Follow FB Author : Novel by Anny/ Anny Djumadi
Penyesalan selalu datang belakangan. Inilah yang berlaku buat si cantik Anggita. Karena percaya dirinya yang terlalu tinggi dia berusaha menggapai cinta Byantara, seorang CEO yang dingin dan kejam. Anggita berpikir dengan segala yang dimilikinya dia akan membuat Byantara akan mencintainya suatu hari. Tapi apa yang terjadi ketika ayah Byantara yang selalu menginginkan Anggita sebagai menantunya itu akhirnya meninggal? Anggita sama sekali sudah tidak memiliki orang yang berpihak padanya. Anggita harus pergi dari kehidupan Byantara bahkan membawa benih yang tidak pernah diakui Byantara.
Bagaimana perjalanan hidup Anggita selanjutnya? Buat yang penasaran ayo lanjut baca, ditunggu dukungan komentar, like dan votenya.
Semoga terhibur selalu, walau ceritanya akan menguras emosi🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernyataan perasaan yang salah tempat
Samuel malah merasa senang ketika Anggita menarik bajunya dan mengekor di belakangnya. Anggita yang sedang tegang sampai lupa kalau dia masih menarik baju Samuel. Ketika sudah berjalan agak jauh, Anggita malah menoleh ke belakang, karena khawatir kalau Byantara mengikutinya.
Sebetulnya Samuel ingin bertanya siapa pria tadi, tapi sepertinya dia harus menunggu saat Benji tidak ada.
Samuel sampai lupa dengan janjinya pada nenek Tang, sampai ketika dia berpapasan dengan nenek Tang yang sedang digandeng Hani, Samuel baru ingat padi janjinya tadi.
"Apa yang kalian lakukan?", tanya nenek Tang yang kelihatan marah, padahal selama ini nenek Tang sangat ramah dan jarang marah. Anggita akhirnya sadar akan perbuatannya, Anggita segera melepaskan tangannya dari baju Samuel dan segera meminta maaf.
"Maaf nenek Tang, saya tidak sengaja", ujar Anggita merasa malu akan kelakuannya. Hani yang menggandeng nenek Tang merasa senang ketika melihat nenek Tang marah pada Anggita, padahal selama ini tidak pernah.
Syukuri deh, biar tahu rasa. Kerjanya cari perhatian Om Sam saja, pakai acara ngadu aku ke om Sam lagi!, pikir Hani yang masih dendam karena berpikir kalau Anggita yang melaporkan dia pada Samuel.
"Mengapa kau tiba-tiba seperti itu Gita? Biasanya kau sangat sopan. Aku sedang ingin mengenalkan Samuel kepada anak dari rekan bisnis ku. Kalau mereka melihat kau menempel terus pada Samuel, bagaimana mereka berani?", tegur nenek Tang.
"Maaf nek, saya tidak akan melakukannya lagi", janji Anggita.
"Ya sudah, kau masuk saja ke dalam mansion. Tadi Samuel bilang kau sakit perut , jadi kau beristirahat saja. Jangan lupa bawa Benji juga, takutnya Benji hilang di keramaian pesta", ujar nenek Tang yang mengusir secara halus. Tapi Anggita tentu bersyukur, dengan demikian dia bisa bersembunyi menghindari Byantara. Tapi Benji benar-benar kecewa.
"Baik nek, terimakasih", sahut Anggita yang segera menarik Benji untuk mengikutinya. Tapi Benji bertahan, sepertinya tidak mau ikut masuk ke dalam mansion.
"Ayo Benji, jangan nakal, ikut mama", bujuk Anggita.
Benji menggeleng dan menatap ke arah Samuel dengan wajah memelas ketika Anggita masih berusaha menarik Benji agar mengikutinya. Benji tadi baru minum sirup, belum makan permen dan coklat, jadi Benji belum mau masuk.
Melihat itu akhirnya Samuel tidak bisa menahan perasaannya lagi, lagi pula Samuel adalah pria yang suka berkata apa adanya dan tidak suka basa-basi.
"Sudahlah nek, kau tidak usah mencari gadis untuk dikenalkan pada ku. Aku sudah menyukai Anggita, jadi nenek sudah tidak usah repot-repot lagi!", ujar Samuel yang membuat semuanya yang mendengar perkataan Samuel menjadi kaget, tidak terkecuali Benji.
*********
Tapi Benji yang malah sadar duluan dan merasa senang.
"Hole, Benci da mau punya papa (Benji sudah mau punya papa)!", ujar Benji melompat-lompat kegirangan.
Ih..Benji norak banget sih!, gerutu Hani dalam hati karena merasa iri .
Sedangkan Anggita yang mendengar ucapan Benji akhirnya sadar dari rasa kagetnya dan langsung membekap mulut Benji.
"Hush, Benji jangan berbicara sembarangan!", omel Anggita berbisik.
"Kau jangan sembarang bicara Samuel. Bagaimana kau bisa bilang suka pada Gita, sedangkan kau dan Gita baru saja bertemu belum lama", ujar nenek.
"Namanya suka seseorang itu tidak bisa dilihat dari waktunya nek. Sudahlah nek, nenek tidak usah mencarikan gadis untuk ku", ujar Samuel.
Aduh, Tuan Samuel ini bikin masalah buat ku saja. Nenek Tang bisa marah besar nih. Kenapa aku yang harus dijadikan perisainya? Habislah aku kali ini, bagaimana aku bisa menghadapi nenek Tang lagi? Ayo Gita! jangan tegang, cepat pikirkan cara untuk mengatasi nenek Tang, pikir Anggita dalam hati yang semakin merasa tidak tenang dengan nasibnya di Mansion Tang ini. Entah bagaimana nasibnya akan datang kalau dia sampai disuruh pergi oleh nenek Tang.
"Pantas saja kau bisa bercerai secepat itu Sam, ternyata kau menyukai seorang perempuan juga semudah itu. Bahkan kau sama sekali belum tahu latar belakangnya saja kau sudah bisa bilang suka! Pokoknya nenek gak mau tahu, nenek sudah janji akan mengenalkan mu pada mereka. Kau jangan sampai membuat malu nenek!", omel nenek Tang kesal.
"Tuan Samuel, kau jangan jadikan aku alasan, aku sungguh merasa bersalah pada nenek Tang kalau kau begitu. Nenek Tang, maafkan aku, aku janji gak akan dekat-dekat lagi dengan Tuan Samuel. Nenek Tang jangan marah ya, nanti GDS nenek naik akan bahaya", ujar Anggita yang memberanikan diri untuk mengambil hati nenek Tang. Anggita dengan segera menggandeng nenek Tang dan menepuk-nepuk punggung nenek Tang sambil menatap ke arah Samuel dengan memohon.
"Baiklah nek", sahut Samuel akhirnya, Samuel tahu kalau dia menolak sang nenek, sudah pasti hal itu akan menyulitkan Anggita.
"Kalau bercanda jangan keterlaluan Sam, nanti nenek jantungan", ujar nenek Sam tersenyum. Walaupun nenek Tang yang sudah mengenal Samuel dengan baik dan sudah tahu kalau ucapan Samuel tadi tidak main-main, tapi karena Samuel sudah mengalah dan Anggita juga tahu posisinya, nenek Tang sudah tidak mau mempermasalahkannya lagi. Nenek Tang yakin kalau Anggita tidak berani macam-macam, lagipula nenek Tang sudah cocok dengan Anggita sebagai perawatnya.
"Kau sudah boleh pergi Hani!", ujar nenek Tang.
"Baik nek", sahut Hani sopan.
Sial! Ternyata perang dunianya berakhir damai, tadinya kupikir bakal seru, gerutu Hani yang sudah berharap kalau Anggita akan dikeluarin nenek Tang.
"Kalau kau sudah tidak sakit perut lagi, nenek ingin kau yang menggandeng nenek!", ujar nenek Tang, dengan demikian tamu-tamu di pesta akan tahu kalau Anggita adalah perawatnya dan tidak berpikir macam-macam lagi.
"Baik nek, saya sudah tidak apa-apa lagi", ujar Anggita menurut daripada dia bermasalah dengan nenek Tang.
"Benji! Kau ikut mama, jangan berkeliaran terus! Jangan mengganggu Om Sam! Nanti mama akan kasih kau makan coklat", janji Anggita yang tentu mengerti kemauan Benji. Benji akhirnya menurut dan segera menarik gaun sang ibu, mengekor di belakang Anggita dan nenek Tang.
Sedangkan Samuel hanya bisa menghela nafas melihat ketiga bayangan yang berjalan menjauh itu.
Aku tidak boleh mempersulit Gita, yang penting sekarang aku turuti kemauan nenek dulu. Nanti baru ku pikirkan rencana selanjutnya untuk mendekati Gita, pikir Samuel.
********
Byantara masih penasaran dan belum mau pulang dari acara pesta itu. Sella hanya memperhatikan Byantara dari jauh saja, tapi tidak berani mendekat. Sella takut diomeli Byantara dan hanya akan membuatnya malu saja kalau sampai kelihatan orang lain apalagi wartawan.
Byantara yang penasaran siapa pria yang bersama Anggita akhirnya tahu, ketika nenek Tang yang digandeng Anggita, mengenalkan Samuel sebagai cucunya yang baru pulang dari New Zealand.
Selalu pintar mencari sasaran dia! Selalu mengincar yang hebat! Sekarang bahkan berani-beraninya mengincar Tuan muda Tang dengan status janda anak satu!, gerutu Byantara yang masih kesal karena terbayang Anggita yang bersembunyi di belakang Samuel.
Eh! Tuyul itu nakal dan rakus sekali, mau cari apa lagi dia?, pikir Byantara ketika melihat Benji yang sedang berjinjit dan mengintip isi meja yang terletak di belakang tempat berdirinya nenek Tang dan Anggita. Byantara yang tidak pernah mau kalah itu dendam karena dikatain Benji monster dan jahat, jadi Benji pun diberi julukan tuyul, bahkan plus rakus dan nakal. biar impas!
Bersambung ...........
Note: GDS : Gula Darah Sewaktu, Pengecekan rutin untuk penderita Diabetes guna menjaga kestabilan kerja pangkreas.
emang iblis
novel kalian ku akui bagus tapi sangat2 tidak adil dan egois
ini buktinya
*pelakor kalian laknat dan binasakan tapi pebinor kalian puja2 dan semua perbuatannya kalian benarkan, padahal faktanya samue dan The banyak melakukan kesalahan fatal dan licik, samuel mendekati istri orang hingga membuat fitnah dan salah paham (aslinya samuel dan theo biang masalah) licik, bersikap baik dan menolong punya maksud licik ingin membuat salah paham dan akhir bisa mendekati istri orang (buktinya samuel dan theo melakukanya)
*intraksi suami dengan wanita lain kalian laknat dan pandang menjijikan tapi intraksi istri dengan pria lain kalian bela dan benarkan dengan alasan nolong lah, padahal faktanya samuel tidak ikhlas bantu Gita, sampai ada maunya, samu licik ingin membuat rumah tangga Gita hancur dan dia bisa merebut Gita
*kesalahan byan semua sudah pasti tau, dan kalian tegas itu kesalahan fatal dan kalian buat byan dapat karma, dia menyesal, dan berjuang sangat keras untuk mendapat kesempatan (adilkan) tapi ini semua kesalahan Gita kalian tutup mata dan kalian benarkan semuanya
binatang aja ada yg punya hati lho
apa Gita akan tenang2 aja krn merasa itu sbg perhatian Byan ?
padahal itu sudah pelecehan ....
hadeeeuuh ... Gita ini banyak banget dilecehkan yaaa ... tp krn Byan yg melakukan, jd dianggap oke2 aja ....
gedeg banget sama sosok Byan ... dan pada akhirnya Byan pun bahagia krn pelecehan2 yg dilakukannya berhasil membuat Gita menjadi istri ....
dan Gita sbg orang yg dilecehkan pun tersenyum bahagia ...
huehuehe ....
udah tindakannya malam itu melecehkan Gita ...
trus pertanyaan "anak siapa" ... itu juga pertanyaan melecehkan .... dlm arti, dia menganggap Gita wanita yg tidur dgn banyak laki2 ...
hadeeeuuuh .... dan Gita tetep santai aja ... "cuma marah sebentar" ... dan trus luluh ... 🤦♀️
gak ada ucapan terimakasih ?????
ck..ck..ck...
beneran Byan ini manusia gak ada akhlak ya ...
dan ternyata manusia spt itu yg dipilih Gita ...
gak ada empatinya liat kondisi Gita ... cuma gara2 cemburu sama Samuel ...
gak ada terimakasih nya juga ke Samuel .. padahal udah dibantu ..
beneran pengen Byan tuh sengsara deh ...