NovelToon NovelToon
Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Sampai Kau Jatuh Cinta Padaku

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Bad Boy / Tamat
Popularitas:354.3k
Nilai: 5
Nama Author: little turtle 13

"Selamanya aku tidak akan sudi dinikahkan dengan bocah sepertimu. Kalaupun hal itu sampai terjadi, kau tidak akan pernah bahagia, aku akan membuatmu sengsara dan menyesal telah menikah denganku. Aku akan menjamin hal itu!"

"Jangan pernah muncul lagi di hadapanku!"

Chandra menghempas tubuh Margareth. Entah kekuatan sebesar apa yang dia gunakan hingga membuat Margareth tersungkur dan sebuah luka tercipta di ibu jarinya.

broomm~

Tega hati Chandra meninggalkan Margareth begitu saja, melewati dirinya yang masih tersungkur dengan motornya. Margareth menatap sosok Chandra yang semakin menjauh dan menghilang.

"Jika motor bisa membuat ku lebih berani, aku akan mencoba berteman dengannya,"
"Aku akan belajar. Aku akan lebih hebat dari Kak Chan. Dan aku akan membalasnya. Kalau aku tidak bisa menginjak jempol kakinya dengan ban motorku, jangan sebut aku Margareth!"

"Tunggu sampai aku tumbuh besar dan bisa menginjak perseneling!" teriaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little turtle 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 33

Matahari berganti shift dengan Bulan. Ditemani oleh bintang, bulan menerangi kegelapan langit malam. Udara dingin menjadi alasan api unggun itu dinyalakan.

Margareth menggosokkan kedua tangannya sambil melihat kanan dan kirinya. Disebelah kanan ada para orang tua dan juga Chandra. Sedangkan di sebelah kiri ada para teman-temannya. Mereka semua berkumpul dan duduk mengelilingi api unggun.

Beberapa waktu yang lalu...

"Ini Juan, kan?"

Sosok yang tiba-tiba muncul itu membuat mereka berhamburan. Heka yang melihat sosok familiar dari kejauhan itu segera datang menghampiri, dan meninggalkan yang lainnya dibelakang sana.

"Iya, Om. Om apa kabar?" ujar Juan seraya menjabat tangan Heka.

"Baik.."

"Wah, kau sudah tubuh sebesar ini ya," tawa Heka sambil menepuk punggung Juan seperti seorang Ayah yang bangga terhadap pertumbuhan anaknya.

"Siapa itu, Ka?" tanya Albert yang baru saja sampai bersama Rosa dan Vivian.

"Dia putra walikot- ah sekarang sudah berubah, ya.." ralat Heka sambil tertawa ringan.

"Dia putra gubernur," lanjut Heka.

"Dia pengganti Kak Chan.."

Margareth tiba-tiba mengeluarkan kalimat itu. Kalimat yang membuat semua orang tertegun. Terutama orang yang baru saja datang di samping sana.

"Maksudnya, dia yang menjaga Margareth setelah Kak Chan pergi keluar negeri. Haha~"

Margareth meralat ucapannya dengan ucapan yang lebih konyol lagi. Itu bukanlah kalimat yang tepat untuk menjelaskan situasi buruk yang tidak sengaja dia bangun itu.

"Ini semua temanmu, kan?" sahut Vivian menutupi kesalahan putrinya.

"Kami berencana membakar sosis dan ikan. Mungkin lebih menyenangkan kalau kita membakar dan memakannya bersama-sama.." lanjutnya.

"Ah, jadi teringat acara camping sekolah.." sahut Rosa.

Itulah yang terjadi.

Namun, setelah acara makan-makan nya selesai, suasana kembali hening. Seperti renungan malam dalam sebuah perkemahan Pramuka.

"Mungkin akan seru kalo ada gitar disini.." gumam Albert.

Dalam kesunyian itu, suara gumaman Alber dapat terdengar semua orang. Semua mata kini tertuju padanya.

"Jangan cari yang gak ada!" seru Rosa.

"Itu.." Sania menggantung ucapannya.

"Kami bawa, Om," lanjutnya.

Albert dan Heka saling menatap. Dan sebuah tawa terdengar setelah beberapa saat.

"Kenapa tidak dikeluarkan dari tadi.." ujar Albert dengan sisa tawanya.

Setelah gitar dikeluarkan, Albert menerimanya. Lalu memainkan beberapa instrumen untuk mengisi keheningan malam itu.

Ekspresi bosan terlihat jelas di wajah mereka semua setelah mendengar beberapa instrumen yang hambar itu. Suara helaan napas panjang Rosa membuat Albert menghentikan permainannya.

"Membosankan, ya?" tanyanya.

"Sangat.." jawab Chandra.

"Gimana kalo Rere yang nyanyi?" usul Rosa.

Margareth membelalakkan matanya, bingung karena namanya tiba-tiba disebut saat dia sedang melamun. Dia melambaikan kedua tangannya didepan dada sambil menggeleng pelan.

"Ayo!" sahut Sania dan Gladis secara bersamaan.

Melihat hal itu Rosa mulai heboh dan bertepuk tangan untuk meyakinkan Margareth. Diikuti oleh Vivian, dan kemudian yang lainnya mulai mengikuti. Kecuali Chandra.

Margareth memanyunkan bibirnya sambil melirik ke arah teman-temannya. Setelah menghela napas pasrah dia mengambil alih gitar dari Albert.

"Lu bisa main gitar juga?" ucap Sania yang kemudian menutup mulutnya. Sedikit kecerobohan saja akan membuat dua pasang orang tua itu curiga.

"Hehe.. hebat," lanjutnya untuk menutupi kecurigaan.

Farhan menyenggol pundak Sania untuk memperingatkan nya. Sedangkan sosok yang ada di seberang sana mulai menatap mereka tajam, kemudian menyeringai.

"Pembohong bodoh!" Chandra membuat gerakan bibir yang ditunjukkan untuk mereka berenam.

"Bocah sialan lu!" balas Julian dengan cara yang sama.

ting~

Petikan senar yang terdengar menyita perhatian mereka yang sedang beradu ucapan kasar dengan gerakan bibir.

Broken and blue

I sit here all alone

there’s an emptiness inside me

biding time just waiting for you

it’s all in my mind

I try to tell myself

take a breath and count to three

and you’re all that I see

when I’m without you

when you leave me on my own

minutes hours turn to days

and I just don’t know what to do

I’m nothing without you

don’t ever let me go

words of fondness is to broken hearts as nearness is to love~

tes~

Sesuatu yang tak diundang datang. Bukan hujan ataupun percikan ombak. Tapi air mata Margareth.

Dia menunduk kan kepalanya saat menyadari tamu tak diundang itu datang. Segera dia meletakkan gitar nya dan beranjak dari duduk nya.

"Permisi, Rere mau ke kamar mandi dulu.." pamitnya lalu berlari pergi.

1
Amazing Grace
playing victim sekali si Margaret ini, dia yang bodoh dan murahan malah ga tau diri, seolah olah juan Sama Candra ini barang yg bisa diambil sesuka hati
Surianti Panggoa
sampai dsini belum ngerti alur ceritanya,
littleturtle13: ga usah dipahami ka, nanti sakit☺️ aku aja dah lupa itu dulu buatnya kek mana🫠 makasih dah baca..sehat sll🤍
total 1 replies
Sita Aryanti
wow
Sita Aryanti
mending Margaret ma juan
Sita Aryanti
sbnernya masih bingung jaln ceritanya.tp masih AQ lanjutkan🫢
littleturtle13: Sama..kadang juga heran kok masih ada yg baca😭😭 aku yg nulis juga dah lupa ceritanya kek mana..
Tapi makasih ya Ka dah betah baca/Joyful//Pray/
total 1 replies
Qarn Ya'
umpan yg tepat
Qarn Ya'
lupakan luka, raihlah bahagia

banyak hal indah d ujung sana, jangan putus asa
Qarn Ya'
please Mar, moveon.. byk bgt yg sayang kamu


mending Juan
atauuu Helmi
Qarn Ya'
aku tim margaretha&Juan deh


asli aku benci bgt sm cowo banci yg bs dilakukan cuma nyakitin cewe..

please kk, buat Chandra nyesel senyesel⁵nya
Qarn Ya'
Kuat selalu Margaretha
Qarn Ya'
bener Mara, saat masalah numpuk bore mau fokus menghadapi hal lain, menghadapi dan mengendalikan diri aja perjuangan
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Yani Cuhayanih
Terima kasih orhor..happy ending nya
littleturtle13: terima kasih untuk dukungan, ka/Grin/
total 1 replies
Ketrin Ketrin
lebih setuju Margareth sama Juan sii daripada Chandra
Dewi Yanti
nnt nyesel klo juan udh berpindah haluan
strawberry milk
lagian apaansih Margareth, udah di sia siain SMA si Candra masih aja Nerima dia, pelukan juga . udah tau si Juan nembak bukannya di jwb malah ga di jwb²
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Ripah Ajha
lanjut Thor, semangat🥰
Ramma Dharma
Re jangan sama Chandra lagi,emang lo ga liat cinta Dan ketulusan dia buat lo.please Re buka mata hatii lo,jangan bego banget
Chiwyy
PLISS RERE SM JUAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!