmu.

Kucoba untuk mencari informasi tentangmu, hingga akhirnya terbiasa.

Kurasa, caraku benar. Tapi, aku ternyata tak akan pernah mampu.

Hanya lelah yang aku dapat. Rasa ingin bertemu denganmu haus.

Tahun demi tahun yang sudah aku lewati, bohong jika aku tak memikirkanmu.

Menjaga hatiku adalah hal terakhir yang ku mampu.

Untuk menghadapimu dan menjagamu.

...****************...

“Ada apa, Dok?”

“Nggak ada apa-apa ..”

“Terus? Ngapain Saya diajak kesini?”

“Kamu jadi asisten Saya yah?” tanya Dokter Ady pada Dine.

Mereka berdua sedang berbincang di dalam ruang Dokter Ady.

“Loh? Katanya nggak ada apa-apa. Kenapa tiba-tiba ngajakin Saya jadi asisten?”

Dokter Ady menyuruhnya duduk dan menyerahkan surat kontrak penetapan Asisten Dokter atau Asisten Pribadi. Dine langsung membaca kertas yang diberikan oleh Dokter Ady dengan teliti.

“Dok, Saya kan latar belakangnya bukan perawat. Mana bisa jadi Asisten Dokter” sahut Dine sembari menunjukkan isi suratnya.

“Itukan disana ada kalimat atau Asisten Pribadi, kamu jadi Aspri Saya yah”

“Terus kerjanya ngapain?” tanya Dine dengan heran karena ajakan yang secara mendadak.

“Kamu siapin urusan Saya, jadwalin kegiatan Saya, kalau bisa masakin Saya setiap hari. Bawain bekal!” jawab Dokter Ady dengan santai sembari menaikkan satu alisnya.

“Asisten Pribadi apa Istri ? Kenapa suruh masak tiap hari coba!”

“Oh kamu mau jadi Istri Saya? Silakan, sekarang anggap saja pelatihan jadi Istri Saya. Gimana?”

Dine langsung keluar dan marah dengan Dokter Ady. Semudah itukah?

Dia pikir dia siapa? Mentang-mentang Dokter.

Dipikir saya mau apa jadi istrinya!

Tapi, saya suka sih. Ah, bodoamat lah!

Ketika keluar, Dine berpapasan dengan kedua Orang Tua dari Aksa yang sepertinya akan mengunjungi Dokter Ady.

“Eh Dine? Kamu buru-buru sekali, mau kemana?” sapa dari Mamah Aksa.

“Enggak kok, Tan. Saya mau nemuin adik. Permisi ya, Tan”

Kedua Orang Tua Aksa pun sempat bingung dengannya. Lalu, mereka memasuki ruang Dokter Ady. Karena memang sudah ada janji akan datang kesini.

“Halo, Pak.. Bu... Orang Tua Aksa, ya ?” Sapa Dokter Ady dengan menjabat keduanya.

Respon dari kedua Orang Tua Aksa pun baik. Tujuan dari mereka menemui Dokter Ady yaitu ingin memastikan bahwa Aksa tidak perlu sangat dikhawatirkan, karena takut akan mengekang Aksa alih-alih mencemaskan dan melindungi anaknya.

“Dok, kita butuh konsultasi untuk menghadapi Aksa. Apa Dokter Ady bisa untuk konsultasi Orang Tua ?” tanya Papahnya yang memulai percakapan.

Dokter Ady mengangguk dengan antusias. “Tentu saja bisa. Tapi, bukan dengan Saya Pak, maaf. Saya hanya menangani pasien anak muda"

Raut wajah Orang Tua Aksa pun seketika menjadi canggung.

“Ibu dan Bapak, tidak perlu khawatir. Nanti ada rekan lain yang menanganinya. Yang lebih berpengalaman mengenai Orang Tua dan Anak, mungkin lebih bisa membantu perasaan yang dialami oleh Ibu dan Bapak”

“Saya panggilkan yah”

Lantas, Dokter Ady langsung menghubungi rekannya untuk menangani kedua Orang Tua Aksa.

Dan, Orang Tua Aksa pun tampak setuju dengan saran dari Dokter Ady.

“Sebentar yah, Pak .. Bu.. beliau segera kesini” ucap Dokter Ady.

“Dokter ini sudah mempunyai pasangan belum?” tanya Mamah Aksa dengan mendadak.

Sontak Dokter Ady pun terkejut dengan pertanyaannya. “Siapa? Saya Bu?”

“Belum, Bu. Hehe” jawab Dokter Ady dengan malu.

“Ohh, Saya kira sudah Dok. Haha ..” sahut Mamah Aksa sembari tertawa.

Tak lama kemudian, rekan Dokter Ady memasuki ruangan. Yaitu Ibu Rani, bisa dibilang Ibu Rani adalah Psikolog senior disini dan lebih berpengalaman dari Dokter Ady.

“Halo, Bu Rani. Kenalkan, ini Orang Tua yang akan konsultasi dengan Ibu Rani”

“Halo, saya Rani Psikolog Klinis disini. Biasa menangani pasien dari masih Anak-anak hingga Dewasa, pasangan yang akan menikah, dan termasuk hubungan Keluarga”

Orang Tua Aksa pun berdiri dan menjabat tangannya sebagai tanda perkenalan diri. Dan, tampaknya Orang Tua Aksa pun sepakat untuk memulai konsultasi dengan Psikolog rekomendasi dari Dokter Ady.

“Bisa kita jadwalkan konsultasinya, Dok?” tanya Papahnya.

“Panggil saja Saya Bu Rani, tidak usah memakai Dok. Karena saya bukan Dokter”

“Tentu saja bisa, mari kita ke ruangan Saya saja. Agar lebih enak pembicaraannya” jawab Bu Rani.

*

Setelah menentukan jadwal Konsultasi, Orang Tua Aksa pun sedikit menanyakan bagaimana cara memahami seorang anak yang sedang di fase menuju dewasa?

Mungkin pertanyaan itu akan di jawab sembari konsultasi besok oleh Ibu Rani.

*

Ternyata, bukan seorang anak saja yang membutuhkan konsultasi. Tapi, Orang Tua pun kadang memerlukan Konsultasi agar cara mendidik anak tanpa mengekang seorang anaknya bisa dilakukan secara baik. Ini adalah upaya sebagai pencegahan Penyakit Mental dari masih Kanak-Kanak sampai ke Remaja Dewasa. Penyakit Mental lebih kebanyakan tidak di sadari oleh manusia itu sendiri.

Terkadang, Orang Tua akan melampiaskan emosinya pada anaknya. Padahal, Anak justru tidak tahu menahu tentang apa yang menyebabkan Orang Tuanya seperti ini padanya.

Biasanya, ada sakit dari Ibu dan sakit dari Ayah, yang dibebankan kepada Anaknya. Bisa jadi, karena Seorang Ibu atau Ayah mempunyai masalah yang belum ia selesaikan dan belum tercapai saat ia Remaja dahulu, sehingga melampiaskan kepada Anaknya adalah cara yang terencana oleh Orang Tua mereka.

Inner Child dari Ibu dan Ayah yang masih belum diterima, itu bisa menjadi pemicunya. Atau ada hal lain kenapa Orang Tua melampiaskan itu pada Anaknya. Jika, itu Inner Child. Maka ini harus di benahi dan harus di stop lukanya. Jangan sampai menjalar ke Anak.

Lalu, Anaknya mempunyai Inner Child lagi. Ini tidak akan selesai, jika tidak di stop. Itulah gunanya tenaga profesional seperti Psikolog dan Psikiater disini.

Jika memang belum berani untuk ke Psikiater, maka pergilah dulu ke Psikolog untuk berkonsultasi.

Psikolog adalah seorang ahli ilmu psikologi yang berfokus pada pikiran dan perilaku seseorang.

Psikolog dibagi menjadi beberapa jenis. Seperti ; Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan, Psikolog Industri atau Organisasi, dan Psikolog Sosial.

INGAT! BERKONSULTASI PADA TENAGA PROFESIONAL ADALAH BUKAN ORANG GILA, KURANG IMAN, ATAU STIGMA BURUK LAINNYA. SIAPAPUN BOLEH MELAKUKAN KONSULTASI PADA MEREKA.

...END...

......................

Yeay sudah selesai hehe ..

Tinggalkan jejak yaaa, like, komen, vote ..

Kasih saran dan masukkan dengan sopan, terimakasih 💓

Oh iya, ada Novel berikutnya yang akan diterbitkan setelah ini.

STAY TUNED

1
Mila Nugroho
ceritanya keren kak sangat meng edukasi,.. tambah wawasan phisikis dan kejiwaan yang mudah di cerna karna penjelasanya ada alurnya. terimakasih kak
PUSHI BIRARA: Terimakasih kembali karena sudah mendukung cerita ini ❤😁
total 1 replies
nisafdlla
Ceritanya bagus banget kak, bacanya emosinya dapet banget, sedih,senang,kecewa, marah. semua lah.
juga ceritanya informatif😊
PUSHI BIRARA: Yeyyy terimakasih atas dukungannya ❤😁 stay tuned yaa untuk novel yang baru 😊
total 1 replies
La Nindy
thor visual nya bikin ilfil...
tapi serah deh...yg penting ceritanya seru.
La Nindy: love you thor
total 2 replies
Desvi Dwkrn
ceritanya bagus banget thor, banyak ilmunya. semangat terus buat author buat karya-karya selanjutnya😊😊
PUSHI BIRARA: Terimakasih ❤ 😁
total 2 replies
Rozita Tha
mantap thor

jgn lupa mampir di karyaku😊
PUSHI BIRARA: Oke 😁 drop dong karyanya
total 1 replies
Pratiwi Tiwi
sempat mengalami hal serupa..😔
PUSHI BIRARA: Tetap semangat yaaa ❤
total 1 replies
Boba
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!