" Tuan, Kami sudah menemukan wanita yang anda cari. Wanita itu akan menggelar pesta pertunangan dua hari lagi." Lapor seorang pria yang berprofesi sebagai Asisten Pribadi itu pada Tuanya.
" What?!! Lakukan berbagai cara untuk menggagalkan pertunangan itu! Wanita itu hanya Milikku dan Hanya bisa menjadi istriku!" Perintah Pria Tampan keturunan Eropa dan Indonesia itu.
Daren Johnson pria Dewasa yang sudah berumur tiga puluh delapan tahun disaat adik perempuannya yang sudah memiliki suami dan anak. dirinya masih betah dengan kesendiriannya. Daren yang awalnya tidak berniat untuk menikah seumur hidupnya seketika berubah pikiran setelah menghabiskan malam dengan seorang gadis asing yang tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitasari Juari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran.
*
*
*
Setelah puas mengelilingi Mall Chloe pun memutuskan untuk pulang eh ralat tapi pergi ke kantor Johnson Company. Perusahaan suaminya yang belum di ketahui bentuknya sesuai permintaan Daren, Chloe pun membawa makanan untuk Daren makanan khas Indonesia tentunya yaitu ayam penyet tadi saat melihat orang yang makan dengan ayam dan sambal dengan kol dan kacang panjang mentah Membuat Chloe juga ingin mencoba masakan itu. Chloe pun juga mengajak serta bodyguard dan supir untuk makan bersama dan teryata rasa makanan itu cocok di lidahnya walaupun sedikit asing. But it's really delicious.
Chloe pun meminta pada sang supir untuk keperusahaan sang suami. Supir yang sudah tahu dimana alamatnya pun langsung melajukan mobilnya ke perusahaan Besar milik keluarga Jhonson itu. Selama di perjalanan Chloe memandang kearah luar jendela mobil melihat pemandangan ibukota.
Tidak lama kemudian mobil mewah itu memasuki area perusahaan. Chloe memandang bangunan menjulang tinggi itu dengan tak percaya. Perusahaan sang daddy juga besar tapi perusahaan milik Daren dua kali lebih besar dari milik Keluarga.
" Sebenarnya sekaya apa sih suamiku itu," batin Chloe sembari memainkan rambut panjangnya.
" Kita Sampai Nona," Ucap sang sopir dan Chloe pun segera keluar setelah pintu di buka dari Luar oleh salah satu Bodyguard.
Chloe memasuki kantor Suaminya dengan banyak barang di tangannya apalagi kalau bukan makanan dan ponsel yang di belinya tadi.
" Kalian semua tidak perlu ikut masuk!!.. aku sudah berad di kantor suamiku jadi kalian tidak perlu khawatir!." Perintah Chloe mendapatkan anggukan dari para bawahan suaminya itu.
Chloe pun kembali melenggang dengan bersenandung Ria. Chloe melewati meja resepsionis Begitu saja. Melihat ada wanita yang menyelonong tanpa permisi Resepsionis berpakaian Sexy itu mencoba menghentikan Chloe.
Chloe berbalik dan menurunkan sedikit laca mata hitamnya agar bisa melihat dengan jelas wanita yang menghentikan jalannya itu.
" Nona. Anda tidak bisa masuk begitu saja tanpa permisi." Kata Resepsionis itu.
" Oh iya aku lupa." Ucap Chloe menepuk keningnya dengan satu tanganya yang menganggur.
" Aku ingin bertemu Daren. Dimana ruangan Daren berada,?" Tanya Chloe pada Resepsionis itu.
Sang resepsionis itu melihat penampilan Chloe dari atas sampai bawah tak lama setelah mengamatinya wanita itu mencibir Penampilan Chloe yang terlihat tak modis dimatanya.
" Apa anda sudah membuat Janji dengan Presedir,?" Tanya Resepsionis itu dengan nada tak bersahabat.
" Sudah. Dia menyuruh ku untuk membawakan makanan untuk nya." Jawab Chole apa adanya.
" Oh teryata hanya pengantar makanan to. Berikan padaku biasanya Tuan Rendra yang mengambilnya di meja resepsionis para pengantar makanan tidak di izinkan bertemu Tuan Daren." Ucap Resepsionis mengira jika Chloe adalah pegawai delivery.
Chloe membulatkan matanya. Apa wanita itu buta hingga melihatnya sebagai seorang pengantar makanan?.
Chloe mengibaskan rambutnya lalu mengangkat dagunya tinggi tidak terima dirinya yang sebagai nyonya Jhonson disalahpahami oleh wanita seperti badut di depannya itu.
" I'm Daren Johnson's wife!!. So no one can stop me from meeting my husband even if it's Rendra!," Kata Chloe penuh Penekanan yang justru membuat resepsionis itu tertawa keras.
" Apa,? Istri?, Kalau kau Istrinya berarti aku selingkuhannya!." Sahut Resepsionis itu meremehkan.
" What the fu*k!." Umpat Chloe yang geram dengan ucapan wanita itu. Chloe ingin menelpon Daren tapi sayangnya dirinya bahkan tak tahu berapa nomer suaminya jangankan nomer dirinya saja baru membeli ponsel dan belum juga di setting.
" Lihatlah aku sudah sering menghadapi banyak wanita yang mengaku ngaku seperti mu setiap harinya. Pergilah sebelum aku memanggil Security untuk menyeretmu keluar dari gedung ini!" Ucap Resepsionis itu sembari bersedekao dada.
" Jika kau tidak percaya hubungi saja Rendra atau Daren. Nikang kalau Chloe Cumberbath sudah berada di perusahaan!." Kata Chloe yang tak mau kalah.
Resepsionis itu berdecih. " Tidak perlu menghubungi Tuan Rendra. banyak wanita sebelumnya yang juga mengatakan persis seperti yang kau katakan. Sebaiknya kau pergi semasih aku mengusirmu dengan baik-baik Dasar wanita miskin!." Cibir Resepsionis karena Chloe berpenampilan tidak modis tapi satu yang tak di kenali Resepsionis songong itu adalah baju dan celana yang digunakan Chloe adalah merk Dior.
" Oh my god!!.. Daren dapat dari mana badut sombong ini hingga dijadikan sebagai karyawan bagian depan!!.." Batin Chloe menggerutu.
Tidak ingin berdebat dengan karyawan tak tahu diri itu Chloe pun mengabaikan dan berjalan begitu saja kearah Lift walaupun tidak tahu lantai berapa ruangan suaminya paling tidak menghindari badut itu lebih penting untuk saat ini.
Resepsionis yang diabaikan oleh Chloe itu semakin geram karena Chloe tidak mendengar peringatan darinya. Dengan langkah lebar wanita dengan sepatu berhak tinggi itu menghampiri Chloe yang sudah berdiri di depan Lift dengan penuh amarah.
Begitu berada di belakang Chloe wanita itu menarik rambut panjang Chloe dengan keras hingga membuat tubuh Chloe tertarik kebelakang.
Chloe mengumpat lalu menarik tangan yang menarik rambutnya itu dengan tangan kirinya dan memelintirnya hingga sang resepsionis Menjerit kesakitan.
" Argghhj Sakit Sialan!!.." teriak resepsionis itu.
Chloe terseyum Smirk dan melirik name take bernama Dona itu.
" Sakit?. Kau pikir kepala ku tidak sakit karena ulahmu itu, BITCHH!!.." Bentak Chloe yang masih menahan tangan Dona dengan tangan kirinya.
Dan keributan dua wanita di depan lift itu akhirnya mengundang banyak orang untuk melihatnya. Suasana jadi semakin tak terkendali karena banyaknya karyawan yang melihat pada dua wanita yang saling adu mulut dan otot itu.