NovelToon NovelToon
Dilema Cinta

Dilema Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.

Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.

Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.

Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Zaenal merasa murka saat dia mengetahui bahwa istrinya pernah menganiaya Risya. Zaenal segera pulang dan mencari keberadaan Aline.

"Mah, Mamah!!" Zaenal langsung berteriak mencari istrinya yang auto kaget melihat kelakuan bar-bar suaminya yang tidak biasanya.

Aline langsung datang menyongsong sang suami yang datang dari kantor langsung marah padanya.

"Ada apa sih, Pah?? Ya ampun!! Apakah Papa tidak tahu ini sudah jam berapa? Kenapa ribut kayak di hutan kek gitu?" protes Aline pada Zaenal.

Zaenal langsung melonggarkan dasinya karena dia merasa begitu sesak ketika mengingat apa yang dikatakan Risya tentang perlakuan istrinya dan Sheilla yang telah kerjasama menganiaya menantunya dan calon cucunya.

"Apa benar kalau Mama dan Sheilla sudah menganiaya Risya?? Bahkan dia sampai masuk rumah sakit?" tanya Zaenal to the point.

Zaenal nafasnya bahkan sudah memburu sedang tadi karena menahan emosi di hatinya.

Zaenal benar-benar tidak menyangka kalau istrinya bisa berbuat begitu tidak berperasaan terhadap seseorang yang tidak dia sukai.

Hati Zaenal sebenarnya sangat terluka sekali dengan kelakuan Sang istri yang menurutnya sangat keterlaluan.

"Papa bicara apa? Mama tidak faham!" Aline masih berusaha untuk menghindari tatapan suaminya.

Aline sejujurnya sudah gemetar sejak tadi. Dia takut dengan amarah suaminya. Zaenal adalah tipe pendiam. Tetapi dia kalau sudah marah, benar-benar sangat menakutkan sekali.

"Jangan berkelit!! bahkan Papa sudah melihat laporan dari rumah sakit tentang kejadian itu! Mama sungguh keterlaluan sekali!" Zaenal melemparkan laporan rumah sakit yang diberikan oleh dokter kepada istrinya. Ketika dia mengutus asistennya ke rumah sakit untuk mengetahui apa saja yang terjadi gegara istrinya.

Zaenal benar-benar sangat jengkel dan marah dengan kejadian itu.

"Mama juga seorang wanita, bukan?? Kenapa bisa begitu tega terhadap wanita lainnya? Apalagi itu adalah menantu kita dan dia sedang mengandung cucu kita. Mama bisa mikir gak?" tanya Zaenal mulai kesal luar biasa.

Zaenal merasa kecewa terhadap istrinya yang sudah banyak berubah menuju keburukan yang keterlaluan.

Zaenal terus menatap wajah istrinya yang sekarang mulai menundukkan kepala karena merasa takut dengan amarahnya.

"Papa tidak akan memaafkan mama kalau sampai mendengar kejadian seperti ini lagi! Apa Mama paham?" tanya Zaenal pada Aline yang masih membeku di tempat.

Aline seketika mengangkat wajahnya kemudian menatap suaminya dengan takut.

"Tapi mama tidak suka kalau Alvin menikahi gadis itu!! Papa jangan lupa bahwa Alvin punya tunangan sekarang. Apa Papa tidak memikirkan bagaimana perasaan Sheilla dan keluarganya? Saat mereka tahu soal ini?" tanya Aline pada Zaenal.

Zaenal menarik nafasnya dalam-dalam. " Risya itu adalah menantu kita, Mah! Sheilla itu hany lah tunangan saja. Itu juga karena Mama yang sudah menjebak dan memaksa Alvin. Mama juga menipu Papa dengan mengatakan kalau Alvin mencintai Sheilla. Padahal Alvin lebih mencintai Risya. Kita masih bisa membatalkan pertunangannya. Tapi kalau sampai terjadi apa-apa dengan calon cucuku. Percayalah! Papa pasti tidak akan memaafkan mama!" Zaenal langsung pergi meninggalan Aline yang sampai saat ini masih kesal luar biasa pada istrinya yang masih membeku di tempat.

Alin langsung mengejar Zainal ketika dia sudah mulai bisa menguasai keadaan dan perasaannya yang masih syok karena dimarahi oleh suaminya.

"Papa mau kemana?" tanya Aline merasa takut.

"Papa mau pergi ke Bandung. Papa mau menjemput Risya dan Alvin. Dia tidak mau datang ke Jakarta mengikuti Alvin, karena merasa takut kalau saya tidak merestui hubungan mereka." Zaenal kemudian langsung meninggalkan istrinya.

Aline langsung mengikuti Zaenal dia tidak suka kalau suaminya akan menjemput Risya.

"Papa berani untuk menjemput wanita itu? Mama mementang hal itu?! Papa, kenapa tidak pernah bertanya tentang pendapat mama? Kenapa, Pah?" tanya Aline yang merasa kesal sekali.

Zaenal menatap istrinya yang sejak tadi terus saja mengejar dia dan merasa kesal kepadanya.

" Sebenarnya Mama ini pernah memikirkan tentang Alvin atau tidak? Alvin merasa tersiksa Mah, karena berpisah dengan istrinya! Apa Mama tahu?? Gara-gara sekarang Alvin malah pergi ke Bandung banyak sekali pekerjaan di kantor yang terbengkalai. Apa mama bisa menanggulangi kerugian perusahaan yang tidak sedikit itu? Banyak proyek yang harus pending karena ketiadaan Alvin dan Risya di kantor. Mah, mereka adalah orang-orang yang penting di kantor kita!" Zaenal menatap tajam istrinya yang mulai gelagapan.

"Apa Mama sanggup menanggung pekerjaan Risya dan Alvin yang menjadi pionir perusahaan kita sekarang. Apa mama sanggup?" tanya Zaenal sambil menatap tajam kepada istrinya yang masih saja kekeh dengan keinginan dan amarahnya.

"Pokoknya Mama tidak sudi mempunyai menantu seperti dia! Mama hanya mau Sheilla yang menjadi menantu kita! Titik!" Zaenal benar-benar murka melihat istrinya yang begitu keras kepala.

Zaenal kemudian meninggalkan alien yang masih berusaha mengejarnya dan menghalangi suaminya untuk pergi menjemput Risya.

"Pokoknya kalau Papa pergi untuk menjemput perempuan itu, maka bersiaplah untuk apa kehilangan mama!" Aline kemudian meninggalkan Zainal yang sekarang membeku di tempat.

Zaenal tidak habis pikir dengan pola pikir sang istri yang begitu keras kepala dan sangat sulit untuk di bujuk maupun di ajak bicara baik-baik.

"Terserah Mama kalau mau pergi dari sini! Mama lakukan saja! Papa mau lihat, Berapa lama mama bisa hidup di luar sana tanpa fasilitas dari Papa!" Zaenal kemudian meninggalkan Aline yang sontak terdiam di tempat.

Aline terlihat begitu kesal dengan kelakuan suaminya yang seperti tidak memperdulikannya.

Aline yang mengetahui, kalau suaminya tidak pernah bermain-main dengan apa yang dia katakan, akhirnya hanya bisa misuh-misuh sambil menghentakkan kakinya ke lantai.

Zaenal yang paling mengenal sosok istrinya yang tidak bisa hidup tanpa Black card dan segala fasilitas yang diberikan kepadanya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Aline masuk ke kamar dan mengunci kamarnya.

Zaenal kemudian memberikan pesan kepada kepala pelayan untuk membiarkan istrinya apabila mau keluar dari rumahnya.

"Biarkan saja nyonyamu, kalau mau pergi dari sini tidak usah dihalangi. Cukup kau kirimkan seorang untuk mengawasi dan mengetahui keberadaannya. Supaya kita tidak dibuat repot kedepannya. Aku mau ke Bandung dulu, mau menjemput menantuku!" Zaenal kemudian berpamitan kepada kepala pelayan yang sudah sangat lama mengabdi di kediamannya.

Kepala pelayan hanya mengangguk menanggapi pesan yang diberikan oleh tuannya. Zaenal langsung meminta kepada sopirnya untuk segera mengantarkan dirinya ke Bandung sesuai alamat yang diberikan oleh Alvin padanya.

Sepanjang perjalanan Zainal lebih banyak diam dan memikirkan tentang kehidupan rumah tangganya bersama Aline yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun. Banyak hal yang sudah mereka lalui selama itu. Zaenal saling mencintai Aline. Karena sejak dulu Aline lah yang telah mendampinginya di setiap suka dan duka. Tetapi Zaenal juga memiliki kewajiban untuk mendidik istrinya agar tidak menjadi pribadi yang salah dan tidak berperasaan. Zaenal akan berusaha untuk melakukan itu dengan sebaik mungkin agar tidak mengecewakan mertuanya, yang sudah mempercayakan Aline kepadanya.

1
Rosani Rosa
lima tahun tapi kejahatan si aline gak ke bongkar juga waaahhh memang hebat author ini saking hebat nya pengen rasa nya saya kasih bintang 1
Nur hapidoh: nanti giliran author tamatin tiba2 protes lg, susah sekali jd author ya, jd penulis aja kak jgn jd pembaca biar tahu gimana rasanya punya pembaca macam anda ini
total 2 replies
Ma Em
sebenarnya Aline ini ibu kandungnya Alvin atau ibu tirinya sih, tapi katanya ibunya Alvin sudah meninggal.
Nur hapidoh: yang meninggal ibunya risya kak bukan ibunya alvin
total 2 replies
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
si risa udh bego lemah banget astaga bikin gregetan
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
ini yang keterlaluan bego si risya apa author nya sih, tolong dong thor jangan bikin karakter si risya teramat bloon ya tau sih dia trauma tapi setidak nya percaya gitu sama Alvin greget banget baca nya liat karakter risya yg teramat bego entah author nya aja yg bego bikin novel terlalu menonjolkan kejahatan dan kebodohan
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: asiap kak
total 1 replies
Tasya
mirisnya thor
Nur hapidoh: hooh kak
total 1 replies
Tasya
ooooh
Nur hapidoh
keren
Apriyanti
lanjut thor
🌈Rainbow🪂
👣
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: thanks akak 😊
total 1 replies
Mari ani
Aku mapir tor
Nur hapidoh: thanks akak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!