Rose seorang gadis muda yang terjebak di dalam sebuah novel akan tetapi bukan menjadi pemeran utama, antagonis,ataupun pembantu melainkan hanya menjadi seekor kupu-kupu. Rose harus berusaha bertahan hidup di dunia yang bahkan sangat aneh baginya dalam bentuk kupu-kupu.
Tapi tanpa ia sadari jatuh cinta pada dewa kehancuran yang sedang menjalani ujian. Sedangkan sang dewa karena berhutang budi pada Rose dan memutuskan untuk menikahi gadis tersebut. Akan tetapi, dewa tersebut sudah memiliki rencana akan meninggalkan gadis itu suatu hari.
Hei pembaca setia untuk novel karya Aif kali ini author pingin ala ala fantasi gitu wkwk bosen aja romansa modern tapi tenang aja kok romansanya pasti ada dong wkwk jadi silahkan baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aif04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis kecil yang sama
Tidak ada jawaban dari pria tersebut setelah mendengar penjelasan dari Rey.
''Rey mulai saat ini kau harus terus menjaga Rose walaupun nanti rencana ku telah selesai.''
''Baik yang mulia, tapi apakah anda yakin dengan rencana anda kali ini ?'' tanya Arnov yang sedari tadi hanya diam saja.
''Apa kau mulai meragukanku ?''
''Tidak yang mulia saya sama sekali tidak berani.'' Ujar Arnov dengan sedikit membungkuk.
#######
Pagi hari yang tampak bersahabat tampak pasutri tersebut sedang bersiap siap untuk perjalanan mereka.
''Apakah aman jika hanya meninggalkan rumah ini begitu saja ?'' tanya Rose karena di kehidupan sebelumnya tidak akan ada orang yang mau meninggalkan rumahnya dalam keadaan yang tidak di jaga dengan benar.
''Tidak apa-apa aku sudah meminta seseorang untuk terus mengawasinya.'' Jawab pria tersebut dengan santainya.
''Baiklah aku lebih lega sekarang.''
''Ayo kita pergi.'' Ujar pria tersebut yang menggenggam Rose untuk segera masuk kedalam kereta yang memang sudah menunggu mereka sedari tadi.''
''Kamu bisa tidur karena ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama.'' Ujar pria tersebut.
''Tidak mau, ini pertama kali aku berpergian jauh menggunakan kereta kuda.'' Jawab gadis itu dengan terus melihat keluar jendela kereta kuda tersebut.
''Kamu yakin ? kita membutuhkan waktu yang lumayan lama loh.''
''Memangnya berapa jam ?'' Tanya gadis itu yang masih melirik keluar jendela.
''Sepertinya membutuhkan waktu sekitar 3 hari jika tidak ada masalah di jalan nanti.''
''Oh tiga hari ....ha! 3 hari ?'' Tanya gadis tersebut yang saat ini tengah menatap mata milik pria yang sudah menjadi suaminya itu.
''Iya tiga hari dan itu paling cepat.'' Jawabnya dengan santai..
Mendengar hal tersebut sontak Rose terdiam, dia tau betul jika tempat yang mereka tujuh itu sangat jauh tapi ia tidak pernah menyangka bahwa itu akan sampai berhari-hari.
''Kenapa ?apa ada yang mengganggumu ?'' Tanya pria tersebut ketika melihat raut wajah gadis itu yang tampak diam.
''Tidak, aku hanya berpikir jika Flowerland itu jauh sekali, jika tau akan sejauh ini aku tidak akan meminta untuk kesini. Lebih baik kita ke danau saja melihat pemandangan disana.''Jelas gadis itu. Ia benar-benar merasa tidak enak jika terus merepotkan pria tersebut.
''Kamu selalu saja berpikir begitu, tidak bisakah menjadi egois sekali saja. Tidak perlu memikirkan orang lain. Maksudku ada juga orang yang sepertimu menginginkan kebahagiaan untuk ku sama seperti ku yang juga akan bahagia jika melihatmu bahagia. Lagi pula aku juga ingin pergi kesana.'' Jelas pria tersebut.
''Terima kasih Ithel.'' Ucapnya dengan tulus.
Setelah itu mereka hanya mengobrol ringan membahas hal-hal kecil mengenai diri mereka masing-masing.
''Untuk malam ini kita akan menginap di desa yang berada di depan, karena jika kita masih pergi malam itu sangat berbahaya.''
''Baiklah aku mengerti.'' Ujar gadis itu lalu tak beberapa lama mereka telah sampai di salah satu penginapan.
''Kamu tunggu sebentar disini ya, aku mau berbicara dengan kusir sebentar.'' Pinta pria tersebut.
''Iya...''
''Gadis pintar...'' Ujarnya lalu mengacak rambut biru tersebut.
Setelah itu pria tersebut berjalan menjauh darinya. Sedangkan Rose berdiri dengan nyaman di sana dengan terus melihat orang-orang yang terus berlalu lalang. hingga suatu sosok membuatnya melebarkan matanya.
''Dia kenapa ada disini ?'' Gumamnya dengan pelan akan tetapi ia terus memperhatikan sosok anak kecil yang sedang berjualan bunga mawar merah.
''Aku harus menghampirinya atau tidak namun, aku ada disini karena dia.'' Gumam gadis itu. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana anak itu yang memintanya untuk menyusun bunga ke dalam vas bunga aneh itu.
'Lebih baik aku hampiri saja sebentar, lagi pula Ithel sepertinya masih lama.' Pikirnya lalu dengan cepat menghampiri anak kecil penjual bunga itu.
''Aduh maaf nyonya aku tidak sengaja.'' Ujarnya saat ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan yang memang berada di depannya.
Tidak ada jawaban dari wanita tersebut ia hanya menatap kesal kearah Rose dan berlalu begitu saja.
''Kemana anak itu tadi aku melihatnya disini tapi sekarang kemana dia berada ?'' Ujarnya.
Hingga akhirnya ia kembali dapat melihat sosok itu yang akan berjalan ke dalam sebuah gang. Dengan cepat Rose mengikuti gadis kecil itu takut jika kehilangan jejaknya.
''Huh....huh..'' ia benar-benar lelah mengejar gadis kecil itu hingga tanpa ia sadari saat ini ia tengah berada di dalam lorong yang sangat sepi. Bahkan hanya ada dirinya disini. Rose melihat kebelakang mencoba mencari jalan yang tadi ramai dengan orang namun hasilnya nihil. lorong ini seakan-akan memang tidak berujung.
''Hei kak apa kau mencariku ?''
''Ha!'' Rose sedikit terkejut saat menyadari jika anak kecil itu yang tiba-tiba saja berdiri tepat di belakangnya.
''Kau anak kecil yang waktu itu kan ?'' tanya Rose.
''Iya aku anak itu kak.''
''Kenapa kau mengirimku ke tempat ini ? apa niatmu ?'' tanya gadis itu.
''Hmm apa kau tidak suka berada disini kak ? jika kau tidak ingin maka aku bisa membawamu kembali hanya dalam hitungan detik.'' Tawarnya.
''Aku tidak mau.'' Jawab gadis itu dengan cepat dan pasti.
''Kenapa ?''
''Aku memiliki seseorang yang menyayangiku disini.''
''HAHAHA kakak ku yang baik kau sungguh sangat naif.'' Gadis itu tiba-tiba saja tertawa dengan tawa yang mengejeknya.
''Kau di tipu kak hahaha,'' Ujarnya membuat Rose membulatkan matanya.
''Apa maksudmu ?''
''Lelaki yang kau percaya itu telah menipumu kak.'' Ujarnya yang kali ini dengan ekspresi yang sangat serius.