Elmo namanya. Aku pernah menyimpan perasaan padanya. ketika kami sama sama duduk di kelas 1 SMU, namun semua itu menguap begitu saja seiring kepindahannya di kota lain. Aku bahkan sudah melupakannya. Namun takdir mempertemukan kami berdua. Setelah hampir 10 tahun kami berpisah, tiba tiba saja kami bertemu di sebuah mall di kota Yogyakarta. Pertemuan itu adalah awal dari terungkapnya sebuah rahasia besar yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita tentang masa lalu Bima
Sepeninggal Bima dari kosku, Dinda masuk ke kamarku.
" Ve...Bima udah pulang ya ?"
" Udah baru aja ".
" Udah nggak sabar aku Ve denger cerita kamu ", kata Dinda sambil berbaring di sampingku yang sedang bermain android.
" Mulai dari mana nih aku ?"
" Ya mulai dari awallah Ve ".
Baru saja aku hendak memulai ceritaku, tiba tiba Elmo menelfonku.
" Elmo telfon Din ?"
" Ya udah angkat aja dulu, apa aku yang angkatin kalau kamu nggak mampu hehehe ?"
Aku mencibirkan bibirku ke arah Dinda.
" Hallo El tumben telfon ".
" Ya barusan telfon langsung dibilang kayak gitu, nggak jadi deh ", kata Elmo.
" Eh enggak enggak becanda, sensitif banget kayak hp layar sentuh hehehe ".
" Kamu tuh Ve, mulai pinter ngelawak ya ?"
" Ada apa El malem malem telfon ".
" Ya nggak ada apa apa Ve pengen tau kabar kamu aja, emang sengaja nelfon malem, kalau sore takutnya ada Arjunamu bisa digiling aku ".
" Hahaha sialan ", kataku.
" Lagi ngapain kamu Ve ?"
" Nih lagi ngobrol sama Dinda ".
" Bima nggak ke situ ?"
" Udah pulang barusan ".
" Tuhhh kan bener firasatku, untung aku nelfonnya sekarang ".
" Iiihhhh ngeledek terus kannn ".
" Hahaha nggak Ve, kemarin waktu aku ke kos kamu, terus kamu usir itu ketahuan Bima nggak ?"
" Enggak El, untung kamu cepet pergi kalau nggak bisa gawat ".
" Ihhhh aku tuh kayak itu ya yang di film film, cowok simpanan gitu, datengnya kalau keadaan pas udah aman ".
" Hahaha sorry El...tau sendiri Bima, cemburuan banget dia ".
" Iyalah Ve wajar, takut pacarnya digondol orang, susah nyari cewek secantik kamu hehe ".
" Huuuu gombal..."
" Udah dulu ya Ve, kamu terusin aja ngobrolnya sama Dinda ".
" Ihhh cuma gitu aja nelfonnya ? singkat banget ?"
" Ya kalau panjang namanya kereta api Ve hahaha ".
" Dasar.. ", jawabku. Kemudian Elmo menutup telfonnya.
" Ngomong apa Elmo Ve ?"
" Biasa aja cuma nanya kabar ".
" Ihhh basa basi banget tuh cowok ".
" Biarin aja Din, daripada nggak ada kabar sama sekali ".
" Terus gimana ceritanya ? ayo buruan aku udah nggak sabar nih, kamu kemana kemarin kok Bima bisa nyari nyari kamu ?"
" Aku pergi Din ninggalin dia di mall ".
" Hah kok bisa, kenapa ?"
" Dia ketemu mantannya "
" Dia punya mantan disini ".
" Bukan di sini Din, tapi kebetulan sedang berlibur disini ".
" Lalu kenapa kamu marah, kamu cemburu ?"
" Mungkin benar Ve aku cemburu, tapi bukan rasa cemburuku yang membuatku pergi ninggalin dia ".
" Lalu ?"
" Karena aku merasa nggak dihargai sama dia ".
" Maksudnya ?"
" Dari pertama dia ketemu mantannya, sampai bercanda dan tertawa terbahak bahak di depanku, Bima sama sekali tidak mengenalkan aku padanya ".
" Serius Ve ???"
" Kamu pikir aku bohong ".
" Dan yang paling parah, saat aku pamitan dengan dia ke toilet sampai jarak kira kira seperempat jam aku pergi, dia belum juga menelfonku. Akhirnya aku matikan hpku Din ".
" Lalu kamu pergi kemana ?"
" Ada deh ke suatu tempat ".
" Ngapain ?"
" Aku nyoba nenangin diri ".
" Kenapa nggak pulang ke kos ?"
" Males Din, pasti Bima bakalan mencariku, lalu pasti terus menekanku dengan pertanyaan pertanyaannya, buktinya waktu aku pulang itu, aku fikir dia nggak bakalan ada di kos, ternyata dia malah menungguku kan ".
" Aku takut emosi Din, makanya aku menghindari dia dulu ".
" Pantesan Bima seperti orang gila mencarimu, dia terus menelfonku Ve, menanyakan apa kamu sudah pulang atau belum ".
" Ya aku tau pasti dia bakal seperti itu ".
" Berarti dia benar benar mencintaimu Ve ?"
" Entahlah Din, semenjak kejadian itu aku jadi sedikit ragu, aku takut masalah itu nanti bisa jadi boomerang dalam hubungan kami ke depannya".
" Apakah Bima masih mencintai mantannya ?"
" Aku rasa dia masih mencintainya Din, apalagi dari sikapnya kemarin ".
" Memangnya mereka sudah lama pacaran Ve ?"
" Lama juga, dari semenjak mereka SMA sampai kuliah semester akhir ".
" Tau darimana kamu ? Bima cerita ?"
" Bukan, tapi adik Bima yang cerita waktu aku ke Surabaya ".
" Kamu yang nanya mereka ?"
" Iya akulah yang nanyain, mana mungkin mereka mau cerita kalau aku nggak nanya ".
" Lalu ?"
" Anya itu merupakan pacar pertama Bima, dan mereka putus saat Bima sedang menyusun skripsi ".
" Yang mutusin Anya ?"
" Iya dia menghianati Bima dan pacaran dengan cowok lain ".
" Kasihan Bima pantesan dia nggak bisa melupakan Anya ya Ve ?"
" Itulah Din, makanya waktu kita ketemu di mall itu aku serasa kaya kambing congek di samping Bima, melihat dia bersenda gurau sama Anya, coba begok nggak sih aku waktu itu ?"
" Iya Ve aku tau, pasti perasaan kamu marah banget kan ?"
" Iya Din, aku ngerasa nggak dihargai, seolah dia ini menganggap aku nggak ada, wajar kan kalau aku tinggalin aja dia sama Anya ?"
" Lalu kemarin waktu dia kemari bagaimana ?"
" Dia minta maaf sama aku Din, dan mengakui semua kesalahannya ".
" Kamu memaafkannya ".
" Ya, aku mau kasih kesempatan untuk dia memperbaiki kesalahannya asalkan dia tidak mengulanginya lagi ".
" Hhhhhhh syukurlah Ve, hubungan kalian kan udah mau serius, baiknya semua masalah diselesaikan dengan kepala dingin ".
" Ya Din aku tau, aku nggak mau ngecewain orang tuaku, juga orang tua Bima, mereka sudah berharap kami bisa cepat cepat menikah ".
" Iyalah Ve, bukankah kalian pacaran udah cukup lama, yah walaupun Bima baru saja bersikap baik akhir akhir ini, tapi mudah mudahan semuanya akan berakhir bahagia Ve ".
" Aminn ", jawabku.
" Eh tapi Ve, sebenarnya kamu dan Bima itu sama aja lho ".
" Sama aja gimana Din ?"
" Sama sama nggak bisa move on dari mantan, kamu sama Elmo, sedang Bima sama Anya ".
" Beda dong Din, kalau Bima itu kan udah lama pacaran sama Anya, sedangkan aku ? jangankan pacaran, perasaan Elmo ke aku aja bagaimana aku nggak tau, kemungkinannya lebih besaran Bima untuk selingkuh dibanding aku ".
" Iya juga sih Ve, tapi kamu juga masih belum bisa melupakan Elmo ?"
" Tapi Elmo nggak pernah tau perasaan aku sama dia kan ?"
" Tau Ve ".
" Darimana ?"
" Dari aku dong, nanti aku yang kasih tau ke dia Ve ".
" Hei jangan sembarangan kamu ya ?" kata Vero.
" Ve kamu tuh hebat banget ya bisa menyimpan perasaan selama itu sama Elmo ".
" Ya mau gimana lagi Din, aku bukan type cewek yang berani mengutarakan perasaan duluan, beda sama Diaz ".
" Diaz siapa ?"
" Diaz yang aku ceritain itu, temen kosku yang suka sama Elmo ".
" Ohhhh itu iya aku lupa Ve ".
" Diaz kan yang nembak Elmo duluan Din ".
" Beneran ?"
" Iya bener ".
" Lalu mereka pacaran ?"
" Sepertinya sih iya, aku dikasih tau sama fajar, temennya Elmo ".
" Kok tega Diaz sama kamu, padahal dia tau kan kamu suka sama Elmo ?"
" Aku juga nggak tau Din, Diaz tau apa nggak, yang jelas setelah naik kelas 2, Elmo pindah ke sekolah lain, dan aku baru tau dia pindah ke Yogya ini dari cerita dia waktu kita ketemu pertama di mall waktu itu ".
" Sekarang Diaz dimana ?"
" Katanya sih tinggal di Semarang sama suaminya ".
" Ohhhh udah nikah ?"
" Udah, udah punya anak juga kok ".
Aku dan Dinda mengobrol sampai larut malam, hingga kemudian kami sama sama tertidur di kamarku.