Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Danar S 1
Sandra tersenyum saat keluar dari kamar mandi pagi itu. Dia baru saja memakai alat tes kehamilan. Dia mengambil handphone lalu mengirim foto dua garis biru pada Kevin.
Kevin masih belum menghubunginya padahal sudah hampir lewat jam makan siang. Apa nomerku sudah dihapus olehnya? Foto tadi dia kira spam?
Sandra memencet nomer Kevin dan menunggu sampai puluhan dering. Mengapa panggilanku tidak dijawab?
Sorenya, pria itu balas menghubunginya. "Apa maksud dari foto yang kamu kirim?"
"Aku hamil."
Ini pasti mimpi buruk bukan? Dia tidak mungkin hamil, katanya dia sedang tidak dalam masa subur saat itu.
"Maaf aku berbohong. Aku sedang dalam masa subur saat kita melakukannya."
"Aku akan menemuimu. Kita bicarakan lagi saat aku sudah sampai."
Kevin tidak bisa fokus bekerja di sisa hari itu. Dia dihantui kejadian malam itu dan wajah Celia. Dia sudah berselingkuh dan menghamili wanita lain. Apa yang harus kulakukan, aku tidak ingin kehilangan Celia.
Kevin sudah sampai di kost Sandra. Wanita itu tampak pucat dan lebih kurus dari sebelumnya. "Apa benar kamu sedang hamil?"
Sandra menatap kecewa pada Kevin. "Aku bisa pergi ke rumah sakit dan menjalani tes kehamilan."
Kevin masih menyangkal. "Bisa saja dia bukan darah dagingku."
Sandra merasa tersinggung. "Kamu pikir aku PSK? Aku hanya melakukannya sekali denganmu. Kita bisa melakukan tes DNA saat anak ini lahir."
"Apa yang kamu harapkan dariku? Malam itu adalah kesalahan dan kamu yang terus menggodaku."
Mata Sandra mulai berkaca-kaca. Ini bukan seperti yang kuinginkan, aku kira dia akan senang menerima kabar ini, aku kira kami akan hidup bersama.
"Nikahi aku. Ini anakmu. Kamu tidak bisa lari dari tanggung jawab."
Kevin berkata dingin, "Aku tidak bisa, aku mencintai wanita lain dan ingin hidup bersamanya."
"Celia maksudmu?"
Kevin tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. "Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Aku mengikutimu ke hotel waktu pertama kali kita bertemu."
"Jadi kamu sudah merencanakan semua ini?"
"Aku tidak merencanakan apapun."
"Kamu mengikutiku lalu menggodaku. Kamu sudah merencanakan tempat dan waktu kejadian, termasuk masa suburmu."
Sandra menahan tangisnya. Dia tidak ingin tampak lemah dan bersalah. Dia sudah bertindak sejauh ini dan harus mendapatkan keinginannya. "Nasi sudah menjadi bubur. Aku penasaran apa dia ingin hidup denganmu setelah tahu perbuatanmu."
"Aborsi atau lahirkan saja anak itu, terserah padamu. Jangan libatkan aku dan jangan beritahu Celia. Aku akan memberimu sejumlah uang, bahkan rumah jika itu keinginanmu."
Sandra bangkit dari kursinya dan berlari ke dalam kamar, mengambil pisau. "Lebih baik aku mati. Aku tidak akan menggugurkan anak ini. Aku hanya ingin kita hidup bersama, aku kamu, dan anak kita."
Kevin panik saat Sandra menggunakan pisau itu untuk mengiris pergelangan tangannya. Darah dan air mata Sandra bercucuran di pelukannya.
"Bertahanlah. Kumohon."
Kevin mengambil sapu tangan, dengan cepat membebat luka itu dan membawanya ke rumah sakit.
"Sayang, kamu di mana?" Celia heran Kevin tidak berada di apartemennya dan sulit dihubungi. Sudah tengah malam saat pria itu menjawab panggilannya.
"Aku sedang di luar kota. Ada urusan pekerjaan mendadak sampai lupa memberimu kabar."
Kevin keluar dari ruang perawatan dan menutup pintu. "Aku pulang dalam beberapa hari. Kamu tunggu aku ya. I love you, honey."
"Aku pasti menunggumu. Love you, too."
Kevin menatap wallpapernya. Celia tersenyum padanya dan air matanya mengalir turun. Maafkan aku.
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂